Tips Memilih Sampo Bayi Terbaik Agar Rambut si Kecil Lebat

Untuk buah hati kesayangan, pasti bunda ingin memilihkan produk seperti sampo bayi dan produk terbaik lainnya yang aman dan nyaman untuk kulit kepala dan rambutnya. Berbeda dengan orang dewasa, kulit kepala dan rambut bayi cenderung lebih sensitif dan membutuhkan perawatan khusus.

 

Mahkota si Kecil dan Sampo Bayi Terbaik Untuk Merawatnya

Dengan banyaknya produk perawatan bayi yang ada, bagaimana memilih produk perawatan khususnya sampo terbaik yang aman serta nyaman bagi bayi agar rambut bayi tumbuh lebat? apa saja yang harus diperhatikan selain kandungannya? Bagaimana bunda mengetahui apakah produk tersebut sudah cocok untuk bayi bunda?

 

Kenali dulu Rambut Bayi Bunda

Pertama tama bunda perlu mengetahui dulu beberapa fakta tentang rambut dan kulit kepala bayi berikut ini:

  • Rambut janin atau lanugo akan rontok sendiri sampai bayi berusia 6 bulan
  • Rambut bayi yang tumbuh kemudian akan dipengaruhi oleh faktor genetik dari segi warna, kelebatan, lurus atau ikal, tebal atau tipis
  • Ph atau kadar asam basa kulit kepala atau rambut bayi berkisar antara 7 hingga 8
  • Kulit kepala dan rambut bayi memiliki lapisan minyak alami yang membantu menjaga kulit kepala dan rambut tetap lembab dan melindungi dari mikroorganisme seperti jamur dan bakteri
  • Rambut bayi yang ikal cenderung lebih kering dan mudah kusut sehingga butuh perawatan khusus

 

Bagaimana Tips Memilih Sampo Bayi Terbaik Agar Rambut Bayi Lebat?

Pertama tama bunda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis jenis kandungan bahan alami yang bermanfaat untuk kulit kepala dan rambut bayi:

  • Minyak kelapa atau coconut oil. Minyak kelapa mengandung asam lemak yang terdiri dari: asam laurat, asam kaprat, asam oleat dan asam linoleat yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur protein keratin rambut. Minyak kelapa bahkan juga memiliki sifat anti mikroba, anti jamur, dan antivirus. Penggunaan minyak kelapa dalam produk perawatan rambut dapat membuat rambut lebih sehat, berkilau dan lembab. Minyak kelapa juga mampu memperbaiki rambut rusak, dan mencegah kutu rambut.
  • Lidah buaya atau aloe vera. Lidah buaya mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, C, E, dan B12. Selain itu lidah buaya mengandung asam lemak, asam amino esensial, serta zinc yang bermanfaat untuk Kesehatan rambut. Lidah buaya memiliki manfaat diantaranya; menguramgi gatal pada kulit kepala, memperbaiki rambut yang rusak, memiliki efek anti inflamasi atau peradangan, memberikan efek sejuk pada kulit kepala, serta kandungan vitamin dan asam lemaknya bermanfaat untuk memperkuat rambut dan membuat rambut lebih halus dan lembab.
