ARCHIVES VIDEO

Content Type :

Memanfaatkan Bedak Bayi Sebagai Sensory Play Seru untuk Si Kecil
Memanfaatkan Bedak Bayi Sebagai Sensory Play Seru untuk Si Kecil

Mengikuti tumbuh kembang anak memang menyenangkan, ya, Bunda? Melihat si Kecil semakin pintar melakukan sesuatu ketika bermain tentu membuat Bunda bangga. Ada banyak permainan yang membuat mereka semakin pintar, lho. Salah satunya Sensory Play atau bermain sambil melatih sensor si Kecil.

Seorang Ilmuwan asal Italia, Dr. Maria Montessori mengembangkan konsep belajar sambil bermain. Dalam studinya, sensory play untuk bayi adalah salah satu yang paling diminati.

Sensor memiliki peran besar terhadap perkembangan tubuh dan tumbuh kembang otak si Kecil. Melalui rangkaian sensory play, indera-indera si Kecil akan dirangsang secara aktif. Baik indra penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, dan peraba atau sentuhan.

Sentuhan adalah salah satu indera yang memiliki peran besar terhadap tumbuh kembang si Kecil. Setiap sentuhan yang dilakukan oleh si Kecil akan dikirimkan menjadi pesan ke otak dan membantu si Kecil mengenali benda tersebut.

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Francis McGlone, Neuroscientist Liverpool JM University dan Research and Development Cussons Baby. Penelitian ini menyebutkan bahwa kulit anak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi.

Sentuhan merupakan indera pertama dari panca indera yang dimiliki manusia. Sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, setiap sentuhan lembut yang dirasakan oleh si Kecil akan diartikan sebagai pesan “feel-good” ke otak. Efek sentuhan ini begitu besar untuk tumbuh kembang mereka.

Bahkan, tidak hanya kognitif, efek sentuhan bagi si Kecil pun bisa mempengaruhi perkembangan emosi mereka sejak bayi.

 

Sensory play baik untuk perkembangan kognitif bayi

sensory play

Sensory play bisa mendukung perkembangan kognitif dan motorik bayi

Jean Piaget, Ahli Psikologi Anak asal Swiss mengatakan dalam studinya bahwa perkembangan kognitif anak sangat dipengaruhi oleh stimulasi dan pengalaman. Dua hal ini bisa didapatkan seiring dengan pertumbuhan mereka.

Pengalaman, misalnya. Bisa didapatkan dari hal-hal yang diajarkan orang tua kepada si Kecil. Contohnya mengajak si Kecil ke kebun binatang, mengobrol, atau sekadar berjalan-jalan di taman.

Sementara itu, stimulasi bisa didapatkan dari permainan-permainan yang dimainkan si Kecil. Salah satunya sensory play seperti slime, pasir, bahkan saat mereka memegang barang-barang di sekitarnya.

Melalui sensory play, si Kecil akan merasakan tekstur baru yang menjadi informasi untuk disimpan di otak. Sensory play untuk bayi memberikan stimulasi yang akan membentuk jaringan dan menghubungkan sel-sel otak anak.

Semakin berkembangnya stimulasi si Kecil, mereka pun akan semakin fokus. Benar, Bunda. sensory play untuk bayi bisa membantu Ayah dan Bunda mengajarkan si Kecil untuk lebih fokus.

Dalam hal ini, informasi sensorik yang didapatkan oleh si Kecil akan dipilih menjadi yang ingin digunakan dan tidak digunakan. Proses inilah yang membuat mereka semakin fokus saat bermain.

Hal kognitif lain yang turut berkembang ketika Ayah dan Bunda memberikan permainan sensory pada bayi adalah meningkatnya kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berbahasa.

Si Kecil yang terus diberikan stimulus akan memiliki rasa penasaran tinggi. Ia akan bertanya dan Ayah serta Bunda tentu menjawab sesuai dengan objek yang ditanyakan.

Misalnya, ketika si Kecil sedang menggenggam botol sabun. Maka Ayah dan Bunda akan menjawabnya dengan ciri-ciri botol tersebut. Seperti “Itu adalah botol, permukaannya halus dan berwarna biru.” 

Penjelasan ini akan membantu menambah kosakata si Kecil dan membantu mereka dalam merangkai kalimat.

Semua stimulus tersebut pun bisa berkembang menjadi imajinasi dan kreativitas. Yang artinya, dari sebuah sensory play, si Kecil menerima banyak stimulus terhadap otaknya. Inilah mengapa sensory play untuk bayi sangat dibutuhkan dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil yang lebih baik. 

Baca juga : Kolik Pada Bayi: Apa dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Melatih perkembangan motorik si Kecil

melatih motorik anak

Bermain seru dengan si Kecil bisa menjadi cara mendukung perkembangan kognitif dan motoriknya

Tidak hanya mendukung perkembangan kognitif, sensory play untuk bayi juga melatih perkembangan motorik sejak dini. Baik motorik halus maupun motorik kasar.

Saat bermain, si Kecil akan melibatkan koordinasi otot kecil atau motorik halus mereka. Gerakan seperti memegang, meremas, menyentuh, mengambil, mengangkat, dan lain sebagainya.

Perkembangan motorik halus yang baik sangat dibutuhkan oleh si Kecil, lho Bunda. Meskipun sederhana, namun ternyata motorik halus yang berkembang baik dapat mendukung kegiatan kognitif mereka. 

Hal ini karena motorik halus dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menulis, atau memegang sendok dan piring saat makan.

Sementara itu, motorik kasar adalah koordinasi antar anggota tubuh si Kecil. Seperti berjalan, melompat, atau berlari. Perkembangan motorik kasar yang baik tentu dibutuhkan oleh si Kecil. Terutama dalam mengelola gerak tubuh.

Baca juga : Bayi Baru Lahir: Panduan dan Rutinitas Merawat Si Kecil

Memanfaatkan benda sekitar untuk sensory play

Apa saja sih, jenis-jenis sensory play untuk bayi?

sensory play membutuhkan benda yang dapat menstimulasi indera peraba atau sentuhan si Kecil. Seperti benda yang memiliki tekstur sedikit kasar, kenyal, halus, dan bisa digenggam.

Sebenarnya, sudah banyak jenis-jenis sensory play untuk bayi yang dijual di pasaran. Namun, ternyata Bunda bisa lebih kreatif, lho, dalam menyediakan sensory play untuk bayi.

Contohnya dengan memanfaatkan benda-benda di lingkungan sekitar. Sebut saja makanan, rumput taman, tanah, atau bahkan produk perawatan si Kecil.

Dengan menggunakan benda-benda di sekitar, si Kecil pun akan lebih terstimulasi karena Ia akan menemukan benda tersebut dalam kesehariannya. Hal ini pun dapat mendukung perkembangan emosionalnya.

Salah satu benda yang bisa Bunda manfaatkan untuk melatih sensorik si Kecil adalah bedak bayi.

Bedak bayi menjadi pilihan pintar bagi Bunda untuk memberi tahu berbagai macam tekstur pada si Kecil.

Selain itu, komposisi bedak bayi yang aman pun menjamin risiko minimal ketika si Kecil bermain dengannya.

Dalam memberikan bedak bayi sebagai alat bermain sensorik, Bunda bisa melakukan banyak hal kreatif.

Pertama, Bunda bisa menggunakan bedak tanpa campuran untuk mengajarkan si Kecil tentang tekstur lembut. Izinkan si Kecil menyentuh, meremas, dan mencium aroma bedak yang mereka mainkan.

Ketika bermain, Bunda tidak hanya melatih indera sentuhan si Kecil, tapi juga indera penciumannya.

Kedua, Bunda bisa mencampurkan bedak ke dalam slime. Slime sangat terkenal sebagai sensory play untuk bayi yang mudah didapatkan dan cenderung aman. Tentu tetap dengan pengawasan Ayah dan Bunda agar tidak ada bahan permainan yang dihirup atau ditelan oleh si Kecil.

