Keajaiban Sentuhan Lembut Bunda Saat Memandikan Bayi Membantu Meningkatkan Kemampuan Kognitifnya

Sentuhan lembut pada bayi dapat memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya secara menyeluruh. Di antaranya mempererat ikatan ibu dan bayi, menenangkan, dan juga meningkatkan perkembangan kognitif pada bayi. 

Terutama komunikasi dan emosionalnya. Mandi merupakan salah satu momen penting di mana  Bunda berinteraksi dengan Si Kecil melalui sentuhan lembut, kontak mata, dan canda tawa.

Sentuhan lembut Bunda selain dapat menenangkan si Buah Hati ternyata juga dapat memberikan banyak manfaat untuk si Kecil. Selain mempererat ikatan emosional dengan si Kecil, sentuhan juga dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif pada bayi. 

Momen mandi merupakan salah satu ritual penting interaksi antara Bunda dengan si Buah Hati. Interaksi tersebut dapat berupa sentuhan lembut Bunda saat mengusap, kontak mata dengan si Kecil, mendengar suara Bunda saat bercanda, serta mengenali aroma akrab yang ada di sekitar bayi. 

Bayi sering kali dianggap lemah dan pasif. Padahal, bayi sudah bisa mengenal dan bahkan mengeksplorasi banyak hal di sekitarnya sejak ia dilahirkan. Hal ini dipengaruhi perkembangan fungsi kognitifnya yang berlangsung secara bertahap.

Mereka sudah bisa berpikir, mengumpulkan informasi, dan mengingat hal-hal yang dilihat dan didengar. Inilah mengapa bayi baru lahir sudah mulai bisa memahami kata-kata yang diucapkan orang di sekitarnya.

Bunda, informasi yang diterima bayi baru lahir juga diproses sebagai ikatan mereka dengan lingkungan sekitar. Sentuhan orang tua yang penuh cinta bisa membantu mereka lebih memahami lingkungan sekitarnya. 

Inilah yang menyebabkan sentuhan orang tua menjadi hal yang sangat penting bagi bayi.

Keajaiban sentuhan Bunda telah terbukti dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sentuhan dapat menurunkan detak jantung dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah pada bayi yang terlahir prematur. 

Hal inilah yang membuat sentuhan lembut ibu memberikan banyak keajaiban untuk tumbuh kembang bayi secara menyeluruh.

Sentuhan adalah momen pertama dalam hidup bayi bersama orang tuanya. Sesaat setelah mereka dilahirkan, pelukan Ayah dan Bunda adalah hal yang pertama kali mereka rasakan.

Karenanya, sentuhan memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Di antaranya:

  1. Membantu bayi mengembangkan sistem imunnya
  2. Mengelola mood dan stres pada bayi
  3. Meningkatkan fungsi paru-paru
  4. Menurunkan kecemasan
  5. Memperkuat sistem pencernaan dan peredaran darah
  6. Mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh bayi

 

Tahap Perkembangan Kognitif pada Bayi

Bayi berkembang sangat cepat pada satu tahun pertama sejak Ia dilahirkan. Perhatian Ayah dan Bunda bisa menjadi pemicu tumbuh kembang bayi yang optimal.

 

Tahap perkembangan kognitif pada bayi berbeda-beda berdasarkan usianya. Agar tumbuh kembangnya optimal, Bunda dapat memantau perkembangan kognitif si Kecil sesuai dengan usianya. 

Untuk bayi usia 0-3 bulan. Perkembangan kognitif pada usia ini berpusat pada eksplorasi pancaindra, seperti bagaimana bayi dapat merespon dan beradaptasi dengan lingkungannya. 

Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa membedakan suara dan objek. Mereka juga mulai menunjukkan fokus pada objek bergerak dan memperlihatkan perilaku cepat tanggap. Tidak heran jika Bunda mendapati bayi langsung menghisap ketika diberikan puting susu ibu.

Selanjutnya, bayi usia 3-6 bulan. Pada periode ini, mereka mulai mengembangkan persepsi dan respons yang lebih kompleks. Di antaranya menirukan ekspresi wajah, memberikan reaksi terhadap suara dan wajah yang familiar, dan menanggapi ekspresi wajah orang lain. 

Semakin besar, perkembangan kognitif pada bayi akan semakin terlihat. dari cara merespons mereka yang semakin kompleks. 

Di usia 6-9 bulan, bayi akan semakin mengenali lingkungan sekitarnya. Mereka juga sudah mulai belajar berbicara, sehingga respons yang diberikan tidak lagi hanya dari gerakan mata dan tubuh, tapi juga meliputi suara. 

Misalnya menyebutkan perbedaan gambar, menanggapi omongan orang tua, hingga memanggil orang yang mereka kenali. Di usia ini, kemampuan motorik bayi juga akan semakin matang. 

Mereka semakin fasih dalam memegang dan menyentuh objek-objek di sekitarnya. Bunda pun harus semakin atentif dengan hal-hal yang bayi lakukan agar tetap nyaman dan aman.

Beranjak satu tahun, kemampuan fisik yang semakin matang sangat mempengaruhi perkembangan kognitif bayi. Bayi pada usia ini biasanya sudah bisa duduk dan berjalan, eksplorasinya pun semakin luas dan mendorong bayi untuk belajar lebih banyak. 

Mereka akan banyak meniru perilaku orang sekitarnya. Respons terhadap interaksi verbal juga akan semakin kompleks. Membuat perilaku anak usia ini semakin aktif dan lucu.

Untuk itu Bunda perlu memperhatikan tahap perkembangan kognitif bayi sejak dini karena erat kaitannya dengan perkembangan si Kecil di kemudian hari. 

Selain itu, seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, Bunda harus mendorongnya untuk aktif menjelajahi dunia guna mengembangkan kemampuan intelektual dan kepercayaan dirinya.

Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Kognitif pada Bayi

Perkembangan kognitif bayi tidak hanya dipengaruhi oleh cara mereka berinteraksi. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi, seperti nutrisi, kondisi lingkungan, hingga hubungan orang tua dan bayi.

  1. Nutrisi

Nutrisi sangat penting terhadap tumbuh kembang kognitif bayi. Untuk itu, Bunda harus memberikan nutrisi baik sejak masa kehamilan. Tidak jarang perkembangan kognitif pada bayi terhambat akibat kekurangan nutrisi hingga bayi mengalami IUGR (intrauterine growth restriction), stunting, defisiensi yodium, berat badan lahir rendah, dan anemia defisiensi besi.

Menyusui adalah salah satu cara mengoptimalkan perkembangan kognitif bayi. ASI memiliki peran besar sebagai sumber nutrisi penting untuk bayi. Pastikan Bunda mengonsumsi cukup asupan energi dan protein seimbang ketika menyusui agar si Kecil juga mendapatkan manfaatnya. 

Tidak hanya itu, menyusui juga bisa menjadi momen intim antara Bunda dan si Kecil yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

  1. Kondisi lingkungan

Lingkungan yang kotor atau tidak sehat bisa menjadi tempat berkembangnya penyakit yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif pada bayi. Sakit bisa menghambat pertumbuhan kognitif si Kecil. 

Contohnya, udara dan air yang tidak sehat dan mengandung kadar timbal yang tinggi didalamnya cukup berbahaya. Karena paparan timbal dapat menyebabkan penurunan kecerdasan dan gangguan perkembangan saraf pada bayi. 

Jadi, pastikan Bunda dan keluarga selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal, ya. Agar si Kecil dapat tumbuh dengan baik.

  1. Interaksi ibu dan anak

Interaksi dapat menstimulasi otak si Kecil, sehingga perkembangan kognitif bayi bisa lebih optimal. Banyak jenis interaksi yang bisa dilakukan. Misalnya, mengajaknya mengobrol, membacakan buku, bermain, bernyanyi, menyusui, hingga memandikan.

Sentuhan yang diberikan oleh ibu dapat memberikan rasa aman dan tenang yang bermanfaat bagi bayi untuk mengontrol emosinya saat dewasa nanti.

Jadi, mulailah luangkan waktu untuk selalu berinteraksi dengan si Kecil dalam kegiatan apapun, guna mempererat ikatan emosional dan mendukung perkembangan kognitifnya, ya, Bunda

Sentuhan Lembut Saat Mandi dan Kemampuan Kognitif pada Bayi

Mandi merupakan momen interaksi yang intim antara orang tua dan bayi. Karenanya, manfaatkan momen mandi yang menyenangkan untuk mendukung pertumbuhan kognitif si Kecil.

 

Memandikan bayi tidak sekadar membersihkan dan memberikannya kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif bayi. 

Ketika memandikan bayi, Bunda akan menyentuh kulitnya dengan lembut dan memberikan stimulasi penuh cinta. Saat mandi juga akan terjadi berbagai interaksi, seperti kontak mata, sentuhan fisik, komunikasi verbal, dan ekspresi wajah.