  • Kemiri atau candle nut. Kemiri atau Aleurites Moluccana sudah dikenal luas sejak jaman dahulu akan manfaatnya terhadap rambut. Manfaat itu berasal dari berbagai kandungan yang terkandung, diantaranya: asam oleat, asam linoleate, protein, vitamin B1, vitamin E. kandungan tersebut membuat minyak kemiri bermanfaat untuk memperkuat akar rambut, merangsang pertumbuhan rambut, dan membuat rambut lebih lebat.
  • Seledri atau celery. Daun seledri atau Apium Graveolens memiliki kandungan vitamin A yang tinggi, sementara batang nya kaya akan asam amino esensial, vitamin B1, B2, B6, dan C serta kaya akan berbagai mineral seperti potassium, magnesium, besi, kalsium serta fosfor. Berbagai kandungan yang terkandung dalam seledri tersebut membuat seledri memiliki banyak manfaat untuk rambut, seperti: memperbaiki akar rambut yang rapuh, memperkuat akar rambut, memperbaiki struktur rambut yang rusak, serta merangsang pertumbuhan rambut.
  • Alpukat atau avocado. Alpukat dikenal kaya akan asam lemak dan omega 3. Asam lemak yang terkandung dalam alpukat diantaranya: asam kaprilat, asam laurat, asam miristat, asam palmitat, asam palmitoleate, asam oleat, dan asam linoleate. Alpukat juga kaya akan vitamin E yang bermanfaat untuk memperbaiki dan menghaluskan kulit kepala serta rambut. Berbagai kandungan dalam alpukat tersebut membuat alpukat memiliki manfaat untuk: menutrisi kulit kepala, memperbaiki rambut rusak, membantu melembabkan rambut yang kering dan bercabang serta membuat rambut lebih berkilau.
  • Kacang kacangan. Kacang kacangan memiliki kandungan asam pantotenat atau pro vitamin B5. Demikian pula daging, telur, serta golongan serealia. Asam pantotenat atau pro vitamin B5 memiliki manfaat untuk mendukung pembentukan keratinocytes pada rambut, membantu menyembuhkan luka, meredakan ruam atau eczema pada kulit kepala, menjaga kelembaban kulit kepala, serta menjaga dan melindungi kulit kepala dan rambut dari radikal bebas.
  • Minyak almond atau almond oil. Minyak almond kaya akan vitamin A, D, dan E serta protein dan asam amino esensial seperti asam oleat dan asam linoleate. Minyak almond memiliki manfaat untuk melembabkan rambut, menutrisi rambut dari akar hingga ke ujungnya, dan membantu menjaga kelembaban kulit kepala.
  • Madu atau honey. Madu sudah dikenal sejak jaman dahulu kala sebagai produk perawatan untuk rambut. Madu memiliki efek anti inflamasi atau peradangan, anti oksidan, dan kaya akan berbagai nutrisi seperti: vitamin B6, thiamin, niacin, riboflavin, asam pantotenat, asam amino. Dan berbagai mineral seperti: kalsium, tembaga, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium dan seng. Dengan banyaknya kandungan nutrisi dalam madu, tak heran madu dikenal memiliki manfaat untuk mencegah rambut menjadi patah dan kering, membuat rambut menjadi lembut dan mudah diatur, membantu menutrisi rambut dan menjaga Kesehatan rambut.

