Cara Menumbuhkan Rambut Bayi Yang Botak Setelah Cukur

Bagaimana cara menumbuhkan rambut bayi yang botak? Banyak bunda mempertanyakan hal ini. Biasanya kekhawatiran ini muncul setelah mencukur rambut bayi hingga botak dan setelah tumbuh kembali ternyata tidak selebat sebelumnya atau rambut bayi yang botak akibat rontok atau sedari awal memang pertumbuhannya kurang.

Sebelum membahas bagaimana cara menumbuhkan rambut bayi yang botak, kita perlu mencari tahu terlebih dahulu beberapa hal, seperti:

  • Bagaimana fisiologi pertumbuhan rambut bayi?
  • Apa penyebab kebotakannya?
  • Apa faktor penentu pertumbuhan rambut bayi?

 

Bagaimana Fisiologi Pertumbuhan Rambut Bayi?

Rambut bayi baru lahir merupakan rambut janin yang dinamakan lanugo. Lanugo tidak hanya terdapat di kepala, namun juga terdapat di tubuh bayi. Lanugo bermanfaat untuk melindungi janin dalam kandungan, mengatur suhu tubuh janin, dan memudahkan vernix atau zat lilin untuk menempel pada kulit janin. Umumnya rambut janin akan rontok saat bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan.

Pertumbuhan rambut setiap bayi berbeda beda. Tidak semua bayi dilahirkan dengan kecepatan pertumbuhan rambut yang sama. Ketebalan dan tekstur rambut bayi baru lahir tidak menentukan bagaimana rambut bayi di kemudian hari. Beberapa bayi yang terlahir dengan rambut yang halus dan tipis saat lahir dapat memiliki rambut yang tebal dan lebat di kemudian hari; dan begitu pula sebaliknya. Hal ini dikarenakan rambut bayi dalam pertumbuhannya juga akan dipengaruhi oleh perawatan, asupan nutrisi, dan genetik serta faktor lingkungan.

 

Apa Saja Penyebab Kebotakan Pada Bayi?

Untuk dapat mengetahui cara yang tepat untuk menumbuhkan rambut bayi yang botak, terlebih dahulu kita harus mengetahui penyebab kebotakannya.

Bayi botak dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  • Adanya cradle cap. Cradle cap merupakan hal yang lazim ditemui pada bayi. Cradle cap dapat ditemukan berupa lapisan kerak atau sisik berwarna putih kekuningan yang berminyak pada kulit kepala bayi dan menyebabkan rambut bayi menjadi rapuh dan mudah tercabut dari akarnya.
  • telogen effluvium. Telogen effluvium adalah suatu kondisi dimana siklus hidup rambut berada pada fase telogen atau fase istirahat dalam waktu yang lebih lama dari yang seharusnya. Normalnya, rambut berada dalam fase telogen atau fase istirahat sekitar 10 hingga 15 persen saja. Telogen effluvium umumnya akan teratasi dengan sendirinya dan rambut bayi akan tumbuh dengan sendirinya dalam waktu enam bulan hingga satu tahun.
  • Tinea capitis. Tinea capitis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Tinea capitis dapat menyebabkan kebotakan meluas.
  • pengaruh hormonal saat bayi dalam kandungan. Kadar hormon ibu saat hamil seperti estrogen mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi menjadi tipis dan mudah rontok.
  • kurangnya asupan nutrisi yang menunjang pertumbuhan rambut. Berbagai nutrisi dan vitamin yang berperan pada pertumbuhan rambut diantaranya: protein dan berbagai asam amino esensial, vitamin A, B, C, D dan E, omega 3 dan antioksidan, serta berbagai mineral seperti zinc dan magnesium. Kekurangan berbagai nutrisi tersebut dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah rontok.
  • Produk perawatan rambut yang salah. Pemakaian produk perawatan rambut yang kurang tepat atau tidak sesuai dapat menyebabkan rambut bayi menjadi rontok dan mengalami kebotakan.
  • Cara perawatan rambut yang salah seperti keramas terlalu sering dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah rontok
  • Kebotakan akibat tekanan seperti pemakaian topi atau aksesori rambut lainnya secara terus menerus.

 

Baca Juga: 10 Cara Menumbuhkan Rambut Secara Alami

 

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rambut Bayi Yang Botak?

menumbuhkan rambut bayi
Tips Menumbuhkan Rambut Bayi Yang Botak Harus Bunda Ketahui Terlebih Dahulu Penyebabnya
  1. Cari dan atasi penyebab rambut rontok dan kebotakan. Perawatan terhadap rambut yang rontok dan mengalami kebotakan tidak akan membawa hasil maksimal apabila tidak disertai dengan upaya untuk mengatasi penyebabnya terlebih dahulu.
     
    Salah satu penyebab rambut bayi rontok adalah cradle cap. Cradle cap dapat diatasi dengan mengoleskan minyak seperti minyak kelapa, maupun minyak zaitun pada kulit kepala bayi sebelum dikeramas dengan menggunakan air hangat. Penyebab lainnya adalah tinea capitis. Tinea capitis dapat diobati setelah berkonsultasi dengan dokter untuk kemudian diresepkan obat anti jamur.
     
    Pada penyebab kebotakan yang dinamakan telogen effluvium, bunda dapat bersabar menunggu hingga bayi berusia 2 tahun sambil tetap melakukan berbagai cara menumbuhkan rambut si Kecil seperti perawatan dan pemberian nutrisi yang tepat. Apabila bayi sudah berusia 2 tahun dan rambutnya masih belum tumbuh juga, bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya.
  2.  

  3. Perhatikan asupan nutrisi bayi. Salah satu cara adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi bayi. Apabila bayi masih menyusui dengan air susu ibu, maka bunda sebaiknya mengkonsumsi makan bernutrisi seimbang untuk menunjang pertumbuhan rambut bayi. Apabila bayi sudah mulai mengkonsumsi makanan pengganti asi, maka ibu dapat memberikan makanan dengan kandungan nutrisi seimbang yang mencakup protein, asam amino esensial, berbagai vitamin serta mineral. Makanan makanan yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut bayi diantaranya:
    • Kacang kacangan, serealia, daging merah, daging ayam, ikan, telur, susu dan produk olahan lainnya kaya akan vitamin B6 dan B12
    • Bayam, wortel, pepaya, jeruk, brokoli, dan labu kuning kaya akan vitamin A
    • Daging ikan, daging ayam, telur, daging merah, susu dan kacang kacangan kaya akan protein
    • Hati, bayam merah, daging merah dan asi kaya akan zat besi
    • Buah buahan seperti jeruk, apel, wortel dan labu kuning kaya akan vitamin C
    • Alpukat kaya akan vitamin E dan omega 3
  4. Gunakan perawatan rambut yang sesuai. Hindari menggunakan produk perawatan atau sampo bayi dewasa untuk anak anak. Pilih produk perawatan yang sesuai dan mengandung bahan bahan alami yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut, diantaranya:
    • Minyak almond. Almond kaya akan kandungan asam amino esensial diantaranya asam oleat dan asam linoleat, protein, vitamin A, D dan E.
    • Kemiri mengandung asam amino esensial asam oleat, asam linoleat, protein, vitamin B1, serta vitamin E
    • Alpukat kaya akan asam lemak dan omega 3 serta vitamin E.
    • Madu kaya akan anti oksidan, vitamin B6, thiamin, niacin, riboflavin, asam pantotenat, asam amino, mangan, fosfor, kalsium dan seng
    • Minyak kelapa. Minyak kelapa kaya akan asam laurat, asam kaprat, asam oleat dan asam linoleat yang bermanfaat memperbaiki struktur protein keratin rambut, memiliki sifat anti mikroba dan anti jamur.
    • Seledri kaya akan vitamin A, asam amino esensial, vitamin B1, B2, B6 dan vitamin C.
    • Lidah buaya. Lidah buaya kaya akan vitamin A, C, E serta B12. selain itu lidah buaya memiliki efek anti inflamasi serta diperkaya dengan zinc.
  5. Cara lain menumbuhkan rambut bayi yang botak adalah dengan menghindari pemakaian topi atau bando secara terus menerus untuk bayi bunda. Karena penekanan topi atau bandana tersebut pada kulit kepala akan menghambat pertumbuhan rambut bayi. Hindari mengikat rambut dengan kencang karena akan menyebabkan rapuhnya akar rambut dan rambut menjadi mudah rontok
  6. Hindari keramas terlalu sering pada bayi. Bayi baru lahir hanya perlu dikeramas 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Bayi yang berusia lebih besar dapat dikeramas 2 hari sekali. Apabila anak sudah dapat beraktivitas seperti berjalan, berlari dan bermain sehingga banyak mengeluarkan keringat maka dapat dikeramas setiap hari dengan sampo yang sesuai.
  7. Apabila kebotakan atau kerontokan rambut bayi akibat pengaruh hormonal ibu saat masa kehamilan, maka tidak perlu khawatir. Rambut bayi akan tumbuh kembali setelah 6 bulan hingga dua tahun. Tips menumbuhkan rambut bayi akibat pengaruh hormonal adalah dengan tetap melakukan perawatan sesuai dengan kondisi kulit kepala dan rambut bayi serta memperhatikan asupan nutrisi seimbang yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut yang optimal.

 

Jadi apabila bunda ingin rambut bayi bunda lebat, selain memperhatikan berbagai tips dan cara menumbuhkan rambut si Kecil yang botak di atas, jangan lupa juga bahwa genetic memberi peran besar terhadap pertumbuhan rambut bayi. Demikian pula berbagai kondisi seperti cradle cap dan telogen effluvium, maupun penyakit seperti infeksi jamur tinea capitis juga mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi. Segera berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat kondisi di atas yang menyertai kebotakan pada bayi bunda.

Semoga berbagai tips dan cara menumbuhkan rambut bayi yang botak di atas dapat membantu bunda yang bayinya mengalami kebotakan.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami:

Related Artikels

Ayo, Jadilah Bagian dari Sahabat Bunda Cussons!