Hebatnya Manfaat Canda dan Tawa terhadap Tumbuh Kembang Bayi secara Holistik

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Salah satunya adalah membangun interaksi dan komunikasi yang baik dengan si Buah Hati. Tak hanya dapat mendukung tumbuh kembang bayi, cara ini juga baik untuk membentuk ikatan emosional antara Bunda dan Ayah dengan si Kecil.

Membangun interaksi yang baik dengan buah hati sejak dini sangatlah penting dilakukan. Pasalnya, interaksi yang orang tua bangun bisa memberikan berbagai manfaat bagi bayi, termasuk tumbuh kembangnya.

Terlebih, tumbuh kembang bayi berlangsung sangat cepat pada 1.000 hari pertama sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, peran Bunda dan Ayah sangat dibutuhkan agar si Kecil lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Ada berbagai bentuk interaksi yang dapat Bunda lakukan, mulai dari mengajaknya berbicara dan bernyanyi, memberikan sentuhan atau pijatan lembut, membacakannya buku, hingga mengajaknya bermain. Aktivitas ini tentu akan lebih bermakna bila disertai tatap mata, canda, dan tawa.

Baca Juga : Wewangian Ternyata Bisa Mendukung Tumbuh Kembang Bayi lho, Bun!

Manfaat Interaksi dengan Bayi

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan membangun interaksi dengan si Kecil, baik secara fisik maupun psikologis, seperti mengajaknya bermain, berbicara, atau membacakannya cerita. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

1. Membangun ikatan emosional

Seorang psikolog bernama Erik Erikson mengungkapkan bahwa hal pertama yang terbentuk dalam fase tumbuh kembang anak sejak lahir hingga usia 18 bulan adalah rasa percaya terhadap lingkungan. Rasa ini terbentuk karena orang tua dapat memenuhi kebutuhan anak melalui interaksi yang dilakukan.

Rasa percaya yang terbentuk dalam diri anak juga menjadi modal untuk mengembangkan potensi atau kemampuan lain di fase tumbuh kembang berikutnya.

Itulah alasan mengapa interaksi yang baik dan dilakukan secara rutin tidak hanya baik untuk tumbuh kembang anak, tetapi juga dapat meningkatkan ikatan emosional antara orang tua dan buah hatinya.

Tumbuh Kembang Bayi

Si Kecil dengan perkembangan emosional yang baik cenderung lebih aktif dan percaya diri untuk mengeksplorasi sekitar dan belajar.

2. Mendorong perkembangan emosional

Mengajak si Kecil bermain dan berbicara bisa membantunya belajar mengekspresikan dan mengkomunikasikan perasaan. Hal ini baik untuk perkembangan kemampuan dan emosional dasar si Kecil.

Berdasarkan konsep yang dipaparkan oleh Paul Eckman, setidaknya ada 6 emosi dasar dalam diri manusia, yaitu marah, sedih, senang, takut, jijik, dan kaget. Nah, pengenalan terhadap label emosi ini dapat dilakukan melalui interaksi secara rutin dengan si Kecil.

Misalnya, dengan mengajak si Kecil beraktivitas di luar ruangan atau memberinya mainan bersuara atau bergambar. Hal ini pun dapat mendukung si Kecil agar dapat mengekspresikan emosinya secara verbal saat usianya 4 tahun atau saat ia mampu berbicara dengan lebih lancar nantinya.

3. Mendorong Rasa Ingin Tahu

Interaksi yang baik juga dapat mendukung perkembangan otaknya. Bahkan, dengan mengajak si Kecil beraktivitas di luar ruangan secara rutin atau sekadar menunjukkan gambar menarik dari buku cerita, rasa ingin tahunya untuk mengeksplorasi dan belajar banyak hal akan semakin besar.

4. Menumbuhkan rasa percaya diri

Melalui interaksi yang baik, Bunda dapat mengenalkan berbagai hal baru kepada si Kecil. Hal ini dapat menumbuhkan rasa penasaran dalam dirinya, sehingga si Kecil bisa lebih percaya diri dalam mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Bunda juga dapat memberikan pujian setiap kali si Kecil melakukan sesuatu yang baru.

Jika interaksi ini terus dipelihara dengan baik, si Kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan selalu berpikir positif saat ia dewasa kelak.

5. Mendorong tubuh bayi untuk aktif bergerak

Bermain atau beraktivitas bersama dapat mendorong bayi untuk aktif bergerak. Hal ini tidak hanya baik untuk tumbuh kembang si Kecil, tetapi juga baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

6. Mendorong perkembangan motorik

Kemampuan motorik bayi, khususnya motorik halus, akan berkembang dengan baik bila orang tua sering mengajaknya berinteraksi.

Ada beragam stimulasi tumbuh kembang bayi yang dapat Bunda dan Ayah lakukan untuk mendukung kemampuan motorik si Kecil. Salah satunya adalah mengajak si Kecil membaca buku bergambar atau berwarna.

Saat si Kecil melihat gambar pada buku, tangannya akan terdorong untuk menyentuh atau menunjuk hal menarik dalam buku yang Bunda dan Ayah tunjukkan.

7. Mengoptimalkan perkembangan kemampuan bicara

Salah satu interaksi yang harus sering Bunda dan Ayah lakukan adalah mengajak si Kecil berbicara atau membacakan buku cerita dan dongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa memperkaya kosakata si Kecil dan mendukung kemampuannya untuk berbicara dan memahami bahasa. Selain itu, interaksi ini juga dapat membantu meningkatkan daya imajinasinya.

