Perlukah Bayi Keramas Setiap Hari?

Adakah Aturan Keramas Bayi? Berapa lama sekali biasanya bayi perlu keramas?

Rambut bayi sangat lembut dan memerlukan perawatan sedari dini. Banyak orang tua merasa cemas tentang seberapa sering harus mencuci rambut bayi atau keramas dalam seminggu. Perlukah bayi keramas setiap hari? Perlukah menggunakan shampoo setiap kali keramas?  Apa sajakah perawatan pada rambut bayi yang perlu diperhatikan?

Selain mencuci rambut bayi dengan shampoo, perlukah mengoleskan hair lotion pada kulit kepala bayi? Apakah aturan keramas pada bayi dengan rambut ikal sama dengan pada bayi berambut lurus?

Apa sajakah yang mempengaruhi perbedaan aturan keramas antara satu bayi dengan bayi lainnya? Aturan keramas pada bayi dipengaruhi oleh:

  • Usia bayi
  • Aktivitas harian bayi
  • Tebal tipisnya rambut bayi
  • Kondisi tempat tinggal bayi
  • Rambut bayi ikal atau lurus
  • Kondisi khusus seperti adanya cradle cap

 

Aturan keramas bayi berdasarkan usia

Bayi baru lahir sampai berusia 1 bulan biasanya tidak perlu dikeramas setiap hari. Hal ini dikarenakan bayi masih banyak tidur. Aturan keramas bayi baru lahir cukup satu hingga dua kali dalam seminggu.

Apabila bayi ditempatkan dalam ruangan bersuhu sejuk atau bertempat tinggal di area yang bersuhu sejuk, maka bayi cukup dikeramas sekali dalam seminggu. Namun apabila bayi ditempatkan dalam ruangan bersuhu panas dan lembab, atau bertempat tinggal di area yang bercuaca panas dan lembab, maka bayi boleh dikeramas dua kali per minggu atau apabila perlu hingga tiga kali per minggu.

Bayi berusia tiga hingga enam bulan yang sudah aktif berguling biasanya sudah dapat dikeramas setiap dua hari sekali atau dapat lebih sering tergantung kelembaban dan suhu serta banyaknya keringat yang dikeluarkan bayi sehari hari.

Pada bayi berusia enam bulan atau lebih, dimana bayi sudah lebih aktif merangkak dan bergerak, bayi dapat dikeramas lebih sering. Terutama apabila bayi aktif dan banyak mengeluarkan keringat. Keramas membantu membersihkan kotoran di kulit kepala bayi serta mencegah penumpukan sumbatan dan sel kulit mati yang dapat mengakibatkan kerak pada kulit kepala bayi. Dan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman.

 

Selain usia, aktivitas harian bayi juga menentukan aturan keramas pada bayi bunda

Bayi dengan aktivitas harian yang lebih aktif, tentu lebih banyak mengeluarkan keringat disertai produksi kelenjar sebum atau kelenjar minyak yang meningkat. Apabila bayi masih banyak tidur, dan belum banyak beraktivitas, bayi tidak perlu dikeramas setiap hari menggunakan shampoo.

Apabila bunda memandikan bayi, cukup gunakan air hangat untuk membilas kepala bayi tanpa menggunakan shampoo. Membilas kepala bayi dengan air hangat tanpa shampoo untuk bayi yang belum banyak beraktivitas dan berkeringat dinilai cukup efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit kepala bayi.

Baca Juga: 9 Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

 

Aturan keramas bayi berdasarkan tebal tipisnya rambut

Bayi dengan rambut yang lebih tebal perlu dikeramas lebih sering. Apabila bayi belum banyak beraktivitas, bayi dengan rambut tebal dapat dikeramas dua kali seminggu. Namun apabila bayi sudah banyak beraktivitas atau bertempat tinggal di lingkungan dengan suhu lebih panas dan lembab, bayi dapat dikeramas tiga kali seminggu atau bahkan setiap hari; apalagi apabila bayi bunda sudah aktif berjalan atau bermain.

