Rambut Bayi Tipis dan Jarang? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rambut bayi tipis dan jarang membuat Bunda merasa cemas dan khawatir?

Bunda perlu tahu bahwa fase pertumbuhan rambut bayi seperti juga pada dewasa, memiliki 3 fase yaitu: fase tumbuh atau disebut juga fase anagen, fase istirahat atau disebut juga fase telogen, dan fase transisi atau disebut juga fase katagen.

Dalam kandungan, pertumbuhan rambut dimulai pada usia kehamilan 8 sampai 12 minggu. Tumbuhnya rambut dalam kandungan ini tidak hanya di kepala, namun juga di seluruh tubuh kecuali di bagian bibir, telapak tangan, dan telapak kaki. Rambut yang tumbuh dalam kandungan ini dinamakan lanugo.

Lanugo akan mengalami kerontokan sejak usia kandungan 7 sampai 8 bulan sampai dengan beberapa bulan pertama kelahiran bayi. Rontoknya lanugo merupakan hal yang normal terjadi sehingga bunda tidak perlu khawatir.

Apabila rambut bayi tipis dan jarang yang bunda perlu amati:

  1. Apakah rambut bayi mengalami kerontokan? Apabila iya, apakah rontoknya rambut bayi bunda masih dalam tahap normal atau tidak?
  2. Apakah pada kulit kepala bayi terdapat ruam kemerahan, kerak, bintil gatal atau pitak?
  3. Apakah asupan nutrisi yang didapatkan bayi sudah cukup baik?
  4. Apakah perawatan yang dipakai sudah sesuai?
  5. Apakah bunda sering memakaikan aksesori rambut pada bayi bunda?

Nah mari kita bahas satu persatu poin di atas untuk mengetahui apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi rambut bayi tipis dan jarang.

 

Apabila penyebab rambut bayi tipis dan jarang akibat rontok:

Apabila bunda mendapati tipis dan jarangnya rambut bayi akibat rontok, bunda dapat mengamati apakah rontoknya dalam tahap normal atau tidak. Kerontokan yang normal memiliki ciri ciri:

  • Rambut rontok saat keramas atau disisir
  • Rambut rontok dalam jumlah sekitar 50 hingga 100 helai per hari
  • Rontoknya rambut tidak disertai adanya kelainan lain pada kulit kepala bayi

Rambut rontok yang perlu diwaspadai tidak normal:

  • Rambut rontok pada bantal, pakaian atau berjatuhan bahkan saat sedang tidak disisir atau tidak keramas
  • Rambut rontok dalam jumlah yang berlebihan
  • Rambut mudah tercabut dari akarnya dengan tarikan ringan
  • Terdapat kelainan tambahan pada kulit kepala seperti adanya ruam, bintil, kerak ataupun kelainan lainnya

Apabila rontoknya rambut termasuk dalam kerontokan yang tidak normal, bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

Rambut bayi tipis dan jarang yang disertai adanya kelainan pada kulit kepala bayi:

  • Munculnya area berwarna kemerahan pada kulit kepala bayi dengan atau tanpa disertai rasa gatal. Kemerahan pada kulit kepala bayi bisa merupakan penanda adanya dermatitis seborroik atau dermatitis atopi yang merupakan salah satu penyebab pertumbuhan rambut bayi menjadi kurang baik sehingga menyebabkan rambut bayi menjadi tipis dan jarang.
     
    Dermatitis seboroik atau dermatitis atopi pada kulit kepala bayi dapat diatasi dengan:
    1. Mencari penyebab munculnya dermatitis. Seperti produk perawatan atau makanan tertentu yang memicu respon tubuh
    2. Mengoleskan minyak zaitun atau petroleum jelly pada kulit kepala bayi. Diamkan beberapa saat kemudian keramas dengan air hangat.
    3. Jika penyebab dermatitis seboroik adalah adanya infeksi jamur yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada area popok dan lipatan kulit belakang telinga, bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk kemudian dokter akan meresepkan obat jamur ketokonazole.
  • Adanya kerak atau sisik pada kulit kepala bayi. Kerak atau lapisan berupa sisik kekuningan pada kulit kepala bayi disebut cradle cap. Cradle cap merupakan salah satu masalah yang lazim ditemui pada bayi. Cradle cap dapat menjadi salah satu penyebab rambut bayi menjadi tipis dan jarang.
     
    Cradle cap dapat diatasi dengan:
    1. Mengoleskan minyak zaitun atau minyak kelapa pada kulit kepala bayi sesaat sebelum keramas lalu diamkan 10 hingga 15 menit
    2. Keramas kepala bayi dengan air hangat sambil memijat lembut kepala bayi
    3. Hindari melepaskan kerak cradle cap secara paksa karena dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan infeksi
    4. Keringkan hingga bersih kulit kepala bayi
    5. Gunakan shampoo dan hair lotion yang mengandung pelembab atau ekstrak oil pada kulit kepala bayi
    6. Sisir rambut bayi dengan sisir berbentuk sikat berbulu halus untuk membantu melepaskan kerak cradle cap.
  • Adanya area pitak yang disertai sisik kemerahan pada kulit kepala merupakan salah satu gejala tinea capitis. Tinea capitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Tinea capitis dapat menyebabkan rambut bayi tipis dan jarang bahkan mengalami kebotakan yang meluas. Tinea capitis menular melalui perantara benda yang dipakai bersama atau kontak langsung.
     
