bayi muntah

Penyebab Bayi Muntah Setelah Makan dan Cara Mengatasi

Bayi Muntah

Bayi muntah setelah makan atau minum ASI  (Air Susu Ibu) merupakan hal yang normal. Hal tersebut bisa terjadi kapan saja setelah bayi makan atau menyusu. Bunda perlu memahami tentang gejala bayi muntah dan cara mengatasi bayi muntah setelah makan. 

 

Bunda pernah bingung karena si kecil memuntahkan kembali makanan atau asi yang sudah diminumnya? Beberapa orang tua, terutama ibu baru, mungkin khawatir ketika bayinya muntah. Bunda tidak perlu mengkhawatirkannya karena muntah merupakan hal yang biasa dialami bayi.

bayi muntah

Penyebab bayi muntah setelah makan dan cara mengatasi

Semua bayi terkadang muntah setelah makan, dan mereka biasanya tidak membutuhkan pengobatan refluks. Menurut seorang dokter di sebuah rumah sakit anak di New York, otot-otot tidak sadar bayi tumbuh bertambah kuat, termasuk yang menampung susu di dalam perutnya.

Penyebab Muntah Pada Bayi

Bayi muntah terjadi karena beberapa hal. Penyebab yang umum bayi muntah ialah karena kondisi badan si Kecil kurang sehat, terdapat bakteri atau infeksi virus pada badan si Kecil, atau penyakit lainnya yang diderita bayi. Muntah lebih sering menjadi salah satu tanda bahwa bayi mengalami suatu penyakit

Bayi Lebih Sering Muntah Ketika Minum Susu Formula

Bayi yang minum susu formula cenderung lebih sering muntah karena susu formula membutuhkan waktu lebih lama untuk meninggalkan perut dibandingkan ASI. Bayi-bayi yang menyusu dari botol dapat juga minum berlebihan karena mereka akan terus menyedot (dan minum lebih banyak) bahkan setelah mereka kenyang: menyusui dapat membantu seorang bayi minum dalam jumlah yang cukup pada saat dia harus menyusu.

Pahami Muntah Setelah Bayi Makan

Bunda harus mengenali kenapa bayi muntah setelah makan. Bayi yang muntah atau gumoh merupakan kondisi yang bisa wajar, dimana hal tersebut terjadi ketika si Kecil mengeluarkan suatu cairan dari dalam mulutnya.

Penyebabnya ialah karena si Kecil mungkin kekenyangan atau bayi makan terlalu cepat, sehingga kesulitan dalam menelan dan mengolah makanan yang ada.

 

Baca Juga : Ruam Popok : Cara Mencegah, Gejala, dan Mengobati

 

Bunda patut curiga jika bayi sering muntah dalam kondisi selalu setelah makan. Lebih baik periksakan si Kecil ke dokter untuk mengetahui kondisinya. Bisa jadi si Kecil menderita penyakit granitis atau biasa disebut tukak lambung akibat keracunan makanan.

Cara Mengatasi Bayi Muntah Secara Alami

Cara mengehentikan muntah pada bayi sebenarnya cukup mudah. Kebanyakan bayi berhenti muntah setelah mereka bisa duduk tegak tanpa bantuan. Selama bayi Bunda senang dan bertambah berat badannya, Bunda tidak perlu khawatir. Namun bila si Kecil terlihat tertekan ketika muntah, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk tahap selanjutnya.

Tips Mengurangi Muntah Pada Bayi

Bunda dapat menerapkan beberapa tips dibawah ini untuk mengatasi muntah pada bayi atau setidaknya mengurangi bayi muntah:

  • Ketika Bunda ingin menyusui si Kecil, usahakan posisi kepala bayi tegak. Setelah selesai menyusu angkat si Kecil pada posisi tegak untuk bayi sendawa.
  • Usahakan ketika Bunda menyusui si Kecil dalam kondisi yang tenang. Hal ini dapat membantu bayi agar tidak banyak udara lain / bakteri masuk ketika bayi menyusu, sehingga menyebabkan bayi muntah.
  • Jangan menyusu bayi banyak. Lebih baik menyusui bayi secukupnya tetapi lebih sering. Jika bayi terlalu banyak menyusu dapat menyebabkan bayi muntah setelah minum ASI.
  • Biarkan bayi sendawa setelah selesai menyusu. Buat bayi bersendawa dulu setelah menyusu baru setelah itu berganti payudara.
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk bayi. Jangan gunakan popok bayi yang terlalu ketat. Hal ini guna menghindari ruam popok sekaligus perut bayi yang tertekan setelah makan.
  • Ketika menggendong si Kecil, perhatikan posisi perut bayi jangan sampai tertekan atau berada tepat di bahu Anda.
  • Setelah bayi cukup besar, Bunda bisa memposisikan si Kecil untuk duduk sekitar 30 menit setelah makan atau menyusu.

Jika Bunda khawatir saat si Kecil muntah setelah makan, Bunda dapat konsultasikan ke dokter. Perhatikan seberapa sering bayi muntah, seberapa banyak muntah pada bayi dan apa saja gejala gejala yang dialami bayi.

Happy breastfeeding Bunda !

Related Posts

Tags: , , , , ,

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 Comments

Trackback URL Comments RSS Feed

  1. Petronila says:

    Mau nanya,bayi sy umur 6 blan,dy sering mnunjukan tnda seperti mual dan bahakan smpai muntah,kadang seblum makan,kadan ssudah makan/susu,bayi ku konsumsi bubur insatan prodak “M”…apa ad hubunganx bubur itu sama kondisi anak saya???

    • Cussons Baby says:

      Hai Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami.
      Baiknya hal tersebut dikonsultasikan pada dokter spesialis anak, yang biasanya Bunda datangi saat check-up si Kecil ya agar bisa mendapat penjelasan lebih lanjut. Salam hangat untuk si Kecil & sehat selalu <3

  2. Rayya says:

    Bun..anak saya baru 4 bulan.karena rewel saya kasih dia biskuit yg diencerkan..tapi pas makan anak saya langsung muntah..
    Yg jadi pertanyaan nya Apa saya harus stop kasih dia makan..dan beri dia asi?
    Apa akan ada akibatnya kalo saya stop mohon bntuannya

    • Cussons Baby says:

      Hai Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal tersebut baiknya Bunda konsultasikan pada dokter spesialis anak ya, agar dapat berkonsultasi lebih lanjut 🙂 Salam hangat untuk si Kecil

  3. Markulata says:

    Gejala mual pada bayi berumur 2 bln. Kadang suka uwek (mual mau muntah) kira2 apa penyebabnya ya?

  4. Lia says:

    haii admin,

    saya memiliki bayi usia 6 bulan dan dia masih sering muntah. dari sejak lahir anak saya memiliki GER. kapankah GER itu akan menghilang? apa yang harus saya lakukan ? frekuensi muntahnya sekitar 2-3x perhari dan biasanya muntah lebih sering saat pagi hari dan sering keluar dari hidung juga apakah itu bahaya ?

    mohon pencerahannya.

    terimakasih

Top