Newborn Stress: Bagaimana Cara Bunda Mengatasi Newborn yang Rewel?

Meski umum terjadi, Bunda sebaiknya tetap waspada saat Si Kecil terlihat rewel dan terus menangis. Kondisi ini bisa menjadi tanda ia mengalami newborn stress. Apa sih sebenarnya newborn stress itu dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak jawabannya di sini.

Bunda mungkin sering merasa bingung sekaligus khawatir tiap kali Si Kecil menangis terus-menerus dan tampak rewel. Bahkan, tak jarang hal ini membuat Bunda merasa bersalah karena tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Si Kecil.

Jangan sampai hal tersebut memicu keraguan dalam diri Bunda hingga menganggap bahwa Bunda bukanlah orang tua yang baik. Bayi rewel dan sering menangis sebenarnya kondisi yang wajar terjadi, kok. Hal ini karena ia memang belum bisa menyampaikan apa yang dirasakannya, terlebih bayi baru lahir.

Nah, salah satu cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang tuanya adalah melalui perilaku, seperti menangis dan gelisah saat ia merasa tidak nyaman. Namun, bila terjadi terus-menerus dan berkepanjangan, hal ini bisa menjadi tanda bayi mengalami newborn stress.

Newborn stress adalah kondisi stres yang dialami bayi baru lahir, baik stres fisik maupun psikis. Bila dibiarkan dan tidak segera diatasi, kondisi ini bisa mengganggu ikatan emosional antara orang tua dan bayi serta menghambat pertumbuhan bayi.

Baca Juga : Pentingnya Menciptakan Zona Nyaman untuk Bayi Baru Lahir, Bagaimana Caranya?

Penyebab Newborn Stress

Newborn stress pada bayi dapat diindikasikan lewat tangisannya yang terus-menerus. Tangisan ini dapat disebabkan oleh ketidaknyamanan atau rasa sakit pada tubuhnya.

 

Newborn stress umumnya disebabkan oleh berbagai perubahan yang membuat bayi, terutama bayi yang baru lahir, merasa tidak nyaman. Ada beberapa hal yang kerap membuat bayi merasa gelisah dan tidak nyaman, yaitu:

  • Lapar, lelah, atau popok kotor
  • Gangguan sistem pencernaan, misalnya sakit perut
  • Peka terhadap cahaya atau suara bising
  • Perkembangan sistem saraf yang membuatnya lebih sensitif
  • Rasa takut atau frustasi

Berbagai hal di atas memang membuat bayi merasa gelisah karena masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Namun, bila terus dibiarkan dan tidak segera diatasi, hal ini bisa memicu newborn stress.

Tanda-Tanda Newborn Stress

Selain terus menangis dan tampak rewel, ada beberapa tanda newborn stress yang dapat dialami bayi baru lahir, yaitu:

Selalu ingin digendong

Bayi yang sedang merasa gelisah dan cemas biasanya membutuhkan sentuhan fisik dari orang tuanya. Hal inilah yang membuat bayi baru merasa tenang saat digendong dan akan menangis kembali bila terpisah atau terlepas dari dekapan orang tua.

Sulit tidur

Saat kesal atau merasa tidak nyaman, bayi akan terlihat gelisah dan terus bergerak sehingga membuatnya sulit tertidur. Hal ini juga bisa berdampak terhadap pola tidurnya sehari-hari

Perubahan kebiasaan

Bayi kerap mengubah kebiasaannya sebagai upaya untuk mencari kenyamanan, dan kadang juga untuk mendapat perhatian dari orang tuanya, misalnya dengan mengemut jempol atau menarik rambutnya.

Baca Juga : Cara Memandikan Bayi Baru Lahir sambil Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

Cara Menangani Newborn Stress

Penyebab paling umum rasa gelisah dan tidak nyaman pada bayi adalah lapar, haus, atau popoknya sudah basah. Oleh karena itu, langkah awal untuk mengatasi bayi rewel adalah memberinya ASI atau susu formula dan melihat kondisi popoknya.

Jika Si Kecil masih tetap rewel dan terus menangis, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

1. Tepuk punggungnya secara perlahan hingga bersendawa

Bila Si Kecil terus-menerus menangis, bisa saja hal tersebut disebabkan oleh banyak udara di dalam perutnya. Kondisi ini tentu membuatnya merasa tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa menggendong Si Kecil dengan posisi tegak sambil menepuk punggungnya secara perlahan agar ia bisa bersendawa dan udara di dalam perutnya pun dapat keluar.

2. Tempatkan di tempat yang tenang dan nyaman

Lampu yang terlalu terang atau lingkungan yang terlalu ramai dan bising bisa membuat Si Kecil merasa gelisah, tidak nyaman, bahkan takut. Agar ia bisa lebih tenang, bawalah Si Kecil ke ruangan yang lebih sunyi dan redup.

Bunda juga bisa menggendong sambil mengayunnya secara perlahan hingga ia merasa tenang dan tangisnya berhenti. Bila ia sudah tenang, Bunda bisa meletakkan Si Kecil di tempat tidur bayi dan menyelimutinya agar ia semakin nyaman.

3. Pijat bayi secara lembut

Memberikan pijatan lembut pada bayi bisa membuat tubuhnya nyaman. Sentuhan yang diberikan pada saat memijat juga membangun rasa percaya dan aman yang membuat bayi rileks dan bebas stres.

 

Sentuhan lembut melalui pijatan juga dapat menenangkan bayi yang rewel. Tak hanya itu, interaksi langsung antara kulit Bunda dengan kulit Si Kecil juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan perkembangan emosinya. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa aman dan tenang.

Bunda bisa memberikan pijatan lembut di kaki, lengan, punggung, dan dada Si Kecil. Bila Bunda merasa perut Si Kecil kembung, cobalah pijat perutnya dengan lembut searah jarum jam untuk mengeluarkan udara di dalam perutnya.

Bunda juga dapat menggunakan minyak bayi (baby oil) saat memijat Si Kecil. Pilihlah minyak bayi yang berbahan lembut dan tentunya aman untuk kulit bayi. Beberapa jenis minyak bayi juga dilengkapi aroma yang menenangkan sehingga bayi menjadi lebih rileks dan suasana hatinya membaik.

Itulah berbagai informasi penting seputar newborn stress dan cara mengatasinya. Selain berbagai cara di atas, Bunda juga dianjurkan untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil melalui pemberian ASI eksklusif setidaknya hingga usianya mencapai 6 bulan.

Jika cara-cara di atas belum juga berhasil menenangkan Si Kecil yang mengalami newborn stress, Bunda dianjurkan untuk membawa Si Kecil ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

 

Reviewed by dr. Fatimah Hidayati, Sp. A

 

Reference:

Cassio, C.J., Moore, D., & McGlone, F. (2019). Social Touch and Human Development. Developmental Cognitive Neuroscience, doi: 10.1016/j.dcn.2018.04.009.

Fogelman, N. & Canli, T. (2019). Early Life Stress, Physiology, and Genetics: A Review. Frontiers in Psychology, doi: 10.3389/fpsyg.2019.01668.

National Library of Medicine. Medline Plus (2022). Stress in Childhood. Scaccia, A. Healthline (2018). Your Guide to Baby Massage.

Schuman, C. & Zapata, K. Parents (2022). Signs and Symptoms of Stress in Kids.

Ryan, M. Verywell Family (2020). How to Spot Signs of Stress and Anxiety in Your Toddler.

WebMD (2021). 10 Tips to Soothe Your Crying Baby.

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!