Cari Tahu 7 Ciri-Ciri Nyamuk DBD di Sini! - Cussons Baby Indonesia

Cari Tahu 7 Ciri-Ciri Nyamuk DBD di Sini!

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sering mewabah di berbagai wilayah, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. 

Memahami ciri-ciri nyamuk pembawa virus dengue dan mengambil langkah pencegahan merupakan kunci utama dalam menghindari penyakit ini.

Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai penyebab utama demam berdarah, ciri-ciri nyamuk demam berdarah, serta cara mengatasi bekas gigitan nyamuk demam berdarah.

 

Penyebab Utama Demam Berdarah

Penyebab utama demam berdarah adalah virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Nyamuk ini bertindak sebagai pembawa virus dari satu individu ke individu lainnya.

 

7 Ciri-Ciri Nyamuk Demam Berdarah

Mengenali ciri-ciri nyamuk BDB dapat membantu Bunda dalam mengambil langkah pencegahan terhadap penyakit demam berdarah. Melansir dari HelloSehat, berikut adalah tujuh ciri-ciri yang paling umum:

1. Corak Tubuh

Nyamuk Aedes aegypti memiliki corak putih dan hitam pada tubuhnya. Corak putih ini terlihat jelas pada bagian kaki dan badannya.

2. Ukuran Tubuh

Berukuran lebih kecil dibandingkan dengan nyamuk biasa, membuatnya terkadang sulit untuk terlihat dengan jelas.

3. Waktu Aktif

Paling aktif di siang hari, terutama dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Informasi ini pun menjawab pertanyaan tentang nyamuk DBD muncul jam berapa.

4. Kebiasaan Saat Menggigit

Nyamuk ini memiliki kebiasaan menggigit dengan sudut yang hampir lurus, yang memudahkan mereka untuk menghisap darah.

5. Suara

Tidak bersuara bising saat terbang, membuatnya sulit dideteksi oleh manusia.

6. Tempat Berkembang Biak

Berkembang biak di tempat-tempat yang mengandung air bersih dan tenang, seperti vas bunga, drum, atau ban bekas.

7. Kecepatan Berkembang Biak

Siklus hidup dari telur menjadi nyamuk dewasa sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari.

 

Baca juga: Gejala DBD pada Bayi, Waspada Bahayanya

 

5 Cara Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk DBD

Bekas gigitan nyamuk demam berdarah bisa menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan bengkak. Melansir dari Alodokter, berikut adalah lima cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk DBD:

  • Mengompres dengan Air Dingin

Mengompres bekas gigitan dengan air dingin dapat membantu mengurangi rasa gatal dan bengkak.

  • Menggunakan Krim Antihistamin

Krim ini dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit.

  • Menghindari Menggaruk

Menggaruk bekas gigitan dapat menyebabkan infeksi dan memperburuk kondisi kulit.

  • Menggunakan Lidah Buaya

Gel lidah buaya dikenal dapat meredakan peradangan dan memberikan efek menyejukkan pada kulit.

  • Menggunakan Minyak Telon

Minyak telon memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan bengkak. Penggunaan minyak telon secara rutin pada area yang digigit dapat mempercepat proses penyembuhan dan memberikan efek menenangkan bagi kulit.

Dengan memahami ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti dan mengambil langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi virus dengue. Selalu jaga kebersihan lingkungan dan lakukan pencegahan penumpukan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

 

Rekomendasi Minyak Telon Anti Nyamuk

Nah, salah satu rekomendasi minyak telon anti nyamuk yang Bunda bisa manfaatkan untuk meredakan gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga adalah Cussons Baby Minyak Telon Plus.

Cussons Baby Minyak Telon Plus punya wangi telon yang khas dan memberikan kenyamanan,. Yang paling penting, Cussons Baby minyak telon plus ini memberikan perlindungan dari gigitan nyamuk selama paling tidak 8 jam, sehingga bayi nyaman dan tidak rewel.

Jadi, jangan lupa distok di rumah, ya Bun!

Konten Terkait

x

Dapatkan Produk Kami di Sini: