ARCHIVES VIDEO

Content Type :

Cara Memilih Minyak Rambut Bayi Yang Bagus
Cara Memilih Minyak Rambut Bayi Yang Bagus

Rambut si kecil yang lebat dan sehat tentunya impian dari setiap Bunda. Merawat dan menjaga kesehatan rambut si kecil tidak cukup hanya dengan keramas secara rutin ya Bunda.  Agar rambut si kecil tumbuh lebih lebat dan indah, Bunda juga perlu memberikan perawatan tambahan yaitu dengan mengoleskan minyak rambut bayi untuk memberikan nutrisi yang lebih bagi kulit kepala dan rambut si kecil, sehingga merangsang pertumbuhan rambut yang lebih lebat, sehat, dan kuat.

produk bayi
Berikan perawatan rambut bayi yang maksimal dengan minyak rambut bayi terbaik sehingga menutrisi dan menyebatkan rambutnya

Fungsi Minyak Rambut Untuk Bayi

Rambut yang sehat dan indah berasal dari kulit kepala yang sehat. Tahukah Bunda bahwa kulit kepala yang kurang sehat akan mengakibatkan batang rambut kurang kuat sehingga seringkali mengalami kerontokan rambut. Karena itu sangat penting untuk memastikan kulit kepala si kecil dirawat dan dinutrisi dengan baik agar rambut dapat tumbuh kuat dan sehat. Berikut fungsi minyak rambut bayi untuk si kecil:

minyak rambut bayi
Selain melebatkan, berikut ini fungsi dan manfaat dari minyak rambut bayi.
  1. Menutrisi kulit kepala dan rambut agar merangsang pertumbuhan rambut yang lebat, sehat, dan indah
  2. Memperkuat akar rambut agar lebih kuat dan tidak mudah rontok
  3. Membuat rambut si kecil harum sepanjang hari
  4. Melindungi rambut bayi dari cuaca panas maupun dingin, menghambat debu dan kotoran yang membahayakan kulit kepala bayi.
  5. Memberikan kelembutan extra pada batang rambut si kecil sehingga rambut berkilau alami.
  6. Memberikan kelembapan pada kulit kepala bayi sehingga mencegah kekeringan dan ketombe.
  7. Membantu menguraikan rambut dan mencegah kusut, terutama untuk si kecil yang berambut ikal atau keriting.

Bagaimana Memilih Minyak Rambut Bayi Yang Bagus

Berikut adalah apa saja yang harus diperhatikan ketika memilih minyak rambut bayi yang bagus:

  • Pastikan mengandung bahan-bahan alami yang aman untuk si kecil

Perlu diperhatikan jaringan kulit kepala bayi masih tipis dan jarigannya masih longgar, sehingga kulitnya begitu rentan dan sensitif. Oleh karena itu, Bunda harus berhati-hati dan jeli dalam memilih produk minyak rambut bayi yang tepat.

Minyak rambut untuk si kecil tentunya berbeda dengan yang digunakan untuk orang dewasa.  Gunakan minyak rambut yang diformulasikan khusus untuk bayi karena kandungannya aman dan sesuai untuk kebutuhan kulit kepala dan rambut si kecil.

Minyak rambut untuk bayi juga biasanya tidak mengandung alkohol dan kaya pelembap sehinga tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala si kecil, Minyak rambut bayi yang bagus adalah yang mengandung bahan alami yang sangat aman untuk kulit kepala dan rambut si kecil.

  • Perhatikan komposisi bahan yang sesuai dengan kondisi si kecil

Setelah memastikan kandungannya dari bahan alami yang aman untuk kulit kepala dan rambut si kecil, jangan lupa juga untuk memperhatikan komposisi bahan yang terdapat di dalamnya. Pilihkan yang cocok untuk kondisi kebutuhan si kecil. Misalkan apabila Bunda ingin rambut si kecil lebih hitam dan berkilau, bisa memilih kandungan kemiri.

Apabila ingin rambut si kecil lebih tebal dan lebat bisa memilih yang mengandung aloe vera, dll. Untuk panduan lengkap mengenai komposisi yang tepat untuk si kecil Bunda bisa membaca pada bagian selanjutnya ya.

minyak rambut bayi
Perhatikan Kandungan Bahan Pada Minyak Rambut Bayi. Pastikan mengandung bahan alami yang dapat melebatkan dan menyebatkan rambutnya
  • Pilih yang wanginya tahan lama dan menyegarkan

Pilih minyak rambut bayi yang wanginya tahan lama, mengandung bahan pewangi alami dan lembut tanpa kandungan pewangi buatan yang terlalu menusuk hidung, agar tidak mengganggu kenyamanan si kecil

  • Pilih yang kandungannya tidak terlalu berminyak

Minyak rambut yang baik untuk si kecil adalah yang kandungannya ringan dan  mudah menyerap.  Karena kandungan yang terlalu berat akan menutup pori-pori kepala si kecil sehingga akan membuat rambut si kecil menjadi berminyak dan mudah lepek.

Jenis-Jenis Kandungan Minyak Rambut Bayi dan Manfaatnya

Agar dapat memilih dengan tepat yang dibutuhkan oleh si kecil, Bunda juga perlu memahami berbagai macam kandungan alami dan manfaatnya untuk rambut si kecil  Beberapa kandungan pada minyak rambut bayi yang baik dan bagus untuk merawat rambut dan kulit kepala si kecil adalah:

  • Kemiri, berfungsi untuk menyuburkan rambut, menghitamkan dan menambah kilau rambut
  • Minyak Kelapa, berfungsi sebagai pelembab alami, membantu pengelupasan kerak kulit, membantu melembutkan rambut dan menghindrasi kulit kepala bayi.
  • Pro-Vitamin B5, membuat rambut jadi lebih halus, kuat, serta berkilau. Kandungannya juga dapat membantu mencegah rambut rontok.
  • Alpukat, mengandung antioksidan, asam lemak, dan mineral. Menjaga kelembapan rambut, menguatkan batang rambut dan memperbaiki rambut yang rusak.
  • Minyak Almond, melembutkan tekstur rambut, memperkuat dan memperbaiki rambut, mencegah rambut dari kerusakan. Rambut akan lebih mudah ditata.
  • Lidah Buaya, membersihkan rambut dan kulit kepala, membantu mengatasi gatal, mencegah kerusakan pada rambut, menjaga keseimbangan pH kulit kepala bayi tetap terjaga sehingga merangsang pertumbuhan rambut lebih sehat.
  • Minyak Zaitun, membantu agar rambut lebih halus, lebih mudah diatur, dan tidak kering.