Sentuhan lembut Bunda saat memandikan si Kecil setidaknya memengaruhi tiga kemampuan kognitifnya, yaitu berpikir, emosi, dan komunikasi.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa sentuhan dapat menurunkan detak jantung dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah pada bayi yang terlahir prematur. Inilah yang membuat sentuhan lembut ibu memberikan banyak keajaiban untuk tumbuh kembang bayi.

Saat memandikan si Kecil, tak hanya sentuhan lembut yang perlu diberikan. Untuk memaksimalkan perkembangan kognitif bayi, Bunda perlu memperhatikan tata cara memandikan bayi yang benar. 

Untuk bayi baru lahir, Bunda cukup memandikannya satu kali dalam sehari. Jika memandikannya terlalu sering, kulit bayi bisa menjadi kering. 

Gunakan juga produk mandi bayi yang lembut, alami, serta bersifat pH balanced untuk menjaga kondisi alami kulit bayi.

Memandikan bayi juga tidak perlu terlalu lama. Cukup 5-10 menit, terutama jika kulit si Kecil kering dan sensitif. Sementara itu, Bunda bisa memandikan si Kecil kapan saja. Tapi, sebaiknya jangan memandikan bayi saat Ia lapar atau setelah menyusui karena dapat menyebabkan bayi tidak nyaman.

Untuk memastikan mandi si Kecil aman, nyaman, dan menyenangkan, yuk, Bunda, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Letakkan lapisan antiselip di kamar mandi maupun bak mandi untuk mencegah risiko terpeleset saat sedang memandikan bayi.
  2. Isi bak mandi bayi dengan air secukupnya, pastikan tidak sampai penuh.
  3. Gunakan air hangat bersuhu sekitar 37–38 derajat Celsius dan jangan memasukkan bayi ke dalam bak mandi bayi sebelum air mandinya benar-benar hangat.
  4. Turunkan bayi ke bak mandi dengan lembut dan perlahan. Pastikan tubuh bayi selalu berada dalam rengkuhan tangan Bunda.
  5. Usaplah bagian atas tubuh bayi terlebih dahulu. Mulai dari menyeka wajah bayi dengan lembut, lalu turun ke leher dan tubuh bagian bawah.
  6. Untuk bagian rambut, pijat dengan lembut kulit kepala bayi yang telah diberi sampo.
  7. Setelah itu, bilas tubuh bayi secara perlahan dan berikan sentuhan lembut untuk menghilangkan sisa busa dan mencegah mata bayi terkena busa.
  8. Terakhir, keringkan tubuh bayi dengan handuk bersih hingga benar-benar kering. Tepuk-tepukkan handuk secara lembut ke kulit bayi, bukan dengan menggosokkannya.

Setelah selesai, Bunda dapat mengoleskan pelembab agar kulit si Kecil tidak kering. Jangan lupa untuk memberikan pijatan lembut agar bayi tetap rileks.

Memberikan sentuhan dan pijatan lembut setelah mandi akan menstimulasi sensor si Kecil yang baik untuk perkembangan emosi dan kognitifnya saat dewasa.

 

Pastikan Bunda menggunakan produk yang aman dan alami untuk memandikan si Kecil. Perhatikan kandungannya. Hindari produk-produk yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Pilihlah produk yang sudah teruji secara klinis dan tidak menyebabkan reaksi alergi atau iritasi (hypoallergenic) agar perawatan kulit si Kecil semakin optimal, ya Bunda.

Tidak hanya itu, sentuhan lembut Bunda saat memandikan si Kecil akan semakin maksimal, lho, dengan hadirnya aroma-aroma yang disukai bayi. 

Aroma yang lembut yang disukai bayi selain dapat memberikan ketenangan ternyata juga dapat membantu menstimulasi hal-hal positif untuk perkembangan kognitifnya.

Jadi, gunakanlah sabun mandi dengan formula lembut yang telah teruji klinis ramah pada kulit bayi, dan juga memiliki aroma lembut yang membantu memperbaiki suasana hati sehingga si Kecil merasa lebih nyaman saat mandi.

Begitu besar pengaruh sentuhan lembut Bunda untuk si Kecil. Bahkan hanya lewat kegiatan sederhana seperti mandi dapat mempengaruhi perkembangan kognitif pada bayi.

