ARCHIVES VIDEO

Hamil 1 Bulan: Ciri – Ciri Hamil Muda Minggu Pertama
Hamil 1 Bulan: Ciri – Ciri Hamil Muda Minggu Pertama

Apa rasanya hamil 1 bulan? Beberapa ibu hamil biasanya tidak menyadari sama sekali kehamilannya di bulan pertama ini. Secara fisik, di bulan pertama kehamilan, Bunda biasanya tidak akan terlihat seperti sedang hamil sama sekali. Umumnya Bunda baru akan terlihat hamil ketika memasuki minggu ke-12. Lantas, bagaimana Bunda mengetahui jika Bunda sedang hamil di minggu-minggu awal ini?

Kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir Bunda. Selama sekitar 15 hari pertama, tubuh Bunda akan melalui rutinitas normalnya, yaitu menebalkan rahim dan melepaskan satu atau dua telur. Secara teknis Bunda belum bisa dibilang hamil. Namun, pada minggu kedua atau ketiga, sel telur dan sperma akan bertemu dan terjadi pembuahan. Telur yang telah dibuahi kemudian bergerak ke tuba falopi, membelah diri, sampai mencapai rahim, kemudian akan menempelkan diri ke dalam dinding.

Proses saat sel telur yang sudah dibuahi menempel ke dinding rahim disebut implantasi. Selama implantasi, Bunda mungkin mengalami sedikit pendarahan, yang disebut pendarahan implantasi, dan ini biasanya menjadi salah satu tanda awal kehamilan jika Bunda menyadarinya dan segera melakukan tes untuk mengeceknya. Pada usia empat minggu, sel telur Bunda pun menjadi embrio, dan Bunda sudah bisa dikatakan hamil.

 

Hamil 1 Bulan: Ciri – Ciri dan Tanda Pasti

Memeriksakan kehamilan di bulan pertama

Memasuki minggu keempat kehamilan, Bunda akan mengalami banyak gejala fisik yang akan berlangsung selama trimester pertama kehamilan. Hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) akan mulai dilepaskan di dalam tubuh Bunda, dan hormon inilah dikaitkan dengan gejala seperti mood swing, mual, dan muntah.

Gejala kehamilan lainnya termasuk kelelahan, sering buang air kecil, payudara bengkak, dan rasa logam yang aneh di mulut. Bunda mungkin juga mulai mengidam makanan tertentu. Dan di minggu kelima atau keenam, dengan haid yang tidak muncul seperti biasanya, mungkin Bunda baru akan menyadari bahwa Bunda telah hamil.

hamil 1 bulan
Gejala dan Perbedaan apa sajakah yang terjadi pada kehamilan bulan pertama Bunda? Kenali ciri – ciri perbedaan fisik pada kehamilan muda.

Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah Bunda hamil atau tidak, seperti:

  • Dari gejala-gejala atau tanda kehamilan seperti yang telah disebut di atas (bercak darah yang bukan menstruasi, mual dan muntah, sering merasa lelah, sering buang air kecil, dan payudara bengkak). Namun, beberapa tanda awal kehamilan hampir mirip dengan gejala PMS (pre – menstrual syndrome). Karena itu, kebanyakan ibu hamil lalu mencoba memeriksa Kembali dengan alat tes kehamilan.
  • Alat tes kehamilan yang dijual bebas di toko-toko. Biasanya ini merupakan langkah lanjutan setelah Bunda menyadari gejala-gejala hamil 1 bulan, dan ingin memastikan lebih lanjut. Alat tes kehamilan ini sebenarnya mengecek kandungan hormon hCG dalam urin Bunda. Meski demikian, ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa hasil alat tes kehamilan tidak selalu akurat.
  • Memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan. Tes kehamilan di rumah sakit adalah cara yang pasti untuk mengetahui hasil kehamilan. Tes ini biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah Bunda dan memeriksa kadar hCG Keuntungan dari tes kehamilan di rumah sakit adalah dapat menentukan apakah sumber hCG dalam darah adalah plasenta atau obat kesuburan.

 

 

Kondisi janin di bulan pertama

Setelah memastikan bahwa Bunda hamil, biasanya muncul rasa penasaran, seperti apa kehidupan yang ada di dalam rahim Bunda saat ini? Kondisi Si Kecil saat Bunda hamil 1 bulan ini masih berbentuk embrio, biasanya ukurannya baru sebesar benih bunga.

Embrio dilindungi oleh kantung ketuban yang berisi cairan, dan melekat pada kantung kuning telur kecil yang menyediakan semua makanan yang dibutuhkannya. Lapisan terluar nantinya akan berkembang menjadi plasenta dan memberi Si Kecil oksigen dan nutrisi. Organ bayi baru akan mulai terbentuk di minggu kelima dan seterusnya.

 

Yang dialami Bunda di bulan pertama kehamilan

Ada banyak hal yang akan terjadi pada Bunda di trimester pertama. Gejala awal kehamilan paling umum yang mungkin Bunda alami adalah:

  1. Morning sickness.
  2. Payudara terasa lunak dan membesar.
  3. Perubahan suasana hati.
  4. Pertambahan berat badan. Karena bayi masih sangat kecil pada tahap ini, biasanya berat badan Bunda hanya akan bertambah sekitar 1-2 kg pada trimester pertama.