Dengan menambahkan bedak bayi ke dalam Slime, Ayah dan Bunda memberikan tekstur tambahan pada slime yang dimainkan. Bersamaan ketika si Kecil meremas slime, Bunda bisa menjelaskan tekstur baru yang dihasilkan. Jika sebelumnya kenyal dan halus, kini ada sensasi bubuk di dalam slime yang bisa dirasakan si Kecil.

Ketiga, gunakan botol bedak untuk melatih genggaman si Kecil. Tidak hanya isinya, botol bedak pun bisa digunakan untuk melatih indera si Kecil.

Dengan membebaskan si Kecil menggenggam botol bedaknya, maka Bunda sudah menstimulasi motorik halusnya. 

Biarkan juga si Kecil bermain-main dengan gerakan menuang, memeluk, dan mengangkat botolnya. Stimulasi yang dilakukan terus-menerus akan membuat otot-ototnya semakin familiar dengan gerakan semakin terlatih untuk bergerak.

Memanfaatkan bedak bayi sebagai alat bermain sensory play untuk si Kecil termasuk pilihan aman, lho, Bunda. Apalagi jika produk bedak bayi yang digunakan memiliki komposisi bahan yang alami dan teruji klinis untuk si Kecil.

cossons baby powder

Cussons Baby Powder dengan inovasi MoodscentTM membuat sensory play si Kecil dengan Ayah dan Bunda semakin seru dan bermakna

Salah satu rekomendasi bedak dengan komposisi bahan alami yang aman untuk si Kecil adalah Cussons Baby Powder. Dilengkapi dengan inovasi MoodscentTM ,Cussons Baby Powder memiliki keamanan yang teruji sebagai produk perawatan bayi.

Inovasi MoodscentTM yang dapat menstimulasi emosi positif bayi membuat sensory play untuk bayi semakin bermakna. Saat bermain, anak tidak hanya mendapatkan stimulasi sentuhan, tapi juga aroma yang membuat mood mereka lebih baik dan lebih ceria.

Tidak hanya itu, kandungan essential oil yang alami pun membuat si Kecil semakin aman ketika menggunakan Cussons Baby Powder. 

Hadir dalam tiga varian, yaitu vanilla, sakura, dan berries, Cussons Baby Powder dengan Inovasi MoodscentTM dapat menstimulasi si Kecil menjadi lebih happy

Apalagi dengan sentuhan lembut Ayah dan Bunda di setiap usapan. Tentu momen bermain bersama si kecil akan semakin berarti.

Baca juga : Panduan Perawatan Rambut Bayi Baru Lahir Bagi Ibu Baru

Bunda, Yuk Bikin Momen Mandi Bayi Baru Lahir yang Rileks dan No Cranky
Bunda, Yuk Bikin Momen Mandi Bayi Baru Lahir yang Rileks dan No Cranky

Halo, Bunda. Bagaimana perasaannya? Mendekati due date, pasti degdegan sekaligus excited menunggu si Kecil lahir ke dunia.

Sambil menunggu si Kecil, tentu banyak hal yang Bunda pertanyakan, terutama cara tepat untuk merawatnya. Tidak hanya untuk kenyamanan, tapi juga tumbuh kembang si Kecil.

Salah satunya mandi. Bunda pasti bertanya-tanya. Kira-kira, bagaimana cara memandikan bayi baru lahir dengan benar? Bagaimana jika ketika mandi, di Kecil tidak nyaman dan menjadi rewel. Belum lagi penggunaan air dan sabun agar menjaga kulit mereka tetap sehat dan iritasi.

Untuk itu, yuk simak artikel berikut ini agar Bunda semakin tahu bagaimana menciptakan momen mandi bayi baru lahir yang nyaman dan rileks.

Kenyamanan atau suasana yang rileks sangat penting, lho, Bunda, terutama untuk bayi baru lahir. 

Bayangkan saja, sembilan bulan di dalam perut Bunda adalah waktu yang panjang bagi si Kecil. Mereka tumbuh dengan sangat nyaman di dekapan Bunda setiap saat.

Namun ketika dilahirkan, si Kecil harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia harus mengenal dekapan hangat Ayah dan Bunda, benda-benda yang mengelilingi, bahkan udara baru yang mereka hirup.

Karenanya, sejak umur 0 sampai 3 bulan adalah waktu di mana Bunda harus memberikan kenyamanan maksimal kepada si Kecil. Tuntun mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dengan nyaman. Dengan demikian, mereka juga pertumbuhan si Kecil akan lebih maksimal dan merasakan cinta yang penuh di awal kehidupannya.

Baca juga : 9 cara memandikan bayi yang perlu diperhatikan

Sentuhan Bunda Bikin si Kecil Rileks

bayi saat mandi

Sentuhan lembut Bunda membuat bayi baru lahir  rileks saat mandi

Memberikan kenyamanan kepada si Kecil, terutama ketika sedang mandi bisa dimulai dari sentuhan Bunda.

Studi yang dilakukan oleh Francis McGlone, Professor of Neuroscience Liverpool JM University bersama Research & Development Division Cussons Baby menemukan bahwa kulit bayi memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi.

Setiap sentuhan lembut yang diberikan orang tua kepada bayi akan terbentuk sebagai pesan feel-good yang dikirim ke otak. Sentuhan seperti elusan dan pijatan terbukti dapat membantu perkembangan otak bayi melalui sistem saraf yang diaktivasi oleh sentuhan penuh cinta dari orang tua.

Mandi bisa jadi momentum yang tepat untuk memberikan sentuhan ini. Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa mandi bisa mempererat bonding Bunda dengan si Kecil. Hal ini karena saat mandi lah Bunda menyentuh kulit si Kecil secara langsung dan menyeluruh.

 

Yang Perlu Bunda Perhatikan Sebelum Memandikan si Kecil

Namun, Bunda pasti bertanya-tanya. Bagaimana sih cara mandi bayi baru lahir yang tepat?

Sebenarnya, tidak ada yang benar ataupun salah dalam memandikan bayi baru lahir, ya, Bunda. Tapi, Bunda harus memastikan bahwa saat mandi si Kecil harus rileks. Sehingga, manfaat mandi dapat dirasakan maksimal oleh si Kecil.

Baca juga : 10 Trik Atasi Anak Susah Mandi

Jadi, bagaimana membuat bayi baru lahir rileks saat mandi?

Pertama, Bunda harus melihat kondisi si Kecil sebelum dimandikan. Apakah bayi perlu dimandikan dua kali sehari?

Dilansir dari Healthline, beberapa dokter anak menyarankan agar Bunda menunda memandikan bayi setelah mereka lahir. Hal ini dikarenakan kulit bayi masih diselimuti vernix, yaitu zat lilin yang melindungi kulit bayi dari bakteri di lingkungan barunya.

Di masa ini, bayi hanya perlu diusap menggunakan handuk hangat dan lembut.

Setelah Bunda merasakan zat-zat lilin mulai menghilang dari kulit si Kecil, barulah mulai memandikan bayi menggunakan air hangat.

Kedua, berhati-hatilah dengan tali pusar yang belum terputus.

Ketika memandikan bayi baru lahir, Bunda hanya perlu membersihkan bagian kepala, badan bagian atas dan punggung, serta diaper area. Bagian-bagian ini adalah yang paling aman ketika terkena air hingga tali pusar si kecil terlepas sepenuhnya.

Ketiga, pilih waktu mandi terbaik untuk memandikan bayi.

Sebenarnya, tidak ada waktu khusus untuk memandikan bayi yang baru lahir. Namun, Bunda harus tahu bahwa ada waktu-waktu khusus yang membuat mandi menjadi tidak nyaman untuk si Kecil.

Misalnya, saat mereka sedang lapar. Bayi yang sedang lapar cenderung rewel. Bunda sebaiknya mengisi perutnya terlebih dahulu untuk menghindari ketidaknyamanan si Kecil.