    Tinea capitis dapat diatasi dengan:
    1. Berkonsultasi dengan dokter
    2. Dokter akan meresepkan shampoo anti jamur atau obat anti jamur yang sesuai untuk bayi bunda
  • Telogen effluvium. Telogen effluvium adalah suatu kondisi dimana siklus hidup rambut berada pada fase telogen atau fase istirahat dalam waktu yang lebih lama daripada normalnya. Normalnya, rambut berada dalam fase telogen atau fase istirahat sekitar 10 hingga 15 persen saja. Pada telogen effluvium banyak rambut berada dalam fase telogen sehingga dalam beberapa minggu atau bulan mengalami kebotakan. Telogen effluvium dapat terjadi karena berbagai faktor:
    1. Demam tinggi
    2. Kekurangan atau kelebihan vitamin A
    3. Stress

    Telogen effluvium akan teratasi dengan sendirinya dan rambut bayi dapat tumbuh kembali dalam waktu enam bulan hingga satu tahun atau bunda dapat berkonsultasi dengan dokter.

  • Adanya area kebotakan atau pitak berbentuk bulat atau oval yang halus saat dipegang. Kondisi ini disebut alopecia aerata. Alopecia aerata adalah kondisi medis yang disebabkan serangan sistem imun terhadap folikel rambut. Alopecia aerata termasuk dalam salah satu kondisi autoimun.
    alopecia aerata
    Alopecia Aerata adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut bayi menjadi tipis dan jarang

    Pola kebotakan alopecia aerata adalah halus, tidak ada kemerahan atau peradangan dan rasa gatal dan dapat terjadi dalam hitungan hari sehingga dapat menyebabkan rambut bayi tipis. Alopecia aerata membutuhkan konsultasi dan penanganan oleh dokter untuk dapat diatasi.

Pemakaian aksesori rambut pada bayi

Penggunaan aksesori rambut seperti ikat rambut atau topi tidak jarang merupakan salah satu penyebab rambut bayi tipis dan jarang. Mengikat rambut bayi terlalu kencang dapat menyebabkan akar dan batang rambut menjadi rapuh sehingga rambut mudah tercabut atau rapuh dan mudah patah.

Penggunaan topi juga dapat menyebabkan asupan oksigen ke kulit kepala menjadi berkurang sehingga rambut menjadi tidak optimal pertumbuhannya. Penekanan topi pada kulit kepala juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut pada area tersebut menjadi terhambat.

Sebaiknya hindari mengikat rambut terlalu kencang dan dalam waktu lama. Begitupula memakai topi terlalu lama atau pada suhu yang panas. Biarkan kulit kepala dan rambut bayi bernapas lega sehingga pertumbuhannyapun dapat maksimal.

 

Cara Mengatasi Rambut bayi tipis dengan asupan nutrisi yang seimbang.

Pertumbuhan rambut bayi yang optimal membutuhkan berbagai nutrisi sebagai berikut:

  • Vitamin A.
  • Vitamin A membantu kulit dalam produksi dan regulasi kelenjar sebum pada rambut dan kulit. Sebum berfungsi melambabkan rambut dan kulit serta berpengaruh pada pH atau kadar asam basa yang melindungi rambut dan kulit dari jamur serta berbagai kuman lainnya.
     
    Vitamin A banyak terdapat dalam : wortel, tomat, sayur bayam, kale, telur, dan salmon. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kerontokan pada rambut, namun hati hati kelebihan vitamin A juga dapat menyebabkan efek yang sama.
     

  • Vitamin B
  • Vitamin B banyak dikaitkan dengan pertumbuhan rambut bayi. Vitamin B yang berpengaruh dalam pertumbuhan rambut antara lain vitamin B1, B2, B6, dan B12 serta vitamin B7 atau biotin. Berbagai studi mengkaitkan kekurangan vitamin B7 atau biotin mengakibatkan kerontokan pada rambut. Kekurangan vitamin B lainnya seperti vitamin B1, B2, B6 dan B12 dikaitkan dengan pembentukan sel darah merah yang penting untuk sirkulasi darah ke kulit kepala sehingga mempengaruhi pertumbuhan rambut dan folikel rambut.
     
    Biotin dan vitamin B lainnya banyak terdapat dalam: kacang kacangan, susu, alpukat, kuning telur, dan ikan.
     

