Bayi Susah Tidur: Penyebab dan Cara Menanganinya

Problema nyata yang dihadapi setiap hari oleh orang tua yang memiliki bayi biasanya ada dua, yaitu bayi susah tidur dan susah makan. Di usia awal kelahirannya, susah tidur biasanya menjadi masalah yang lebih sering terjadi, dan membuat Bunda lebih lelah karena kekurangan istirahat.

Beberapa skenario bayi susah tidur yang paling sering dialami orang tua, antara lain:

  1. Harus selalu digoyang-goyang/digendong.
    Meminjam istilah orang-orang tua, sudah terkena “bau tangan”, atau terlalu sering digendong, sehingga enggan tidur jika tidak digendong.
  2. Bisa tidur di manapun kecuali di rumah.
    Sering terjadi terutama jika Bunda membawa Si Kecil untuk berpergian, ketika di tempat tujuan perjalanan ia tertidur pulas, dan ketika pulang ke rumah ia malah terjaga.
  3. Waktu tidur singkat (mudah terbangun).
    Si Kecil mudah tertidur, namun hanya bisa tidur untuk waktu yang sangat singkat. Ia biasanya akan terjaga segera setelah 20-30 menit berlalu, dan tidak bisa tertidur kembali setelahnya, meski Bunda dapat melihat jelas bahwa ia masih lelah dan butuh istirahat lebih lama.
  4. Si penolak tidur.
    Dalam skenario ini, Si Kecil biasanya menolak untuk tidur bahkan ketika terlihat jelas bahwa ia sudah lelah dan membutuhkan tidur siang atau malamnya.
  5. Si perfeksionis.
    Membangun kebiasaan tidur untuk Si Kecil memang baik untuk membantunya tidur lebih mudah dan lebih cepat. Namun, ketika Si Kecil jadi tergantung pada rutinitas ini untuk membuatnya merasa nyaman, bisa jadi ketika ada satu hal saja yang tidak sesuai, ia jadi tidak bisa tertidur, contohnya musik pengantar tidur yang diubah, atau posisi tidurnya yang berubah.

Tak perlu panik jika bayi susah tidur di masa-masa awal kelahirannya. Waktu dan kebutuhan tidur bayi berbeda dengan tidur orang dewasa.

Baca Juga: Jam Tidur Bayi agar Si Kecil Tak Mudah Rewel, Catat Bun!

Banyak hal yang membuat Bunda khawatir sebenarnya merupakan perilaku normal Si Kecil yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Misalnya, bayi baru lahir perlu sering menyusu (8-12 kali setiap 24 jam), dan transisi ke pola tidur yang lebih lama akan terjadi secara bertahap. Secara umum, kita tidak bisa mengharapkan bayi tidur lebih dari 4-5 jam nonstop sampai mereka berusia minimal 3 bulan.

Bayi Susah Tidur

Penyebab Bayi Susah Tidur

bayi susah tidur

Pada masa awal kelahiran, bayi akan mengalami fase susah tidur. Terdapat berbagai cara mengatasi bayi yang susah tidur mulai dari menggendong hingga jadwal tidur yang berubah.

Meskipun susah tidur umumnya merupakan salah satu fase yang dialami Si Kecil, ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan bayi susah tidur, seperti:

  1. Jam internal bayi tidak sinkron dengan pembagian waktu 24 jam sehari.
    Sebagian besar bayi tidak mengembangkan ritme sirkadian yang didorong oleh hormon sampai mereka berusia 12 minggu, dan beberapa bayi membutuhkan waktu lebih lama dari itu untuk mengembangkan kesadaran terhadap waktu.
  2. Si Kecil lapar.
    Ketika lapar bayi akan merasa gelisah dan tidak akan bisa tidur. Bagaimanapun, di usia yang masih sangat kecil, bayi perlu sering diberi makan untuk tumbuh dan berkembang.
  3. Terlalu lelah.
    Terkadang Bunda salah mengartikan Si Kecil yang tampak aktif sebagai pertanda bayi belum siap tidur. Padahal ada kemungkinan ia sebenarnya sudah kelelahan. Alih-alih terjaga karena terlalu banyak istirahat, Si Kecil terus terjaga karena sistem respons stresnya macet.
  4. Interval jadwal tidur terlalu berdekatan.
    Dorongan fisiologis untuk tidur akan meningkat semakin lama kita terjaga. Jadi, tidak perlu heran jika Si Kecil yang tertidur cukup lama di sore hari, mengalami kesulitan tidur pada malam hari. Jika ini masalahnya, coba perpanjang waktu terjaga Si Kecil, namun pastikan untuk tidak membuatnya terlalu lelah sehingga malah membuat ia semakin sulit tidur.
  5. Jadwal tidur tidak konsisten.
    Anak-anak kecil mungkin tidur lebih lama di malam hari ketika mereka menumbuhkan kesadaran terhadap waktu tidur yang teratur (Staples et al 2015). Jika Si Kecil sulit tidur, ada kemungkinan jadwal tidur, atau bahkan jadwal bangunnya kurang konsisten, atau ia memerlukan rutinitas yang dapat membantunya menumbuhkan kesadaran akan jadwal tidurnya. Para ahli juga menunjukkan bahwa rutinitas persiapan waktu tidur yang konsisten di malam hari, seperti mandi, berpakaian dengan tenang untuk tidur, dan membaca cerita pengantar tidur, membantu anak untuk mudah tertidur di malam hari.
  6. Terlalu banyak stimulus.
    Beberapa orang tua tanpa sadar membuat jam menjelang waktu tidur terlalu menyenangkan, dan ini bisa membuat bayi lebih sulit untuk tertidur. Dengan mengajaknya mengobrol dengan terlalu energik, atau bermain meski hanya sekadar permainan “Cilukba” sekalipun, dapat meningkatkan sistem saraf simpatik Si Kecil. Sistem saraf inilah yang bertugas untuk membuat Si Kecil tetap waspada dan terjaga. Karena itulah peneliti menganjurkan agar orang tua membuat 2-3 jam terakhir sebelum waktu tidur menjadi waktu yang tenang.

Baca Juga: Berbagai Macam Arti Tangisan Bayi

Bagaimana membiasakan Bayi Agar Mudah Tidur

Bantu Si Kecil untuk mengenali dan mulai terbiasa pada jadwal tidurnya agar ia dapat beristirahat dengan lebih baik, dan berpengaruh pada tumbuh kembang yang optimal. Beberapa trik yang dapat Bunda lakukan, antara lain:

  1. Bangun rutinitas tidur.

Bangunkan bayi Bunda lebih awal besok, dan bangunkan ia di waktu yang sama setiap hari sesudahnya. Posisikan tempat tidur bayi di dekat jendela dan tutup tirai. Cahaya alami dapat membantu bayi mengatur ritme sirkadian mereka, sehingga membiarkannya tidur siang dengan tirai dapat membantu meningkatkan proses ini. Jika Si Kecil bangun dari tidur siang di siang hari, ia akan berpikir bahwa ini waktunya untuk bangun. Sebaliknya jika mereka bangun di malam hari dalam kegelapan, mereka akan belajar untuk kembali tidur.

  1. Biasakan bayi tidur di tempat tidurnya sendiri.

Letakkan Si Kecil di tempat tidurnya sendiri begitu ia terlihat mulai mengantuk. Beberapa ibu tidak tega meninggalkan bayi di tempat tidur sendiri, dan lebih memilih untuk menggendong Si Kecil hingga tertidur dan baru memindahkannya ke tempat tidur sesudah Si Kecil terlelap.

Dengan membiarkan Si Kecil masih terjaga ketika dipindahkan ke tempat tidur, Bunda sedang mengajarkan bahwa ketika ia berada di tempat tidur, maka sudah waktunya ia tidur. Jangan lupa juga untuk menyingkirkan selimut, mainan, atau benda-benda lain dari tempat tidurnya agar ia tidak terdistraksi.

  1. Buat ruangan tidur nyaman.

Kita sudah membahas mengenai bagaimana stimulus yang berlebihan bisa membuat Si Kecil lebih sulit tertidur, karena itu usahakan agar lingkungan tempat Si Kecil tidur tidak membuatnya bersemangat dan menolak tidur. Usahakan tidak menaruh terlalu banyak benda di kamarnya, lampu tetap menyala meski tidak terlalu terang, dan jauhkan dari sumber bunyi-bunyian (alat elektronik seperti radio atau televisi).

  1. Tenangkan Si Kecil.

Buat bayi tenang dan rileks sebelum tidur agar tidak memicu sistem saraf simpatiknya untuk bekerja dan membuatnya tetap terjaga. Bunda bisa membantu menerapkan kebiasaan sebelum tidur yang membuat bayi merasa rileks seperti memandikannya dengan air hangat dan memberinya pijatan lembut.

Saat melakukan ini, usahakan untuk menggunakan produk yang memang ditujukan untuk bayi baru lahir. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni.

Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, bisa Bunda gunakan untuk memandikannya, sedangkan Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream yang juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, bisa Bunda gunakan sembari memberi pijatan lembut pada Si Kecil setelah mandi agar kulit si kecil terjaga kelembapannya.

Pijatan lembut dan keberadaan Bunda bisa membantu menenangkan bayi susah tidur.

 

 

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!