Bunda, Yuk Bikin Momen Mandi Bayi Baru Lahir yang Rileks dan No Cranky

Halo, Bunda. Bagaimana perasaannya? Mendekati due date, pasti degdegan sekaligus excited menunggu si Kecil lahir ke dunia.

Sambil menunggu si Kecil, tentu banyak hal yang Bunda pertanyakan, terutama cara tepat untuk merawatnya. Tidak hanya untuk kenyamanan, tapi juga tumbuh kembang si Kecil.

Salah satunya mandi. Bunda pasti bertanya-tanya. Kira-kira, bagaimana cara memandikan bayi baru lahir dengan benar? Bagaimana jika ketika mandi, di Kecil tidak nyaman dan menjadi rewel. Belum lagi penggunaan air dan sabun agar menjaga kulit mereka tetap sehat dan iritasi.

Untuk itu, yuk simak artikel berikut ini agar Bunda semakin tahu bagaimana menciptakan momen mandi bayi baru lahir yang nyaman dan rileks.

Kenyamanan atau suasana yang rileks sangat penting, lho, Bunda, terutama untuk bayi baru lahir. 

Bayangkan saja, sembilan bulan di dalam perut Bunda adalah waktu yang panjang bagi si Kecil. Mereka tumbuh dengan sangat nyaman di dekapan Bunda setiap saat.

Namun ketika dilahirkan, si Kecil harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia harus mengenal dekapan hangat Ayah dan Bunda, benda-benda yang mengelilingi, bahkan udara baru yang mereka hirup.

Karenanya, sejak umur 0 sampai 3 bulan adalah waktu di mana Bunda harus memberikan kenyamanan maksimal kepada si Kecil. Tuntun mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dengan nyaman. Dengan demikian, mereka juga pertumbuhan si Kecil akan lebih maksimal dan merasakan cinta yang penuh di awal kehidupannya.

Baca juga : 9 cara memandikan bayi yang perlu diperhatikan

Sentuhan Bunda Bikin si Kecil Rileks

bayi saat mandi

Sentuhan lembut Bunda membuat bayi baru lahir  rileks saat mandi

Memberikan kenyamanan kepada si Kecil, terutama ketika sedang mandi bisa dimulai dari sentuhan Bunda.

Studi yang dilakukan oleh Francis McGlone, Professor of Neuroscience Liverpool JM University bersama Research & Development Division Cussons Baby menemukan bahwa kulit bayi memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi.

Setiap sentuhan lembut yang diberikan orang tua kepada bayi akan terbentuk sebagai pesan feel-good yang dikirim ke otak. Sentuhan seperti elusan dan pijatan terbukti dapat membantu perkembangan otak bayi melalui sistem saraf yang diaktivasi oleh sentuhan penuh cinta dari orang tua.

Mandi bisa jadi momentum yang tepat untuk memberikan sentuhan ini. Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa mandi bisa mempererat bonding Bunda dengan si Kecil. Hal ini karena saat mandi lah Bunda menyentuh kulit si Kecil secara langsung dan menyeluruh.

 

Yang Perlu Bunda Perhatikan Sebelum Memandikan si Kecil

Namun, Bunda pasti bertanya-tanya. Bagaimana sih cara mandi bayi baru lahir yang tepat?

Sebenarnya, tidak ada yang benar ataupun salah dalam memandikan bayi baru lahir, ya, Bunda. Tapi, Bunda harus memastikan bahwa saat mandi si Kecil harus rileks. Sehingga, manfaat mandi dapat dirasakan maksimal oleh si Kecil.

Baca juga : 10 Trik Atasi Anak Susah Mandi

Jadi, bagaimana membuat bayi baru lahir rileks saat mandi?

Pertama, Bunda harus melihat kondisi si Kecil sebelum dimandikan. Apakah bayi perlu dimandikan dua kali sehari?

Dilansir dari Healthline, beberapa dokter anak menyarankan agar Bunda menunda memandikan bayi setelah mereka lahir. Hal ini dikarenakan kulit bayi masih diselimuti vernix, yaitu zat lilin yang melindungi kulit bayi dari bakteri di lingkungan barunya.

Di masa ini, bayi hanya perlu diusap menggunakan handuk hangat dan lembut.

Setelah Bunda merasakan zat-zat lilin mulai menghilang dari kulit si Kecil, barulah mulai memandikan bayi menggunakan air hangat.

Kedua, berhati-hatilah dengan tali pusar yang belum terputus.

Ketika memandikan bayi baru lahir, Bunda hanya perlu membersihkan bagian kepala, badan bagian atas dan punggung, serta diaper area. Bagian-bagian ini adalah yang paling aman ketika terkena air hingga tali pusar si kecil terlepas sepenuhnya.

Ketiga, pilih waktu mandi terbaik untuk memandikan bayi.

Sebenarnya, tidak ada waktu khusus untuk memandikan bayi yang baru lahir. Namun, Bunda harus tahu bahwa ada waktu-waktu khusus yang membuat mandi menjadi tidak nyaman untuk si Kecil.

Misalnya, saat mereka sedang lapar. Bayi yang sedang lapar cenderung rewel. Bunda sebaiknya mengisi perutnya terlebih dahulu untuk menghindari ketidaknyamanan si Kecil.

Waktu lainnya yang harus dihindari untuk mandi bayi baru lahir adalah sesaat setelah mereka meminum ASI atau susu. Hal ini dikarenakan organ pencernaan mereka sedang bekerja keras setelah menerima asupan. Sebaiknya Bunda tunggu sebentar hingga si Kecil berhasil mencerna ASI atau susunya, sebelum mulai memandikan.

Keempat, pastikan pH dan suhu air yang aman untuk si Kecil. pH atau potential Hydrogen merupakan angka yang menunjukkan tingkat keasaman zat, salah satunya air dalam skala 1-14.

Batas pH netral berada di skala 7. Jika pH kurang dari 7 berarti air memiliki sifat asam. Sementara, jika pH air lebih dari 7 berarti termasuk air yang bersifat basa.

Jurnal Advances in Woundcare menyebutkan bahwa pH kulit bayi baru lahir biasanya berkisar antara 6,3 – 7,5. Dengan kondisi kulit yang masih beradaptasi, Bunda harus memastikan tingkat pH air yang digunakan untuk mandi berada di angka netral 7. Tujuannya agar kulit bayi tidak iritasi.

Tidak hanya pH, suhu air juga berpengaruh dalam memberikan kenyamanan saat mandi bayi baru lahir.

Bunda disarankan untuk menggunakan air hangat. Dengan air yang hangat, kulit bayi akan lebih nyaman dan membuat mereka lebih rileks ketika dimandikan.

Baca juga : Perlengkapan Mandi Bayi yang Tepat Dukung Si Kecil Tetap Segar Beraktivitas di Luar Ruangan

Berikan sentuhan terbaik Bunda saat memandikan si Kecil

Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan untuk memandikan bayi, yuk simak cara memberikan sentuhan yang nyaman untuk si Kecil saat mandi.

Sebagian besar dokter anak di dunia menyarankan cara mandi topping and tailing untuk memandikan bayi baru lahir.

Topping and tailing artinya hanya membersihkan bagian-bagian penting pada tubuh bayi. Seperti bagian wajah, leher, tangan, dan tubuh bagian bawah. Dalam cara mandi ini, hindari bagian-bagian yang masih sensitif seperti perut dekat tali pusar yang belum lepas sepenuhnya.