  • Vitamin C
  • Vitamin C adalah vitamin yang berperan juga sebagai anti oksidan. Anti oksidan berperan dalam melindungi sel sel tubuh dari radikal bebas. Termasuk juga melindungi sel folikel rambut dan kulit kepala dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan dan kerontokan rambut. Vitamin C juga berperan dalam membantu penyerapan Fe atau zat besi dan mineral lain sehingga asupan vitamin C berperan penting untuk mengatasi rambut bayi tipis.
     
    Vitamin C banyak terdapat dalam: jeruk, paprika, strawberry, dan jambu biji.
     

  • Fe atau zat besi. Salah satu gejala dari kekurangan zat besi atau Fe adalah kerontokan pada rambut dan rambut yang berwarna kemerahan. Hal tersebut terjadi karena Fe atau zat besi berperan penting dalam berbagai proses regenerasi sel dalam tubuh. Asupan Fe sangat penting dalam membantu mengatasi kerontokan rambut si Kecil.
     
    Fe atau zat besi banyak terdapat dalam: hati ayam, daging merah, bayam, dan buah bit.
  •  

  • Vitamin D. Beberapa studi membuktikan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rambut bayi tipis dan jarang, bahkan dapat menyebabkan kebotakan. Para ahli bahkan menemukan bahwa vitamin D berperan dalam pembentukkan folikel rambut dan bagian kulit tempat tuimbuhnya rambut.
     
    Cara termudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan mendaspatkan cukup paparan sinar matahari dan bisa juga didapatkan dalam makanan seperti: ikan laut seperti ikan cod, ikan salmon, ikan tuna, kuning telur, susu sapi, dan beberapa jenis jamur.
  •  

  • Vitamin E seperti juga vitamin C memiliki fungsi sebagai anti oksidan untuk melawan radikal bebas. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal tropical life sciences research menemukan bahwa konsumsi vitamin E meningkatkan pertumbuhan rambut sekitar 34,5% sehingga konsumsi vitamin E dapat membantu pertumbuhan pada rambut bayi yang tipis dan jarang.
     
    Makanan yang banyak mengandung vitamin E: minyak bunga matahari, kacang almond, bayam, dan buah alpukat.
  •  

  • Zinc atau mineral seng berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan rambut. Zinc juga berfungsi membantu menjaga produksi dan mengatur keseimbangan kelenjar minyak yang banyak terdapat di sekitar folikel rambut. Zinc juga berperan dalam membantu mengatasi rambut bayi yang tipis dan jarang akibat pengaruh hormon selama bayi berada dalam kandungan.
     
    Makanan yang banyak mengandung zinc: daging sapi, buncis, lentil, kacang kacangan, labu, wijen, kacang tanah, mede, dan almond, susu dan keju, telur, kacang hijau, dan kentang.
  •  

  • Protein. Rambut tersusun sebagian besar dari protein dalam bentuk asam amino essensial. Dengan demikian, asupan protein yang cukup sangat baik dalam membantu pertumbuhan rambut. Penelitian membuktikan bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan rambut bayi tipis dan jarang.
     
    Makanan yang banyak mengandung protein: telur, dada ayam, susu, ikan tawar dan berbagai makanan laut serta kacang kacangan.
  •  

  • Omega 3. Tidak hanya protein dan mineral, omega 3 juga dikaitkan dengan salah satu penyebab rambut bayi si Kecil tipis apabila kebutuhannya akan asupan omega 3 tidak atau kurang terpenuhi. Omega 3 berperan dalam menjaga kesehatan folikel rambut dan kulit kepala.
     
    Makanan yang banyak mengandung omega 3: makanan laut, telur, ikan salmon, kacang kacangan, brokoli, minyak canola dan yogurt.

 

Penyebab lain dari rambut bayi tipis dan jarang

Selain berbagai faktor yang sudah dibahas diatas, rambut bayi tipis dan jarang dapat pula dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormonal selama bayi berada dalam kandungan. Apabila ayah dan bunda memiliki rambut yang cenderung tipis dan jarang, maka kemungkinan faktor genetik tersebut dapat menurun pada bayi bunda. Demikian juga pengaruh hormon cortisol dan estrogen selama bayi berada dalam kandungan dapat menyebabkan pertumbuhan rambut si Kecil terganggu.

Apabila penyebabnya karena faktor genetik atau keturunan maka bunda cukup melakukan perawatan yang sesuai dan menjaga asupan nutrisi bayi bunda serta tidak perlu cemas. Penggunaan perawatan menggunakan shampoo dan hair lotion yang mengandung ekstrak kemiri, aloe vera atau lidah buaya serta minyak almond dapat membatu pertumbuhan rambut bayi menjadi lebih sehat.

Akan tetapi jika penyebab rambut si Kecil tipis dan jarang adalah karena pengaruh hormon selama dalam kandungan, maka dalam waktu enam bulan hingga satu tahun rambut bayi akan mulai bertumbuh sehingga bunda tidak perlu cemas. Apabila setelah bayi berusia satu tahun dan rambut bayi masih tipis dan mengalami kebotakan atau kerontokan berlebihan, maka bunda dapat berkonsultasi lebih lanut untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

Related Artikels