Ruam Merah: Cara Menghilangkan Gatal – Penyebab

Ruam

Apa Itu Ruam?

Ruam adalah alergi pada kulit yang membuat kulit gatal, berwarna merah, serta bersisik. Ruam merupakan suatu kondisi kulit iritasi dan penyebab biasanya karena penyakit kulit sensitif, radang kulit, atau pengaruh obat – obatan yang tidak cocok di kulit.

Terdapat macam – macam ruam kulit, seperti:

  1. Biang Keringat
  2. Intertrigo
  3. Seborrhea
  4. Eksim
  5. Dermatitis Kontak
  6. Eksim Kering atau Dermatitis Atopik
  7. Dermatitis Seboroik
  8. Ruam Popok
  9. Selulitis
  10. Cacar Air
  11. Cacar Api (Cacar Ular)
  12. Campak
  13. Rubella
  14. Sarkoidosis

Ruam adalah penyakit kulit yang terjadi karena kelainan kulit dan radang kulit yang dapat terjadi kepada saja dan disebabkan oleh banyak faktor. Alergi pada kulit ini dapat diatasi dan disembuhkan.

Cara mengatasi gatal dan ruam merah akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini.  Jika penyakit masih terus berlanjut, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter.

ruam

Cara menghilangkan gatal dan ruam bayi

Pengertian Ruam Kulit?

Kulit yang putih mulus adalah dambaan bagi semua orang. Tidak sedikit yang akan mulai khawatir jika kulitnya terdapat bentol gigitan nyamuk saja. Semua orang berlomba – lomba untuk memiliki kulit yang putih, bersih, dan mulus.

Untuk memiliki kulit yang bersih dan putih tersebut kita rela untuk melakukan apa saja. Baik itu laki – laki ataupun perempuan, mereka berani mengorbankan segala hal untuk memiliki kulit yang mereka dambakan. Karena selain dari kecantikan, kesehatan kulit juga menjadi fokus utama.

Fungsi kulit sebagai bagian terluar pada tubuh terkadang membuat kita risih jika terserang penyakit sedikit saja. Contohnya ruam merah pada kulit.

Ruam pada kulit dapat muncul ketika kulit mengalami infeksi atau dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi lain. Penyebab – penyebabnya beraneka ragam.  Secara umum dalam munculnya ialah dapat dikaitkan dengan perubahan warna kulit atau tekstur kulit yang berubah secara tidak normal.

Ruam Merah Pada Bayi

Ruam merah bayi selalu muncul pada bayi baru lahir. Pada tahun pertama, kulit bayi dapat sangat rentan terhadap gangguan manapun, karena lapisan kulit pada bayi masih sensitif belum sempurna. Dibutuhkan beberapa waktu, kurang lebih selama setahun untuk kulit epidermisnya berkembang, dan juga berfungsi secara baik.

Kulit bayi sangat tipis, ikatan antara sel-selnya sangat lemah dan juga lebih halus, mempunyai pigmen atau lapisan kulit yang sedikit, dan juga tidak bisa mengatur suhu temperature yang seperti layaknya orang dewasa. Terdapat berbagai macam kulit yang dapat terjadi pada bayi atau orang dewasa. Berikut adalah penjelasannya.

Kemerahan pada bayi, biasanya merupakan salah satu gejala atau juga alergi pada seluruh badan bayi yang muncul. Berikut adalah jenis atau macam – macam jenis ruam kulit yang dijumpai pada bayi dan dewasa serta cara menghilangkannya:

Jenis – Jenis Ruam Pada Kulit

  1. Biang Keringat. Biasanya terjadi pada bagian leher, wajah, punggung, dan juga bagian bokong pada bayi yang terkena popok. Terlihat adanya kulit yang kemerahan, gelembung-gelembung kecil, dan juga disertai dengan rasa yang gatal, ini akan membuat bayi merasa rewel. Penyebab biang keringat ini adalah udara yang panas, dan juga polah si bayi ketika beraktivitas.Cara menghilangkannya, gunakan pakaian yang longgar dan pastikan pakaian berbahan katun yang mudah sekali untuk penyerapan keringat si bayi. Selain itu, gunakan Diaper Rash Cream, untuk mencegah terjadinya biang keringat pada bayi yang biasanya terjadi di daerah bokong pada bayi. Diaper ini mengandung Zinc Oxide zat pelindung yang lembut, Allantoin yang melindungi kulit dan anti iritasi, Witch Hazel Extract untuk mengurangi gatal dan juga iritasi yang disebabkan oleh penggunaan popok.

