Serupa Tapi Tak Sama, Tanda Awal Kehamilan dan PMS

Meskipun pemeriksaan dengan menggunakan urine atau tes darah yang dilakukan di rumah sakit merupakan metode paling akurat untuk memastikan tanda awal kehamilan, biasanya kita akan tetap memperhatikan gejala alami seperti morning sickness, pendarahan, dan gejala lainnya sebelum memutuskan untuk menggunakan test pack atau memeriksakan diri ke rumah sakit.

Namun, tahukah Bunda bahwa morning sickness atau mual di pagi hari belum tentu merupakan tanda awal kehamilan? Bisa jadi rasa mual tersebut hanya merupakan PMS atau gejala sebelum menstruasi. Karena itu, sebelum terlalu berharap lalu kecewa karena salah diagnosis, pahami betul beberapa gejala PMS yang ternyata mirip dengan tanda awal kehamilan.

 

5 tanda awal kehamilan yang serupa tapi tak sama dengan gejala PMS:

tanda awal kehamilan
Kenali Perbedaan tanda awal kehamilan dan PMS! Morning Sickness belum tentu hamil.

Berikut ini beberapa tanda awal kehamilan yang hampir mirip dengan gejala PMS, namun sebenarnya memiliki perbedaan cukup jelas yang bisa Bunda amati:

1. Pendarahan

Saat Bunda memasuki masa awal kehamilan, Bunda mungkin akan melihat bercak warna merah muda atau coklat tua. Pendarahan ini biasanya terjadi pada saat proses implantasi (proses ketika embrio menempel pada dinding rahim hingga tumbuh menjadi janin). Pendarahan implantasi umumnya terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan atau berhubungan seksual.

Selain memiliki gejala yang serupa, pendarahan implantasi kerap kali terjadi berdekatan dengan jadwal menstruasi. Ketika mengalami ini, banyak yang menganggap bahwa pendarahan ini merupakan gejala menstruasi, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Bedanya, meski berlangsung selama beberapa hari, pendarahan di masa awal kehamilan lebih pendek dari periode menstruasi. Untuk menstruasi, Bunda mungkin tidak akan mengalami pendarahan atau bercak sampai menstruasi dimulai. Begitu menstruasi dimulai pun, pendarahan yang keluar akan lebih banyak dan bisa berlangsung selama sekitar seminggu.

2. Mudah lelah

Saat menjelang menstruasi, Bunda mungkin merasa lelah bahkan jika tidak sedang melakukan sesuatu yang berat, dan rasa lelah ini akan hilang ketika periode menstruasi sudah dekat. Rasa lelah sebelum menstruasi ini dapat diatasi dengan melakukan beberapa olahraga ringan yang dapat meningkatkan kualitas tidur Bunda.

Di sisi lain, jika menstruasi tertunda, dan Bunda masih mengalami kelelahan yang ekstrem, ini bisa jadi merupakan gejala kehamilan. Rasa lelah yang ekstrem terjadi selama kehamilan karena lonjakan kadar progesteron yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan kadar gula. Bunda dapat mengatasinya dengan mengasup cukup nutrisi baik, latihan pernapasan, tidur siang singkat, dan minum cukup air di siang hari.

3. Mengidam (menginginkan atau bahkan menolak makanan tertentu)

Kebiasaaan makan kita cenderung berubah ketika mengalami PMS, contohnya Bunda mungkin tiba-tiba menginginkan makanan manis, cokelat, karbohidrat, atau makanan asin, dan nafsu makan akan meningkat. Dalam kasus PMS, meskipun Bunda mengidam makanan tertentu, keinginan tersebut masih dapat ditahan.

Ketika hamil, Bunda mungkin sangat mengidam beberapa makanan dan tidak suka makanan lain. Beberapa ibu hamil juga mengidam parah dan merasa ingin makan benda-benda yang bahkan bukan makanan seperti serpihan cat kering, potongan logam, dan es. Tanda-tanda ini tidak muncul di PMS, dan jika Bunda mengalami mengidam seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

4. Mual dan muntah

Meski jarang sampai muntah, sangat wajar jika Bunda merasa mual sebelum periode menstruasi. Ini biasanya disebabkan oleh tingkat prostaglandin yang tinggi yang meningkat menjelang dimulainya menstruasi. Rasa mual ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Jika menstruasi Bunda tertunda, ditambah rasa sangat mual, maka ini mungkin merupakan tanda awal kehamilan. Mual saat hamil biasanya terasa saat dua hingga delapan minggu setelah pembuahan terjadi, dan berlanjut selama kehamilan. Meski dikenal dengan sebutan ‘morning sickness‘, rasa mual ini mungkin terjadi setiap saat sepanjang hari.

5. Kram perut atau panggul

Kram selama PMS sering terjadi, dan tingkat keparahannya bervariasi sesuai dengan disposisi genetik dan sistem tubuh. Namun, saat perdarahan dimulai, rasa sakitnya akan berkurang dan perlahan hilang saat menstruasi selesai. Seiring bertambahnya usia, rasa kram dan nyeri terkait menstruasi ini pun akan cenderung berkurang.

