Rambut Bayi Tidak Dipotong, Apa Efeknya?

Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong Sedari Lahir, Bagaimana Pendapat Ahli?

Bunda tentu sering mendengar bahwa bayi baru lahir sebaiknya dipotong rambutnya atau digunduli. Kepercayaan ini tidak hanya berkembang di indonesia, namun juga di beberapa negara lain terdapat kepercayaan ini. Alasannya antara lain:

  • Agar rambut bayi tumbuh lebih lebat
  • Rambut janin membawa kesialan atau ketidakberuntungan sehingga harus digunduli atau dibuang

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kepercayaan ini memang terbukti dan sudah didukung oleh penelitian? Apakah memang disarankan untuk dilakukan? Dan bagaimana efeknya apabila rambut bayi tidak dipotong? Adakah efek lain selain alasan kesehatan apabila rambut bayi tidak dipotong?

Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut ada beberapa hal yang patut bunda ketahui dari penjelasan di bawah ini.

 

Pertumbuhan Rambut Bayi dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Rambut bayi semasa dalam kandungan atau disebut velus, pada umumnya akan rontok sendiri sebelum bayi berusia 6 bulan, untuk kemudian digantikan oleh rambut baru. Rambut baru yang tumbuh dapat berbeda dari rambut janinnya. Jadi jangan heran apabila rambut janin lebat dan hitam, kemudian digantikan oleh rambut baru yang justru lebih tipus, lebih ikal, atau sebaliknya.

Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi antara lain:

  • Genetik
    Genetik memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan rambut bayi. Apabila kedua orang tua atau kakek dan neneknya memiliki rambut lebat dan hitam, tentu anak akan memiliki kemungkinan untuk memiliki struktur rambut serupa. Demikian juga sebaliknya.  bayi baru lahir sudah memiliki ciri genetik dalam folikel rambutnya yang akan menentukan jenis rambut dan pertumbuhannya di kemudian hari. Ukuran folikel rambut menentukan ketebalan rambut; semakin besar ukuran folikel maka semakin tebal pula rambut bayi nantinya. Sedangkan jumlah folikel menentukan berapa banyak rambut bayi nantinya. Semakin banyak jumlah folikel rambut, semakin lebat rambut bayi nantinya.
  • Hormonal
    Hormon dalam masa kehamilan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan rambut .Namun tentu saja pengaruh hormon ibu semasa kehamilan akan berkurang seiring usia bayi. Bayi berusia di atas 6 bulan biasanya pertumbuhan rambutnya sudah tidak dipengaruhi oleh hormon dalam kandungan. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi dalam kandungan antara lain; hormon estrogen dan progesteron ibu.
  • Nutrisi
    Nutrisi yang diterima semasa dalam kandungan dan setelah lahir mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi. Nutrisi yang dimaksud antara lain asupan makanan kaya akan protein, vitamin A, B, C dan E, serta zinc dan antioksidan terbukti dapat meningkatkan dan membantu pertumbuhan rambut bayi.

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pertumbuhan rambut bayi tidak dipengaruhi oleh apakah rambut bayi dipotong atau tidak, digunduli atau tidak sedari lahir sehingga bunda tidak perlu khawatir mengenai rambut bayi tidak dipotong secara kesehatan.

Baca Juga: 10 Bahan Alami Penumbuh Rambut

 

 

Beberapa Faktor Yang Dapat Membantu Bunda Dalam Memutuskan Untuk Memotong Rambut bayi atau Menundanya

Lalu bagaimana efeknya apabila bunda memutuskan untuk tidak memotong rambut bayi bunda? Adakah efek buruknya?

rambut bayi
Faktor dari genetik, hormonal dan nutrisi rambut mempengaruhi pertumbuhan rambut si Kecil. Jadi, hanya mitos jika pertumbuhan rambut dipengaruhi karena sering dipotong.