Saat kehamilan berlanjut, Bunda mungkin akan mengalami gejala lain seperti mulas, sembelit, rasa logam di mulut, penurunan selera makan, dan sakit kepala. Tak perlu panik, karena gejala ini akan berangsur berkurang saat memasuki trimester kedua. Yang harus diingat, jangan jadikan gejala kehamilan orang lain sebagai patokan, karena setiap orang dan setiap kehamilan akan berbeda.

Baca Juga: Kenali Tanda – Tanda Hamil Muda dan Cara Menanganinya!

 

Hamil 1 Bulan: Jenis dan pola makanan yang dianjurkan

Tanda-tanda kehamilan baru akan terlihat setelah sekitar 2 ½ minggu kehamilan berjalan. Dengan mempertimbangkan hal ini, usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat, seperti:

  1. Produk susu
    Produk susu, terutama yang difortifikasi adalah sumber kalsium, vitamin D, protein, lemak sehat, dan asam folat yang baik. Konsumsi yoghurt dan susu untuk mendapatkan manfaat dari nutrisi ini.
  2. Makanan kaya folat
    Selama perkembangan awal janin, asam folat membantu pembentukan tabung saraf. Asam folat sangat penting karena dapat membantu mencegah beberapa cacat lahir utama pada otak bayi (anencephaly) dan tulang belakang (spina bifida). Selain konsumsi suplemen asam folat, pastikan juga mengasup makanan kaya folat seperti buah jeruk, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, nasi, dan sereal.
  3. Whole grain
    Beras merah, soba, gandum bulgur, millet, dan oatmeal merupakan sumber karbohidrat, serat makanan, vitamin B kompleks, dan mineral seperti zat besi, magnesium, dan selenium yang sehat dan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
  4. Telur dan unggas
    Telur merupakan sumber protein, vitamin A, B2, B5, B6, B12, D, E, dan K, dan mineral seperti fosfor, selenium, kalsium dan seng yang baik. Unggas juga merupakan sumber protein yang sangat baik.
  5. Buah-buahan
    Melon, alpukat, delima, pisang, jambu biji, jeruk, jeruk nipis, stroberi, dan apel mengandung beberapa vitamin dan antioksidan yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi dalam kandungan.
  6. Sayuran
    Untuk memastikan Si Kecil mendapat cukup nutrisi, konsumsi sayuran seperti brokoli, kangkung, bayam, wortel, labu kuning, ubi jalar, tomat, paprika, jagung, terong, kubis, dll.
  7. Kacang-kacangan
    Sumber lemak sehat, vitamin, protein, mineral, flavonoid, dan serat makanan yang sangat baik.
  8. Ikan
    Ikan memiliki protein rendah lemak dan berkualitas tinggi. Ikan juga merupakan sumber asam lemak Omega-3, Vitamin B2, D, dan E yang baik, serta mineral penting seperti kalium, kalsium, zinc, yodium, magnesium, dan fosfor.
  9. Daging
    Daging mengandung vitamin B, protein, zinc, dan zat besi yang baik untuk Bunda dan Si Kecil.
  10. Minyak hati ikan Cod
    Minyak hati ikan kod kaya akan asam lemak Omega-3 yang penting untuk perkembangan otak dan mata janin.
  11. Buah kering
    Satu porsi buah-buahan kering menyediakan sejumlah vitamin, mineral, zat besi, kalium, dan folat bagi wanita hamil. Kurma adalah pilihan buah kering yang bisa Bunda santap.
  12. Garam beryodium
    Gunakan garam meja beryodium selama kehamilan. Garam yang mengandung yodium dapat membantu sistem saraf dan otak bayi berkembang dengan baik.

 

Kegiatan yang dianjurkan untuk Bunda

Selain menjaga kehamilan dengan asupan makanan yang bernutrisi, Bunda juga bisa mempersiapkan diri dan Si Kecil hingga menjelang persalinan nanti dengan tetap aktif melakukan kegiatan seperti biasa. Beberapa persiapan yang bisa Bunda lakukan sejak awal kehamilan, antara lain:

  • memilih dokter kandungan
  • mengonsumsi makanan dan vitamin pre-natal yang dianjurkan dokter
  • konsultasi ke dokter tentang kemungkinan penyakit bawaan orang tua
  • berhati-hati karena masa awal kehamilan merupakan usia rentan keguguran
  • membuat anggaran untuk kebutuhan selama kehamilan, persiapan persalinan, dan pasca persalinan
  • mencari tahu tentang nama-nama bayi
  • meski belum perlu membeli perlengkapan bayi, namun ada baiknya mengetahui apa saja perlengkapan yang dibutuhkan bayi nantinya, misalnya tempat tidur bayi, popok dan pakaian bayi, hingga perlengkapan mandinya.

Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan mandi bayi. Kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni. Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil.

Terakhir, yang perlu diingat adalah, saat hamil 1 bulan mungkin banyak yang tak percaya bahwa Bunda sedang hamil, namun usia kehamilan ini masih rentan keguguran. Jangan takut untuk memberitahu orang lain mengenai kondisi Bunda, terutama jika masih bekerja dan harus menumpang kendaraan umum, atau memiliki beban pekerjaan yang cukup berat dan melelahkan.

Baca Selanjutnya:

Hamil 2 Bulan – Perkembangan Janin Hingga Perubahan Tubuh

 

 

 

Rambut Bayi Tidak Dipotong, Apa Efeknya?
Rambut Bayi Tidak Dipotong, Apa Efeknya?

Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong Sedari Lahir, Bagaimana Pendapat Ahli?

