Memanfaatkan Bedak Bayi Sebagai Sensory Play Seru untuk Si Kecil

Mengikuti tumbuh kembang anak memang menyenangkan, ya, Bunda? Melihat si Kecil semakin pintar melakukan sesuatu ketika bermain tentu membuat Bunda bangga. Ada banyak permainan yang membuat mereka semakin pintar, lho. Salah satunya Sensory Play atau bermain sambil melatih sensor si Kecil.

Seorang Ilmuwan asal Italia, Dr. Maria Montessori mengembangkan konsep belajar sambil bermain. Dalam studinya, sensory play untuk bayi adalah salah satu yang paling diminati.

Sensor memiliki peran besar terhadap perkembangan tubuh dan tumbuh kembang otak si Kecil. Melalui rangkaian sensory play, indera-indera si Kecil akan dirangsang secara aktif. Baik indra penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, dan peraba atau sentuhan.

Sentuhan adalah salah satu indera yang memiliki peran besar terhadap tumbuh kembang si Kecil. Setiap sentuhan yang dilakukan oleh si Kecil akan dikirimkan menjadi pesan ke otak dan membantu si Kecil mengenali benda tersebut.

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Francis McGlone, Neuroscientist Liverpool JM University dan Research and Development Cussons Baby. Penelitian ini menyebutkan bahwa kulit anak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi.

Sentuhan merupakan indera pertama dari panca indera yang dimiliki manusia. Sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, setiap sentuhan lembut yang dirasakan oleh si Kecil akan diartikan sebagai pesan “feel-good” ke otak. Efek sentuhan ini begitu besar untuk tumbuh kembang mereka.

Bahkan, tidak hanya kognitif, efek sentuhan bagi si Kecil pun bisa mempengaruhi perkembangan emosi mereka sejak bayi.

 

Sensory play baik untuk perkembangan kognitif bayi

sensory play

Sensory play bisa mendukung perkembangan kognitif dan motorik bayi

Jean Piaget, Ahli Psikologi Anak asal Swiss mengatakan dalam studinya bahwa perkembangan kognitif anak sangat dipengaruhi oleh stimulasi dan pengalaman. Dua hal ini bisa didapatkan seiring dengan pertumbuhan mereka.

Pengalaman, misalnya. Bisa didapatkan dari hal-hal yang diajarkan orang tua kepada si Kecil. Contohnya mengajak si Kecil ke kebun binatang, mengobrol, atau sekadar berjalan-jalan di taman.

Sementara itu, stimulasi bisa didapatkan dari permainan-permainan yang dimainkan si Kecil. Salah satunya sensory play seperti slime, pasir, bahkan saat mereka memegang barang-barang di sekitarnya.

Melalui sensory play, si Kecil akan merasakan tekstur baru yang menjadi informasi untuk disimpan di otak. Sensory play untuk bayi memberikan stimulasi yang akan membentuk jaringan dan menghubungkan sel-sel otak anak.

Semakin berkembangnya stimulasi si Kecil, mereka pun akan semakin fokus. Benar, Bunda. sensory play untuk bayi bisa membantu Ayah dan Bunda mengajarkan si Kecil untuk lebih fokus.

Dalam hal ini, informasi sensorik yang didapatkan oleh si Kecil akan dipilih menjadi yang ingin digunakan dan tidak digunakan. Proses inilah yang membuat mereka semakin fokus saat bermain.

Hal kognitif lain yang turut berkembang ketika Ayah dan Bunda memberikan permainan sensory pada bayi adalah meningkatnya kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berbahasa.

Si Kecil yang terus diberikan stimulus akan memiliki rasa penasaran tinggi. Ia akan bertanya dan Ayah serta Bunda tentu menjawab sesuai dengan objek yang ditanyakan.

Misalnya, ketika si Kecil sedang menggenggam botol sabun. Maka Ayah dan Bunda akan menjawabnya dengan ciri-ciri botol tersebut. Seperti “Itu adalah botol, permukaannya halus dan berwarna biru.” 

Penjelasan ini akan membantu menambah kosakata si Kecil dan membantu mereka dalam merangkai kalimat.

Semua stimulus tersebut pun bisa berkembang menjadi imajinasi dan kreativitas. Yang artinya, dari sebuah sensory play, si Kecil menerima banyak stimulus terhadap otaknya. Inilah mengapa sensory play untuk bayi sangat dibutuhkan dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil yang lebih baik. 

Baca juga : Kolik Pada Bayi: Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Melatih perkembangan motorik si Kecil

melatih motorik anak

Bermain seru dengan si Kecil bisa menjadi cara mendukung perkembangan kognitif dan motoriknya

Tidak hanya mendukung perkembangan kognitif, sensory play untuk bayi juga melatih perkembangan motorik sejak dini. Baik motorik halus maupun motorik kasar.

Saat bermain, si Kecil akan melibatkan koordinasi otot kecil atau motorik halus mereka. Gerakan seperti memegang, meremas, menyentuh, mengambil, mengangkat, dan lain sebagainya.

Perkembangan motorik halus yang baik sangat dibutuhkan oleh si Kecil, lho Bunda. Meskipun sederhana, namun ternyata motorik halus yang berkembang baik dapat mendukung kegiatan kognitif mereka. 

Hal ini karena motorik halus dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menulis, atau memegang sendok dan piring saat makan.

Sementara itu, motorik kasar adalah koordinasi antar anggota tubuh si Kecil. Seperti berjalan, melompat, atau berlari. Perkembangan motorik kasar yang baik tentu dibutuhkan oleh si Kecil. Terutama dalam mengelola gerak tubuh.

Baca juga : Bayi Baru Lahir: Panduan dan Rutinitas Merawat Si Kecil

Memanfaatkan benda sekitar untuk sensory play

Apa saja sih, jenis-jenis sensory play untuk bayi?

sensory play membutuhkan benda yang dapat menstimulasi indera peraba atau sentuhan si Kecil. Seperti benda yang memiliki tekstur sedikit kasar, kenyal, halus, dan bisa digenggam.

Sebenarnya, sudah banyak jenis-jenis sensory play untuk bayi yang dijual di pasaran. Namun, ternyata Bunda bisa lebih kreatif, lho, dalam menyediakan sensory play untuk bayi.

Contohnya dengan memanfaatkan benda-benda di lingkungan sekitar. Sebut saja makanan, rumput taman, tanah, atau bahkan produk perawatan si Kecil.

Dengan menggunakan benda-benda di sekitar, si Kecil pun akan lebih terstimulasi karena Ia akan menemukan benda tersebut dalam kesehariannya. Hal ini pun dapat mendukung perkembangan emosionalnya.

Salah satu benda yang bisa Bunda manfaatkan untuk melatih sensorik si Kecil adalah bedak bayi.

Bedak bayi menjadi pilihan pintar bagi Bunda untuk memberi tahu berbagai macam tekstur pada si Kecil.

Selain itu, komposisi bedak bayi yang aman pun menjamin risiko minimal ketika si Kecil bermain dengannya.

Dalam memberikan bedak bayi sebagai alat bermain sensorik, Bunda bisa melakukan banyak hal kreatif.

Pertama, Bunda bisa menggunakan bedak tanpa campuran untuk mengajarkan si Kecil tentang tekstur lembut. Izinkan si Kecil menyentuh, meremas, dan mencium aroma bedak yang mereka mainkan.

Ketika bermain, Bunda tidak hanya melatih indera sentuhan si Kecil, tapi juga indera penciumannya.

Kedua, Bunda bisa mencampurkan bedak ke dalam slime. Slime sangat terkenal sebagai sensory play untuk bayi yang mudah didapatkan dan cenderung aman. Tentu tetap dengan pengawasan Ayah dan Bunda agar tidak ada bahan permainan yang dihirup atau ditelan oleh si Kecil.

Dengan menambahkan bedak bayi ke dalam Slime, Ayah dan Bunda memberikan tekstur tambahan pada slime yang dimainkan. Bersamaan ketika si Kecil meremas slime, Bunda bisa menjelaskan tekstur baru yang dihasilkan. Jika sebelumnya kenyal dan halus, kini ada sensasi bubuk di dalam slime yang bisa dirasakan si Kecil.

Ketiga, gunakan botol bedak untuk melatih genggaman si Kecil. Tidak hanya isinya, botol bedak pun bisa digunakan untuk melatih indera si Kecil.

Dengan membebaskan si Kecil menggenggam botol bedaknya, maka Bunda sudah menstimulasi motorik halusnya. 

Biarkan juga si Kecil bermain-main dengan gerakan menuang, memeluk, dan mengangkat botolnya. Stimulasi yang dilakukan terus-menerus akan membuat otot-ototnya semakin familiar dengan gerakan semakin terlatih untuk bergerak.

Memanfaatkan bedak bayi sebagai alat bermain sensory play untuk si Kecil termasuk pilihan aman, lho, Bunda. Apalagi jika produk bedak bayi yang digunakan memiliki komposisi bahan yang alami dan teruji klinis untuk si Kecil.

cossons baby powder

Cussons Baby Powder dengan inovasi MoodscentTM membuat sensory play si Kecil dengan Ayah dan Bunda semakin seru dan bermakna

Salah satu rekomendasi bedak dengan komposisi bahan alami yang aman untuk si Kecil adalah Cussons Baby Powder. Dilengkapi dengan inovasi MoodscentTM ,Cussons Baby Powder memiliki keamanan yang teruji sebagai produk perawatan bayi.

Inovasi MoodscentTM yang dapat menstimulasi emosi positif bayi membuat sensory play untuk bayi semakin bermakna. Saat bermain, anak tidak hanya mendapatkan stimulasi sentuhan, tapi juga aroma yang membuat mood mereka lebih baik dan lebih ceria.

Tidak hanya itu, kandungan essential oil yang alami pun membuat si Kecil semakin aman ketika menggunakan Cussons Baby Powder. 

Hadir dalam tiga varian, yaitu vanilla, sakura, dan berries, Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodscentTM dapat menstimulasi si Kecil menjadi lebih happy

Apalagi dengan sentuhan lembut Ayah dan Bunda di setiap usapan. Tentu momen bermain bersama si kecil akan semakin berarti.

Baca juga : Panduan Perawatan Rambut Bayi Baru Lahir Bagi Ibu Baru

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!