Menyambut Si Kecil di Bulan ke Sembilan

Wah, tidak terasa ya Bun, kini Bunda sudah memasuki fase trisemester terakhir dari sembilan bulan masa kehamilan. Selamat ya, Bunda! Kini, posisi kepala si kecil sudah berada di bawah yang membuat Bunda lebih nyaman untuk bernafas. Tapi, tidak perlu khawatir bila hal ini belum terjadi pada si kecil Bunda ketika Bunda memeriksakan kandungan ke dokter. Mengapa? Terkadang posisi kepala si kecil tidak selalu ada di bawah hingga tiba waktunya untuk Bunda melahirkannya. Di bulan ke-9 ini, Bunda mungkin akan bertanya-tanya, “kapan ya si kecil lahir?” Nah Bun, pada umumnya, hanya 5% saja besar persentase kelahiran si kecil yang sesuai dengan tanggal perkiraan dokter. Seringkali, kebanyakan si kecil akan lahir 1-2 minggu sebelum atau sesudah tanggal yang diprediksikan.

Baca Juga : Merasakan Perkembangan Buah Hati di Bulan Ke Enam

Perkembangan Buah Hati di Bulan ke Sembilan Masa Kehamilan

Setelah 37 minggu, si kecil sebenarnya sudah siap untuk lahir. Namun, organ dalam dan luar si kecil masih terus berkembang hingga benar-benar matang. Ia mungkin telah kehilangan begitu banyak rambut halus yang menutupi tubuhnya, dan mulai tumbuh rambut di bagian kepalanya. Demikian juga dengan lapisan verniks yang menyelimuti tubuh si kecil, juga akan mulai menghilang. Kini, si kecil mulai punya kuku baik di kaki maupun di tangannya. Berat badannya sendiri mungkin kini mencapai 3 kilogram dengan panjang sekitar 53 sentimeter.

Memasuki minggu ke-38, kulit janin mulai mengeluarkan warna merah jambu dengan kandungan lemak di bawah jaringan kulitnya. Lemak ini akan menjadi penghangat badannya setelah lahir ke dunia. Selain itu, antibodi yang didapatkan dari plasenta juga akan menguat. Hal ini merupakan persiapan alami tubuh bayi untuk beradaptasi di masa awal kelahirannya.

Biasanya, bayi akan lahir pada usia kandungan minggu ke-38 atau ke-39. Namun ternyata, hanya sekitar 5% ibu hamil yang melahirkan tepat pada Hari Perkiraan Lahir (HPL). Untuk itu, Ayah dan Bunda harus siaga saat usia kandungan mulai memasuki minggu ke-37. Pun saat melewati HPL, Ayah dan Bunda harus makin siaga dan lakukan konsultasi pada dokter kandungan.

Baca Juga : Perkembangan Janin Usia 4 Bulan: Apa Saja Yang Berubah?

Yang Bunda Rasakan Bulan ke Sembilan Masa Kehamilan

Sepertinya, di fase ini, Bunda jadi lebih mudah merasa jengkel. Keinginan Bunda untuk bertemu segera dengan si kecil bercampur dengan rasa deg-degan untuk melahirkan membuat Bunda jadi perasaan serba salah. Hal ini wajar. Tetap tenang dan santai ya Bun, dan tetap percaya diri menjelang masa melahirkan.

Memasuki tiga bulan terakhir masa kehamilan, Bunda akan merasakan kontraksi palsu. Hal ini akan semakin sering ketika si Kecil semakin dekat dengan HPL. Kontraksi yang sebenarnya dapat dirasakan ketika terjadi sangat kuat. Cirinya adalah berlangsung terus-menerus selama 45 detik hingga satu menit dan frekuensinya semakin sering, hingga lima menit sekali.

Bunda Tahu, Tidak?

Ibu Bunda mungkin tahu kapan si kecil akan lahir. Bila dulu Bunda terlambat lahir, kemungkinan si kecil juga akan mengalami hal yang sama.

Apa Yang Ayah Bisa Bantu?

Semakin mendekati HPL, tubuh Bunda akan semakin tidak nyaman dan membutuhkan bantuan Ayah dalam melakukan kegiatan. Ayah bisa bersikap siaga dengan membantu yang Bunda butuhkan. Selain itu, mulailah menyiapkan emergency bag atau tas darurat yang berisi kebutuhan melahirkan. Sehingga, saat kontraksi asli datang, Ayah dan Bunda bisa segera pergi ke rumah sakit.

Ayah juga harus memastikan Bunda beristirahat cukup sebelum dan sesudah melahirkan. Anjurkan Bunda menggunakan beberapa minggu ini untuk beristirahat sebanyak mungkin agar staminanya dapat kembali seperti sediakala.

 

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!