6 Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini untuk Fisik dan Kecerdasan yang Harus Bunda Ketahui!

Dunia anak adalah dunia bermain.  Ungkapan ini muncul karena bermain sangat lekat dengan kehidupan anak-anak. Selain menyenangkan, ada banyak manfaat bermain bagi anak. Anak bisa belajar berbagai hal dari kegiatan bermain, misalnya melatih kemampuan kognitif, kekuatan fisik, keterampilan sosial, bahkan kesehatan dan kecerdasan emosional anak. 

Begitu pentingnya bermain bagi perkembangan anak yang optimal membuat aktivitas ini diakui oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB/UN) sebagai hak dasar setiap anak.

Manfaat Bermain Bagi Anak

Manfaat bermain bagi anak

Bermain memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Bermain menstimulasi otak dan motorik anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.


Anak usia dini belajar dengan cara meniru. Saat bermain, Si Kecil mendapatkan kesempatan untuk meniru apa yang ia lihat.

Saat meniru itulah ia akan bereksperimen, berusaha memecahkan masalah, serta mencoba berinteraksi dan berkomunikasi. Inilah alasan mengapa bermain menjadi cara belajar yang paling efektif bagi anak usia dini.

Baca Juga : Pro Kontra Anak Bermain dengan Makanan, Benarkah Bisa BIkin si Kecil Lebih Pintar?

Berikut ini adalah beberapa manfaat bermain bagi tumbuh kembang anak:

  1. Baik untuk perkembangan otak Perkembangan otak yang pesat terjadi di usia dini. Bermain pada usia ini dapat merangsang otak dengan cara memperbanyak koneksi antara sel saraf (sinapsis) yang mendukung kecerdasan.Hal inilah yang membantu seorang anak mengembangkan keterampilan motorik kasar, seperti berjalan, berlari, melompat, dan koordinasi gerakan, juga keterampilan motorik halus, seperti menulis, melukis, memegang benda kecil, atau keterampilan yang memerlukan detail dan ketelitian. 
  2. Meningkatkan kreativitas Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang didorong untuk menggunakan imajinasi saat bermain lebih kreatif saat mereka dewasa.Kreativitas tidak selalu berkaitan dengan seni, karena hampir semua bidang membutuhkan sentuhan kreativitas.
  3. Mengembangkan fungsi eksekutif otak Fungsi eksekutif otak adalah keterampilan mental yang memungkinkan anak mengingat detail, mengatur, merencanakan, dan memutuskan apa yang pantas dan tidak pantas untuk dikatakan dan dilakukan dalam situasi tertentu.Anak-anak yang fungsi eksekutifnya berkembang dengan baik cenderung lebih disiplin serta lebih berpeluang untuk berhasil di sekolah, dalam pergaulan, dan pengambilan keputusan.
  4. Menumbuhkan kecerdasan emosional Saat bermain, anak mungkin merasakan berbagai jenis emosi, seperti gembira, sedih, takut, marah, cemburu, keras kepala, dan cinta. Anak tidak hanya mengungkapkan kebahagiaan, tapi juga emosi negatif yang tidak dapat mereka atasi.Dengan demikian, Si Kecil akan belajar mengenali emosi tersebut dan mengendalikan diri, sehingga aspek psikologis dan emosionalnya semakin matang.Anak yang kurang bermain berisiko mengalami masalah perkembangan emosional, sehingga lebih rentan mengalami masalah pengendalian diri, kecemasan, hingga depresi saat ia dewasa.
  5. Mengasah keterampilan sosial Bermain juga penting untuk perkembangan sosial Si Kecil karena dapat membantunya belajar berinteraksi dengan orang lain.Melalui bermain, anak akan belajar memahami aturan. Bermain juga memberikan kesempatan untuk bertukar ide, mendengarkan pendapat orang lain, dan berkompromi.
  6. Melatih kemampuan fisik Permainan yang melibatkan banyak gerakan fisik memiliki beragam manfaat berikut:
    • Memperkuat tulang, otot, jantung, dan paru-paru
    • Meningkatkan koordinasi, keseimbangan, postur tubuh, dan fleksibilitas
    • Membantu menjaga berat badan ideal
    • Menjaga tubuh tetap fit dan mengurangi risiko menderita penyakit tertentu di kemudian hari, seperti penyakit jantung dan diabetes

    Selain manfaat bermain bagi anak di atas, permainan juga dapat menjadi cara untuk mengetahui minat dan bakat Si Kecil.

    Jika Si Kecil mampu belajar dengan cepat, sangat ingin tahu, memiliki rentang konsentrasi yang panjang, termotivasi ingin menguasai hal yang dilakukannya, dan sangat menikmati aktivitas yang ia lakukan, ini bisa menjadi tanda bahwa ia mungkin memiliki minat atau bakat di bidang tersebut.

 

Jenis Permainan untuk Anak Usia Dini

Ada dua jenis permainan untuk anak usia dini, di antaranya permainan bebas dan terstruktur. Permainan bebas dapat memancing minat si Kecil sejak dini, sedangkan permainan terstruktur baik untuk melatih kedisiplinan dan keteraturan si Kecil.


Secara garis besar, permainan terbagi menjadi dua jenis, yaitu bebas (
unstructured) dan terstruktur (structured). Permainan bebas adalah jenis permainan yang paling baik bagi anak usia dini. Permainan ini dimainkan secara spontan, tanpa rencana, tergantung pada minat Si Kecil.

Contoh permainan bebas adalah permainan yang menggunakan imajinasi, seperti rumah-rumahan, bermain penjual dan pembeli, dan jenis pretend play lainnya.

Pretend play tidak harus menggunakan barang mahal. Kardus, wadah kosong, dan benda sederhana dan murah yang ada di rumah adalah cara terbaik untuk melatih kreativitas anak.

Permainan bebas juga bisa dilakukan saat mandi, karena umumnya anak-anak sangat menyukai air. Saat melakukan permainan ini, Bunda jangan lupa untuk menggunakan sabun mandi khusus bayi beraroma lembut, ya. Keharumannya dapat merangsang indra penciuman Si Kecil dan membuat suasana mandi jadi lebih menyenangkan.

Sementara itu, permainan terstruktur adalah permainan yang direncanakan, memiliki aturan, dan sering kali dipimpin oleh orang dewasa. Contoh dari permainan jenis ini adalah storytelling, menari, gasing, congklak, ular tangga, dan beberapa jenis olahraga. Biasanya, permainan terstruktur dimainkan oleh anak yang lebih besar.

Baca Juga : Yuk Bunda, Ajak si Kecil Bermain Dengan Teman Sepermainannya!

Tips Menciptakan Suasana Menyenangkan untuk Bermain

Ciptakan suasana yang semangat, ceria, dan optimistis agar waktu bermain si Kecil menyenangkan dan baik untuk membentuk karakter positifnya.


Kebahagiaan Si Kecil saat bermain bukan ditentukan dari seberapa mahal dan bagus mainan yang Bunda berikan, tetapi keterlibatan Bunda dalam mendampinginya bermain. Manfaat bermain akan lebih maksimal jika orang tua ikut terlibat dalam permainan.

Keterlibatan Bunda bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Pastikan mainan maupun lingkungan tempat bermain aman, sehingga Si Kecil bebas bereksplorasi. Jauhkan Si Kecil dari benda berbahaya.
  • Beri Si Kecil perhatian penuh dengan cara mendengarkan, melontarkan pertanyaan untuk memancing respons, dan menyediakan benda atau mainan yang ingin dieksplorasi. Simpan gawai dan tinggalkan sebentar pekerjaan Anda agar fokus tidak terbagi.
  • Berikan petunjuk agar Si Kecil berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, alih-alih langsung memberikan bantuan.

Jadi, bermain tidak berarti Si Kecil membuang waktu ya, Bunda. Manfaat bermain justru sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Selain itu, momen bermain

bersama orang tua akan diingat Si Kecil sebagai pengalaman positif yang membentuk kepribadiannya saat ia dewasa nanti.

 

Referensi:

Dag, (2021). Children’s only profession: Playing with toys. Northern Clinic of Istanbul. 8(4), pp. 414–420.

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Toddlers (1–2 years of age). UNICEF. What is free play and why should you encourage it at home?

Raising Children Australia (2020). About gifted and talented children and teenagers.

Raising Children Australia (2020). Physical activity for babies and children: why and how much.

Raising Children Australia (2020). Toys and games for children. Raising Children Australia (2019). Why play is important.

Zapata, K. Healthline (2020). The Importance of Play: How Kids Learn by Having Fun.

Healthy Children (2019). The Power of Play – How Fun and Games Help Children Thrive.

Hartwell-Walker, M. Psych Central (2016). The Benefits of Play in Children. Ianneli, V. Verywell Family (2021). The Importance of Free Play for Kids.

Cherry, K. Verywell Health (2020). Synapses in the Nervous System.

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!