Bunda tentu sering mendengar bahwa bayi baru lahir sebaiknya dipotong rambutnya atau digunduli. Kepercayaan ini tidak hanya berkembang di indonesia, namun juga di beberapa negara lain terdapat kepercayaan ini. Alasannya antara lain:

  • Agar rambut bayi tumbuh lebih lebat
  • Rambut janin membawa kesialan atau ketidakberuntungan sehingga harus digunduli atau dibuang

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kepercayaan ini memang terbukti dan sudah didukung oleh penelitian? Apakah memang disarankan untuk dilakukan? Dan bagaimana efeknya apabila rambut bayi tidak dipotong? Adakah efek lain selain alasan kesehatan apabila rambut bayi tidak dipotong?

Untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut ada beberapa hal yang patut bunda ketahui dari penjelasan di bawah ini.

 

Pertumbuhan Rambut Bayi dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Rambut bayi semasa dalam kandungan atau disebut velus, pada umumnya akan rontok sendiri sebelum bayi berusia 6 bulan, untuk kemudian digantikan oleh rambut baru. Rambut baru yang tumbuh dapat berbeda dari rambut janinnya. Jadi jangan heran apabila rambut janin lebat dan hitam, kemudian digantikan oleh rambut baru yang justru lebih tipus, lebih ikal, atau sebaliknya.

Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi antara lain:

  • Genetik
    Genetik memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan rambut bayi. Apabila kedua orang tua atau kakek dan neneknya memiliki rambut lebat dan hitam, tentu anak akan memiliki kemungkinan untuk memiliki struktur rambut serupa. Demikian juga sebaliknya.  bayi baru lahir sudah memiliki ciri genetik dalam folikel rambutnya yang akan menentukan jenis rambut dan pertumbuhannya di kemudian hari. Ukuran folikel rambut menentukan ketebalan rambut; semakin besar ukuran folikel maka semakin tebal pula rambut bayi nantinya. Sedangkan jumlah folikel menentukan berapa banyak rambut bayi nantinya. Semakin banyak jumlah folikel rambut, semakin lebat rambut bayi nantinya.
  • Hormonal
    Hormon dalam masa kehamilan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan rambut .Namun tentu saja pengaruh hormon ibu semasa kehamilan akan berkurang seiring usia bayi. Bayi berusia di atas 6 bulan biasanya pertumbuhan rambutnya sudah tidak dipengaruhi oleh hormon dalam kandungan. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi dalam kandungan antara lain; hormon estrogen dan progesteron ibu.
  • Nutrisi
    Nutrisi yang diterima semasa dalam kandungan dan setelah lahir mempengaruhi pertumbuhan rambut bayi. Nutrisi yang dimaksud antara lain asupan makanan kaya akan protein, vitamin A, B, C dan E, serta zinc dan antioksidan terbukti dapat meningkatkan dan membantu pertumbuhan rambut bayi.

Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pertumbuhan rambut bayi tidak dipengaruhi oleh apakah rambut bayi dipotong atau tidak, digunduli atau tidak sedari lahir sehingga bunda tidak perlu khawatir mengenai rambut bayi tidak dipotong secara kesehatan.

Baca Juga: 10 Bahan Alami Penumbuh Rambut

 

 

Beberapa Faktor Yang Dapat Membantu Bunda Dalam Memutuskan Untuk Memotong Rambut bayi atau Menundanya

Lalu bagaimana efeknya apabila bunda memutuskan untuk tidak memotong rambut bayi bunda? Adakah efek buruknya?

rambut bayi
Faktor dari genetik, hormonal dan nutrisi rambut mempengaruhi pertumbuhan rambut si Kecil. Jadi, hanya mitos jika pertumbuhan rambut dipengaruhi karena sering dipotong.

Sebagai bahan pertimbangan bunda untuk memutuskan apakah akan memotong rambut bayi bunda atau tidak, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat membantu:

  • Memotong rambut bayi hingga botak atau menggunduli bayi saat bayi berusia terlalu kecil dapat meningkatkan resiko terjadinya luka pada kulit kepala bayi. Kulit kepala bayi baru lahir masih sangat halus dan lembut. Penggunaan pisau cukur dapat menyebabkan kulit kepala bayi luka atau iritasi. Sehingga bunda mungkin dapat menunda untuk memotong rambut bayi hingga bayi berusia lebih besar atau menggunakan pisau cukur yang bersih dan baru, serta hindari menggunakan silet atau peralatan cukur yang beresiko menimbulkan luka pada kulit kepala bayi.
    Baca Juga: Tips Cara Memotong Rambut Bayi
  • Memotong rambut bayi hingga botak hanya membuat rambut tumbuh secara bersamaan. Secara alami rambut memiliki beberapa fase pertumbuhan yang berbeda. Memotong rambut bayi hingga botak atau menggunduli rambut bayi akan membuat rambut bayi tumbuh dalam fase yang sama sehingga memberikan kesan rambut bayi tumbuh lebih lebat dan hitam seusai digunduli.
  • Pada bayi yang sudah aktif bergerak, memotong rambut bayi akan membuat bayi merasa lebih nyaman terutama saat cuaca panas dan lembab.
  • Apabila orang di sekitar bayi ternyata memiliki kutu rambut, memotong rambut bayi akan membantu mengurangi resiko bayi tertular kutu rambut.
  • Pada bayi yang memiliki kulit sensitif, memotong rambut bayi dapat membantu bayi terhindar dari gatal gatal atau biang keringat, atau biasa disebut Hal ini dikarenakan rambut yang terlalu panjang dapat menyebabkan penumpukan keringat dan minyak pada area kepala dan leher terutama saat bayi banyak bergerak dan cuaca panas.
  • Folikel rambut pada beberapa bayi yang cenderung lebih rapuh. Rambut yang terlalu panjang akan memberi beban tambahan pada folikel atau akar rambut. Sehingga memotong rambut bayi dapat membantu mengurangi beban pada folikel dan akar rambut bayi, sehingga diharapkan folikel atau akar rambut dapat lebih kuat.
  • Rambut bayi yang pendek akan lebih mudah dibersihkan dan ditata.

 

Bagaimana Pendapat Para Ahli Mengenai Hal Tersebut?

Beberapa ahli berpendapat bahwa memotong rambut bayi bukanlah keharusan. Efek rambut bayi tidak dipotong yang menyebabkan rambut bayi tipis dan tidak berwarna hitam; tidak terbukti. Efek rambut bayi tidak dipotong menyebabkan kesialan tentu saja hanyalah sebuah kepercayaan yang tidak terbukti.

Efek rambut bayi tidak dipotong lebih mengarah kepada alasan fungsional seperti untuk mencegah ketidaknyamanan saat bayi aktif bergerak, serta untuk menghindari memberi beban kepada folikel rambut apabila rambut bayi terlalu panjang.

Dampak rambut bayi tidak dipotong lainnya adalah akan memudahkan kutu rambut untuk berkembang sehingga sebaiknya bunda memotong rambut bayi saat bayi sudah berusia lebih besar untuk mencegahnya menjadi terlalu panjang.

Tidak ada keharusan untuk memotong rambut bayi segera setelah bayi lahir, ataupun keharusan untuk memotong rambut bayi hingga botak.

 

Jadi Apa Saja Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong?

Secara kesehatan tidak ada efek yang mengharuskan bunda memotong rambut bayi. Jadi apabila bunda memutuskan untuk tidak memotong rambut bayi, bunda tidak perlu khawatir. Bunda dapat menunda untuk memotong rambut bayi bunda hingga bayi berusia lebih besar.

Apabila rambut bayi tumbuh dengan cepat sehingga mengganggu kenyamanan bayi bunda dalam beraktivitas, maka bunda dapat memotong rambut bayi bunda dengan memperhatikan kebersihan gunting serta alat cukur yang akan digunakan. Hindari menggunakan pisau cukur bekas pakai karena selain tidak steril, ketajaman pisau cukur yang sudah berkurang akan menyebabkan gesekan berulang pada kulit kepala bayi dan menyebabkan iritasi.

Setelah bunda mengetahui fakta fakta kesehatan mengenai pertumbuhan rambut bayi dan efek kesehatan rambut bayi tidak dipotong, tentunya bunda dapat terbantu dalam mengambil keputusan apakah akan memotong rambut bayi bunda hingga botak segera setelah lahir maupun menundanya. Apapun pilihan bunda, jangan lupa melakukan perawatan yang sesuai untuk rambut dan kulit kepala bayi bunda sesuai dengan kondisi dan usia, ya.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

Rambut Bayi Botak di Depan? Apa Penyebab dan solusinya?
Rambut Bayi Botak di Depan? Apa Penyebab dan solusinya?

Rambut Bayi Botak di Depan Apakah Normal?

Bunda menemukan rambut bayi bunda botak di bagian depan kepala saat menyisir rambutnya? Kebotakan tersebut bisa terdapat pada bagian depan kepala saja atau menyebar pada bagian kepala lainnya. Meskipun jarang terjadi, namun kebotakan ternyata juga dapat menyerang bayi dan anak anak.

Apa penyebab kebotakan tersebut? Apakah normal? Dan bagaimana mengatasinya?

 

Penyebab Rambut Bayi Botak di Depan

Kebotakan pada bagian depan kepala bayi disebut juga alopecia areata. Penyebab alopecia areata belum diketahui secara pasti, namun menurut peneliti ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya alopecia areata diantaranya:

rambut bayi botak di depan
Rambut Bayi Botak di Depan atau Alopecia Areata terjadi karena beberapa penyebab seperti autoimun, genetik, ataupun hormonal si Kecil
  • Autoimun
    Penyakit autoimun adalah suatu kondisi dimana sel imun tubuh menyerang sel sehat. Pada kasus alopecia areata, imun atau sistim kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga folikel rambut mengkerut dan mengalami kerusakan sehingga rambut tumbuh menjadi lebih lambat atau bahkan tidak tumbuh selama berbulan bulan.
  • Genetik
    Alopecia areata juga dapat terjadi pada kondisi genetik tertentu, dimana terdapat anggota keluarga lainnya yang juga mengalami masalah serupa. Alopecia areata dikaitkan juga dengan dermatitis atopi atau eksim dan asma pada garis keturunan yang sama. Alopecia areata merupakan masalah poligenik. Dimana genetik bukanlah satu satunya penyebab, namun dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya alopecia areata apabila terdapat factor penunjang lainnya.
  • HormonalMenurut The Australian Journal of General Practice, alopecia areata berkaitan dengan kondisi hormonal hypothyroid. Hypothyroid adalah kondisi dimana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid yang kurang dari semestinya

 

Gejala Alopecia Areata

Rambut bayi botak di depan atau disebut juga alopecia areata memiliki gejala antara lain:

  • Terdapat area botak yang licin
    Area yang botak ditandai dengan permukaan kulit kepala yang licin dan tanpa helaian rambut sama sekali
  • Area kebotakan umumnya berbentuk bulat atau oval
  • Lokasi kebotakan berada di bagian depan dan dapat menyebar ke area lainnya
  • Tidak adanya kemerahan maupun bintik bintik pada area tersebut
    Kebotakan tidak didahului oleh adanya lesi kulit seperti bintik merah maupun gatal sebelumnya
  • Tidak didahului adanya kerak maupun sisik pada area kebotakan
  • Bayi tidak merasa sakit atau gatal pada area yang mengalami kebotakan

 

Baca Juga: Apa Itu Cradle Cap? Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

Jenis – Jenis Alopecia Areata atau Rambut Bayi Botak di Depan:

  • Rambut bayi botak di depan berupa bercak atau patchy alopecia areata
  • Rambut si Kecil botak di depan yang berbentuk seperti jaring atau alopecia areata reticular
  • Rambut botak di depan yang berbentuk seperti pita atau ophiasis alopecia areata
  • Rambut bayi botak di depan yang meluas hingga merata ke seluruh kepala atau disebut juga diffuse alopecia areata

 

Bagaimana mengetahui apakah kebotakan pada rambut bayi bunda termasuk dalam alopecia areata atau bukan?

Alopecia areata sangat jarang terjadi pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Jadi apabila bayi bunda berusia kurang dari 6 bulan dan mengalami kebotakan maka kemungkinan bukanlah alopecia areata. Karena bayi berusia kurang dari 6 bulan memang akan kehilangan sebagian besar rambut janinnya atau lanugo.

Salah satu ciri lain yang membedakan alopecia areata dan kebotakan yang disebabkan oleh hal lain adalah tidak adanya rambut sama sekali pada lokasi yang mengalami kebotakan alias mulus. Kalaupun terdapat rambut biasanya hanya sedikit dan berwarna lebih terang daripada rambut di sekitarnya.

Kebotakan pada alopecia areata umumnya dimulai dari area bagian depan kepala bayi baru kemudian meluas ke area lainnya. Kebotakan juga tidak didahului oleh kemerahan, bintik atau sisik pada kulit kepala.

Alopecia areata juga ditandai dengan cepatnya bayi kehilangan rambut. Pada alopecia areata rambut bayi akan mengalami kerontokan dengan sangat cepat hingga tiba tiba sudah terjadi kebotakan yang meluas.

 

Bagaimana Mengatasi dan Mengobati Rambut Bayi yang Botak di Depan atau Alopecia Areata?

Sayangnya hingga saat ini alopecia areata belum ada obatnya. Pengobatan hanya efektif untuk alopecia areata derajat ringan atau patchy alopecia areata, dan sifatnya hanya meringankan saja.untuk alopecia areata derajat sedang hingga berat, dokter akan menunda untuk memberi pengobatan dikarenakan beberapa efek samping dari obat yang dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan bayi sehingga disarankan untuk menunggu hingga bayi berusia lebih dari 18 bulan.

alopecia areata
Alopecia Areata atau Kebotakan pada Rambut Bayi belum ada obatnya Bun. Cara mengatasinya hanyalah dengan bahan – bahan alami

Oleh karena itu pada bayi yang berusia kurang dari 18 bulan pengobatan alopecia areata hanya disarankan berupa perawatan menggunakan bahan bahan alami yang bersifat menstimulasi pertumbuhan rambut baru.

 

Baca Juga: Rambut Bayi Tipis dan Jarang? Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

Berapa Lama Hingga Rambut Bayi yang Mengalami Alopecia Areata Dapat Tumbuh Kembali?

Pertumbuhan rambut pada bayi yang mengalami alopecia areata dibedakan sesuai derajat keparahannya. Pada alopecia areata ringan dimana bayi mengalami botak depan pada satu area kecil saja, pertumbuhan rambut bayi diharapkan akan terjadi dalam hitungan bulan.

Namun apabila alopecia areata terjadi lebih luas atau bahkan hingga seluruh kepala maka pertumbuhan rambut bayi dapat terjadi hingga bertahun tahun kemudian.

 

Apa yang Harus Bunda Lakukan Apabila Bayi Bunda Mengalami Botak di Depan yang Kemudian Meluas atau Alopecia Areata?

Yang paling pertama adalah bunda jangan panik apabila mendapati bayi bunda ternyata menderita alopecia areata. Alopecia areata tidak berbahaya, tidak mengganggu tumnuh kembang bayi bunda, dan tidak menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman pada bayi bunda.

Alopecia areata dapat sembuh sendiri, sehingga bunda hanya perlu bersabar menunggu rambut bayi tumbuh Kembali. Bunda dapat membantu pertumbuhan rambut bayi bunda dengan memakaikan produk perawatan yang bersifat merangsang pertumbuhan rambut bayi bunda, diantaranya:

  • Perawatan dengan produk yang mengandung ekstrak minyak kemiri. Minyak kemiri mengandung asam linoleate dan asam linolenat yang membantu merangsang pertumbuhan rambut dan memulihkan folikel rambut yang mengalami kerusakan
  • Perawatan dengan lidah buaya atau produk yang mengandung ekstrak lidah buaya. Lidah buaya memiliki kandungan vitamin A, B,C dan E serta kalsium, zinc, asam folat, magnesium serta zat besi yang membantu menutrisi akar rambut.
  • Perawatan dengan alpukat dan madu atau produk yang mengandung ekstrak alpukat serta madu. Alpukat memiliki kandungan vitamin E yang bermanfaat meningkatkan pertumbuhan rambut, sedangkan madu memiliki sifat anti inflamasi sehingga membantu folikel rambut untuk memulihkan diri.
  • Perawatan dengan minyak zaitun atau produk yang mengandung ekstrak minyak zaitun. Minyak zaitun kaya akan anti oksidan yang bermanfaat dalam membantu menangkal efek radikal bebas terhadap akar dan folikel rambut.
  • Perawatan dengan seledri atau produk yang mengandung ekstrak seledri. Seledri kaya akan kalium, magnesium, zinc, vitamin A, B,C dan zinc yang bersifat sebagai ainti inflamasi sehingga membantu folikel rambut pada alopecia areata untuk dapat memulihkan diri dengan lebih cepat.