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa anak yang sering diajak berbicara atau dibacakan cerita oleh orang tuanya memiliki kemampuan bicara yang lebih baik daripada anak yang jarang diajak berbicara atau dibacakan cerita.

Baca Juga : Aroma yang Menenangkan Dapat Mendukung Tumbuh Kembang si Kecil

 

Interaksi yang Bisa Membuat Bayi Tertawa

Untuk memberikan berbagai manfaat di atas untuk si Kecil, ada beragam bentuk interaksi yang bisa Bunda dan Ayah lakukan, yaitu:

1. Mengajak berbicara dan bertatap mata

Mengajak si Kecil berbicara merupakan bagian dari stimulasi tumbuh kembang bayi yang tidak hanya bisa membuatnya tertawa, tetapi juga merangsang kemampuannya untuk berbicara dan berkonsentrasi.

Agar si Kecil tertawa dan untuk menarik perhatiannya, Bunda dan Ayah bisa mencoba membuat tiruan bunyi saat berbicara atau membacakannya cerita, misalnya suara kucing mengeong atau suara mobil berjalan.

2. Mengajak bernyanyi

Bayi Bernyanyi

Nyanyian bisa memancing tawa dan mood baik si Kecil. Mereka akan lebih ceria yang membuat perkembangan kognitif dan emosionalnya lebih optimal.

Bentuk interaksi lain yang juga baik untuk tumbuh kembang bayi adalah mengajaknya bernyanyi. Bunda dan Ayah juga bisa melakukan sedikit gerakan, misalnya dengan menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah seolah sedang berjalan di atas tubuh si Kecil.

Dengan begitu, si Kecil pun akan semakin terhibur, bahkan tawa pun bisa terukir di wajahnya.

3. Mengajak bermain

Cara termudah untuk membuat anak tertawa adalah dengan mengajaknya bermain. Permainan yang bisa dilakukan ada banyak, dan salah satu yang paling populer adalah bermain cilukba. Permainan ini cukup efektif untuk membuat bayi tertawa.

4. Memberikan sentuhan atau pijatan lembut

Cobalah pijat atau sentuh si Kecil dengan lembut menggunakan baby oil atau lotion karena pijatan atau sentuhan yang Bunda berikan bisa membuatnya merasa rileks dan nyaman. Kegiatan memijat juga bisa menjadi ajang untuk mengajak bayi bercanda.

Akhiri pijatan lembut atau sentuhan dengan menciumnya atau menyentuhkan hidung Bunda dengan hidung si Kecil. Tak hanya membuatnya tertawa, cara ini juga dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman.

Ada banyak cara yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk membuat si Kecil tertawa. Namun, perlu diingat bahwa proses tumbuh kembang bayi berbeda-beda, sehingga cara si Kecil dalam menangkap apa yang ia pelajari saat berbicara, bermain, dan bernyanyi bersama Bunda dan Ayah bisa bisa saja berbeda dengan anak lainnya.

Untuk mengetahui apakah tahap perkembangan bayi Bunda dan Ayah sudah sesuai dengan usianya, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter juga akan memberi tahu Bunda dan Ayah mengenai beragam cara lain yang bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil sesuai kondisi dan usianya.

Referensi:

Barwasser, A., Bracht, J., & Grünke, M. (2021). A Storytelling Approach on Vocabulary, Reading, and Letter Sound Fluency of Struggling First Graders With German as Second Language With and Without Behavioral Problems. Frontiers in Psychology. 12: 683873.

Ferjan Ramírez, N., Lytle, S.R., & Kuhl, P.K. (2020). Parent Coaching Increases Conversational Turns and Advances Infant Language Development. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 117(7), pp. 3484–3491.

De Cock, et al. (2017). Longitudinal Associations Between Parental Bonding, Parenting Stress, and Executive Functioning in Toddlerhood. Journal of Child and Family Studies. 26(6), pp. 1723–1733.

Dahlia, J.K. Ikatan Dokter Anak Indonesia (2017). Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak.

Healthy Children, American Academy of Pediatrics (2019). 5 Secrets to a Smarter Baby: School Readiness Can Start Now.

Healthy Children, American Academy of Pediatrics (2019). The Power of Play – How Fun and Games Help Children Thrive.

United Nation Children’s Fund. Early childhood development.

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Early Brain Development and Health.

Murdoch Children’s Research Institute. Fact sheet: Bonding for Brain Development. Robinson, et al. Help Guide (202). Building a Secure Attachment Bond with Your Baby. KidsHealth, Nemours (2019). For Parents. Bonding With Your Baby.

KidsHealth, Nemours (2019). For Parents. Communication and Your 4- to 7-Month-Old. KidsHealth, Nemours (2019). For Parents. Reading Books to Babies.

Raising Children Network Australia (2020). Bonding and Attachment: Newborns. Raising Children Network Australia (2020). Bonding with Your Baby.

Raising Children Network Australia (2021). Emotions and Play: Babies.

Raising Children Network Australia (2020). Positive Relationships for Parents and Children: How to Build Them.

Warnick. M. Parents (2020). How to Make a Baby Laugh. Plant, R. Verywell Family (2021). When Do Babies Laugh?

Cherry, K. Verywell Health (2021). The 6 Types of Basic Emotions and Their Effect on Human Behavior.

Cherry, K. Verywell Health (2021). Trust vs. Mistrust: Psychosocial Stage 1.

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!