 

  1. Intertrigo. Kemerahan yang terjadi pada lipatan lipatan dalam tubuh, biasanya terletak di bagian paha, ketiak, dan perut. Lipatan akan membuat kulit berwarna merah, dan juga gatal, dan rasa sakit akan muncul ketika terjadinya gesekan. Pada umumnya terjadi kepada Si Kecil yang agak gemuk. Penyebabnya karena kelebihan lipatan pada bayi, dan juga kurangnya udara yang masuk ke sela-sela tubuh bayi, sehingga terjadinya kelembabab. Cara menghilangkannya, cuci lipatan-lipatan pada bayi dengan air, dan angin-anginkan sebentar.

 

  1. Seborrhea. Peradangan kulit yang terjadi di bagian atas kulit yang biasanya akan menimbulkan kulit menjadi sisik terjadi pada bagian kulit kepala bayi, wajah, belakang telinga, pipi, dan juga dada. Hal Ini terjadi kepada si Kecil yang berusia dibawah 6 bulan, yang tampak seperti ketombe, sisik kekuningan dan juga berkerak. Cara menghilangkannya untuk Bunda, lakukan pengobatan tradisional disertai dengan baby oil, dan juga minyak zaitun.

 

  1. Eksim. Eksim ini terjadi pada tubuh si Kecil dari usia 3 bulan hingga 4 bulan. Eskim ini sering disebut dengan eksema, atau dermatitis yang merupakan peradangan hebat yang dapat menyebabkan pembentukan gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga pecah dan berisi air. Jika tidak ditangani secara cepat, akan menimbulkan nanah dan juga kerak pada kulit bayi.Penyebab ini biasanya riwayat alergi pada keluarga. Pada umumnya, setiap bayi mempunyai eksim yang berbeda-beda. Cara menghilangkannya, gunakan krim pelembab yang sangat dianjurkan, untuk menjaga suhu kulit agar tetap lembab dan tidak kering. Jika penyakit kulit ini berlangsung terus dan menjadi parah, segera hubungi dokter khusus kulit dan konsultasi secara bertahap.

 

  1. Dermatitis kontak. Iritasi kulit ini terjadi karena paparan oleh bahan-bahan yang menyebabkan alergi. Dermatitis kontak ini dapat menyebabkan ruam besar, gatal, dan memberikan rasa terbakar. Penyebabnya, jika ini terjadi pada bayi Bunda, kemungkinan besar sabun atau detergen yang digunakanlah penyebabnya. Cara menghilangkannya, untuk iritasi ringan bisa menghindari bahan-bahan yang menyebabkan iritasi ringan, dan penggunaan krim yang mengandung bahan hidrokortison yang dapat membantu meredakan gatal, dan juga kemerahan. Jika ini semakin memburuk, segeralah hubungi dokter untuk konsultasi selanjutnya.

 

  1. Dermatitis Atopik. Dermatitis atopik atau yang bisa disebut eksim atopik adalah peradangan pada kulit yang menjadi penyebab pada kulit dan terasa sangat gatal. Bentuk ruam yang satu ini akan kemerahan dan juga kulit pecah – pecah karena kering. Siapa saja yang bisa mengalami dermatitis atopik? Semua orang. Segala usia. Tetapi pada umumnya terjadi kepada anak – anak.Gejala dermatitis atopik muncul pada kulit yang terdapat lipatan.

 

  1. Dermatitis Seboroik. Dermatitis seboroik adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh kelainan kelenjar minyak pada kulit. Jenis penyakit kulit ini biasanya menyebar pada bagian wajah, punggung, atau bahkan pada dada bagian atas.Dermatitis seboroik tidak menular. Tetapi penyakit ini dapat menyebar kepada tubuh Bunda secara mudah. Gejalanya ialah kulit akan terasa gatal, merah, perih, atau bahkan terkelupas.

 

  1. Ruam PopokRuam popok adalah kondisi dimana kulit bayi merah, kering, dan peradangan pada kulit bayi. Setiap bayi pasti akan mengalami ruam popok karena kondisi ini wajar dan tidak berbahaya.Penyebab terjadinya bintik merah pada bekas popok bayi ialah akibat si Kecil yang selalu bersentuhan dengan urin atau air besar si Kecil yang terlalu lama. Bintik merah pada kulit bayi ini gejalanya karena popok bayi yang tidak atau jarang diganti. Bunda harus lebih sering memeriksa dan mengganti popok bayi. Ruam popok bayi dapat menyebabkan demam jika tidak diatasi lebih cepat. Bunda harus lebih waspada dan teliti terhadap si Kecil.

 

  1. Selulitis. Merupakan suatu kondisi infeksi pada jaringan kulit. Alergi dan penyakit kulit ini cukup serius dan harus segera diatasi. Kulit akan terasa sakit jika dipegang. Terasa panas hingga bahkan akan membengkak dengan munculnya warna kemerahan pada kulit.Selulitis terjadi pada bagian kaki paling sering. Tetapi, dapat terjadi juga pada bagian tubuh apa saja. Alergi kulit ini dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya. Bunda harus lebih waspada.