Apabila bunda akan membawa bayi bunda bepergian keluar rumah, maka sebaiknya bunda memakaikan topi untuk melindungi area yang botak dari sinar matahari.

Lakukan rutinitas perawatan rambut seperti biasa dengan shampoo bayi yang sesuai dan hair lotion. Berikan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan rambut bayi bunda. Makanan makanan yang dapat membantu pertumbuhan rambut bayi antara lain;

  • Makanan yang kaya akan vitamin B6 dan B12 seperti: kacang kacangan, serealia, daging merah, daging ayam, ikan, telur, dan susu
  • Makanan yang kaya akan vitamin E seperti alpukat, kacang almond, brokoli, dan golongan berry
  • Makanan tinggi protein seperti: kacang hijau, telur, susu, ikan, daging ikan dan ayam
  • Makanan tinggi vitamin C seperti: buah buahan seperti jeruk, berries, apel, wortel, dan labu kuning
  • Makanan kaya akan zat besi diantaranya: hati, bayam merah, bit, kacang merah, dan daging sapi
  • Makanan tinggi vitamin A seperti: bayam, wortel, brokoli, dan labu kuning
  • Makanan kaya zinc, seperti: daging sapi, buncis, lentil, kacang kacangan, labu, wijen, kacang tanah, kacang almond, susu, keju, telur, kacang hijau dan kentang
  • Makanan yang kaya akan omega 3, seperti: makanan laut, telur, kacang kacangan, minyak kanola, dan yogurt

Nah tentunya setelah bunda mengetahui lebih lanjut tengan penyebab rambut bayi botak di depan atau alopecia areata, serta bagaimana penanganan dan perawatan yang tepat; tentunya bunda tidak perlu panik dan cemas berlebihan. Cukup lakukan langkah-langkah perawatan di atas dan bersabar menunggu hingga rambut bayi tumbuh Kembali.

 

ditulis oleh: dr. Cindy Paulina, Dipl CIBTAC, Dipl CIDESCO

 

 

 

 

Tahap Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu
Tahap Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Bagaimana perkembangan janin Bunda mulai dari minggu pertama hingga proses melahirkannya nanti? Ada beberapa hal yang harus Bunda ketahui dan persiapkan hingga menjelang harinya nanti.

Bagi Bunda yang sedang menantikan persalinan, perjalanan sejak pertama kali Bunda menerima kabar tentang kehamilan, hingga hari-hari terakhir sebelum persalinan terasa menegangkan, bukan? Pasti rasanya tidak terbayangkan, ada sesosok makhluk kecil yang bertumbuh di dalam rahim Bunda.

Namun, tahukah Bunda bahwa tak hanya Bunda yang harus melalui perjalanan panjang, mulai dari mengalami morning sickness, mengidam, mengalami sakit punggung, kaki bengkak, hingga napas sesak, seiring dengan pertumbuhan bayi di dalam kandungan Bunda? Si buah hati pun melalui proses panjang perkembangan janin, mulai dari embrio hingga ia berwujud seperti apa yang Bunda lihat di hasil USG beberapa bulan lalu.

Yuk, simak proses perkembangan janin buah hati dalam kandungan Bunda, sejak minggu pertama, hingga kelahirannya!

 

Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Minggu 1-3: Kapan Bunda dianggap hamil?

Kehamilan sebenarnya dimulai pada hari pertama sejak menstruasi terakhir Bunda. Hal ini disebut usia kehamilan, atau usia menstruasi. Walaupun mungkin terdengar aneh, tanggal hari pertama haid terakhir Bunda akan menjadi tanggal penting untuk menentukan tanggal lahir Si Kecil. Ini dikarenakan pembuahan terjadi dua minggu sejak menstruasi terakhir Bunda. Yang terjadi adalah, jutaan sperma berenang ke hulu dalam upaya membuahi sel telur calon ibu, dan hanya satu yang berhasil menembus sel telur, membentuk susunan genetik yang akan menentukan jenis kelamin, penampilan fisik, kecerdasan, dan kepribadian Si Kecil.

perkembangan janin
Pahami Tahapan Perkembangan Janin si Kecil dari Minggu ke Minggu Hingga Proses Melahirkan Nantinya.

Dalam 24 jam setelah pembuahan, sel telur mulai membelah dengan cepat menjadi banyak sel, lalu tinggal di tuba falopi selama sekitar tiga hari setelah pembuahan. Kemudian sel telur yang telah dibuahi terus terbelah saat melewati tuba falopi menuju rahim Bunda, dan sesampainya di sana ia akan menempel pada endometrium. Proses ini disebut implantasi.

Beberapa orang akan menemukan bercak (sedikit pendarahan) selama satu atau dua hari ketika implantasi terjadi. Ini merupakan hal yang normal dan biasanya menjadi salah satu tanda awal untuk mengetahui bahwa Bunda telah hamil.