 

Aturan keramas bayi untuk bayi berambut ikal

Rambut bayi yang ikal cenderung lebih kering daripada rambut bayi yang lurus. Sehingga pada bayi berambut ikal, keramas sebaiknya dilakukan lebih jarang. Rambut yang ikal apabila dikeramas terlalu sering akan membuat rambut menjadi terlalu kering dan rapuh.

rambut bayi ikal
Rambut Bayi Ikal Lebih Baik Dikeramas Lebih Jarang Karena Kondisi Rambutnya Yang Kering dan Rapuh

Pemilihan shampoo dan hair lotion untuk bayi berambut ikal juga sebaiknya yang mengandung bahan yang bersifat melembabkan rambut dan kulit kepala, seperti minyak almond, avocado, minyak zaitun, atau madu. Frekuensi keramas pada bayi berambut ikal dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.

 

Bayi dengan kondisi khusus seperti cradle cap atau dermatitis seboroik, atau bayi dengan kulit kepala sensitif

Bayi dengan cradle cap atau memiliki dermatitis seboroik pada kulit kepala biasanya memiliki kecenderungan produksi minyak yang berlebih.

Dengan demikian keramas pada bayi dengan kondisi demikian perlu dilakukan dengan aturan khusus seperti; mengoleskan minyak kelapa atau minyak zaitun sesaat sebelum keramas, dikeramas dengan air hangat, dan dapat dikeramas lebih sering untuk membantu mengangakt kotoran dan lapisan sebum pada kulit kepala.

Bayi dengan cradle cap dapat dikeramas tiga kali seminggu atau lebih sering tergantung tebalnya lapisan kerak dan produktivitas kelenjar sebumnya.

Bayi dengan kulit kepala lebih sensitif yang ditandai dengan rambut yang lebih tipis dan rapuh, kulit kepala yang cenderung mudah mengalami iritasi seperti ruam kemerahan justru harus menghindari keramas terlalu sering. Kondisi kulit kepala bayi yang seperti demikian, akan kehilangan lapisan sebum yang memiliki sifat melindungi kulit kepala dan rambut bayi apabila terlalu sering dikeramas. Akibatnya kulit kepala justru akan semakin mudah iritasi, rambut bayi menjadi lebih kering dan rapuh. Bayi dengan kondisi kulit kepala dan rambut seperti itu cukup dikeramas satu hingga dua kali dalam seminggu dengan menggunakan shampoo, dan sisanya hanya dengan air hangat saja tanpa m,enggunakan shampoo.

 

Beberapa fakta mengenai aturan keramas pada bayi secara umum:

  1. Keramas tidak selalu harus menggunakan shampoo. Keramas dapat hanya dengan menggunakan air hangat apabila bayi belum terlalu banyak beraktivitas atau tinggal di tempat bersuhu sejuk. Air hangat membantu melarutkan kotoran dan mengangkat sel kulit mati
  2. Keramas dapat memakai metode apa saja yang nyaman bagi bayi dan ibu. Beberapa bayi lebih suka keramas dengan air yang diusapkan perlahan ke kepalanya, sedangkan beberapa bayi lain suka menggunakan topi yang membantu agar shampoo dan air tidak masuk ke dalam mata bayi
  3. Keramas pada bayi yang dilakukan pada sore hari dapat membantu bayi untuk tertidur lebih pulas pada malam hari karena kulit kepala yang bersuh membuat bayi lebih nyaman
  4. Pada bayi berambut tebal atau ikal, keramas sambil disisir dengan sisir berujung karet tumpul yang lembut dapat membantu agar rambut bayi tidak kusut dan lembut
  5. Tidak ada aturan baku untuk menentukan seberapa sering bayi harus keramas. Semua kembali pada usia, aktivitas, jenis rambut dan suhu serta kelembaban tempat bayi tinggal
  6. Pilih shampoo dan hair lotion yang tepat sesuai usia dan jenis rambut bayi bunda
  7. Pada bayi berusia di atas 2 tahun, keramas sebaiknya menggunakan air dingin. Karena terlalu sering keramas dengan air hangat dapat melarutkan sebum atau lapisan minyak pada rambut bayi sehingga rambut akan lebih kering. Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, keramas dapat menggunakan air hangat atau suam suam kuku
  8. Tidak perlu menggosok terlalu keras saat mencuci rambut bayi. Cukup memijat dengan lembut dan dibilas hingga bersih untuk membantu melepaskan kotoran dan minya pada rambut dan kulit kepala bayi
  9. Pijatan lembut pada kulit kepala bayi memiliki manfaat untuk memperlancar aliran darah selain membersihkan kulit kepala

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

Related Artikels