 

Baca Juga: 10+ Bahan Alami Penumbuh Rambut

 

Cara Penggunaan Minyak Rambut yang Benar

Terdapat 2 jenis minyak rambut bayi dengan cara penggunaannya yang berbeda, yaitu Hair Oil dan Hair Lotion. Hair Oil kandungannya lebih padat sehingga harus dibilas dan menggunakan sampo setelah pemakaiannya. Hair Lotion kandungannya lebih ringan, dapat dipakai sebagai leave-on treatment dan tidak perlu dibilas kembali setelah pemakaiannya. Hair Oil selain menutrisi juga dapat membantu membersihkan kerak-kerak di kulit kepala bayi.

Cara pemakaian Hair Oil adalah sebagai berikut:

  • Sebelum keramas, usapkan Hair Oil secara merata pada seluruh kulit kepala lalu lakukan pijatan ringan berputar secara merata ke seluruh bagian kepala. Sisir secara lembut dengan sisir bergigi jarang dengan bantalan. Diamkan selama 30 menit untuk peresapan.
  • Setelah itu keramas dengan shampoo seperti biasa, pastikan bilas dengan bersih.

Cara pemakaian Hair Lotion adalah sebagai berikut:

  • Setelah keramas, rambut dikeringkan handuk, lalu oleskan Hair Lotion secara merata ke seluruh bagian kulit kepala dan batang rambut
  • Lakukan pijatan ringan memutar secara lembut lalu sisir dan biarkan kering alami.

Saat memijat, jangan lupa memberikan sentuhan yang lembut untuk merangsang panca inderanya. Selain baik untuk kesehatan si kecil juga dapat menyenangkan suasana hati si kecil.

memijat kepala bayi
Pijat kepala si Kecil dengan perlahan setelah menggunakan minyak rambut bayi

Tips Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat dan Sehat

Selain memberikan minyak rambut bayi untuk menutrisi dan merawat rambut si kecil, berikut rutinitas yang Bunda perlu juga perhatikan agar rambut si kecil tumbuh lebih indah dan terawat:

  • Selain memastikan rambut si kecil ternutrisi dengan baik, Bunda juga perlu memastikan kebersihannya. Saat keramas, pastikan Bunda membersihkan kulit kepalanya dengan teliti agar bersih deri kotoran yang menempel yang dapat menghambat pori-pori. Bunda bisa menambahkan pijatan berputar secara lembut selama 1-2 menit lalu bilas dengan air bersih.
  • Tahukah Bunda bahwa menyisir juga dapat membantu melebatkan rambut bayi secara alami? Menyisir rambut si kecil dengan cara yang benar dapat membantu melancarkan sirkulasi peredaran darah dan transportasi nutrisi dan oksigen ke batang dan akar rambut sehingga memicu pertumbuhan rambut yang lebih sehat. Menyisir juga membantu mempertahankan minyak alami yang ada di kulit kepala untuk melindungi batang rambut. Gunakan sisir bergigi besar dengan permukaan bantalan yang lembut ya Bunda agar tidak menyakiti si kecil. Atau apabila rambut si kecil masih sedikit, gunakan sisir bergigi halus. Menyisir dapat dilakukan sekali atau dua kali sehari.

    menyisir rambut
    Rawat Rambut si Kecil dengan rutin menyisir rambutnya
  • Jangan telalu sering memakaikan topi. Terlalu sering memakaikan topi akan mengakibatkan kurangnya sirkulasi pada kulit kepala si kecil sehingga terjadi penumpukan keringat dan kulit kepala menjadi panas. Akibatnya pertumbuhan rambut si kecil menjadi terhambat dan menjadi kurang sehat.
  • Apabila Bunda memiliki anak perempuan, jangan mengikat atau mengepangnya terlalu kencang. Selain dapat menyakiti si kecil, juga dapat menarik akar rambutnya sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya dan mengakibatkan mudah rontok

Baca Juga: Cara Merawat Rambut Bayi Lebih Hitam dan Tebal Dengan Bahan Alami

Kini Bunda sudah memahami rutinitas merawat rambut si kecil agar tumbuh lebat dan indah. Namun selain cara merawatnya, jangan lupa untuk tetap memperhatikan asupan makanan yang kaya nutrisi seimbang untuk menunjang pertumbuhan rambut yang lebih sehat. Diantaranya dengan memberikan asupan gizi makanan yang banyak mengandung kacang-kacangan, biji-bijian, telur, ikan, daging, sayur bayam, dan buah-buahan.

merawat rambut bayi
Supaya rambut bayi sehat, Bunda harus merawat rambutnya lebih teratur

Jangan jadikan aktivitas merawat rambut ini menjadi beban ya Bunda. Namun, jadikan rutinitas merawat rambut si kecil ini menjadi momen spesial yang menyenangkan hati Bunda dan si kecil. Saat Bunda melakukannya dengan penuh kasih sayang, maka rutinitas kontak fisik ini akan membentuk ikatan batin yang kuat antara Bunda dengan si kecil, yang sangat bermanfaat dalam pembentukan karakternya di kemudian hari. Wah, jadi semakin semangat merawat rambut si kecil ya Bunda!

 

ditulis oleh: Diana Hadisuwarno, Professional Hairstylist and Art Director of Hairbeat Beauty Lounge

 

 

 

 

Cara Menghilangkan Ketombe Pada Bayi Baru Lahir
Cara Menghilangkan Ketombe Pada Bayi Baru Lahir

Apakah Ketombe Pada Bayi Dapat Terjadi?

Ketombe dapat terjadi pada bayi. Ketombe pada bayi disebut juga cradle cap. Cradle cap merupakan lapisan berupa sisik berwarna putih yang berminyak pada kulit kepala bayi.

ketombe pada bayi
Apa itu ketombe pada bayi? Bagaimana cara menghilangkannya?

Cradle cap atau ketombe pada bayi normal terjadi dan akan hilang sendiri saat bayi berusia lebih dari 12 bulan. Bayi yang mengalami ketombe atau cradle cap cenderung dapat mengalami ketombe atau dermatitis setelah dewasa.

Apa Penyebab Ketombe Pada Bayi Baru Lahir?

Ketombe pada bayi atau cradle cap disebabkan oleh:

  1. Terlalu aktifnya kelenjar sebasea atau sebaceous gland pada bayi. Kelanjar sebasea merupakan kelenjar minyak yang terdapat pada kulit kepala bayi. Kelenjar sebasea yang terlalu aktif menghasilkan lapisan berminyak pada kulit kepala yang menyebabkan sel sel kulit menjadi lambat beregenerasi dan menumpuk menjadi lapisan putih kekuningan
  2. Pada beberapa kasus cradle cap juga terjadi akibat kulit kepala bayi mengalami infeksi jamur. Infeksi jamur pada kulit kepala bayi dapat disebabkan oleh menurunnya daya tahan tubuh bayi akibat ibu mengkonsumsi antibiotik sesaat sebelum bayi lahir. Atau bayi mengalami kekurangan gizi yang menyebabkan daya tahan tubuh bayi menjadi turun.
  3. Ketombe pada si Kecil dapat terjadi akibat pengaruh hormone ibu saat bayi masih berada dalam kandungan
  4. Ketombe juga berkaitan dengan riwayat asma atau alergi dan dermatitis dalam keluarga

Baca Juga: Kulit Kepala Bayi Berkerak? Ini Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Ketombe Pada Bayi:

  1. Oleskan minyak atau produk perawatan bayi yang mengandung minyak alami sesaat sebelum memandikan bayi. Oleskan produk yang mengandung minyak kelapa, minyak almond, atau minyak alpukat pada kulit kepala bayi, diamkan selama 10 hingga 15 menit untuk kemudian dicuci dengan menggunakan shampoo bayi dan air hangat. Bilas dan keringkan hingga bersih
  2. Gunakan sisir bergigi lembut untuk menyisir rambut dan kulit kepala bayi supaya ketombe atau cradle cap pada bayi dapat lepas alami
  3. Hindari menyisir atau menggosok kulit kepala dengan keras untuk memaksa melepaskan cradle cap dari kulit kepala bayi
  4. Gunakan hair lotion atau minyak rambut pada kulit kepala untuk membantu melembabkan kulit kepala bayi. Hindari menggunakan hair lotion yang terlalu pekat karena dapat memperparah ketombenya.
  5. Jangan mengoleskan minyak pada kulit kepala bayi untuk kemudian ditinggalkan tanpa dibilas. Hal tersebut dapat menyebabkan sumbatan yang lebih parah dan memperburuk ketombe.
  6. Gunakan shampoo dan hair lotion berbahan alami dengan kandungan almond oil, avocado oil, dan candle nut serta aloe vera dan honey. Kandungan-kandungan tersebut membantu mengatasi ketombe si Kecil dan meredakan iritasi pada kulit kepala bayi
  7. Amati apakah ada makanan tertentu yang dikonsumsi ibu apabila bayi masih menyusu atau makanan yang dikonsumsi bayi apabila bayi sudah MPASI. Beberapa kondisi hipersensitivitas bayi terhadap makanan tertentu seperti telur, ikan, maupun makanan laut dapat menyebabkan timbulnya ketombe atau cradle cap pada bayi
  8. Hindari memakaikan topi terus menerus karena penggunaan topi terus menerus menyebabkan kondisi kulit kepala menjadi lembab dan ketombe menjadi semakin banyak. Selain itu bayi akan merasa kurang nyaman
  9. Jangan membubuhkan bedak pada kulit kepala bayi dengan harapan akan membantu mengatasi ketombe. Karena bedak justru akan memperparah si cradle cap
  10. Jangan mencoba mengobati ketombe dengan membeli shampoo anti ketombe dewasa ataupun salep karena kondisi kulit kepala bayi masih sangat sensitive dan produk produk tersebut tidak sesuai dengan kondisi kulit kepala dan rambut bayi

Kapan Bunda Harus Mewaspadai Ketombe yang Timbul dan Apakah Berbahaya?

Pada dasarnya ketombe atau cradle cap normal dan tidak berbahaya. Kondisi ini lazim terjadi dan dapat hilang dengan sendirinya. Apabila ketombe disertai dengan:

  • Rontoknya rambut bayi secara berlebihan
  • Kebotakan berpulau yang licin pada area cradle cap
  • Terjadi kemerahan atau bengkak pada area cradle cap
  • Bayi sering menggaruk kepala atau sering menangis sambal menggaruk dan tampak tidak nyaman
  • Bayi mengalami gejala lain yang menyertai munculnya ketombe seperti demam atau diare
  • Adanya cairan berwarna kekuningan yang berbau pada kulit kepala

Apabila ketombe disertai dengan kondisi tersebut di atas maka Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan selanjutnya.

Apakah Ketombe Dapat Menyebar?

Ya, ketombe ini atau cradle cap dapat menyebar. Ketombe dapat menyebar ke alis, area belakang telinga, pada ketiak, kelopak mata bayi, dan bahkan leher bagian belakang dan punggung.

ketombe bayi
Ketombe pada rambut bayi juga dapat menyebar pada alis

Nah setelah Bunda mengetahui tentang apa itu ketombe pada bayi Bunda dan bagaimana mengatasinya, tentu Bunda tidak perlu cemas berlebihan lagi. Lakukan perawatan seperti biasa dan amati sampai bayi berusia lebih dari 12 bulan.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

Apa Itu Lanugo Pada Bayi Baru Lahir?
Apa Itu Lanugo Pada Bayi Baru Lahir?

Apa Itu Lanugo?

Lanugo adalah rambut halus yang tumbuh saat janin masih berada dalam kandungan. Lanugo mulai tumbuh setelah janin memasuki usia 16 hingga 20 minggu. Rambut tipis ini cenderung tidak berpigmen sehingga warnanya biasanya putih atau coklat muda pucat.

lanugo
Apa itu lanugo pada kulit bayi baru lahir? Kenali penyebab dan cara merawatnya

Rambut tipis pada bayi baru lahir ini dapat tumbuh menutup seluruh tubuh bayi. Biasanya rambut tipis pada bayi baru lahir ini akan rontok sendiri sesaat sebelum bayi dilahirkan, yaitu pada usia kehamilan mulai dari 28 minggu hingga 40 minggu. Namun pada beberapa kasus hal ini dapat bertahan hingga bayi lahir.

Apa Manfaat Lanugo?

Lanugo bermanfaat untuk:

  1. Membantu mengatur suhu tubuh janin saat berada dalam kandungan
  2. Memudahkan zat lilin atau vernix untuk menempel pada kulit janin. Vernix bermanfaat sebagai proteksi bagi kulit bayi saat berada dalam kandungan. Vernix juga bermanfaat membantu pertumbuhan kulit bayi saat berada dalam kondisi basah terendam air ketuban
  3. Lanugo dan vernix bersama sama dengan faktor lain juga dilaporkan membantu tubuh janin memproduksi hormon yang mengurangi stress dan membantu perkembangan bayi

Lanugo Masih Ada Saat Bayi Lahir, Apakah Normal?

Rambut tipis pada si Kecil masih ada saat bayi sudah lahir adalah kondisi normal yang tidak perlu Bunda khawatirkan. Rambut tipis ini akan rontok dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu setelah bayi dilahirkan.

Penyebab Lanugo Masih Ada Saat Bayi Sudah Lahir?

Lanugo akan rontok saat usia janin memasuki 28 hingga 40 minggu. Pada usia kehamilan 40 minggu, ketiadaan rambut tipis tersebut membuat vernix juga tidak lagi menempel pada kulit bayi. Itulah sebabnya pada saat lahir kulit bayi cenderung keriput karena lapisan pelindung kulit bayi sudah tidak ada.

Beberapa penyebab lanugo tidak rontok saat bayi lahir:

  1. Malnutrisi ekstrim. Adanya lanugo yang bertahan lama hingga bayi sudah lahir dapat merupakan tanda adanya gizi buruk saat kehamilan. Kondisi malnutrisi dalam kehamilan menyebabkan lapisan lemak pada kulit bayi kurang. Tipisnya lapisan lemak ini menyebabkannya terus ada untuk membantu bayi menjaga suhu tubuhnya. Perbaikan status gizi pada bayi malnutrisi ditandai salah satunya oleh berkurangnya rambut tipis pada kulit bayi
  2. Kelainan genetik langka yang dinamakan Wolfman atau Werewolf Syndrome menyebabkan lanugo tetap bertahan atau justru bertambah lebat setelah bayi lahir. Pada Wolfman atau Werewolf syndrome, terjadi mutase genetik dimana sel sel yang bertugas me non aktifkan pertumbuhan rambut di area yang tidak biasa mengalami mutase sehingga rambut tetap tumbuh. Kondisi ini dinamakan juga hipertrikosos lanuginosa dalam dunia medis.
  3. Lanugo juga terdapat pada bayi yang lahir prematur. Hal ini disebabkan karena bayi dilahirkan sebelum tiba masanya si rambut tipis tersebut rontok dengan sendirinya
  4. Kelainan kelenjar adrenal yang dinamakan Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebihan yang disebabkan oleh perkembangan hormon yang abnormal. Bayi yang menderita CAH akan mengalami pertumbuhan tubuh sangat pesat dalam waktu singkat dan kemudian berhenti. Sehingga anak pengidap CAH akan tetap pendek hingga dewasa. Bayi pengidap CAH harus mendapatkan terapi hormon untuk memperbaiki kondisinya.

Bagaimana Ciri Lanugo yang Normal?

  1. Rambut tipis yang bertahan setelah bayi lahir biasanya hanya sekitar 30%. Sisanya sudah rontok saat bayi berada dalam kandungan
  2. Lanugo tersebut akan berangsur angsur rontok dalam beberapa hari hingga minggu setelah bayi dilahirkan
  3. Kemudian jika kondisi yang normal rambut tersebut tidak akan bertambah banyak setelah bayi berada di luar kandungan
  4. Warna rambut tipis ini cenderung berwarna muda karena kurangnya pigmen. Biasanya juga berwarna coklat, coklat muda atau bahkan keputihan
  5. Tumbuh biasanya pada area dahi, pipi, punggung, bahu, dan lengan

Kapan Bunda Harus Konsultasi ke Dokter?

  1. Saat kondisi rambut tipis tersebut tidak kunjung berkurang atau justru bertambah banyak
  2. Lanugo tumbuh pada area yang seharusnya tidak terdapat folikel rambut seperti: bibir, telapak tangan, telapak kaki, pada alat kelamin dan kelopak mata
  3. Lanugo yang bertahan lama dan tidak kunjung rontok setelah bayi lahir yang disertai dengan tanda malnutrisi seperti rambut kepala berwarna kemerahan atau kuning, berat badan bayi tidak kunjung bertambah dan perkembangan bayi yang tidak sesuai dengan usianya
  4. Warnanya telah bertambah gelap dibandingkan dengan saat bayi baru lahir

Baca Juga: Kolik Pada Bayi: Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Bagaimana Perawatan Bayi dengan Lanugo Setelah Lahir?

apa itu lanugo
Bagaimana perawatan bayi yang memiliki lanugo atau rambut tipis?
  1. Mandikan bayi seperti biasa. Lanugo akan hilang dengan sendirinya. Hindari menggosok-gosok dengan keras agar rambutnya lepas karena justru akan menyebabkan iritasi pada kulit bayi
  2. Oleskan minyak bayi seperti baby oil untuk membantu merawat dan melembabkan kulit bayi
  3. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Bunda mendapati lanugo semakin bertambah banyak disertai kondisi lain pada bayi

Nah setelah Bunda mengetahui lebih banyak tentang apa itu lanugo, bagaimana pertumbuhan normalnya dan kapan harus mewaspadai pertumbuhan abnormal rambut halus pada bayi tersebut, tentunya Bunda tidak perlu cemas berlebihan saat mendapati tubuh bayi baru lahir tertutup rambut tipis ini. Bersabar saja dan lakukan perawatan seperti biasa, maka hal ini akan rontok dengan sendirinya.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

6 Mitos Pantangan Ibu Hamil dan Fakta di Baliknya
6 Mitos Pantangan Ibu Hamil dan Fakta di Baliknya

Pantangan Ibu Hamil harus Bunda ketahui sedini mungkin di masa kehamilan yang masih muda demi menjaga kesehatan kandungan.

Di era modern seperti saat ini, ibu hamil dibombardir dengan berbagai macam nasihat seputar kehamilan. Tak hanya dari teman dan keluarga, tapi juga dari media sosial, pencarian web, hingga komunitas yang terdiri dari ibu-ibu hamil lainnya.

Yang membingungkan, berbagai rekomendasi ini terkadang saling bertentangan satu sama lain. Mulai dari makanan, minuman, cara tidur, cara berolahraga, pantangan ibu hamil apa sajakah yang sering beredar di antara masyarakat, dan apa kebenaran di baliknya?

Pantangan Ibu Hamil

Pantangan yang Berhubungan dengan Asupan Makanan atau Minuman

pantangan ibu hamil
6 Pantangan Ibu Hamil mulai dari Makanan, Kebiasaan, Hingga Gaya Hidup Yang Harus Bunda Sesuaikan

Pantangan ini mungkin merupakan pantangan yang paling sering Bunda dengar karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

1. Jangan makan daging olahan

Pantangan ini sangat berdasar. Daging olahan seperti hot dog, sosis, salmon asap, dan daging lain yang diawetkan, dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, seperti listeriosis dan toksoplasmosis.

Daging potong atau daging utuh yang dijual mentah di pasar memiliki risiko untuk pertumbuhan bakteri. Untuk menghindarinya, pastikan memasak daging hingga benar-benar matang seluruhnya, selain juga memperhatikan penyimpanannya. Hal yang sama juga berlaku untuk konsumsi telur.

Hindari juga susu dan keju atau produk olahan susu lainnya yang tidak dipasteurisasi (susu segar). Selalu cuci produk untuk membantu menghilangkan bakteri berbahaya.

2. Jangan Makan Ikan

Larangan makan ikan bukan disebabkan oleh amisnya. Ikan, atau bahkan boga bahari secara umum sarat dengan vitamin dan mineral, seperti asam lemak omega-3, zinc, dan zat besi yang menyehatkan jantung. Nutrisi ini penting untuk Bunda dan Si Kecil. Namun, boga bahari yang kurang matang atau mentah dapat berisiko membahayakan kesehatan kandungan. Boga bahari memiliki kemungkinan membawa bakteri dan virus berbahaya, tapi bakteri dan virus ini akan musnah saat dimasak dengan matang.

Di luar paparan bakteri dan virus, beberapa ikan juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil dan wajib menjadi pantangan karena kandungan merkurinya cukup tinggi, contohnya ikan tenggiri, ikan tuna, ikan hiu, ikan todak, ikan marlin, ikan nila. Beberapa dampak paparan merkuri yang berbahaya antara lain gangguan saraf, gangguan koordinasi tubuh, gangguan penglihatan, hambatan tumbuh kembang, dan kerusakan paru-paru.

3. Jangan Minum Kopi dan Soda

Beberapa ibu merupakan peminum kopi berat, sehingga ketika hamil mereka akan merasa sulit menghentikan kebiasaan minum kopi dan malah menjadi tertekan karena tidak bisa mengonsumsi minuman favoritnya.

Sebenarnya tidak ada larangan langsung untuk tidak mengonsumsi kopi sama sekali. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa Bunda dapat mengonsumsi satu atau dua cangkir kopi setiap hari, tetapi jangan sampai secangkir kopi tersebut mengandung triple shot espresso. Bagaimanapun kafein dapat berjalan melalui plasenta dan meningkatkan detak jantung bayi.

4. Jangan Makan Makanan Pedas

Sebagian besar ibu hamil akan mengalami gangguan pencernaan akibat perubahan hormonal dan tekanan dari rahim yang membesar. Kondisi ini sendiri sudah cukup membuat Bunda merasa tidak nyaman selama kehamilan, apalagi konsumsi makanan pedas yang dapat memicu mulas. Makanan pedas memang tidak mempengaruhi janin, tapi akan membuat Bunda merasa sangat tidak nyaman.

Baca Juga: Hamil 5 Bulan: Kesehatan Fisik dan Pantangan Makanan

Pantangan yang Berhubungan Dengan Kebiasaan atau Gaya Hidup

1. Dilarang Melakukan Manicure/pedicure, Memakai Kosmetik, Perawatan Kulit, atau Mewarnai rambut.

Untuk merawat kuku, beberapa salon seringkali menggunakan perlengkapan yang mengandung bahan kimia. Jika ingin melakukan salah satu atau semua perawatan di atas, pastikan kosmetik, produk perawatan kulit, atau pewarna rambut yang Bunda gunakan tidak mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan perkembangan otak bayi yang belum lahir.

2. Sebaiknya tidak Dekat – Dekat dengan Kucing

Pantangan ini merupakan salah satu pantangan ibu hamil yang sering didengar dan sudah beredar di masyarakat sejak lama. Benarkah berdekatan dengan kucing dapat membahayakan kehamilan?

Faktanya, Bunda dapat bebas berinteraksi dengan kucing, asal mencuci tangan sesudahnya. Namun, jika Bunda memelihara kucing di rumah, sebaiknya Bunda jangan membersihkan kotoran kucing.

Kotoran kucing dipenuhi dengan jutaan bakteri dan parasit. Salah satunya, Toxoplasma gondii yang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Minta orang lain mengganti kotak kotoran kucing secara rutin dan sering, karena toksoplasmosis menjadi menular hanya setelah 1-5 hari di kotak kotoran. Jika Bunda sampai tertular, Bunda mungkin tidak akan menyadarinya hingga kehamilan Bunda mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati.

3. Sebaiknya Tidak Melakukan Hubungan Seksual Selama Kehamilan

Prostaglandin, zat dalam air mani, ditambah kontraksi yang terjadi saat berhubungan seks, dapat mempercepat persalinan dalam beberapa kasus. Beberapa dokter malah menganjurkan hubungan seksual selama kehamilan.

Seks selama kehamilan mungkin tidak aman untuk ibu hamil dengan riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, perdarahan, atau serviks yang tidak kompeten (serviks menipis dan melebar tanpa kontraksi pada trimester kedua atau awal trimester ketiga. Kondisi plasenta previa (kondisi di mana plasenta menutupi serviks) juga berisiko mengalami perdarahan jika berhubungan seks selama kehamilan. Demikian juga jika ibu hamil mengalami ketuban pecah dini. \

Agar lebih aman, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Bunda sebelum melakukan kegiatan-kegiatan yang mungkin membahayakan kehamilan.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Pantangan Ibu Hamil, Haruskah dituruti?

Agar tidak kebingungan mengikuti pantangan mana yang hanya berdasar mitos, atau yang berdasar fakta, sebaiknya bekali diri dengan pengetahuan seputar kesehatan kehamilan dari sumber yang terpercaya. Manfaatkan masa kehamilan dengan merencanakan dan menyiapkan kedatangan Si Kecil dengan melakukan:

  • Membaca literatur atau mengikuti kelas/konsultasi seputar kehamilan, persalinan, atau merawat bayi baru lahir.
  • Melakukan kegiatan yang dapat memberi stimulasi, sekaligus meningkatkan bonding antara Bunda dan si jabang bayi, seperti misalnya mengajaknya mengobrol, membacakan cerita, atau memperdengarkan lagu.
  • Riset untuk mencari dokter dan rumah sakit yang akan Bunda percayakan untuk mendampingi Bunda selama proses kehamilan dan persalinan nanti.
  • Mempersiapkan tas bersalin.
  • Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati saat ia lahir nanti.

Untuk poin terakhir, mempersiapkan kebutuhan untuk Si Kecil bisa dimulai dari yang mudah, seperti membeli perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi, misalnya. Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini.

Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni. Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Mengikuti saran kerabat atau keluarga memang sudah menjadi tradisi di negara kita, dan sering dikaitkan dengan menghormati yang lebih tua. Namun, ingatlah untuk selalu berpatokan pada anjuran dokter kandungan Bunda, alih-alih mengikuti secara membabi buta pantangan ibu hamil.

Alasannya, meski ada beberapa pantangan yang ternyata memiliki alasan kesehatan, kondisi kesehatan tiap ibu hamil akan berbeda, dan hanya Bunda dan dokter kandungan yang mengetahui kondisi kehamilan sejak awal.

 

 

Ciri – Ciri Hamil Anak Laki-laki, Mitos dan Faktanya
Ciri – Ciri Hamil Anak Laki-laki, Mitos dan Faktanya

Ciri – Ciri hamil anak laki – laki katanya bisa Bunda ketahui melalui ukuran perut hingga kebiasaan Bunda selama hamil si Kecil. Momen ketika menanti kedatangan si Kecil dan mengetahui jenis kelaminnya memang sangat menyenangkan.

Akan tetapi, pernahkah Bunda merasa risih ketika sedang hamil dan terus-menerus menerima pertanyaan mengenai jenis kelamin Si Kecil? Terutama jika usia kehamilan Bunda pun belum cukup untuk diperiksakan menggunakan ultrasonografi (USG).

Beberapa orang bahkan akan mencoba menerka dengan patokan ciri-ciri hamil anak laki-laki atau perempuan, untuk menentukan kado kelahiran bayi Bunda, padahal bisa jadi tebakan tersebut tidak akurat. Lantas, bagaimana sebenarnya cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang sedang Bunda kandung?

Ciri Ciri Hamil Anak Laki Laki

Mitos Ciri – Ciri Hamil Anak Laki – Laki

ciri ciri hamil anak laki laki
Fakta dan Mitos Ciri Ciri Hamil Anak Laki Laki? Apa Saja Tanda jika Bunda sedang Hamil Anak Laki – Laki?

Jika Bunda dan pasangan mendambakan bayi laki-laki dalam keluarga, mudah untuk terbawa perasaan dan mempercayai mitos ciri-ciri jenis kelamin bayi. Namun, apakah mitos tersebut dapat dipercaya dan akurat? Mari kita bahas satu per satu.

1. Perut terlihat lebih “turun”

Biasanya ketika Bunda hamil dengan posisi perut menggantung rendah, bahkan sebelum akhir trimester ketiga saat posisi bayi mulai membalik untuk persiapan kelahiran, maka Bunda mungkin sedang hamil anak laki-laki.

Faktanya: Bentuk perut ibu hamil yang menggantung rendah sangat tergantung pada posisi bayi dan jumlah bayi yang pernah ibu kandung. Hal inilah yang mempengaruhi penampilan perut dan rahim ibu hamil.

2. Selama kehamilan, Bunda hanya bertambah gemuk di daerah sekitar perut

Menurut mitos, jika perut Bunda terlihat lebih “padat”, kemungkinan besar bayi yang dikandung adalah laki-laki. Sedangkan untuk bayi perempuan biasanya terlihat dari penambahan berat badan di daerah sekitar pinggul, pinggang, dan bokong Bunda.

Faktanya: Hal ini tidak menjamin jenis kelamin bayi yang dikandung, sebab penambahan berat badan di bagian tubuh tertentu lebih disebabkan oleh ukuran dan bentuk tubuh asal yang dimiliki Bunda.

3. Pasangan tidak bertambah gemuk

Menurut mitos, jika pasangan Bunda mampu mempertahankan berat badan dan bentuk tubuhnya agar tidak bertambah gemuk selama Bunda hamil, maka kemungkinan besar Bunda sedang mengandung anak laki-laki.

Faktanya: Meskipun bisa mempengaruhi gen anak, kecenderungan tubuh ayah yang mudah bertambah gemuk, atau cenderung langsing, tidak mempengaruhi jenis kelamin si jabang bayi.

Baca Juga: Perkembangan Janin Usia 4 Bulan: Apa Saja Yang Berubah?

4. Kulit Bunda bersih dan bercahaya

Banyak orang bilang jika saat hamil kulit Bunda kusam dan berjerawat, maka itu disebabkan bayi perempuan dalam kandungan yang mencuri kecantikan sang ibu. Sebaliknya, jika kulit Bunda bersih dan bercahaya selama masa kehamilan, maka biasanya karena bayi dalam kandungan Bunda adalah laki-laki.

Faktanya: Seringkali, kulit bercahaya dikaitkan dengan bayi laki-laki, tetapi lebih mungkin terkait dengan peningkatan aliran dan volume darah yang terjadi pada setiap kehamilan.

5. Mual pagi yang lebih ringan

Minggu-minggu awal kehamilan bisa terasa berat bagi ibu hamil, terlepas dari adanya morning sickness atau tidak. Namun, menurut mitos, jika mual pagi Bunda masih bisa diatasi (tidak terlalu parah), maka kemungkinan Bunda mengandung anak laki-laki.

Faktanya: Sebuah studi menyatakan bahwa 80 persen wanita mengalami mual dan muntah selama kehamilan, terlepas dari jenis kelamin bayi.

6. Urine berwarna kuning kusam

Ada mitos yang mengatakan bahwa jika warna urin Bunda kuning cerah maka kemungkinan Bunda mengandung anak perempuan, sementara jika warnanya kuning kusam, maka kemungkinan bayinya laki-laki.

Faktanya: Warna, bau, dan volume urin bervariasi sepanjang hari dan berkaitan erat dengan hidrasi dan diet ibu hamil. Karena itu, tidak ada hubungan antara urin dan jenis kelamin bayi. Kemungkinan besar hal ini terkait dengan faktor-faktor seperti asupan cairan, adanya infeksi, dan konsumsi vitamin.

7. Kaki selalu dingin

Jika kaki Bunda selalu dingin selama masa kehamilan, mitosnya ini ciri – ciri hamil anak laki – laki yang sedang dikandung Bunda.

Faktanya: Perubahan suhu kemungkinan besar disebabkan oleh fluktuasi hormonal yang normal selama kehamilan. Ibu hamil biasanya akan mengeluh tentang merasa terlalu panas atau terlalu dingin, kapan pun.

8. Detak Jantung Bayi Rendah

Menurut mitos, janin laki-laki biasanya memiliki detak jantung 140 detak per menit atau lebih lambat, sementara jantung anak perempuan berdetak sedikit lebih cepat, 140 detak per menit. atau lebih tinggi.

Faktanya: denyut jantung bayi perempuan biasanya memang lebih cepat daripada bayi laki-laki, tapi ini biasanya terjadi setelah selesai persalinan. Sebelum itu, usia janinlah yang akan sangat memengaruhi kecepatan detak jantung bayi.

Baca Juga: Ciri – Ciri Hamil Anak Perempuan, Deteksi Akurat Tanpa USG?

Alasan Banyak Calon Ibu Mempercayai Mitos?

Meskipun mungkin Bunda bukan salah satunya, namun masih banyak calon ibu atau anggota keluarga lainnya yang mempercayai mitos ciri ciri hamil anak laki laki atau perempuan. Beberapa alasan mitos ini masih beredar dan dipercayai hingga sekarang antara lain karena:

  • Ibu hamil atau keluarga tidak sabar menunggu usia janin untuk USG.
  • Ingin segera mempersiapkan perlengkapan bayi sesuai jenis kelaminnya.

Metode Mudah dan Kredibel Untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi: USG

Selain USG, ada beberapa tes yang jika dilakukan, salah satu hasilnya bisa membaca jenis kelamin bayi dalam kandungan Bunda, seperti NIPT (tes skrining genetik), dan NT (nuchal translucency) Scan. Namun, tujuan utama kedua tes ini bukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi, melainkan untuk skrining genetik dan menyaring berbagai penanda sindrom Down, dan kelainan kromosom lainnya pada bayi.

Jika Bunda tidak memilih untuk melakukan kedua tes di atas, maka USG merupakan pilihan paling mudah untuk mengetahui jenis kelamin bayi. USG baru bisa dilakukan pada sekitar minggu ke-18 hingga minggu ke-22 kehamilan Bunda.

Apa yang Terjadi Selama USG?

Selama USG, Bunda akan diminta berbaring di meja pemeriksaan atau tempat tidur. Teknisi ultrasound atau dokter sendiri akan mengoleskan gel khusus ke perut dan area panggul Bunda. Gel ini berbahan dasar air, jadi tidak akan meninggalkan bekas di pakaian atau kulit. Gel membantu gelombang suara bergerak dengan baik. Selanjutnya, teknisi menempatkan tongkat kecil, yang disebut transduser, ke perut Bunda. Transduser digunakan untuk menangkap gambar hitam dan putih ke layar ultrasound.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, USG tidak hanya dilakukan secara dua dimensi saja, tapi juga 3D (tiga dimensi yang memungkinkan dokter melihat lebar, tinggi, dan kedalaman janin dan organ Bunda. Saat ini beberapa rumah sakit juga sudah dilengkapi peralatan USG 4D (empat dimensi) yang memungkinkan membuat video bergerak dari janin.

Menunggu Usia Kehamilan untuk USG, Apa yang Bisa Dilakukan?

Sambil menunggu kehamilan cukup usia untuk melakukan USG, Bunda bisa menyicil menabung untuk persiapan persalinan dan kebutuhan bayi setelah lahir nanti. Setelah USG dan mengetahui dengan pasti jenis kelaminnya, Bunda bisa mulai membeli perlengkapan bayi.

Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati saat ia lahir nanti bisa dicicil dari yang paling netral gender, atau yang harganya paling terjangkau, misalnya mulai dari perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi.

Baik itu ciri ciri hamil anak laki laki atau perempuan yang tampak pada kehamilan Bunda, pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni. Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

 

 

 

Ciri – Ciri Hamil Anak Perempuan, Deteksi Akurat Tanpa USG?
Ciri – Ciri Hamil Anak Perempuan, Deteksi Akurat Tanpa USG?

Mitos ataukah fakta bahwa Bunda bisa mengetahui ciri ciri hamil anak perempuan ketika baru beberapa minggu saja? Ketahui fakta dan kenyataannya ya Bun.

Umumnya, jenis kelamin bayi dalam kandungan baru bisa diketahui ketika usia kehamilan Bunda memasuki minggu ke-18 atau ke-20. Namun, seringkali Bunda atau mungkin anggota keluarga lainnya sudah tidak sabar ingin mempersiapkan kehadiran Si Kecil dalam keluarga, misalnya menyiapkan perlengkapan bayi, mainan, hingga pakaian yang cocok dengan jenis kelamin bayi.

Apakah Bunda atau sanak keluarga juga menerka-nerka jenis kelamin Si Kecil dengan patokan ciri – ciri hamil anak perempuan atau laki-laki?

Ciri Ciri Hamil Anak Perempuan

Ciri – Ciri dan Tanda Ibu yang Sedang Mengandung Bayi Perempuan

ciri ciri hamil anak perempuan
Bagaimana ciri ciri hamil anak perempuan? Apa yang Bunda rasakan?

Apakah ciri-ciri hamil bayi perempuan merupakan mitos atau fakta? Mari kita bahas dari beberapa mitos yang paling sering beredar untuk ibu yang mengandung anak perempuan, antara lain:

1. Bentuk Perut Menonjol ke Atas

Kata orang dulu, jika saat hamil perut ibu cenderung menonjol ke atas, maka biasanya merupakan ciri – ciri hamil anak perempuan. Dan sebaliknya, jika cenderung muncung ke depan, maka bayinya laki-laki.

Secara ilmiah, jika ini adalah kehamilan pertama, dan tubuh Bunda dalam kondisi yang baik, maka otot perut, bentuk tubuh, dan berat badan yang bertambah selama kehamilan akan berperan dalam perkembangan perut Bunda. Kehamilan kembar juga bisa berdampak pada elastisitas otot-otot yang sama, sehingga bisa dikatakan jenis kelamin bayi tidak berdampak pada bentuk perut Bunda saat hamil.

Baca Juga: Hamil 1 Bulan: Ciri – Ciri Hamil Muda Minggu Pertama

2. Detak Jantung Bayi Lebih Cepat

Menurut mitos, jika detak jantung bayi memiliki kecepatan lebih dari 140 detak per menit berarti Bunda sedang mengandung bayi perempuan, sementara detak jantung bayi laki-laki akan lebih lambat.