Waktu lainnya yang harus dihindari untuk mandi bayi baru lahir adalah sesaat setelah mereka meminum ASI atau susu. Hal ini dikarenakan organ pencernaan mereka sedang bekerja keras setelah menerima asupan. Sebaiknya Bunda tunggu sebentar hingga si Kecil berhasil mencerna ASI atau susunya, sebelum mulai memandikan.

Keempat, pastikan pH dan suhu air yang aman untuk si Kecil. pH atau potential Hydrogen merupakan angka yang menunjukkan tingkat keasaman zat, salah satunya air dalam skala 1-14.

Batas pH netral berada di skala 7. Jika pH kurang dari 7 berarti air memiliki sifat asam. Sementara, jika pH air lebih dari 7 berarti termasuk air yang bersifat basa.

Jurnal Advances in Woundcare menyebutkan bahwa pH kulit bayi baru lahir biasanya berkisar antara 6,3 – 7,5. Dengan kondisi kulit yang masih beradaptasi, Bunda harus memastikan tingkat pH air yang digunakan untuk mandi berada di angka netral 7. Tujuannya agar kulit bayi tidak iritasi.

Tidak hanya pH, suhu air juga berpengaruh dalam memberikan kenyamanan saat mandi bayi baru lahir.

Bunda disarankan untuk menggunakan air hangat. Dengan air yang hangat, kulit bayi akan lebih nyaman dan membuat mereka lebih rileks ketika dimandikan.

Baca juga : Perlengkapan Mandi Bayi yang Tepat Dukung Si Kecil Tetap Segar Beraktivitas di Luar Ruangan

Berikan sentuhan terbaik Bunda saat memandikan si Kecil

Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan untuk memandikan bayi, yuk simak cara memberikan sentuhan yang nyaman untuk si Kecil saat mandi.

Sebagian besar dokter anak di dunia menyarankan cara mandi topping and tailing untuk memandikan bayi baru lahir.

Topping and tailing artinya hanya membersihkan bagian-bagian penting pada tubuh bayi. Seperti bagian wajah, leher, tangan, dan tubuh bagian bawah. Dalam cara mandi ini, hindari bagian-bagian yang masih sensitif seperti perut dekat tali pusar yang belum lepas sepenuhnya.

Cara mandi ini juga disebut-sebut sangat nyaman untuk si Kecil. Dengan cara topping and tailing, Bunda akan menyentuh seluruh permukaan kulit bayi secara langsung. Penggunaan air yang sedikit juga membuat mandi dengan cara ini lebih intimate untuk Bunda dan si Kecil.

memandikan bayi baru lahir

Memandikan bayi baru lahir dengan metode topping and tailing untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuhnya

Untuk mandi bayi baru lahir dengan cara topping and tailing, Bunda dapat mengikuti cara berikut:

  1. Siapkan satu baskom air hangat, handuk, kapas, dan handuk bersih.
  2. Taruh si Kecil di changing mat dan buka bajunya kecuali kain gurita (jika menggunakan) dan popok. Setelahnya, gunakan handuk untuk menyelimuti tubuh bayi.
  3. Celupkan kapas ke air hangat dan usap permukaan kulit bayi dengan lembut mulai dari mata dan hidung. Cara ini untuk mencegah mata lengket atau infeksi setelah bayi lahir.
  4. Celupkan kembali kapas baru ke dalam air hangat untuk membersihkan telinga bagian luar. Bunda disarankan tidak menggunakan cotton bud kepada bayi.
  5. Setelahnya, lepas popok bayi dan bersihkan tubuh bagian bawahnya menggunakan kapas basah yang baru. Bunda harus langsung mengeringkan tubuh bayi pada tahap ini dan agar si Kecil tetap hangat dan nyaman.
  6. Selesai. Setelahnya, Bunda hanya cukup mengganti kain gurita dan pakaian bersih untuk si Kecil.

 

Dengan topping and tailing, momen memandikan si Kecil akan terasa sangat intim lewat sentuhan dan usapan hangat dari Bunda. Tidak hanya itu, Bunda juga bisa membuat suasana lebih ceria dan rileks dengan memberikan pijatan kecil dan mengajak si Kecil mengobrol. 

Ingat Bunda, di masa-masa baru lahir, si Kecil sudah mulai mempelajari keadaan sekitarnya, lho. Termasuk suara merdu Bunda dan cerita-cerita seru yang dibawakan.

Cara topping and tailing sangat dianjurkan untuk mandi bayi baru lahir yang tali pusarnya belum putus. Ketika sudah putus, Bunda bisa, lho mulai mencelupkan si Kecil ke air mandi yang hangat.

Namun harus dipastikan, Bunda wajib menopang punggung mereka ketika sudah mulai berendam. Hindari juga langsung mencelupkan seluruh tubuh bayi langsung ke dalam air. 

Bunda harus memasukkan badan bayi perlahan mulai dari kaki, bokong, kemudian punggung. Dengan cara ini, si Kecil bisa berkenalan dulu dengan permukaan baru yang akan bersentuhan dengan kulit mereka.

Ketika sudah mengenal lingkungan barunya dan ditambah oleh dekapan hangat Bunda, mereka akan merasa lebih aman. Dengan demikian, bayi akan lebih rileks saat mandi.

Untuk memaksimalkan kenyamanan mandi bayi baru lahir, Bunda juga perlu memilih peralatan mandi yang aman, nyaman, dan natural.

Contohnya adalah sabun yang mengandung air murni (pure water), pH seimbang, serta bahan yang organik dan natural.

cussons baby newborn

Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash mengandung ingredient alami yang baik untuk kulit bayi

Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash menjadi pilihan yang tepat. Dengan kandungan Organic Olive Oil, Natural Chamomile, dan Pure Water, hair and body wash ini akan memberikan kenyamanan maksimal untuk si Kecil.

Kandungan pure water di dalamnya juga dapat menjaga tingkat pH netral terhadap air mandi si Kecil. Sehingga, kulit bayi terhindar dari risiko iritasi.

Kelembutan ekstra yang dimiliki Cussons Baby Newborn Hair & Baby Wash mendukung sentuhan penuh cinta dari Bunda untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Teruji hypoallergenic, pH seimbang, dan 0% sabun dan pewarna, Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash menjadi pilihan terbaik Bunda untuk memberikan perawatan maksimal untuk si Kecil.

Kenali Keajaiban si Chamomile yang Bisa Bikin Kulit Bayi Makin Sehat
Kenali Keajaiban si Chamomile yang Bisa Bikin Kulit Bayi Makin Sehat

Bunda tentu sangat familiar dengan chamomile. Tanaman berjenis bunga dari keluarga Asteraceae ini kerap digunakan sebagai bahan herbal. Tidak hanya untuk orang dewasa, manfaat chamomile untuk kulit bayi juga sangat banyak.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang manfaat chamomile untuk kulit bayi, yuk kenali dulu, siapa sih, si chamomile ini?

Chamomile atau kamomil adalah tumbuhan semusim yang masih satu keluarga dengan bunga matahari. Bunga ini merupakan salah satu tanaman musim dingin yang tumbuh di wilayah Eropa dan sebagian wilayah Asia yang memiliki empat musim.

Seiring dengan waktu, chamomile semakin terkenal akibat manfaatnya yang sangat besar untuk kesehatan manusia. Kini, chamomile banyak dibudidayakan di beberapa negara. Termasuk Indonesia.

Selama bertahun-tahun, chamomile dimanfaatkan untuk obat-obatan. Di dalam chamomile, terdapat zat flavonoid, coumarin, polyacetylenes seskuiterpen yang dapat berperan sebagai antioksidan bagi tubuh. Selain itu, tanaman ini juga mengandung komponen bioaktif fenolik yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas.

Ada banyak cara memanfaatkan chamomile untuk kesehatan tubuh. Yang paling terkenal tentu saja dua cara, yaitu dikonsumsi dan digunakan sebagai obat luar.

Bunda tentu tidak asing dengan teh chamomile. Ya, betul! Teh chamomile adalah teh yang terbuat dari bunga chamomile yang dikeringkan. Kandungan chamomile yang dikeringkan tidak jauh berbeda dengan bunga yang masih segar. Tidak heran jika jenis teh ini terkenal untuk mendapatkan manfaat chamomile secara maksimal.

Selain teh, chamomile juga banyak diproduksi menjadi essential oil atau minyak esensial. Chamomile oil biasanya digunakan sebagai obat luar. Untuk pijat atau sekadar mengoleskannya di bawah hidung untuk meningkatkan mood

Chamomile oil juga kerap digunakan sebagai pengharum ruangan. Baik dalam bentuk diffuser atau lilin aroma terapi. Aromanya mengandung zat-zat yang terbukti bisa menenangkan orang yang menghirup.

Baca juga : 5 Tips Mencegah Kulit Bayi Kering

Chamomile Oil Baik untuk Kulit Bayi

Karena merupakan obat herbal alami, chamomile oil ternyata memiliki banyak manfaat untuk si kecil, lho, Bunda! Terutama untuk kesehatan kulit dan meningkatkan mood bayi.

Si kecil, terutama yang baru lahir memiliki kulit yang cenderung lebih sensitif. Hal ini disebabkan perbedaan kondisi dari rahim Bunda ke paparan dunia luar. Kulit bayi juga cenderung lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi. 

Selain akibat perubahan lingkungan sekitar, kondisi kulit bayi yang seperti ini juga disebabkan oleh jaringan kulit yang masih terus tumbuh.

Untuk itu, Bunda harus lebih teliti dalam merawat kulit bayi. Di masa-masa sejak si Kecil dilahirkan hingga berumur 1-2 tahun adalah waktu yang tepat untuk mengidentifikasi kondisi dan jenis kulit si Kecil.

Selain itu, di masa-masa ini juga Bunda memiliki kesempatan besar untuk mendukung perkembangan si Kecil dari kulitnya. Penelitian yang dilakukan oleh Francis McGlone, Professor of Neuroscience Liverpool JM University dan Cussons Baby Research & Development membuktikan bahwa sentuhan Bunda sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif si Kecil.

kulit bayi

Sentuhan lembut Bunda ke kulit bayi memberikan kenyamanan dan mendukung perkembangan kognitifnya

Kulit bayi sangat sensitif terhadap sentuhan. Setiap sentuhan lembut yang diterima akan dikirim sebagai pesan baik (feel-good) ke otak mereka yang masih berkembang.

Sentuhan lembut seperti elusan dan pijatan pada permukaan kulit bayi inilah yang akan membantu perkembangan otak yang positif. Otak si Kecil akan memproduksi pesan-pesan yang juga dapat mengembangkan emosi mereka secara positif.

Penelitian berikutnya bahkan membuktikan bahwa sentuhan-sentuhan lembut penuh cinta ini dapat membantu perkembangan sistem imun, mood, dan menurunkan level stres pada si Kecil.

Sentuhan Bunda sangatlah penting untuk si Kecil. Efek sentuhan ini pun bisa semakin maksimal jika Bunda memilih produk yang tepat ketika merawat si Kecil.

Contohnya adalah saat mandi. Produk dengan kandungan chamomile oil di dalamnya bisa menjadikan momentum mandi bayi lebih bermakna.

Jika orang dewasa menggunakan teh chamomile untuk relaksasi, maka si Kecil bisa menggunakan chamomile untuk relaksasi ketika mereka mandi.

Bunda bisa memanfaatkan aroma dan zat-zat di dalam chamomile yang dapat menenangkan bayi saat mandi dan setelahnya. Tidak heran jika memilih produk dengan kandungan chamomile alami bisa menjadi solusi Bunda dalam memberikan kenyamanan pada si Kecil.

Tahukah Bunda, dengan menggunakan produk mandi seperti liquid wash yang mengandung chamomile juga bisa meningkatkan kualitas tidur si Kecil?

Efek relaksasi yang ditimbulkan chamomile dapat membuat tidur mereka lebih tenang. Sehingga, kualitas tidurnya akan lebih baik.

Lebih jauh lagi, ternyata manfaat chamomile untuk kulit bayi juga bisa membantu meningkatkan kesehatan kulitnya, lho, Bunda.

Baca juga : 5 Cara Merawat Kulit Bayi Tetap Halus, Sehat dan Lembut

Chamomile terkenal baik sebagai solusi alami untuk mengatasi masalah kulit bayi. Di antaranya adalah:

 

  • Mengurangi gatal-gatal pada kulit bayi 

Chamomile oil sangat ampuh untuk membantu mengurangi gatal-gatal pada kulit bayi. Baik akibat paparan permukaan yang kotor atau inflamasi akibat produk perawatan yang tidak cocok.

Tentu sangat mudah bagi Bunda untuk kembali membuat si Kecil nyaman dengan Chamomile oil. Bunda hanya perlu memberikan beberapa tetes chamomile oil di air mandi si Kecil. Berikan juga bayi pijatan-pijatan yang menenangkan pada kulit bayi agar tidak hanya kulitnya, mood bayi juga bisa lebih baik.

 

  • Mengatasi iritasi dan kulit bayi kemerahan

Chamomile mengandung azulene, zat anti-inflamasi yang baik untuk mengembalikan kesehatan kulit bayi. Kulit si Kecil yang masih rentan akibat sedang aktif-aktifnya beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim akan lebih mudah iritasi dan memerah.

Bunda bisa mencampur chamomile oil pada air mandi si Kecil atau langsung mengaplikasikannya di kulit si kecil.

Tenang saja, chamomile oil yang natural sangat aman untuk kulit bayi. Untuk memaksimalkan efeknya, Bunda bisa memberikan pijatan lembut pada kulit si Kecil. Pijatan ini membantu penyerapan chamomile oil yang lebih maksimal dan membantu si Kecil lebih nyaman. Sentuhan yang penuh cinta dan kenyamanan juga bisa memperkuat hubungan emosional Bunda dan si Kecil.

 

  • Mengatasi kulit yang terkelupas dan diaper rash

Kondisi kulit si kecil yang lebih tipis dan lebih sensitif dari kulit orang dewasa membuat responnya terhadap produk yang tidak cocok lebih cepat. Tidak heran kadang Bunda menemukan kulit tipis yang terkelupas, sehingga membuat kulit bayi tidak sehat dan terlihat kering.

Respons kulit semacam ini juga bisa terjadi ketika si Kecil menggunakan popok (diaper) yang komposisi bahannya tidak cocok dengan jenis kulit. Akibatnya, kulit bayi di sekitarnya akan memerah, gatal, dan perih untuk di Kecil.

Dengan kandungan anti-inflamasi alami, chamomile oil bisa menjadi pilihan Bunda untuk mengatasi masalah ini. Selain mencampurkan chamomile oil ketika memandikan si Kecil, Bunda juga bisa memanfaatkan produk-produk perawatan yang mengandung chamomile oil alami.

cussons baby oil

Cussons Baby Mild & Gentle dengan kandungan Chamomile dan Madu alami membuat momen mandi si Kecil semakin nyaman dan menyenangkan

Contohnya adalah rangkaian Cussons Baby Mild & Gentle Wash.  Gabungan natural ingredients yang terdiri dari chamomile dan madu alami akan membuat momen mandi si Kecil semakin berharga. 

Chamomile & Honey menjadi formula yang memberikan kelembutan extra untuk si Kecil saat mandi. Komposisi ini juga membantu menjaga kelembaban alami kulit, menjadikan rambut bayi lembut, bercahaya, dan mudah disisir.

