Tahap Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Bagaimana perkembangan janin Bunda mulai dari minggu pertama hingga proses melahirkannya nanti? Ada beberapa hal yang harus Bunda ketahui dan persiapkan hingga menjelang harinya nanti.

Bagi Bunda yang sedang menantikan persalinan, perjalanan sejak pertama kali Bunda menerima kabar tentang kehamilan, hingga hari-hari terakhir sebelum persalinan terasa menegangkan, bukan? Pasti rasanya tidak terbayangkan, ada sesosok makhluk kecil yang bertumbuh di dalam rahim Bunda.

Namun, tahukah Bunda bahwa tak hanya Bunda yang harus melalui perjalanan panjang, mulai dari mengalami morning sickness, mengidam, mengalami sakit punggung, kaki bengkak, hingga napas sesak, seiring dengan pertumbuhan bayi di dalam kandungan Bunda? Si buah hati pun melalui proses panjang perkembangan janin, mulai dari embrio hingga ia berwujud seperti apa yang Bunda lihat di hasil USG beberapa bulan lalu.

Yuk, simak proses perkembangan janin buah hati dalam kandungan Bunda, sejak minggu pertama, hingga kelahirannya!

 

Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Minggu 1-3: Kapan Bunda dianggap hamil?

Kehamilan sebenarnya dimulai pada hari pertama sejak menstruasi terakhir Bunda. Hal ini disebut usia kehamilan, atau usia menstruasi. Walaupun mungkin terdengar aneh, tanggal hari pertama haid terakhir Bunda akan menjadi tanggal penting untuk menentukan tanggal lahir Si Kecil. Ini dikarenakan pembuahan terjadi dua minggu sejak menstruasi terakhir Bunda. Yang terjadi adalah, jutaan sperma berenang ke hulu dalam upaya membuahi sel telur calon ibu, dan hanya satu yang berhasil menembus sel telur, membentuk susunan genetik yang akan menentukan jenis kelamin, penampilan fisik, kecerdasan, dan kepribadian Si Kecil.

perkembangan janin
Pahami Tahapan Perkembangan Janin si Kecil dari Minggu ke Minggu Hingga Proses Melahirkan Nantinya.

Dalam 24 jam setelah pembuahan, sel telur mulai membelah dengan cepat menjadi banyak sel, lalu tinggal di tuba falopi selama sekitar tiga hari setelah pembuahan. Kemudian sel telur yang telah dibuahi terus terbelah saat melewati tuba falopi menuju rahim Bunda, dan sesampainya di sana ia akan menempel pada endometrium. Proses ini disebut implantasi.

Beberapa orang akan menemukan bercak (sedikit pendarahan) selama satu atau dua hari ketika implantasi terjadi. Ini merupakan hal yang normal dan biasanya menjadi salah satu tanda awal untuk mengetahui bahwa Bunda telah hamil.

Dalam tiga minggu, sel-sel blastosit (sel telur yang telah dibuahi) akhirnya membentuk bola kecil, atau embrio. Saat ini, sel saraf pertama bayi telah terbentuk. Si jabang bayi akan disebut embrio terhitung sejak pembuahan hingga minggu kedelapan perkembangannya. Setelah minggu kedelapan, bayi akan disebut janin sampai lahir.

 

Minggu 4-8: Embrio

Pada saat Bunda hamil empat minggu, sel kecil di rahim Bunda telah tumbuh menjadi embrio. Meskipun ukurannya hanya sebesar benih bunga, banyak hal yang akan terjadi pada embrio, antara lain:

  1. Ada dua lapisan sel yang berkembang di dalam embrio:
    • Epiblast, yang akan membentuk seluruh tubuh bayi.
    • Hypoblast, lapisan sel sementara yang mendukung pertumbuhan embrio, misalnya dengan membuat kantung kuning telur untuk makanan.
  2. Di usia ini, embrio juga sudah dikelilingi oleh kantung ketuban, yang berisi cairan untuk melindunginya.
  3. Plasenta sedang dalam tahap awal perkembangan. Beberapa sel akan masuk ke dalam lapisan rahim Bunda untuk menyediakan suplai oksigen dari sistem peredaran darah Bunda ke si buah hati.
  4. Sementara itu, sel lain dari plasenta menghasilkan hormon yang berfungsi mengirimkan pesan untuk menghentikan menstruasi Bunda, dan yang menyebabkan hasil pemeriksaan kehamilan Bunda menjadi positif.
  5. Fitur wajah bayi pun terus berkembang. Telinga mulai dibentuk dengan wujud awal lipatan kecil kulit di sisi kepala. Muncul juga tunas kecil yang nantinya akan tumbuh menjadi lengan dan kaki. Jari tangan, jari kaki, dan mata juga terbentuk.
  6. Tabung saraf (otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf lain dari sistem saraf pusat) sekarang sudah terbentuk dengan baik. Saluran pencernaan dan organ sensorik juga mulai berkembang. Tulang mulai menggantikan tulang rawan.
  7. Kepala bayi akan bertambah besar sebanding dengan bagian tubuhnya yang lain pada saat ini. Sekitar 6 minggu, detak jantung bayi biasanya sudah dapat dideteksi.
  8. Setelah minggu ke-8, bayi Bunda pun disebut janin, bukan embrio. Pada akhir bulan kedua, panjang bayi Bunda akan sekitar 2,5 cm dan beratnya sekitar 1/30 ons.

 

Minggu 9-12: Janin

Pada minggu 9, bayi Bunda telah berubah wujud, dari embrio ke janin. Masih terlalu dini untuk menentukan apakah bayinya laki-laki atau perempuan, namun Bunda sudah bisa merasakan sentakan yang berasal dari cegukan bayi, ini merupakan salah satu gerakan paling awal yang dilakukan janin. Fitur wajahnya pun terus berkembang, dan pada akhir minggu ke-10, perkembangan janin Bunda telah mencapai 90% dari struktur anatomi yang dimiliki orang dewasa.

 

Minggu 13-17: Trimester kedua

Semua organ dalam si bayi telah terbentuk dan akan terus berkembang hingga trimester kedua dan ketiga. Meski matanya tetap terpejam, bayi Bunda sekarang bisa mulai mendengar. Di periode ini Bunda bisa mencoba mengajaknya berbicara atau membacakan cerita padanya agar dia bisa mengenal suara Bunda.

 

Minggu 18-21: Bayi menendang-nendang dalam perut Bunda

Gerakan bayi atau tendangan bayi akan mulai terasa di periode ini sampai dengan usia 22 minggu nanti. Pada minggu ke-22, bayi Bunda sudah sebesar kelapa. Bunda juga sudah dapat mengetahui apakah bayinya perempuan atau laki-laki di usia ini.

 

Minggu 22-25: Bayi mulai mengembangkan inderanya

Bayi Bunda sekarang memiliki berat sekitar 500 gr dan kemampuannya untuk melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan merasakan, semakin kuat setiap hari. Pita suaranya telah berkembang dan dia mulai mengenali suara Bunda dan mendengarkan suara hal-hal yang terjadi di tubuh Bunda.

 

Minggu 26-30: Trimester ketiga

Ini adalah bagian akhir dari kehamilan Bunda. Pada fase ini, Bunda mungkin akan mulai merasa tidak sabar menunggu waktunya bersalin, namun setiap minggu dari tahap akhir perkembangan janin ini penting untuk dilalui bayi karena prosesnya membantu mempersiapkan si bayi untuk dilahirkan.

Pada minggu ke-28, bayi Bunda sudah mulai membuka matanya, berkedip, dan berlatih bernapas. Pada periode ini, dia sudah mengembangkan pola tidur, ia bisa terbangun dan tertidur pada waktu yang sangat spesifik dalam sehari. Setelah 30 hingga 90 menit tidur, dia mungkin akan menendang untuk menunjukkan bahwa dia sudah bangun. Sepanjang trimester ketiga, berat badan bayi juga akan bertambah dengan cepat, menambah lemak tubuh yang akan membantu setelah lahir.

 

Minggu 31-34: Bayi tumbuh sembakin besar

Bayi Bunda sekarang beratnya sekitar 1,5 kg, dan besarnya kira-kira seukuran melon. Beratnya akan terus bertambah sekitar 750gr setiap minggunya sampai dia lahir. Otaknya sudah berkembang pesat, paru-parunya juga hampir berkembang sepenuhnya pada fase ini. Tubuh Bunda akan mulai mengirimkan antibodi yang akan melindunginya dari infeksi dan mempersiapkan dirinya untuk keluar dari rahim.

 

Minggu ke 35 hingga kelahiran: Posisi bayi sudah terbalik

Sebagai persiapan kelahirannya, si bayi sekarang sudah dalam posisi terbalik di dalam rahim Bunda. Jika belum terbalik, coba konsultasikan dengan dokter Bunda untuk kemungkinan dilakukan beberapa teknik untuk mempersiapkan si bayi untuk persalinan.

Setelah bayi Anda dalam posisi terbalik, kepalanya akan bersandar pada serviks atau mulut rahim Bunda, yang akan membuka atau melebar sehingga ia dapat melewati jalan lahir. Bunda mungkin juga akan menyadari si bayi bergerak lebih sedikit karena ruang dalam kandungan Bunda yang semakin sempit.

Di bulan terakhir ini, Bunda bisa melahirkan kapan saja. Sambil menunggu hari “H”-nya, saatnya merencanakan dan menyiapkan kedatangan si buah hati. Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati di awal masa kehamilan tak perlu yang berat-berat, bisa dimulai dari membeli perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi, misalnya.

Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni.

Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Saat sudah sampai di persiapan persalinan, rasanya luar biasa jika menengok kembali perkembangan janin dari awal pembuahan hingga minggu terakhirnya dalam kandungan Bunda. Apapun yang Bunda persiapkan untuk si buah hati ketika ia lahir nanti, jangan lupakan bahwa yang terutama adalah menyiapkan diri Bunda untuk menyandang peran ibu untuk si buah hati yang telah menempuh perjalanan panjang untuk bertemu Bunda.

 

 

 

 

Related Artikels