Di sisi lain, kram perut atau panggul ketika hamil terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, dan biasanya terjadi bersamaan dengan bercak selama awal kehamilan. Bunda mungkin mengalami kram di punggung bawah atau perut bagian bawah, yang berlanjut selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, dan berlangsung lebih lama daripada kram PMS.

Baca Juga: Tanda – Tanda Hamil Muda dan Cara Menanganinya!

 

Tanda awal kehamilan yang sama persis dengan gejala PMS:

Selain 5 gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga beberapa gejala yang lebih umum dan dapat dialami meski Bunda tidak hamil, seperti:

  1. Sakit punggung.
    Bunda mungkin mengalami sakit punggung saat haid sudah dekat, dan juga saat hamil.
  2. Sakit kepala.
    Sakit kepala dan migrain sering terjadi selama kehamilan dan sebelum menstruasi.
  3. Sembelit.
    Hormon progesteron menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit. Karena kadar hormon ini meningkat selama paruh kedua siklus menstruasi, jadi mereka yang sedang menstruasi pun bisa mengalami sembelit, seperti halnya juga sembelit yang disebabkan perubahan hormonal di awal kehamilan.
  4. Payudara terasa lebih lembut dan bengkak.
    Payudara nyeri, bengkak, terasa berat, sensitif, dan membesar merupakan hal yang wajar terjadi, baik sebelum menstruasi, maupun pada awal kehamilan.
  5. Meningkatnya frekuensi buang air kecil.
    Sering buang air kecil juga lumrah terjadi saat akan haid dan di awal kehamilan.
  6. Perubahan suasana hati (mood swings).
    Mudah tersinggung, depresi, kecemasan, menangis, dan perubahan suasana hati, semuanya normal sebelum menstruasi dan selama kehamilan.

Baca Juga: Cara Cepat Hamil Bagi Pasutri Baru Menikah

 

Gejala yang hanya bisa terjadi di awal masa kehamilan.

Jika sebelumnya kita membahas mengenai tanda awal kehamilan yang mirip dengan gejala menstruasi, maka agar lebih dapat memastikan dugaan kehamilan, kali ini kita akan membahas gejala khas yang biasanya hanya terjadi ketika Bunda sedang hamil, di antaranya:

  1. Puting yang menggelap.
    Kadar estrogen dalam tubuh meningkat, yang kemudian menyebabkan perluasan ukuran areola atau puting. Saat kehamilan berlanjut, peningkatan kadar estrogen ini biasanya menyebabkan penggelapan areola, dan mungkin akan tetap gelap bahkan setelah melahirkan.
  2. Perubahan lendir serviks.
    Salah satu indikasi umum ovulasi adalah perubahan lendir serviks. Jika Bunda hamil, maka lendir menjadi putih, seperti susu, dan encer, atau bisa juga lengket.
  3. Sesak napas.
    Bunda akan mengalami sesak napas saat rahim berkembang dan mendorong ke atas perut, sehingga mengurangi ruang untuk pertukaran oksigen.
  4. Peningkatan suhu tubuh basal.
    Ketika Bunda hamil, suhu tubuh basal (BBT) akan sedikit meningkat segera setelah ovulasi dan akan terus meningkat selama kehamilan.

 

Memeriksakan kehamilan dengan alat, apa yang harus diperhatikan?

Jika dari tanda-tanda di atas Bunda menduga bahwa Bunda telah hamil, Bunda bisa mencoba mengetes menggunakan alat tes urin (test pack) yang bisa digunakan sendiri di rumah. Namun, agar lebih akurat, dokter akan dapat mengkonfirmasi dengan tes lebih lanjut. Jika pengujian di klinik atau rumah sakit memberikan hasil negatif untuk kehamilan, tetapi menstruasi Bunda tetap terlambat, dokter mungkin akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk memberikan pengobatan sesuai kondisi Bunda.

Jika hasil pemeriksaan dokter adalah positif, Bunda diharapkan untuk menjaga kesehatan Bunda dan si jabang bayi hingga waktu persalinan nanti, sambil mengisi waktu dengan mempersiapkan kebutuhan untuk ketika Si Kecil lahir nanti.

Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati di awal masa kehamilan tak perlu yang berat-berat, bisa dimulai dari membeli perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi, misalnya.

Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Bunda bisa mencoba produk yang memang dikhususkan untuk bayi baru lahir, seperti rangkaian produk Cussons Baby Newborn yang telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, sehingga cocok untuk kulit bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Usahakan tidak menjadikan gejala PMS atau tanda awal kehamilan sebagai beban pikiran Bunda. Agar lebih pasti, segera periksakan ke klinik atau rumah sakit terpercaya, agar Bunda bisa segera mendapatkan perawatan sesuai dengan gejala yang Bunda alami.

 

 

 

Related Artikels