Cara mandi ini juga disebut-sebut sangat nyaman untuk si Kecil. Dengan cara topping and tailing, Bunda akan menyentuh seluruh permukaan kulit bayi secara langsung. Penggunaan air yang sedikit juga membuat mandi dengan cara ini lebih intimate untuk Bunda dan si Kecil.

memandikan bayi baru lahir

Memandikan bayi baru lahir dengan metode topping and tailing untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuhnya

Untuk mandi bayi baru lahir dengan cara topping and tailing, Bunda dapat mengikuti cara berikut:

  1. Siapkan satu baskom air hangat, handuk, kapas, dan handuk bersih.
  2. Taruh si Kecil di changing mat dan buka bajunya kecuali kain gurita (jika menggunakan) dan popok. Setelahnya, gunakan handuk untuk menyelimuti tubuh bayi.
  3. Celupkan kapas ke air hangat dan usap permukaan kulit bayi dengan lembut mulai dari mata dan hidung. Cara ini untuk mencegah mata lengket atau infeksi setelah bayi lahir.
  4. Celupkan kembali kapas baru ke dalam air hangat untuk membersihkan telinga bagian luar. Bunda disarankan tidak menggunakan cotton bud kepada bayi.
  5. Setelahnya, lepas popok bayi dan bersihkan tubuh bagian bawahnya menggunakan kapas basah yang baru. Bunda harus langsung mengeringkan tubuh bayi pada tahap ini dan agar si Kecil tetap hangat dan nyaman.
  6. Selesai. Setelahnya, Bunda hanya cukup mengganti kain gurita dan pakaian bersih untuk si Kecil.

 

Dengan topping and tailing, momen memandikan si Kecil akan terasa sangat intim lewat sentuhan dan usapan hangat dari Bunda. Tidak hanya itu, Bunda juga bisa membuat suasana lebih ceria dan rileks dengan memberikan pijatan kecil dan mengajak si Kecil mengobrol. 

Ingat Bunda, di masa-masa baru lahir, si Kecil sudah mulai mempelajari keadaan sekitarnya, lho. Termasuk suara merdu Bunda dan cerita-cerita seru yang dibawakan.

Cara topping and tailing sangat dianjurkan untuk mandi bayi baru lahir yang tali pusarnya belum putus. Ketika sudah putus, Bunda bisa, lho mulai mencelupkan si Kecil ke air mandi yang hangat.

Namun harus dipastikan, Bunda wajib menopang punggung mereka ketika sudah mulai berendam. Hindari juga langsung mencelupkan seluruh tubuh bayi langsung ke dalam air. 

Bunda harus memasukkan badan bayi perlahan mulai dari kaki, bokong, kemudian punggung. Dengan cara ini, si Kecil bisa berkenalan dulu dengan permukaan baru yang akan bersentuhan dengan kulit mereka.

Ketika sudah mengenal lingkungan barunya dan ditambah oleh dekapan hangat Bunda, mereka akan merasa lebih aman. Dengan demikian, bayi akan lebih rileks saat mandi.

Untuk memaksimalkan kenyamanan mandi bayi baru lahir, Bunda juga perlu memilih peralatan mandi yang aman, nyaman, dan natural.

Contohnya adalah sabun yang mengandung air murni (pure water), pH seimbang, serta bahan yang organik dan natural.

cussons baby newborn

Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash mengandung ingredient alami yang baik untuk kulit bayi

Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash menjadi pilihan yang tepat. Dengan kandungan Organic Olive Oil, Natural Chamomile, dan Pure Water, hair and body wash ini akan memberikan kenyamanan maksimal untuk si Kecil.

Kandungan pure water di dalamnya juga dapat menjaga tingkat pH netral terhadap air mandi si Kecil. Sehingga, kulit bayi terhindar dari risiko iritasi.

Kelembutan ekstra yang dimiliki Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash mendukung sentuhan penuh cinta dari Bunda untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Teruji hypoallergenic, pH seimbang, dan 0% sabun dan pewarna, Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash menjadi pilihan terbaik Bunda untuk memberikan perawatan maksimal untuk si Kecil.

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!