Dalam tiga minggu, sel-sel blastosit (sel telur yang telah dibuahi) akhirnya membentuk bola kecil, atau embrio. Saat ini, sel saraf pertama bayi telah terbentuk. Si jabang bayi akan disebut embrio terhitung sejak pembuahan hingga minggu kedelapan perkembangannya. Setelah minggu kedelapan, bayi akan disebut janin sampai lahir.

 

Minggu 4-8: Embrio

Pada saat Bunda hamil empat minggu, sel kecil di rahim Bunda telah tumbuh menjadi embrio. Meskipun ukurannya hanya sebesar benih bunga, banyak hal yang akan terjadi pada embrio, antara lain:

  1. Ada dua lapisan sel yang berkembang di dalam embrio:
    • Epiblast, yang akan membentuk seluruh tubuh bayi.
    • Hypoblast, lapisan sel sementara yang mendukung pertumbuhan embrio, misalnya dengan membuat kantung kuning telur untuk makanan.
  2. Di usia ini, embrio juga sudah dikelilingi oleh kantung ketuban, yang berisi cairan untuk melindunginya.
  3. Plasenta sedang dalam tahap awal perkembangan. Beberapa sel akan masuk ke dalam lapisan rahim Bunda untuk menyediakan suplai oksigen dari sistem peredaran darah Bunda ke si buah hati.
  4. Sementara itu, sel lain dari plasenta menghasilkan hormon yang berfungsi mengirimkan pesan untuk menghentikan menstruasi Bunda, dan yang menyebabkan hasil pemeriksaan kehamilan Bunda menjadi positif.
  5. Fitur wajah bayi pun terus berkembang. Telinga mulai dibentuk dengan wujud awal lipatan kecil kulit di sisi kepala. Muncul juga tunas kecil yang nantinya akan tumbuh menjadi lengan dan kaki. Jari tangan, jari kaki, dan mata juga terbentuk.
  6. Tabung saraf (otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf lain dari sistem saraf pusat) sekarang sudah terbentuk dengan baik. Saluran pencernaan dan organ sensorik juga mulai berkembang. Tulang mulai menggantikan tulang rawan.
  7. Kepala bayi akan bertambah besar sebanding dengan bagian tubuhnya yang lain pada saat ini. Sekitar 6 minggu, detak jantung bayi biasanya sudah dapat dideteksi.
  8. Setelah minggu ke-8, bayi Bunda pun disebut janin, bukan embrio. Pada akhir bulan kedua, panjang bayi Bunda akan sekitar 2,5 cm dan beratnya sekitar 1/30 ons.

 

Minggu 9-12: Janin

Pada minggu 9, bayi Bunda telah berubah wujud, dari embrio ke janin. Masih terlalu dini untuk menentukan apakah bayinya laki-laki atau perempuan, namun Bunda sudah bisa merasakan sentakan yang berasal dari cegukan bayi, ini merupakan salah satu gerakan paling awal yang dilakukan janin. Fitur wajahnya pun terus berkembang, dan pada akhir minggu ke-10, perkembangan janin Bunda telah mencapai 90% dari struktur anatomi yang dimiliki orang dewasa.

 

Minggu 13-17: Trimester kedua

Semua organ dalam si bayi telah terbentuk dan akan terus berkembang hingga trimester kedua dan ketiga. Meski matanya tetap terpejam, bayi Bunda sekarang bisa mulai mendengar. Di periode ini Bunda bisa mencoba mengajaknya berbicara atau membacakan cerita padanya agar dia bisa mengenal suara Bunda.

 

Minggu 18-21: Bayi menendang-nendang dalam perut Bunda

Gerakan bayi atau tendangan bayi akan mulai terasa di periode ini sampai dengan usia 22 minggu nanti. Pada minggu ke-22, bayi Bunda sudah sebesar kelapa. Bunda juga sudah dapat mengetahui apakah bayinya perempuan atau laki-laki di usia ini.

 

Minggu 22-25: Bayi mulai mengembangkan inderanya

Bayi Bunda sekarang memiliki berat sekitar 500 gr dan kemampuannya untuk melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan merasakan, semakin kuat setiap hari. Pita suaranya telah berkembang dan dia mulai mengenali suara Bunda dan mendengarkan suara hal-hal yang terjadi di tubuh Bunda.

 

Minggu 26-30: Trimester ketiga

Ini adalah bagian akhir dari kehamilan Bunda. Pada fase ini, Bunda mungkin akan mulai merasa tidak sabar menunggu waktunya bersalin, namun setiap minggu dari tahap akhir perkembangan janin ini penting untuk dilalui bayi karena prosesnya membantu mempersiapkan si bayi untuk dilahirkan.

Pada minggu ke-28, bayi Bunda sudah mulai membuka matanya, berkedip, dan berlatih bernapas. Pada periode ini, dia sudah mengembangkan pola tidur, ia bisa terbangun dan tertidur pada waktu yang sangat spesifik dalam sehari. Setelah 30 hingga 90 menit tidur, dia mungkin akan menendang untuk menunjukkan bahwa dia sudah bangun. Sepanjang trimester ketiga, berat badan bayi juga akan bertambah dengan cepat, menambah lemak tubuh yang akan membantu setelah lahir.

 

Minggu 31-34: Bayi tumbuh sembakin besar

Bayi Bunda sekarang beratnya sekitar 1,5 kg, dan besarnya kira-kira seukuran melon. Beratnya akan terus bertambah sekitar 750gr setiap minggunya sampai dia lahir. Otaknya sudah berkembang pesat, paru-parunya juga hampir berkembang sepenuhnya pada fase ini. Tubuh Bunda akan mulai mengirimkan antibodi yang akan melindunginya dari infeksi dan mempersiapkan dirinya untuk keluar dari rahim.