Baca juga : Merawat kulit bayi yang baru lahir

Kombinasi super ingredients ini tidak hanya membersihkan kulit si Kecil saat mandi. Cussons Baby Mild & Gentle Wash adalah solusi perawatan bayi yang aman dan nyaman.

Tentunya, pH seimbang juga akan memperkuat manfaat chamomile oil yang terkandung di dalamnya saat Bunda memberikan sentuhan cinta untuk si Kecil.

Bagaimana Bunda, Chamomile ini ternyata begitu ajaib, ya, untuk kulit si Kecil?

 

Yuk, Bunda, terus berikan perawatan terbaik yang alami untuk buah hati.

Penyebab Scabies Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya
Penyebab Scabies Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Penyakit scabies pada bayi – Apabila bunda mendapati bayi bunda sering rewel dan muncul ruam merah pada kulitnya waspadai kemungkinan adanya scabies pada bayi.

Penyakit scabies pada bayi sering dijumpai dan sangat menular. Kulit bayi yang tipis membuat scabies dapat berkembang lebih luas sehingga membutuhkan penanganan secepatnya.

 

Apa itu scabies dan apa penyebabnya?

Scabies pada bayi disebabkan oleh Sarcoptes scabiei . Menurut WHO ( World Health Organization) terdapat sekitar 300 juta kasus scabies di dunia setiap tahunnya dengan 30 hingga 65 % diantaranya menyerang bayi dan anak anak.

Sarcoptes scabiei adalah tungau atau kutu yang masuk ke dalam kulit melalui kulit yang lebih tipis, umumnya pada area lipatan.

Tungau betina yang masuk ke dalam kulit kemudian akan menggali terowongan pada kulit yang menyebabkan muculnya ruam kemerahan berbentuk garis dengan tonjolan berukuran 1-2 mm di ujungnya.

Tungau betina kemudian akan bertelur, dan telur tersebut nantinya akan menetas menjadi larva.

Baca jugaPenyebab Bruntusan Di Kepala Bayi Baru Lahir

Gejala scabies pada bayi

Scabies atau kudis pada bayi menimbulkan gejala antara lain:

  1. Adanya tonjolan berukuran 1-2 mm pada kulit yang menyambung pada ruam berbentuk garis yang berliku liku atau lurus pada area berkulit tipis seperti pada lengan bagian dalam atau lipat siku, pergelangan tangan, serta pada kepala dan kulit kepala bayi
  2. Terowongan yang dibentuk tungau di dalam kulit menyebabkan munculnya ruam berbentuk garis pada permukaan kulit terutama pada area lipatan seperti sela jari, lipat siku, selangkangan dan pinggang
  3. Scabies akan menyebabkan bayi atau anak mengalami rasa gatal yang amat sangat terutama pada malam hari atau setelah mandi air hangat
  4. Ruam dan gatal dapat disertai kulit yang bersisik dan menebal
  5. Scabies pada bayi dapat disertai munculnya luka atau ruam yang disertai nanah. Hal ini disebabkan apabila ruam scabies digaruk sehingga menyebabkan infeksi

 

Bagaimana mengobati scabies?

Scabies pada bayi dapat diobati dengan membawa bayi ke dokter untuk kemudian diresepkan beberapa pengobatan berikut ini:

  • Dokter akan meresepkan krim dan losion yang mengandung permethrin, lindane, sulfur, atau crotamiton untuk dioleskan ke seluruh kulit yang terkena scabies
  • Untuk scabies bayi yang lebih luas, dokter akan memberikan obat minum ivermectin yang diberikan dosisnya sesuai berat badan bayi atau anak
  • Dikarenakan scabies menimbulkan reaksi alergi atau hipersensitivitas yang menyebabkan rasa gatal amat sangat, dokter akan meresepkan juga obat anti histamin untuk meredakannya
  • Apabila terdapat luka atau area bernanah akibat adanya infeksi karena garukan, dokter akan menambahkan juga antibiotic berupa salep atau obat minum

Selain pengobatan yang diberikan oleh dokter, scabies pada bayi juga dapat diatasi dengan melakukan Langkah Langkah berikut ini:

  1. Periksa semua anggota keluarga apakah ada yang terkena scabies juga. Hal ini dikarenakan scabies mudah menular. Apabila ada anggota keluarga lain yang juga terkena, maka sebaiknya segera diobati agar tidak terjadi ping pong atau infeksi berulang
  2. Jemur Kasur, bantal, guling dan selimut selama beberapa hari di bawah matahari. Hal ini untuk mecegah masih adanya kutu di Kasur, bantal guling maupun selimut yang dapat Kembali menyebabkan scabies
  3. Potong kuku bayi untuk mencegah scabies menjadi terinfeksi akibat garukan
  4. Cuci semua pakaian, boneka maupun barang barang bayi atau anak dengan air panas atau setidaknya dengan suhu minimal 70 derajat celcius untuk mematikan kutu atau telur yang mungkin menempel di sana
  5. Oleskan krim atau losion yang diresepkan dokter untuk scabies pada bayi ke seluruh permukaan kulit bayi atau anak, termasuk wajah dan telinga. Tidak hanya pada area dengan ruam. Hal ini dilakukan untuk mencegah kutu berpindah ke area kulit yang tidak dioleskan krim atau losion. Diamkan selama 8-12 jam baru kemudian dimandikan dengan air hangat. Hati hati jangan sampai terkena mata atau mulut
  6. Pengobatan dinilai efektif apabila tidak didapatkan ruam atau lubang tonjolan baru setelah 3-4 hari

 

Bagaimana mencegah scabies pada bayi?

  1. Jaga kebersihan seprai, Kasur, selimut dan bantal anak. Vacuum dengan penyedot debu khusus atau jemur secara berkala
  2. Hindari menitipkan anak pada penitipan anak yang kurang terjaga kebersihannya
  3. Hindari memakai bersama peralatan pribadi untuk mencegah tertular tungau
  4. Amati kulit anak untuk melihat adanya ruam atau benjolan sebelum menyebar luas

Apabila bunda mendapati adanya scabies pada bayi, maka bunda tidak perlu panik. Segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa dan diberikan pengobatan. Scabies pada bayi dapat sembuh dengan pengobatan selama 2 hingga 8 minggu.

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

Manfaat Vitamin E Untuk Kesehatan Rambut Si Kecil
Manfaat Vitamin E Untuk Kesehatan Rambut Si Kecil

Vitamin E telah dikenal banyak orang karena fungsi dan perannya untuk kesehatan tubuh. Tak terkecuali, perannya dalam menjaga kesehatan rambut dan mempercantik rambut, termasuk rambut bayi.

Ada banyak manfaat vitamin E untuk rambut. Di antaranya untuk menumbuhkan, melebatkan, hingga menguatkan rambut Si Kecil.

Asupan vitamin sangat dibutuhkan agar perkembangan tubuh menjadi optimal. Salah satu vitamin yang sangat penting untuk tubuh adalah vitamin E. Tak hanya orang dewasa saja, bayi dan anak-anak pun membutuhkan nutrisi vitamin E yang cukup.

Vitamin E merupakan nutrisi yang dibutuhkan bayi dan anak-anak untuk kesehatan tubuhnya dan tumbuh kembangnya. Sebagai nutrisi yang sangat penting bagi  bayi dan anak-anak, vitamin E berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh Si Kecil melawan kuman, virus, dan bakteri.

Selain itu, vitamin E juga menjaga agar pembuluh darahnya terbuka cukup lebar sehingga darah dapat mengalir dengan bebas. Hal ini akan membantu sel-sel tubuh Si Kecil dapat bekerja sama untuk melakukan banyak fungsi.

Tak hanya untuk kesehatan tubuh Si Kecil, ternyata vitamin E juga punya peran penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut Si Kecil.

Apalagi kulit kepala Si Kecil ketika ia masih bayi, sangat sensitif yang rentan iritasi dan kering sehingga dibutuhkan bahan alami untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambutnya.