Baca Juga: 10 Cara Menumbuhkan Rambut Secara Alami

Berbagai kandungan bahan alami tersebut diatas dapat ditemukan dalam bentuk terpisah atau sudah dikombinasikan dalam produk perawatan rambut seperti sampo. Nah, bagaimana bunda tahu jenis sampo yang tepat untuk bayi bunda?

 

Berikut Tips Memilih Kandungan Bahan Alami Dalam Sampo untuk Bayi Bunda agar Rambutnya Lebat dan Sehat:

bayi keramas
Kandungan dari Sampo Harus Bunda perhatikan supaya rambut si Kecil tidak mudah rusak
  1. Rambut bayi normal, tanpa ruam atau masalah kulit kepala lainnya seperti eczema, cradle cap, atau kerontokan cenderung lebih mudah dalam perawatannya. Bunda dapat bebas memilih sampo yang mengandung berbagai kandungan di atas. Jangan lupa untuk mencuci rambut bayi sesuai aturan. Hindari keramas setiap hari kecuali bayi bunda sudah aktif bergerak sehingga banyak mengeluarkan keringat. Cuci rambut bayi bunda dengan air hangat, dan hindari menggosok rambut terlalu keras. Suhu terbaik untuk mencuci rambut bayi berkisar pada 37 hingga 37.5 derajat celcius. Jangan lupa gunakan sisir yang lembut untuk menyisir rambut bayi.
  2. Rambut bayi yang ikal cenderung lebih kering dan mudah kusut. Sampo yang mengandung bahan alami seperti minyak kelapa, alpukat, minyak almond serta madu dapat membantu melembabkan rambut bayi sehingga rambut tidak mudah kusut serta rapuh. Hindari menyisir dengan sisir bergigi rapat untuk bayi dengan rambut ikal. Sisir bergigi rapat akan membuat rambut lebih sulit disisir dan patah.
  3. Bayi dengan rambut tipis dan berwarna kemerahan atau kecoklatan dapat menggunakan sampo dengan kandungan alami kemiri dan seledri. Kandungan yang terkandung dalam kemiri dan seledri dapat membantu pertumbuhan rambut menjadi lebih lebat. Namun jangan lupa bahwa asupan nutrisi dan genetic juga memberi peran penting untuk pertumbuhan rambut yang lebat serta warna rambut. Jangan lupa bunda untuk tetap memberi makanan dan asupan nutrisi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan rambut bayi.
  4. Bayi yang memiliki kulit kepala sensitive dan mudah mengalami ruam kemerahan dapat menggunakan sampo dengan kandungan bahan alami minyak kelapa, lidah buaya serta madu. Minyak kelapa memiliki manfaat sebagai anti inflamasi atau peradangan, demikian pula lidah buaya dan madu. Lidah buaya membantu meredakan kemerahan serta iritasi pada kulit kepala. Pro vitamin B5 atau asam pantotenat juga memiliki manfaat untuk membantu mengatasi eczema pada kulit. Sehingga sampo dengan kandungan pro vitamin B5 baik untuk digunakan pada bayi dengan jenis kulit kepala dan rambut seperti ini. Jangan lupa untuk mencari penyebab munculnya ruam dan eczema pada kulit kepala bayi. Ruam atau eczema pada kulit kepala bayi dapat disebabkan oleh alergi terhadap produk perawatan kulit atau makanan, udara panas dan lembab, dan sangat dipengaruhi oleh genetic dari kedua orang tuanya.
  5. Bayi yang memiliki cradle cap. Cradle cap ditandai dengan adanya lapisan kerak berminyak berwarna keputihan pada kulit kepala. Cradle cap pada umumnya tidak memerlukan perawatan khusus dan akan membaik dengan sendirinya sesuai dengan pertambahan usia bayi. Bayi dengan cradle cap dapat menggunakan sampo dengan kandungan bahan alami minyak kelapa, minyak almond, alpukat dan madu. Kandungan kandungan tersebut membantu melembabkan kulit kepala sehingga kerak cradle cap dapat mudah lepas. Madu memiliki efek anti inflamasi atau peradangan sehingga dapat membantu membuat kulit kepala lebih nyaman. Cuci rambut bayi dengan lembut menggunakan air hangat dan hindari memaksa melepaskan kerak cradlecap dengan kasar.
  6. Bayi yang mengalami kerontokan rambut janin atau akibat factor hormonal ibu saat hamil dapat menggunakan sampo dengan kandungan bahan alami seledri, kemiri, minyak kelapa serta pro vitamin B5 atau asam pantotenat. Rambut bayi yang rontok sesaat setelah lahir hingga usia 6 bulan adalah normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Demikian pula kerontokan rambut bayi akibat factor hormonal ibu selama masa kehamilan. Rambut akan tumbuh Kembali saat bayi berusia 6 hingga 24 bulan. Namun demikian, kekhawatiran bunda bahwa bayi akan mengalami kebotakan dapat dipahami. Kandungan seledri, kemiri, minyak kelapa serta pro vitamin B5 bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut, memperkuat akar serta batang rambut, serta menutrisi kulit kepala. Jangan lupa tetap berikan asupan nutrisi seimbang dari makanan atau asi (air susu ibu) untuk membatu mendukung pertumbuhan rambut bayi.

 

Selain dari Kandungan Bahan Alami, berikut adalah Beberapa Faktor yang juga harus dipertimbangkan dalam Memilih Sampo Bayi:

  1. Kandungan yang perlu bunda perhatikan dalam sampo bayi yaitu sodium laureth sulfate (SLES) dan sodium lauryl sulfate (SLS). Kedua zat tersebut dan turunannya seperti sodium dodecyl sulfate, sodium peg lauryl sulfate merupakan bahan sintetis yang banyak digunakan sebagai bahan dasar sampo atau sabun untuk menghasilkan banyak busa dan memiliki kemampuan membersihkan sangat tinggi yang justru akan melarutkan minyak alami pada kulit kepala dan rambut bayi secara berlebih sehingga dapat menimbulkan resiko kulit kepala dan rambut menjadi kering sehingga mudah megalami iritasi dan kerapuhan.
  2. Pilih sampo bayi yang memiliki pH atau kadar asam basa seimbang. pH kulit kepala dan rambut bayi berkisar pada angka 7 hingga 8. Kandungan pH terlalu asam dapat membuat kulit kepala dan rambut bayi menjadi mudah iritasi. Demikian pula sebaliknya, pH yang terlalu basa membuat rambut dan kulit kepala bayi menjadi kering sehingga rambut cenderung kusut dan rapuh.
  3. Amati kandungan pewangi dalam sampo bayi. Pewangi sintetis yang berlebihan dapat membuat kulit kepala dan rambut bayi menjadi sensitive dan mudah iritasi. Selain itu pewangi sintetis dapat mengganggu system pernapasan. Penderita eczema dianjurkan untuk menghindari bahan ini dalam produk sampo dan sabunnya.
  4. Hindari produk sampo yang mengandung paraben. Paraben merupakan pengawet untuk suatu produk, namun paraben dapat mengiritasi kulit bayi dan dikaitkan dengan penyebab masalah hormone yang dapat memicu kanker.
  5. Bahan berbahaya yang juga harus dihindari adalah pewarna sintetis. Pewarna sintetis biasanya ditambahkan dalam suatu produk untuk membuat tampilan produk menjadi lebih menarik. Namun pewarna sintetis berbahaya bagi penderita kulit sensitive karena dapat memicu alergi. Pewarna sintetis juga biasanya mengandung logam berat yang bersifat carcinogenic atau dapat menyebabkan kanker.`
  6. Hindari sampo bayi yang mengandung dipropylene glycol (DPG). Dipropylene glycol diketahui berbahaya apabila masuk ke dalam hidung dan mulut anak, juga dapat mempengaruhi system syaraf dalam tubuh.
  7. Hindari bergonta ganti merek sampo karena perubahan berkali kali produk perawatan membuat pH dan keseimbangan kulit kepala dan rambut bayi menjadi terganggu yang akan mengakibatkan kulit kepala dan rambut bayi justru menjadi sensitive dan mudah iritasi. Gunakan satu jenis produk yang sesuai kecuali terjadi iritasi atau ketidakcocokan.
  8. Pilih sampo bayi yang bersifat hypoallergenic, yang artinya tidak mengandung bahan bahan yang rentan memicu alergi pada kulit yang sensitive. Produk hypoallergenic biasanya mencantumkan label telah lulus dalam uji hypoallergenic, yang artinya telah terbukti tidak mengandung bahan bahan yang bersifat allergen.
  9. Pilih sampo dengan label clinically proven. Yang artinya sampo tersebut telah melewati uji klinis dan kandungannya telah dinyatakan aman dan terbukti sesuai untuk kulit kepala serta rambut bayi.

Baca Juga: 6 Khasiat Lidah Buaya Untuk Rambut Bayi

Bagaimana Mengetahui Apakah Sampo yang digunakan Sudah Sesuai?

memilih sampo
Salah satu tips dalam mengetahui bahwa sampo yang Bunda berikan telah cocok ialah dengan melihat, apakah menimbulan efek samping setelah diberikan atau tidak

Indikator paling mudah untuk mengetahui apakah sampo tersebut sudah cocok dengan rambut dan kulit kepala bayi adalah: apabila sampo menyebabkan kulit kepala bayi menjadi kering, merah, dan gatal tandanya sampo tersebut kurang tepat dan menyebabkan iritasi pada kulit kepala bayi.

Demikian pula apabila setelah pemakaian rambut bayi menjadi kering serta rapuh dan mudah patah, maka kandungan dalam sampo kurang sesuai untuk rambut bayi bunda. Atau sebaliknya, apabila setelah penggunaan sampo tersebut, justru terdapat ketombe atau biasa disebut dermatitis seboroik hal tersebut menandakan sampo kurang sesuai untuk bayi bunda.

Nah setelah bunda mengetahui berbagai fakta mengenai rambut bayi serta kandungan bahan bahan alami yang bermanfaat untuk membantu menyuburkan pertumbuhan rambut bayi, tentu bunda sudah dapat menentukan jenis sampo bayi yang paling sesuai untuk rambut bayi bunda.

Jangan lupa bahwa pertumbuhan rambut bayi tidak melulu dipengaruhi oleh produk perawatan yang digunakan, namun juga dipengaruhi oleh genetik dan asupan nutrisi selama hamil dan sesudah bayi lahir. Jadi bunda sebaiknya tetap memperhatikan asupan makanan dan nutrisi yang dapat menunjang pertumbuhan rambut bayi bunda.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Artikels

Ayo, Jadilah Bagian dari Sahabat Bunda Cussons!