Jadi, jangan ragu untuk menciptakan momen mandi menyenangkan dengan sentuhan lembut Bunda untuk si Kecil, ya. Jika Bunda masih ragu tentang bagaimana sentuhan lembut saat memandikan bayi dapat memengaruhi perkembangan kognitif pada bayi, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penjelasan lebih jauh.

Referensi:

Manzotti, et al (2019). Dynamic Touch Reduces Physiological Arousal in Preterm Infants: A Role For C-Tactile Afferents? Developmental Cognitive Neuroscience, 39, pp. 100703

Narvaez, et al. (2019). The Importance Of Early Life Touch For Psychosocial And Moral Development. Psicologia: Reflexão e Crítica, doi: 10.1186/s41155-019-0129-0.

Ford, N.D. & Stein, A.D. (2017). Risk factors affecting child cognitive development: A summary of nutrition, environment, and maternal-child interaction indicators for sub- Saharan Africa. Journal of Developmental Origins of Health and Disease, 7(2), pp 197–217.

Porreca, et al. (2017). Infant Massage and Quality of Early Mother–Infant Interactions: Are There Associations with Maternal Psychological Wellbeing, Marital Quality, and Social Support? Frontiers in Psychology, doi: 10.3389/fpsyg.2016.02049.

Croy, et al. (2016). Olfactory Modulation of Affective Touch Processing – A Neurophysiological Investigation. NeuroImage, 15, pp. 135–141.

McCain, et al. (2007). Heart Rate Variability Responses of a Preterm Infant to Kangaroo Care. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, 34(6), pp. 689–694.

Australian Government Department of Social Services (2020). Raising Children. Bathing A Baby.

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Child Development. Developmental Milestones.

Children’s Hospital Los Angeles. Cuddling Does Kids (and Parents) Good.

Mayo Clinic (2019). Healthy Lifestyle. Infant and Toddler Health. Baby Center. Developmental Milestones Touch.

British Columbia (2018). Healthy Families. Babie’s Cognitive Development from 6-9 Months.

Legg, T. J. & Frothingham, S. Healthline (2020). What Is Sensory Stimulation? Gill, K. & Scaccia, A. Healthline (2018). Your Guide to Baby Massage.

Cherry, K. & Susman, D. Verywell Mind (2021). Cognitive Developmental Milestone.

Product Reference:

  1. Cussons Baby Milk Bath Fresh & Nourish
  2. Cussons Baby Hair & Body Wash Mild & Gentle
  3. Cussons Baby Milk Bath Soft & Smooth

 

Narvaez, et al. (2019). The Importance Of Early Life Touch For Psychosocial And Moral Development. Psicologia: Reflexão e Crítica, doi: 10.1186/s41155-019-0129-0.

Ford, N.D. & Stein, A.D. (2017). Risk factors affecting child cognitive development: A summary of nutrition, environment, and maternal-child interaction indicators for sub- Saharan Africa. Journal of Developmental Origins of Health and Disease, 7(2), pp 197–217.

Porreca, et al. (2017). Infant Massage and Quality of Early Mother–Infant Interactions: Are There Associations with Maternal Psychological Wellbeing, Marital Quality, and Social Support? Frontiers in Psychology, doi: 10.3389/fpsyg.2016.02049.

Croy, et al. (2016). Olfactory Modulation of Affective Touch Processing – A Neurophysiological Investigation. NeuroImage, 15, pp. 135–141.

McCain, et al. (2007). Heart Rate Variability Responses of a Preterm Infant to Kangaroo Care. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, 34(6), pp. 689–694.

Australian Government Department of Social Services (2020). Raising Children. Bathing A Baby.

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Child Development. Developmental Milestones.

Children’s Hospital Los Angeles. Cuddling Does Kids (and Parents) Good.

Mayo Clinic (2019). Healthy Lifestyle. Infant and Toddler Health. Baby Center. Developmental Milestones Touch.

British Columbia (2018). Healthy Families. Babie’s Cognitive Development from 6-9 Months.

Legg, T. J. & Frothingham, S. Healthline (2020). What Is Sensory Stimulation? Gill, K. & Scaccia, A. Healthline (2018). Your Guide to Baby Massage.

Cherry, K. & Susman, D. Verywell Mind (2021). Cognitive Developmental Milestone.

Product Reference:

  1. Cussons Baby Fresh & Nourish Bath
  2. Cussons Baby Mild & Gentle Hair & Body Wash
  3. Cussons Baby Soft & Smooth Milk

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!