 

  1. Cacar Air. Penyebab penyakit cacar air atau varisela adalah karena virus yang bernama varisela zoster. Gejala penyakit cacar air ini ditandai dengan adanya bintik merah serta kulit melepuh.Cara mengobati cacar air biasanya dengan menurunkan demam si pasien terlebih dahulu. Caranya dengan minum obat paracetamol atau dengan memberikan lotion pada cacar si pasien.

 

  1. Cacar Api. Biasa disebut sebagai cacar ular. Cacar api adalah suatu kondisi yang tidak berbeda jauh dengan cacar air. Yang berbeda ialah, cacar api ini dapat sembuh sendiri dalam 14 – 28 hari.Penyebab cacar api ini disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air, yaitu Varicella Zooster. Gejala cacar api sendiri ialah demam, badan yang menggigil, kepala terasa sakit dan nyeri pada semua tubuh.

 

  1. Campak. Infeksi pada tubuh yang disebabkan oleh virus, disebut campak. Campak bisa menular dan sangat berbahaya. Penyakit ini bisa membuat komplikasi yang berbahaya.Gejala campak adalah mata merah serta mata sensitif terhadap cahaya, radang tenggorokan, demam pada tubuh, hidung pilek dan tersumbat, pada tenggorokan terdapat bercak putih ke abu – abuan.Dampak campak atau efek yang ditimbulkan ialah kekebalan tubuh akan menurun karena infeksi dari virus campak. Perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter jika terdapat gejala – gejala diatas.

 

  1. Rubella. Atau biasa disebut campak jerman. penyakit ini diakibatkan oleh virus rubella dan sangat mudah menyebar. Rubella dapat menyebar dengan hanya menghirup udara dari air liur yang dikeluarkan pasien ketika batuk atau juga bersin. Jangan menggunakan peralatan makan atau minum yang sama dengan penderita penyakit rubella. Gejala rubella adalah ruam atau muka kemerahan pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, Baik itu pada badan, tangan, muka, hingga ujung jari kaki. Penderita penyakit rubella tidak akan memiliki nafsu makan, mata iritasi, dan sakit yang amat pada persendian.Cara menyembuhkan penyakit rubella ialah dapat dilakukan sendiri dirumah tanpa bantuan dokter.

 

  1. Sarkoidosis. Peradangan yang terjadi pada bagian tubuh seperti kulit, paru – paru, hingga mata, disebut sarkoidosis. Gejala sarkoidosis adalah munculnya ruam, luka, dan perubahan warna kulit dan adanya nodul.Sarkoidosis bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi, beberapa kasus ditemukan bahwa sarkoidosis dapat menyebabkan rusaknya organ pada tubuh jika dibiarkan dan tidak diobati.

Tanda – Tanda & Gejala

Apa gejala dan tanda – tanda ruam?

Gejala ruam kulit adalah sebagai berikut:

      • Gatal. Kulit yang terkena ruam akan terasa gatal.
      • Kondisi kulit merah hingga menjadi kemerahan.
      • Kemudian kulit terasa tebal dan juga kasar.
      • Gejala yang lainnya ialah luka lepuh pada kulit,
      • dan yang terakhir adanya infeksi pada area yang terkena alergi.

Penyebab Ruam Kulit

Apa saja penyebab ruam kulit?

Selain dari yang telah disebutkan dari jenis – jenis dan macam ruam, berikut adalah penyebab umum ruam kulit.

      • Alergi pada kulit,
      • Infeksi
      • Akibat gigitan serangga
      • Dapat terjadi karena stres
      • Panas atau suhu
      • Penyakit cacar
      • Reaksi atau efek dari obat – obatan
      • dan yang terakhir terkena racun dari lingkungan

 

Cara Mengatasi Ruam dan Gatal pada Bayi

Cara mengobati ruam kulit dan gatal pada bayi ialah dengan mengatahui jenis bintik merah pada bayi tersebut terlebih dahulu. Setelah Anda mengetahui jenis bintik merah yang di derita bayi atau pasien, baru lah Anda dapat tahu cara mengobatinya.

Sangat penting untuk segera mengatasi ruam yang terjadi pada kulit Anda dan si Kecil. Karena, ada beberapa jenis yang dapat menyebabkan kematian.

Ruam harus segera diatasi dengan berkunjung ke dokter. Atau dapat juga dengan mengatasinya melalui bedak khusus, lotion, atau salep khusus.

Inilah beberapa cara dan juga penyebab-penyebab gatal dan alergi pada bayi. Bunda harus mengetahui dan juga mempelajari cara menghilangkannya, agar bayi bebas dari penyakit kulit lainnya, sehingga menganggu tumbuh kembang bayi.

Last updated: February 2020

Related Artikels