Baca juga : Cara cepat menumbukan rambut bayi

Vitamin E memiliki sifat anti-inflamasi yang berfungsi untuk melawan kondisi iritasi di kulit kepala Si Kecil. Ditambah lagi, vitamin E ini dapat membentuk lapisan pelindung di atas kulit kepala sehingga membuat kulit kepala Si Kecil selalu terhidrasi.

Karena vitamin E ini larut dalam lemak, vitamin E pun mampu menembus ke dalam kulit sehingga mampu membantu memulihkan kondisi kulit kepala yang infeksi.

Vitamin E yang disebut dengan alfa tokoferol ini mengandung antioksidan yang tinggi. Nah, antioksidannya ini juga berperan untuk mengurangi kerusakan sel dan memperbaiki jaringan pada rambut Si Kecil.

Vitamin E dapat melindungi rambut dan kulit kepala Si Kecil dari lingkungan eksternal yang dapat merusak. Selain itu, vitamin E juga berdampak positif bagi pertumbuhan rambut bayi dan anak-anak.

Itu karena, sirkulasi darah yang mengalir ke kulit kepala Si Kecil meningkat. Hal ini pun akan membantu mendorong pertumbuhan rambut bayi dan anak-anak.

Manfaat Vitamin E untuk Rambut Si Kecil

Nah, apabila Bunda mengaplikasikan vitamin E pada rambut Si Kecil secara rutin, ada beberapa manfaat vitamin E untuk rambut yang bisa didapatkan.

Manfaat vitamin E untuk rambut ini berlaku bagi semua jenis atau tipe rambut bayi dan anak-anak. Terutama bagi Si Kecil yang memiliki rambut yang kasar, kering, dan bertekstur.

1. Membuat folikel rambut sehat

Vitamin E sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, termasuk kulit kepala bayi dan anak-anak. Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam vitamin E dapat membantu mengurangi jumlah stres oksidatif dan radikal bebas yang menyebabkan sel-sel folikel rambut di kulit kepala Si Kecil menjadi rusak.

Untuk diketahui, folikel rambut merupakan lubang kecil tempat tumbuhnya rambut. Nah, ketika folikel rambut pada kulit kepala menjadi sehat lagi, pertumbuhan rambut Si Kecil pun akan tetap terjaga.

Baca juga : Cara melebatkan rambut bayi

2. Menjaga kesehatan kulit kepala

Antioksidan yang kuat di dalam vitamin E dapat membantu menciptakan lingkungan kulit kepala Si Kecil yang sehat. Kelembaban pada kulit kepala pun dapat ditingkatkan sehingga membantu memperbaiki kulit kepalanya yang kering dan bersisik.

Vitamin E juga bisa menjadi pelindung kulit kepala Si Kecil terhadap kondisi, misalnya, dermatitis seboroik atau kondisi cradle cap pada bayi.

3. Mendorong pertumbuhan rambut

Salah satu manfaat vitamin E untuk rambut untuk mencegah kerontokan rambut pada bayi. Foto: Unsplash/picsea

Berkat vitamin E, lingkungan kulit kepala Si Kecil menjadi lebih sehat. Karena hal itulah, sirkulasi peredaran darah di sekitar kulit kepala dan aliran darah ke kulit kepala makin meningkat.

Lancarnya sirkulasi peredaran darah ini dapat membantu membawa nutrisi hingga masuk ke akar dan batang rambut sehingga mendorong pertumbuhan rambut Si Kecil. Rambut Si Kecil pun akan tumbuh lebat dan sehat, Bunda.

4. Mencegah rambut rontok

Bunda khawatir ketika melihat rambut Si Kecil mengalami kerontokan? Nah, Bunda bisa merawat rambut dan kulit kepala Si Kecil dengan vitamin E.

Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa komponen yang ada di dalam vitamin E dapat berperan untuk mencegah kerontokan rambut. Vitamin E juga dapat memperbaiki pertumbuhan rambut pada individu yang mengalami kerontokan rambut.

Itu karena sifat antioksidannya yang dapat mengurangi stres oksidatif di kulit kepala sehingga mendukung kulit kepala dan memberikan rambut Si Kecil dasar yang kuat.

5. Menambah kilau rambut

Bunda pasti ingin Si Kecil memiliki rambut yang berkilau. Tahukah Bunda, kutikula rambut merupakan bagian terluar rambut yang menjadi kunci rambut bisa berkilau. Apabila lapisan pelindung di kutikula rambut ini menghilang, rambut pun akan kehilangan kilaunya.

Nah, penggunaan minyak vitamin E dapat membantu memperbaiki lapisan pelindung rambut (kutikula), mengunci kelembaban pada rambut, mengurangi kerusakan rambut, dan melindungi rambut dari kerusakan. Perbaikan pada jaringan rambut ini akan membuat rambut Si Kecil lebih berkilau, sehat, serta mudah diatur dan ditata.

6. Meningkatkan kekuatan rambut

Vitamin E dapat memperkuat folikel rambut Si Kecil. Manfaat vitamin E untuk rambut dapat melindungi rambut Si Kecil dari kerusakan dan ujung rambut yang bercabang.

7. Menyeimbangkan produksi minyak pada kulit kepala

Vitamin E sangat penting dalam menciptakan penghalang pelindung pada permukaan kulit, termasuk pada kulit kepala bayi dan anak-anak. Nah, penghalang ini dapat membantu mengunci kelembaban pada kulit kepala Si Kecil sehingga mencegah produksi minyak yang berlebihan.

 

Cara Memanfaatkan Vitamin E untuk Rambut

Perlu diketahui Bunda, vitamin E tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Meski begitu, Bunda tak usah khawatir karena sumber vitamin E bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan dan suplemen yang bisa dengan mudah ditemukan di pasar atau toko terdekat.

Vitamin E juga dapat diaplikasikan langsung di kulit kepala dan rambut dengan berbagai produk perawatan rambut khusus bayi sehingga tetap aman digunakan.

1. Sumber vitamin E dalam makanan

Banyak jenis makanan yang kaya akan kandungan vitamin E di dalamnya. Di antaranya adalah kacang-kacangan, seperti almond dan kacang tanah.

Sumber vitamin E juga ada di dalam sayur-sayuran berdaun hijau, brokoli, buah-buahan, jagung, kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak zaitun, dan bibit gandum.

Bunda dapat menambahkan sumber makanan ini ketika Si Kecil sudah mulai mendapat makanan pendamping atau MPASI.

Baca juga : Cara Merawat Rambut Bayi Setelah Dicukur

2. Sumber vitamin E dalam produk perawatan rambut

Karena kepopuleran manfaat vitamin E untuk rambut, Bunda dapat menemukan berbagai produk perawatan rambut yang mengandung vitamin E. Misalnya di dalam sampo, kondisioner, hingga minyak rambut.

Karena produk perawatan rambut ini dapat digunakan sehari-hari, tentu harus dipilih produk yang formulanya memang dikhususkan untuk bayi. Salah satunya adalah Cussons Baby Natural Hair Oil Coconut & Vit. E. 

Minyak rambut khusus bayi ini terdiri dari 100 persen minyak kelapa alami yang dapat melembabkan rambut dan kulit kepala. Bahan minyak kelapa alami ini mengandung banyak vitamin E yang berperan untuk menutrisi kulit kepala bayi.

Minyak rambut ini juga membantu menghilangkan kotoran di kepala bayi agar kebersihan dan kesehatan kulit kepalanya tetap terjaga.

Dengan begitu, rambut Si Kecil akan tumbuh subur, lebat, dan tebal. Cussons Baby Natural Hair Oil Coconut & Vit. E juga dapat digunakan untuk anak-anak yang usianya sudah lebih besar.

Sumber vitamin E bisa didapatkan dari mana saja, seperti makanan, suplemen, produk perawatan rambut, dan minyak vitamin E. Foto: Freepik/Freepic.diller

3. Minyak vitamin E

Selain produk perawatan rambut, Bunda juga dapat menggunakan minyak yang kaya akan kandungan vitamin E. Dengan mengoleskan minyak vitamin E ke rambut dan kulit kepala Si Kecil sebelum mandi, dapat melembabkan rambut sehingga membantu memperbaiki rambutnya yang kusut.

Baca juga : Cara Melebatkan Rambut Si Kecil Dengan Seledri

Cara menggunakan minyak vitamin E adalah dengan meneteskan sedikit minyak vitamin E ke kulit kepala Si Kecil. Kemudian dipijat secara perlahan atau dengan menyisirnya perlahan-lahan.

Setelah itu, diamkan minyak selama sekitar 15 menit agar nutrisi vitamin E dapat menyerap masuk ke dalam kulit kepala dan batang rambut. Lalu, bersihkan minyak dari rambut dan kulit kepala Si Kecil dengan sampo yang biasa digunakan Si Kecil.

4. Sumber vitamin E dari suplemen

Vitamin E merupakan asupan penting untuk kesehatan bayi dan anak-anak. Suplemen yang mengandung vitamin E juga banyak dijual di pasaran.

Namun, Bunda harus konsultasikan dulu kepada dokter, apakah Si Kecil membutuhkan konsumsi suplemen vitamin E atau tidak. Sebab, bayi dan anak-anak bisa mendapatkan cukup vitamin E dari sumber makanan. Apabila terlalu banyak asupan vitamin E, tidak baik juga untuk kesehatan Si Kecil.

Baca juga : Cara Menggunakan Minyak Kemiri Untuk Rambut Dan Dapatkan Manfaatnya

Nah, Bunda sekarang sudah tahu lebih banyak tentang manfaat vitamin E untuk rambut dan sumber-sumber untuk mendapatkan vitamin E. Bagus juga apabila kulit kepala dan rambut Si Kecil dirawat dengan menggunakan vitamin E sejak dini agar kulit kepala dan rambutnya selalu terjaga kesehatannya.

 

REFERENSI
“How Vitamin E Can Benefit Your Hair”. Healthline.com
“Everything You Need to Know About Using Vitamin E Oil For Hair”. Byrdie.com
“Is Vitamin E Good for Your Hair?”. Medicalnewstoday.com
“Manfaat Utama Vitamin E untuk Kesehatan Rambut”. Hellosehat.com
“8 Manfaat Ajaib Minyak Vitamin E untuk Perawatan Rambut Anda”. Liputan6.com
“How Vitamin E for Hair can Boost your Hair Health”. Femina.in.

Model Potongan Skin Rambut Anak Laki-Laki
Model Potongan Skin Rambut Anak Laki-Laki

Skin Rambut Anak Laki-Laki – Dalam masa pandemi ini banyak bunda pastinya belum terlalu nyaman untuk terlalu sering membawa si kecil keluar untuk potong rambut di salon atau barber.

Potongan “Skin” bisa menjadi pilihan karena selain mudah merawatnya juga cocok untuk si kecil yang aktif bermain di rumah.

Model rambut skin ini juga paling “low-maintenance” dan akan semakin menonjolkan wajah tampan si kecil. Potongan ini juga lebih tahan lama tidak cepat membuat si kecil kegerahan. Dan yang terpenting, model rambut “skin” ini banyak variasinya lho bunda!

Sehingga walaupun praktis merawatnya tetap bisa membuat tampilan si kecil tetap trendy dan keren. Yuk kita cari tahu lebih lanjut tentang model skin rambut anak laki-laki.

 

Apa itu Potongan Skin?

Potongan Skin adalah jenis potongan yang cepak dan tipis di bagian samping dan belakang, dimana terdapat gradasi yang semakin menipis ke kulit kepala.

Biasanya dimulai dengan bagian lebih panjang atau tebal pada bagian atas kepala, dan secara gradasi semakin pendek ke arah samping dan belakang, menuju ke tengkuk atau leher.

Untuk mendapatkan model skin rambut anak laki-laki yang sempurna tidaklah mudah, bunda sebaiknya membawa si ke salon atau barber professional.

Karena yang menjadi perhatian lebih adalah gradasi yang halus pada bagian samping dan belakang yang biasanya dicukur menggunakan hair clipper, dimana biasanya membutuhkan keahlian dan pelatihan khusus untuk menguasainya.

Untuk mendapatkan gradasi skin yang rapi diperlukan keahlian seorang professional hairdresser atau barber.

 

Berbagai Jenis Skin Rambut

Dalam beberapa tahun belakangan ini, berbagai variasi potongan “skin” atau yang disebut juga dengan istilah populer “fade”  menjadi sangat favorit.

Macamnya juga banyak, ada yang disebut “High”, “Mid”, “Low” Skin Fade”. Tergantung dari batas ketinggian “skin” tersebut.

Dibanding membuat skin rambut anak laki-laki di seluruh kepala dengan kepanjangan yang sama, tren yang sekarang adalah  adanya gradasi kontras antara bagian atas rambut dengan bawahnya, sehingga terlihat lebih stylish dan “fashion statement”.

Dengan adanya perbedaan yang kontras antara bagian atas dan bawah akan menonjolkan atau meng “highlight” penataan bagian atasnya.

Berikut beberapa jenis “Skin” yang bunda perlu ketahui:

High Skin Fade

High Skin fade akan membuat kesan lebih maskulin dan tegas. Model “skin” ini adalah membuat bagian samping dan belakang semuanya dicukur tipis sampai dengan batas yang cukup tinggi (di sekitar pelipis).

Dengan model “skin” ini akan benar-benar menonjolkan model bagian atas. Model skin rambut anak laki-laki ini juga bagus untuk si kecil yang pertumbuhannya masih belum rata, atau masih mempunya beberapa bagian yang belum banyak pertumbuhannya.

Sehingga dengan model ini akan menyarukan pertumbuhan yang belum rata, karena seluruh bagian samping dan belakang dibuat tipis.

Bagian atas dibiarkan agak panjang atau bisa dibuat berbagai variasi. Yang terpenting adalah jenis “skin” akan membuat tampilannya trendy dan fashionable, si kecil akan terlihat tampan dan macho.

Low Skin Fade

Model “Low Skin” ni membuat tampilan “fresh” dan flexible bisa dipadu padankan dengan berbagai gaya. Untuk Low skin ini bagian gradasi tipisnya hanya sampai ke batas bawah atau hanya sekitar telinga.

Jenis skin rambut anak laki-laki ini akan memberikan kesan yang bersih, rapi dan “classy”, cocok untuk berbagai acara formal dan casual.

Mid Skin Fade

Untuk “Mid Skin” ini gradasi tipis akan sampai pada batas pertengahan kepala sehingga akan terlihat paling seimbang dibanding model “skin” lainnya.

Looknya akan terlihat tidak terlalu “extreme” tapi juga tidak terlalu “biasa saja”, sangat bisa dipadukan dengan berbagai macam gaya dan karakter si kecil.

Yang disebut “skin” adalah pada bagian belakang, sampingnya, bagian atasnya. Potongan “skin” pada bagian samping dan belakangnya ini bisa bebas dikombinasikan dengan berbagai variasi pada bagian atasnya.

Ada yang dikombinasikan dengan “side part”, “comb over”, “pompadour”, “faux haux”, “Crop Top”, “Buzz Cut”, dll.

Baca jugaCara Mengepang Rambut Anak Modern dan Keren

Berbagai Macam Model Potongan Skin Rambut Anak Laki-Laki

Pertama, bunda tinggal menentukan jenis skin mana yang diinginkan (High, Mid, atau Low). Bunda juga perlu menentukan seberapa tipis model skin yang bunda inginkan. Model skin tidak selalu harus dibuat super tipis.

