Mungkinkah Rambut Bayi Rontok? Cari Tahu Penyebabnya! - Cussons Baby Indonesia

Mungkinkah Rambut Bayi Rontok? Cari Tahu Penyebabnya!

Rambut rontok pada bayi, mungkinkah terjadi? Seperti tubuh dan kulit, bayi lahir dengan kondisi rambut yang beragam. Ada yang lahir dengan rambut kuat, ada pula yang rambutnya sensitif dan mudah rontok. Kok, bisa?

Kondisi dan jenis rambut bayi ketika lahir berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, asupan nutrisi saat Bunda mengandung, produk perawatan rambut bayi, bahkan posisi tidur bayi.

Menurut American Academic of Pediatric (AAP), rambut rontok biasa terjadi pada bayi baru lahir hingga umurnya enam bulan. Kerontokan ini disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari hormon hingga posisi tidur. AAP juga menyebutkan bahwa rambut rontok pada bayi jarang berhubungan dengan masalah medis.

Saking normalnya, kadang Bunda tidak menyadari bahwa rambut bayi mengalami kerontokan. Hal ini disebabkan oleh kecepatan rambut untuk tumbuh kembali setelah rontok. 

Karenanya, Bunda perlu lebih atentif agar mengetahui setiap milestone bayi. Dalam hal ini, Bunda harus melihat benar-benar apakah ada rambut di handuk setelah mandi, rambut di bantal atau baju, atau bahkan di lantai kamar. Dengan demikian, Bunda mengetahui setiap detail tumbuh kembang bayi dan bisa mengatasi dengan lebih cepat jika timbul gejala rambut rontok yang abnormal.

 

Meskipun normal, rambut bayi rontok juga bisa menjadi gejala awal atau sinyal bahwa si Kecil tidak benar-benar dalam kondisi baik. Apalagi, kondisi tubuh bayi yang masih sangat sensitif terhadap kondisi di luar rahim.

Berikut adalah penyebab rambut rontok pada bayi:

1. Telogen effluvium

Saat lahir, rambut bayi masih berbentuk folikel atau calon-calon rambut yang akan tumbuh. Folikel ini merupakan bagian dari kulit kepala. Ada dua jenis fase folikel, yaitu resting atau istirahat dan growing atau tumbuh. Saat lahir, bayi akan menerima banyak stimulasi, termasuk hormon yang ‘membangunkan’ folikel yang sedang istirahat. Sehingga folikel rambut yang sudah tumbuh akan rontok dan digantikan dengan rambut baru yang tumbuh.

Faktor hormon ini tidak hanya terjadi pada bayi, tapi juga pada Bunda yang baru saja melahirkan. Hormon-hormon tertentu mempengaruhi rambut. Menyebabkan rambut bayi dan Bunda rontok pada waktu bersamaan.

 

2. Gesekan Pada Kepala Bayi Membuat Rambut Bayi Rontok

Gesekan sangat berpengaruh pada kulit kepala dan rambut bayi. Selayaknya kulit yang masih sensitif, rambut bayi masih sangat lemah untuk menerima gesekan atau sentuhan terus menerus.

Gesekan seperti bantal yang terlalu lama bisa menyebabkan folikel rambut melemah dan menyebabkan kerontokan. Tidak heran jika Bunda menemukan bayi yang botak di sisi tertentu kepalanya. Bisa jadi, hal itu karena bayi yang berada di posisi yang sama terlalu lama.

 

3. Gangguan pada kulit kepala bayi bisa membuat rambut bayi rontok

Cradle cap dan tinea capitis juga bisa menjadi faktor kerontokan rambut pada bayi. Cradle cap adalah kondisi di mana kulit kepala bayi ditemukan bercak putih seperti ketombe. Hal ini sebagian disebabkan oleh kulit kepala bayi yang memproduksi terlalu banyak minyak. 

Kondisi lain yang bisa menyebabkan rambut rontok adalah tinea capitis. Tinea capitis disebabkan oleh berbagai jenis jamur yang menyebabkan kulit kepala memerah, kering, dan ruam berbentuk cincin. Kulit kepala yang terganggu bisa membuat rambut rontok. Kondisi ini memang jarang terjadi pada anak di bawah dua tahun, tapi bisa menular sehingga Bunda harus super hati-hati.

 

4. Alopecia areata pada imun bayi

Terakhir adalah alopecia areata, yaitu kondisi di mana ada ‘error’ di sistem imun yang menyerang sel-sel rambut sehat. Menyebabkan kerontokan dan kebotakan pada bayi. Kondisi ini memang tidak berbahaya karena bisa merupakan efek dari tumbuh kembang bayi. Namun, tidak ada salahnya jika Bunda memeriksakan kondisi bayi ke dokter.

 

Merawat Kulit Kepala dan Rambut Bayi Agar Kuat Lebat dan Tidak Rontok

Meskipun normal terjadi, rambut rontok bayi tetap bisa diatasi, lho! Berikut caranya merawat rambut bayi agar selalu kuat.

 

1. Mencukupi kebutuhan nutrisi dari makanan dan ASI

Nutrisi sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rambut bayi. Makanan yang mengandung vitamin B dan vitamin C sangat dibutuhkan untuk rambut bayi yang kuat. Kedua mineral itu bisa didapatkan di makanan berjenis kacang-kacangan, alpukat, juga sayuran hijau. Protein yang ada di dalam telur dan daging juga dibutuhkan untuk mendukung kesehatan rambut bayi.

Selain nutrisi dari makanan, bayi juga membutuhkan nutrisi dari ASI. selain itu, ASI juga membantu tubuh bayi membangun imun yang lebih kuat, sehingga baik untuk mendukung kesehatan tubuh bayi, termasuk rambut dan kulit kepala.

 

2. Meminimalisir gesekan di kepala bayi

Berhubung gesekan sangat mempengaruhi kondisi rambut bayi, agar tidak mudah rontok, Bunda bisa membantu bayi mengurangi gesekan di kepala 

Tummy time menjadi salah satu cara agar si Kecil tidak terus menerus terlentang dan menekan bagian kepala yang itu-itu saja. Mengurangi penggunaan topi juga membantu. Gunakan topi secukupnya dan tidak terus menerus agar rambut bayi juga bisa ‘bernapas’

 

3. Rawat rambut bayi dengan produk hair lotion recomended

Pilihlah rangkaian perawatan rambut bayi yang mendukung kesehatan rambutnya secara holistik.

Gunakan shampo yang lembut untuk rambutnya, sekaligus menutrisi rambut saat keramas. Setelah keramas, gunakan juga produk perawatan yang mendukung kesehatan rambut seperti hair lotion.

Cussons Baby Hair Lotion Candle Nut and Celery dengan formula minyak kemiri dan seledri yang baik untuk rambut bayi. Minyak kemiri membantu menutrisi dan membuat rambut tumbuh hitam, sementara seledri bisa membuat rambut bayi tumbuh tebal.

Formula yang lembut dengan jaminan teruji oleh dokter kulit, Cussons Baby Hair Lotion membantu melembutkan dan menutrisi rambut bayi setelah keramas. Cukup dengan menaruh sedikit produk pada permukaan tangan Bunda lalu dipijat perlahan ke kepala bayi, rambut si Kecil telah ternutrisi dengan baik.

Tags:

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini: