bermain air

Agar Balita Aman Bermain Air

Posted in 12+ Bulan, Anak, Balita

Anak-anak selalu tertarik pada selang air di kebun dan menjadikannya shower untuk bermain air sambil berlarian dan tertawa. Bagi anak-anak, bermain air memang hal yang sangat menyenangkan karena menyegarkan tubuh mereka khususnya di hari yang panas. Namun, semakin si Kecil aktif  bergerak serta rasa ingin taunya semakin bertambah, semakin Bunda perlu lebih waspada saat mereka bermain di dekat air. Tak hanya saat mereka berada disekitar kolam renang, atau bermain selang di taman, bahkan saat mereka berada di kamar mandi Bunda perlu berhati-hati dan terus mendampinginya, karena dalam waktu singkat dan dengan sedikit air dapat memicu kecelakaan yang mampu membahayakan si Kecil. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Bunda lakukan agar anak aman bermain di air:

 

bermain air

Agar Balita Aman Bermain Air

 

  1. Selalu awasi anak saat ia sedang berada di air
    Menurut Lois Lee, M.D., MPH., dokter ahli di Rumah Sakit Anak di Boston, AS, "Anak bisa saja mendadak tenggelam tanpa diketahui hanya dalam hitungan 25 detik. Bahkan di dasar air yang dangkal atau di kolam renang bayi." Anak yang belum punya pengalaman berenang perlu pengawasan ketat ketika mereka bermain di sekitar kolam atau pantai. Ini untuk berjaga-jaga saat anak kelelahan dalam air, tidak kuat berenang, dan akhirnya panik. Jangan mengasumsikan kita akan mendengar si Kecil berteriak atau memukul-mukul air ketika dia butuh bantuan. Itu hanya terjadi di film! Faktanya, kebanyakan anak dan orang dewasa tenggelam secara tiba-tiba tanpa mengirimkan tanda-tanda terlebih dahulu.

 

  1. Abaikan ponsel
    Buat aturan dengan diri Bunda sendiri. Ketika sedang berada di kolam, danau, atau pantai, matikan ponsel dan letakkan di tempat yang sulit untuk dijangkau. Anne Beasley, M.D., pakar kesehatan anak di Rumah Sakit Anak Phoenix mengatakan, "Jika Anda mendengar dering sms kemudian membukanya selama 5 detik, waktu tersebut sudah cukup lama bagi seorang anak untuk dapat tenggelam atau terpeleset. Namun, bukan berarti Anda harus meninggalkan ponsel di rumah. Akan lebih baik jika tetap membawanya untuk berjaga-jaga jika dalam keadaan darurat.”

 

  1. Berada dalam jangkauan. Pastikan si Kecil berada dalam jangkauan Bunda untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Apapun yang terjadi dengan si Kecil, kecepatan penyelamatan akan sangat berarti baginya. Bila Bunda memiliki kegiatan lain sehingga tidak bisa mengawasi si kecil sepanjang waktu, sebaiknya jauhkan si Kecil dari air dan ajak ia melakukan kegiatan lain.

 

  1. Ajarkan anak aturan mainnya
    Untuk memudahkan anda, ingatkan si Kecil tentang beberapa hal seperti tidak lari di sekitar kolam, tidak menyelam (bahkan di permukaan yang dangkal), tidak saling mendorong dengan teman, berhati-hati dengan tanah yang licin saat bermain air di taman, tidak menarik teman di dalam air, dan tidak berenang tanpa pengawasan orang dewasa.

 

  1. Hindari barang berbahaya. Hindarkan barang-barang berbentuk tajam yang ada di sekitarnya. Jika barang tersebut tidak dapat dipindakkan seperti tiang yang menacap di tanah, sebaiknya pindahkan lokasi bermain si Kecil ke tempat yang tidak terdapat benda-benda yang membahayakan. Jangan lupa juga untuk menutup semua stop kontak di kamar mandi. Perlengkapan kamar mandi termasuk toilet, keran, bak mandi, dan wastafel harus memenuhi unsur keamanan bagi si Kecil. Pilihlah perlengkapan kamar mandi yang berujung tumpul sehingga tidak membahayakan. Bila perlu, pasang karpet anti selip untuk mencegah balita terpelesat di kamar mandi.

 

Itulah beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan saat anak bermain air. Jangan lupa juga jaga kebersihan tubuhnya setelah bermain. Mandikan dia dengan sabun khusus anak agar tubuhnya terbebas dari bakteri selama ia bermain air. Pastikan Bunda terus menjaga keceriaannya dengan merawat kebersihannya bersama Cussons Kids yang selalu mendampingi Bunda dan si Kecil.

Related Posts

Tags: , , , , ,

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top