Kenali Tanda – Tanda Hamil Muda dan Cara Menanganinya!

Meskipun tes kehamilan dan ultrasound adalah cara yang paling pasti untuk mengetahui apakah Bunda positif hamil atau tidak, ada gejala-gejala yang akan dialami tubuh Bunda yang juga dapat menjadi tanda – tanda hamil. Gejala-gejala seperti morning sickness (mual di pagi hari), sensitif terhadap bau-bauan, sakit punggung, kram, begah, konstipasi, dan gejala lainnya kadang-kadang akan membuat Bunda merasa tidak nyaman selama masa kehamilan.

Pernahkah Bunda mempertanyakan mengapa ibu hamil mengalami kram atau sakit punggung di awal kehamilan? Padahal berat dan ukuran janin di awal masa kehamilan tentunya masih kecil. Lantas apa yang menyebabkan kram dan sakit punggung yang Bunda alami selama hamil?

 

Penyebab kram di awal kehamilan

Pada awal masa kehamilan, Bunda mungkin mengalami kram yang terasa mirip dengan kram saat menstruasi. Gejala ini mungkin disebabkan oleh rahim yang membesar atau peningkatan kadar progesteron. Pada kebanyakan kasus, sakit perut pada awal kehamilan disebabkan oleh perubahan tubuh yang normal, seperti:

  1. Implantasi embrio.
    Ketika embrio, atau dikenal sebagai telur yang telah dibuahi, menanamkan dirinya ke dalam lapisan dinding rahim, ini dapat menyebabkan sedikit kram di perut bagian bawah. Ini dikenal sebagai kram implantasi dan biasanya bisa menjadi tanda pertama kehamilan.
  2.  

  3. Pertumbuhan rahim.
    Selama dua trimester pertama kehamilan, terjadi pertumbuhan uterus (rahim) yang cepat untuk menampung janin yang sedang tumbuh. Ini juga dapat menyebabkan kram kehamilan di awal kehamilan. Karena ligamen dan otot yang menopang rahim juga tumbuh, Bunda juga dapat merasakan nyeri yang tajam setiap kali Bunda berdiri, berganti posisi atau bersin/batuk.
  4.  

  5. Orgasme.
    Jika Bunda melakukan hubungan seksual saat hamil, mungkin Bunda akan mengalami kram setelah mencapai orgasme. Rasa nyerinya mungkin terasa mirip dengan kram menstruasi dan biasanya akan hilang segera setelahnya. Ini tidak berarti bahwa ibu hamil harus berhenti berhubungan intim. Namun, jika rasa sakitnya parah dan disertai dengan pendarahan, segera konsultasikan dengan dokter.
  6.  

  7. Kontraksi Braxton Hicks.
    Kontraksi Braxton Hicks adalah rasa nyeri seperti saat persalinan yang dapat terjadi pada trimester kedua kehamilan (meskipun lebih sering terjadi pada trimester ketiga). Selama kontraksi ini berlangsung, Bunda biasanya akan merasa rahimnya menegang selama sekitar tiga puluh detik hingga satu menit penuh. Kontraksi Braxton Hicks tidak teratur, jarang, dan tidak dapat diprediksi. Penyebabnya antara lain adalah keaktifan ibu atau bayi, kandung kemih penuh, dan dehidrasi.

 

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, kram dapat disebabkan oleh beberapa masalah kehamilan seperti:

  • Keguguran dini.

Dalam skenario kasus terburuk, kram bisa berarti keguguran. Jika kram parah dan terus memburuk selama berjam-jam, bisa jadi ini merupakan pertanda keguguran, terutama jika dibarengi keputihan, atau terjadi pendarahan.

  • Kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim. Misalnya, ia dapat menempel pada tuba falopi, rongga perut, atau leher rahim. Jika Bunda mengalami kram yang parah, pergilah ke UGD untuk memeriksakan diri sesegera mungkin.

 

Selain kram, sakit punggung juga merupakan salah satu tanda – tanda hamil yang biasanya Bunda alami.

 

Penyebab sakit punggung pada awal masa kehamilan (trimester pertama):

  1. Peningkatan hormon.

    Selama masa kehamilan, tubuh Bunda akan melepaskan hormon yang membantu ligamen dan sendi di panggul Bunda agar melembut/mengendur, fungsinya adalah untuk membantu ketika proses persalinan bayi di kemudian hari. Namun, hormon ini tidak hanya bekerja di daerah panggul saja, tapi juga bergerak ke seluruh tubuh, dan mempengaruhi semua persendian.

    Pelunakan dan pengenduran ligamen dan sendi inilah yang sering Bunda rasakan dampaknya dalam bentuk rasa nyeri dan sakit pada punggung.

  2.  

  3. Stres.
    Stres bisa menjadi penyebab sakit punggung, baik saat hamil atau tidak, karena dapat meningkatkan rasa nyeri dan kekakuan pada otot. Jika perubahan hormon saja sudah mempengaruhi sendi dan ligamen Bunda, maka sedikit saja kecemasan tentang pekerjaan, keluarga, kehamilan, atau apa pun dapat semakin menambah sakit punggung yang Bunda alami selama kehamilan.

 

Penyebab sakit punggung pada trimester kedua dan ketiga:

  • Pergeseran pusat gravitasi tubuh dan penambahan berat badan.

Semakin lama usia kehamilan, semakin besar pula perut Bunda, sehingga pusat gravitasi tubuh jadi merayap ke bagian depan perut. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada postur tubuh, dan dapat memengaruhi cara kita duduk, berdiri, bergerak, dan tidur. Tubuh kita juga harus menopang berat bayi dalam kandungan yang juga terus bertambah, yang dapat membuat otot tegang. Perpaduan dari postur tubuh yang buruk, berdiri terlalu lama, dan membungkuk dapat memicu atau memperburuk nyeri punggung.

 

Bagaimana mengatasi kram dan sakit punggung selama kehamilan?

Mengatasi kram atau sakit di bagian abdomen:

  • Mandi atau berendam air hangat.
  • Olahraga teratur akan memperkuat dan mengencangkan otot perut. Namun, hindari latihan sambil berbaring telentang selama lebih dari beberapa menit setelah trimester pertama, karena ini dapat menurunkan aliran darah ke bayi yang sedang berkembang.

 

Mencegah dan mengatasi sakit punggung:

  • Jaga agar berat badan terkendali dengan diet dan olahraga yang tepat.
  • Hindari mengonsumsi pereda nyeri kecuali diperlukan; sebagai gantinya, gunakan bantalan pemanas di punggung untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Latihan khusus untuk memperkuat otot perut juga bisa membantu mengurangi sakit punggung.
  • Cobalah korset kehamilan untuk menopang perut.
  • Kenakan sepatu atau sisipan sepatu yang dirancang untuk wanita hamil, dan hindari sepatu hak tinggi.
  • Jangan berdiri dalam waktu lama.
  • Duduk tegak.
  • Tidur di kasur yang kokoh, berbaring miring dengan bantal di antara kedua kaki dapat meredakan rasa nyeri.
  • Hati-hati saat mengangkat beban berat.

 

Olahraga selama kehamilan, perlukah?

Selain membantu mencegah dan mengatasi kram dan nyeri punggung selama masa kehamilan, olahraga juga dapat membantu mencegah diabetes gestasional, atau gula darah tinggi selama kehamilan. Namun, perlu diperhatikan juga agar tidak melakukan olahraga di luar batas kemampuan Bunda. Beberapa pertimbangan untuk memilih olahraga yang tepat bagi ibu hamil, antara lain:

  • Hindari olahraga atau aktivitas lain yang berisiko jatuh atau melukai perut.
  • Berjalan kaki atau berenang merupakan pilihan olahraga yang aman.
  • Hindari berolahraga sama sekali jika Bunda memiliki kondisi seperti penyakit jantung atau paru-paru, serviks yang melemah, tekanan darah tinggi (preeklamsia), masalah dengan plasenta, pendarahan, atau mereka yang berisiko mengalami persalinan dini.

Tidak peduli seberapa bugar kondisi Bunda, selalu lakukan konsultasi dengan dokter untuk memutuskan boleh atau tidaknya Bunda berolahraga, dan olahraga seperti apa yang paling cocok untuk Bunda.
 

Baca Juga: Hamil 2 Bulan – Perkembangan Janin Hingga Perubahan Tubuh

 

Apa yang bisa dilakukan jika tidak bisa berolahraga selama kehamilan?

Kondisi kesehatan tidak memungkinkan Bunda untuk melakukan olahraga selama kehamilan? Tenang, masih banyak hal yang bisa Bunda lakukan selama masa kehamilan untuk menyiapkan kedatangan si buah hati, di antaranya:

  • Membaca-baca buku tentang kehamilan dan parenting.
  • Melakukan kegiatan yang dapat memberi stimulasi, sekaligus meningkatkan bonding antara Bunda dan si jabang bayi, seperti misalnya mengajaknya mengobrol, membacakan cerita, atau memperdengarkan lagu.
  • Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati saat ia lahir nanti.

Dengan begitu banyak hal yang perlu disiapkan, waktu 9 bulan pun seperti tak cukup untuk menyiapkan kedatangan si kecil, mulai dari mempersiapkan kamar bayi, ranjang, perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, perlengkapan mandi, dan masih banyak lagi. Tak perlu semua langsung dibeli, Bunda. Manfaatkan masa awal kehamilan untuk melakukan riset perlengkapan bayi yang harus dibeli, seperti misalnya perlengkapan mandi khusus untuk bayi baru lahir.

Salah satu riset perlengkapan bayi yang sebaiknya mulai Bunda lakukan adalah memahami perbedaan kulit bayi baru lahir yang lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni, sehingga cocok untuk kulit bayi baru lahir yang lebih tipis dan sensitif, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Selain mempersiapkan barang-barang, mempersiapkan dana, mempersiapkan pengetahuan, dan juga mental Bunda, pastikan juga untuk benar-benar menjaga kondisi fisik Bunda. Dengan adanya tanda tanda hamil yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh Bunda, ada baiknya untuk tidak melupakan istirahat yang cukup selama masa awal kehamilan.

 

 

 

Related Artikels