Sebagai bahan pertimbangan bunda untuk memutuskan apakah akan memotong rambut bayi bunda atau tidak, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat membantu:

  • Memotong rambut bayi hingga botak atau menggunduli bayi saat bayi berusia terlalu kecil dapat meningkatkan resiko terjadinya luka pada kulit kepala bayi. Kulit kepala bayi baru lahir masih sangat halus dan lembut. Penggunaan pisau cukur dapat menyebabkan kulit kepala bayi luka atau iritasi. Sehingga bunda mungkin dapat menunda untuk memotong rambut bayi hingga bayi berusia lebih besar atau menggunakan pisau cukur yang bersih dan baru, serta hindari menggunakan silet atau peralatan cukur yang beresiko menimbulkan luka pada kulit kepala bayi.
    Baca Juga: Tips Cara Memotong Rambut Bayi
  • Memotong rambut bayi hingga botak hanya membuat rambut tumbuh secara bersamaan. Secara alami rambut memiliki beberapa fase pertumbuhan yang berbeda. Memotong rambut bayi hingga botak atau menggunduli rambut bayi akan membuat rambut bayi tumbuh dalam fase yang sama sehingga memberikan kesan rambut bayi tumbuh lebih lebat dan hitam seusai digunduli.
  • Pada bayi yang sudah aktif bergerak, memotong rambut bayi akan membuat bayi merasa lebih nyaman terutama saat cuaca panas dan lembab.
  • Apabila orang di sekitar bayi ternyata memiliki kutu rambut, memotong rambut bayi akan membantu mengurangi resiko bayi tertular kutu rambut.
  • Pada bayi yang memiliki kulit sensitif, memotong rambut bayi dapat membantu bayi terhindar dari gatal gatal atau biang keringat, atau biasa disebut Hal ini dikarenakan rambut yang terlalu panjang dapat menyebabkan penumpukan keringat dan minyak pada area kepala dan leher terutama saat bayi banyak bergerak dan cuaca panas.
  • Folikel rambut pada beberapa bayi yang cenderung lebih rapuh. Rambut yang terlalu panjang akan memberi beban tambahan pada folikel atau akar rambut. Sehingga memotong rambut bayi dapat membantu mengurangi beban pada folikel dan akar rambut bayi, sehingga diharapkan folikel atau akar rambut dapat lebih kuat.
  • Rambut bayi yang pendek akan lebih mudah dibersihkan dan ditata.

 

Bagaimana Pendapat Para Ahli Mengenai Hal Tersebut?

Beberapa ahli berpendapat bahwa memotong rambut bayi bukanlah keharusan. Efek rambut bayi tidak dipotong yang menyebabkan rambut bayi tipis dan tidak berwarna hitam; tidak terbukti. Efek rambut bayi tidak dipotong menyebabkan kesialan tentu saja hanyalah sebuah kepercayaan yang tidak terbukti.

Efek rambut bayi tidak dipotong lebih mengarah kepada alasan fungsional seperti untuk mencegah ketidaknyamanan saat bayi aktif bergerak, serta untuk menghindari memberi beban kepada folikel rambut apabila rambut bayi terlalu panjang.

Dampak rambut bayi tidak dipotong lainnya adalah akan memudahkan kutu rambut untuk berkembang sehingga sebaiknya bunda memotong rambut bayi saat bayi sudah berusia lebih besar untuk mencegahnya menjadi terlalu panjang.

Tidak ada keharusan untuk memotong rambut bayi segera setelah bayi lahir, ataupun keharusan untuk memotong rambut bayi hingga botak.

 

Jadi Apa Saja Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong?

Secara kesehatan tidak ada efek yang mengharuskan bunda memotong rambut bayi. Jadi apabila bunda memutuskan untuk tidak memotong rambut bayi, bunda tidak perlu khawatir. Bunda dapat menunda untuk memotong rambut bayi bunda hingga bayi berusia lebih besar.

Apabila rambut bayi tumbuh dengan cepat sehingga mengganggu kenyamanan bayi bunda dalam beraktivitas, maka bunda dapat memotong rambut bayi bunda dengan memperhatikan kebersihan gunting serta alat cukur yang akan digunakan. Hindari menggunakan pisau cukur bekas pakai karena selain tidak steril, ketajaman pisau cukur yang sudah berkurang akan menyebabkan gesekan berulang pada kulit kepala bayi dan menyebabkan iritasi.

Setelah bunda mengetahui fakta fakta kesehatan mengenai pertumbuhan rambut bayi dan efek kesehatan rambut bayi tidak dipotong, tentunya bunda dapat terbantu dalam mengambil keputusan apakah akan memotong rambut bayi bunda hingga botak segera setelah lahir maupun menundanya. Apapun pilihan bunda, jangan lupa melakukan perawatan yang sesuai untuk rambut dan kulit kepala bayi bunda sesuai dengan kondisi dan usia, ya.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

Related Artikels