Faktanya, denyut jantung bayi perempuan biasanya memang lebih cepat daripada bayi laki-laki, tapi ini biasanya terjadi setelah selesai persalinan. Sebelum itu, usia janinlah yang akan sangat memengaruhi kecepatan detak jantung bayi.

Pada usia kehamilan sekitar minggu ke-5, detak jantung janin kira-kira sama dengan detak jantung ibu, antara 80 hingga 85 detak per menit. Detak jantung ini akan bertambah cepat hingga minggu ke-9 kehamilan, hingga mencapai 170-200 denyut per menit. Kemudian mulai melambat menjadi rata-rata 120-160 denyut per menit.

3. Mengidam Makanan Manis

Kata orang, jika Bunda mengidam makanan manis selama masa kehamilan, maka itu merupakan ciri – ciri hamil anak perempuan. Sedangkan jika mengidam makanan asin atau asam, maka bayinya biasanya laki-laki.

Meskipun fenomena mengidam selama kehamilan ini bisa dikaitkan dengan kekurangan asupan mineral tertentu pada ibu hamil, tidak ada kaitan langsung antara mengidam makanan manis dengan jenis kelamin bayi.

4. Jerawat dan Kulit Berminyak

Pada beberapa kasus, kulit Bunda akan lebih berminyak dan pecah-pecah selama masa kehamilan. Jika menurut petuah orang tua, fenomena ini disebabkan bayi perempuan yang sedang dikandung mencuri kecantikan sang ibu. Pada kenyataannya, ketika hamil, mungkin saja terjadi perubahan hormon yang mempengaruhi kesehatan kulit Bunda.

5. Morning sickness (Mual dan Muntah di pagi hari ketika hamil)

Beberapa orang berpikir bahwa morning sickness yang parah adalah pertanda bayi dalam kandungan Bunda berjenis kelamin perempuan. Benarkah?

Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang mengandung anak perempuan mengalami lebih banyak peradangan ketika sistem kekebalan mereka terpapar bakteri, dibandingkan dengan mereka yang mengandung anak laki-laki. Hal inilah yang mungkin menyebabkan ibu yang mengandung anak perempuan lebih rentan mengalami mual di pagi hari.

6. Perubahan Mood (suasana hati) Yang Ekstrem

Perubahan hormon selama kehamilan seringkali dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Banyak yang mengira bahwa saat mengandung anak perempuan, tingkat estrogen Bunda akan lebih tinggi dan akibatnya lebih moody. Namun, belum ada penelitian yang mendukung teori ini. Pada dasarnya kadar hormon akan meningkat selama kehamilan dan turun setelah melahirkan terlepas dari apakah bayinya laki-laki atau perempuan.

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Tanda Awal Kehamilan dan PMS

Cara Lebih Akurat untuk Mengetahui Jenis Kelamin Si Kecil

Dokter biasanya dapat menentukan jenis kelamin bayi dengan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG), setelah bayi mencapai usia 18 hingga 20 minggu. Namun, terlihat jelas atau tidaknya genital bayi juga tergantung pada posisi bayi selama USG. Terkadang saat jadwal pemeriksaan USG tiba, posisi bayi sedang meringkuk atau menghadap ke arah yang salah, dan Bunda mungkin harus menunggu sampai janji temu berikutnya.

Selain USG, ada beberapa metode ilmiah lainnya yang bisa digunakan untuk memeriksa jenis kelamin bayi, yaitu:

  • Amniosentesis

Tes pranatal yang digunakan untuk memeriksa masalah genetik tertentu, biasanya dilakukan saat usia kehamilan sekitar 16 minggu. Tes ini juga dapat mengetahui apakah ibu hamil memiliki anak laki-laki atau perempuan pada saat itu.

Tes ini biasanya diberikan kepada ibu hamil yang berusia 35 tahun atau lebih, dengan memasukkan jarum ke dalam rahim untuk mengeluarkan sedikit cairan ketuban. Namun, tes ini memiliki risikonya sendiri, dan hanya dilakukan untuk memeriksa masalah genetik bayi. Mengetahui jenis kelamin bayi Bunda hanya merupakan hasil yang ikut terbaca bersama hasil pemeriksaan genetik tersebut.

  • CVS

Tes lain yang dapat melihat kromosom bayi disebut CVS (pengambilan sampel vilus korionik), yang dilakukan selama trimester pertama untuk mencari masalah pada kromosom bayi. Namun, tes ini jarang digunakan.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Belum Bisa Mengetahui Jenis Kelamin Jabang Bayi?

Alih-alih memfokuskan diri pada jenis kelamin bayi dan mencari tahu ciri-ciri hamil anak perempuan, sebaiknya bekali diri dengan mencari sumber informasi kredibel untuk mempersiapkan kehamilan agar Bunda dan bayi sehat hingga persalinan. Selain memperkaya pengetahuan dengan literatur seputar kehamilan, coba lakukan riset untuk mencari dokter dan rumah sakit yang akan Bunda percayakan untuk mendampingi Bunda selama proses kehamilan dan persalinan nanti.

Selain itu, masih banyak hal yang bisa Bunda lakukan selama masa kehamilan untuk menyiapkan kedatangan si buah hati, di antaranya:

  • Melakukan kegiatan yang dapat memberi stimulasi, sekaligus meningkatkan bonding antara Bunda dan si jabang bayi, seperti misalnya mengajaknya mengobrol, membacakan cerita, atau memperdengarkan lagu.
  • Mempersiapkan tas bersalin.
  • Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati saat ia lahir nanti.

Dengan begitu banyak hal yang perlu disiapkan, waktu 9 bulan pun seperti tak cukup untuk menyiapkan kedatangan si kecil, mulai dari mempersiapkan kamar bayi, ranjang, perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, perlengkapan mandi, dan masih banyak lagi. Manfaatkan masa awal kehamilan untuk melakukan riset perlengkapan yang harus dibeli untuk bayi baru lahir.

Untuk peralatan mandinya misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni. Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Dengan begitu banyak yang harus dipersiapkan untuk menyambut kehadiran Si Kecil, sebaiknya ciri ciri hamil anak perempuan tidak menjadi fokus utama Bunda, mengalahkan kesehatan bayi dan Bunda. Apapun jenis kelamin si jabang bayi, semoga Bunda dan keluarga dapat menerima kelahiran anggota keluarga baru dengan baik, agar Si Kecil pun tumbuh sehat, bahagia, dan optimal.

 

 

Ayo, Jadilah Bagian dari Sahabat Bunda Cussons!