Yang terpenting bisa ada gradasi yang halus pada bagian skin tersebut. Apabila bunda mendapat kesulitan untuk menjelaskan kepada barber atau hairstylist, bunda bisa juga menunjukan referensi gambar, supaya bisa sama-sama mengerti dan mendapatkan style yang bunda inginkan.

Setelah menentukan jenis Skin yang diinginkan, sekarang bunda tinggal memilih variasi bagian atasnya. Yuk simak inspirasi model skin rambut anak laki-laki berikut yang bisa bunda coba untuk bereksperimen dengan penampilan si kecil.

Skin with Side-Part

Untuk tampilan yang simpel, rapi dan klasik, gaya skin with side part ini bisa menjadi pilihan. Untuk mendapatkan gaya skin rambut anak laki-laki ini, bunda tinggal mencukur tipis gradasi bagian samping dan belakang rambut si kecil, lalu bagian atas dibiarkan agak panjang dan dibuat layer.

Untuk lebih menegaskan belahannya, bunda juga bisa meminta barber atau hairstylist untuk mencukur bersih bagian belahannya agar terlihat lebih tegas dan keren.

Yang bunda butuhkan untuk mendapatkan style ini adalah sisir dan Hair Lotion agar mudah menata dan semakin menonjolkan tekstur rambut.

Pertama-tama, basahkan sedikit rambut si kecil sampai agak lembab saja , lalu oleskan hair lotion. Kemudian cari belahan alami rambut kecil, lalu bagi rambut disisir ke kanan dan kiri sehingga menghasilkan belahan rambut yang cukup tegas.

Skin with Pompadour

Apabila bunda ingin memanjangkan bagian atas rambut si kecil, maka model skin with pompadour ini bisa menjadi pilihan tersebut. Gaya rambut ini cocok untuk rambut si kecil yang agak ikal dan mengembang.

Untuk mendapatkan model skin rambut anak laki-laki ini, bagian atas rambut dibiarkan agak panjang dan bervolume seperti model jambul yang akan membuat looknya lebih retro dan natural.

Untuk menatanya  bunda tinggal sedikit membasahkan rambut bagian atas lalu berikan Hair Lotion,  kemudian sisir dengan menggunakan jari-jemari ke arah belakang. Biarkan beberapa bagian yang terlihat tidak rapi secara natural agar tampilannya lebih modern dan effortless.

Buzz Cut

Model skin rambut anak laki-laki ini adalah model skin yang paling praktis dan mudah merawatnya. Menjadi model yang banyak digunakan pada masa pandemi ini, dimana banyak bunda yang memotong sendiri rambut anaknya.

Ciri utamanya adalah kepanjangan rambut cepak yang kurang lebih rata di seluruh kepala. Terkadang bisa juga membiarkan bagian atasnya sedikit lebih panjang. Model ini sangat bagus untuk si kecil yang bentuk kepalanya bulat sempurna (tidak peyang).

Baca jugaCara Memilih Minyak Rambut Bayi Yang Bagus

Untuk mendapatkan model Buzz Cut ini bunda juga bisa melakukannya sendiri dengan menggunakan clipper. Bunda tinggal memilih kepanjangan yang diinginkan pada ukuran clipper, kemudian mencukur seluruh bagian kepala.

Namun apabila bunda ingin memberikan variansi buzz cut yang atasnya terlihat agak lebih panjang, bunda bisa membawa si kecil ke barber atau salon professional.

Crew Cut

Model skin rambut anak laki-laki ini adalah mengkombinasikan rambut cepak tipis pada bagian samping dan belakang dengan bagian atas yang tidak terlalu pendek dan tidak panjang.

Model Crew Cut ini juga banyak digemari oleh aktor-aktor Hollywood , karena looknya yang terlihat maskulin dan tetap praktis merawatnya. Cocok untuk rambut si kecil yang lurus dan agak kaku.

Crop Top

Model skin rambut anak laki-laki ini sangat Stylish dan banyak digemari oleh pria-pria Indonesia yang senang berpenampilan trendy.

Terinspirasi dari gaya macho tentara Amerika, kali ini model rambutnya diberi sentuhan tekstur sehingga terlihat lebih fashionable untuk dipakai pria dewasa maupun anak kecil.

Yang menjadi ciri khasnya adalah gaya High Skin Fade pada bagian samping dan belakangnya, kemudian bagian atasnya dipotong layer pendek bertekstur dengan sentuhan sedikit poni.

Gaya rambut ini cocok untuk si kecil yang rambutnya lurus maupun ikal. Bisa ditata dengan gaya rapih maupun agak acak, dan sangat mudah menatanya.

Faux Hawk

Gaya skin rambut anak laki-laki ini dipadukan dengan bagian atas yang ditata sentuhan modern mohawk. Gaya ini didapatkan dengan cara menyisir bagian atas meruncing ke arah tengah.

Cocok untuk rambut si kecil yang lurus dan agak kaku. Bunda bisa menggunakan hair gel khusus anak untuk bisa lebih mudah membentuknya. Gaya ini juga cocok untuk si kecil yang aktif bergerak dan karakternya berani.

Skin with Long Hair On Top

Model skin rambut anak laki-laki ini cocok untuk bunda yang ingin memanjangkan rambut si kecil. Model ini memadukan bagian bawah tipis dengan bagian jauh lebih panjang pada atasnya akan menghasilkan sebuah look yang sangat trendy.

Bunda bisa menatanya dengan menyisir ke belakang, membiarkan jatuh alami, atau kalau cukup panjang bisa juga dengan menguncirnya. Untuk lebih menonjolkan texturnya jangan lupa mengoleskan hair lotion agar walau rambut atasnya panjang si kecil tetap terlihat segar.

Skin with Tatoo

Untuk Model skin rambut anak laki-laki ini bunda sebaiknya jangan melakukan sendiri ya. Bunda memerlukan professional barber yang sudah mahir untuk ”mengukir” rambut si kecil membentuk berbagai macam bentuk gambar.

Selain itu untuk mendapatkan ukiran ini, perlu menggunakan clipper kecil khusus. Untuk kreasinya bisa variasi garis, tribal, gambar, dll.

Model skin ini sangat seru dan cocok untuk si kecil yang berjiwa petualang.  Biasanya aksen “tatoo” ini bisa diletakan di salah satu sisi bagian samping, belakang, maupun atas sesuai selera.

Baca jugaTips Cukur Rambut Bayi

Bagaimana Cara Styling dan Merawat Rambut Skin?

Model rambut skin adalah salah satu model rambut yang paling keren dan trendy saat ini. Model skin rambut anak laki-laki ini juga akan bertahan lebih tahan lama karena bagian bawah dan sampingnya yang tipis.

Namun bunda tetap perlu merapihkan atau melakukan trimming  tiap 1 atau 2 bulan sekali agar menjaga bentuknya tetap bertahan bagus. Terlebih lagi apabila bunda tau cara menatanya akan membuat looknya lebih keren lagi.

Baca jugaTrend Model Rambut Anak Laki-Laki Korea Yang Lucu

Meskipun bagian bawah yang tipis tidak perlu di styling, namun bunda bisa bereksperimen dengan bagian atas yang dibiarkan agak panjang dengan berbagai pilihan variasi model.

Bunda bisa memilih berbagai variasi model sesuai dengan mood  atau karakter si kecil. Yang terpenting, jangan lupa untuk tetap merawat rambut si kecil dengan perawatan yang tepat, yaitu gunakan produk yang aman untuk rambut si kecil.

Untuk menjaga rambutnya, bunda bisa menggunakan rangkaian perawatan rambut yaitu shampo dan hair lotion dari Cussons Baby yang mengandung Candle Nut and Celery, agar rambut si kecil tetap hitam, sehat dan berkilau melengkapi berbagai gaya rambut si kecil pilihan bunda.

 

ditulis oleh: Diana Hadisuwarno, Professional Hairstylist and Art Director of Hairbeat Beauty Lounge

Ayo, Jadi Bagian dari Keluarga Cussons!