 

Minggu ke 35 hingga kelahiran: Posisi bayi sudah terbalik

Sebagai persiapan kelahirannya, si bayi sekarang sudah dalam posisi terbalik di dalam rahim Bunda. Jika belum terbalik, coba konsultasikan dengan dokter Bunda untuk kemungkinan dilakukan beberapa teknik untuk mempersiapkan si bayi untuk persalinan.

Setelah bayi Anda dalam posisi terbalik, kepalanya akan bersandar pada serviks atau mulut rahim Bunda, yang akan membuka atau melebar sehingga ia dapat melewati jalan lahir. Bunda mungkin juga akan menyadari si bayi bergerak lebih sedikit karena ruang dalam kandungan Bunda yang semakin sempit.

Di bulan terakhir ini, Bunda bisa melahirkan kapan saja. Sambil menunggu hari “H”-nya, saatnya merencanakan dan menyiapkan kedatangan si buah hati. Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati di awal masa kehamilan tak perlu yang berat-berat, bisa dimulai dari membeli perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi, misalnya.

Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Rangkaian produk Cussons Baby Newborn mengandung bahan pilihan yang lembut, seperti minyak zaitun organik, chamomile alami, dan air murni.

Rangkaian produk yang terdiri dari Cussons Baby Newborn Hair & Body Wash, Cussons Baby Newborn Lotion, dan Cussons Baby Newborn Cream juga telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, cocok untuk tubuh bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Saat sudah sampai di persiapan persalinan, rasanya luar biasa jika menengok kembali perkembangan janin dari awal pembuahan hingga minggu terakhirnya dalam kandungan Bunda. Apapun yang Bunda persiapkan untuk si buah hati ketika ia lahir nanti, jangan lupakan bahwa yang terutama adalah menyiapkan diri Bunda untuk menyandang peran ibu untuk si buah hati yang telah menempuh perjalanan panjang untuk bertemu Bunda.

 

 

 

 

6 Khasiat Lidah Buaya Untuk Rambut Bayi
6 Khasiat Lidah Buaya Untuk Rambut Bayi

Panik karena melihat rambut bayi Anda tampak tipis? Tak usah panik, Bunda dapat menumbuhkan rambut sang buah hati dengan alami menggunakan lidah buaya. Memang, apa saja sih manfaat lidah buaya untuk rambut bayi? Simak penjelasan berikut ini yuk, Bunda!

                Melihat pertumbuhan bayi memang menyenangkan ya, Bunda. Segala sisi dari si bayi pastinya selalu Bunda perhatikan, termasuk rambut. Setiap bayi memiliki kondisi rambut yang berbeda-beda. Ada yang lebat, tebal, tipis, bahkan ada bayi yang hanya memiliki rambut beberapa helai saja. Bagi Bunda yang memiliki bayi dengan rambut yang tipis atau beberapa helai saja pasti sempat merasa panik dan khawatir. Apakah pertumbuhan rambutnya tidak subur? Atau, apakah pertumbuhan rambutnya yang sedikit dan tipis itu akan berjalan terus hingga ia dewasa?

Bunda jangan cemas mengenai hal ini ya, yang paling utama adalah rambut si kecil tetap bisa tumbuh dengan sehat dan kesehatan kulit kepalanya terjaga sehingga membantu merangsang pertumbuhan rambutnya. Fokus Bunda saat ini adalah merawat rambut dan kulit kepala Si Kecil. Jika perawatan rambut dan kulit kepala secara rutin dilakukan sejak ia bayi, dapat menjaga kesehatan rambut dan kulit kepalanya, serta membantu merangsang pertumbuhan rambutnya.

 

Lidah Buaya untuk Perawatan Rambut Bayi

Ada berbagai cara perawatan rambut yang bisa Bunda lakukan. Untuk perawatan rambut si bayi yang masih sensitif tentunya harus pilih yang aman dengan bahan alami. Ada banyak bahan alami di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya adalah lidah buaya atau yang juga kita kenal aloe vera.

manfaat lidah buaya
Rawat rambut bayi dengan bahan alami, seperti lidah buaya yang kaya akan nutrisi untuk rambut dan kulit kepala.

Sebagai bahan alami, penggunaan lidah buaya untuk kesehatan tubuh memang sudah populer sejak berabad-abad lalu. Tumbuhan tropis yang dapat dengan mudah ditanam di halaman rumah atau di dalam pot ini juga dapat dimanfaatkan untuk perawatan rambut dan kulit kepala. Sejumlah penelitian pun menunjukkan adanya korelasi yang positif antara penggunaan lidah buaya dengan kesehatan rambut.

Lidah buaya yang memiliki “daging” berbentuk gel tembus cahaya ini mengandung 96% air, 75 bahan aktif yang berkhasiat, beberapa senyawa organik dan anorganik, protein, asam amino esensial yang juga ditemukan di tubuh, dan enzim yang dapat meregenerasi sel kulit mati di kulit kepala. Lidah buaya juga kaya akan vitamin termasuk vitamin A, C, E, B12, mineral (seperti copper dan zinc), plant steroid. Banyaknya kandungan penting di dalam lidah buaya inilah, yang meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan rambut menjadi lebat.

 

Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut Bayi

                Bahan seperti gel yang ada di dalam lidah buaya inilah yang selalu dimanfaatkan untuk perawatan rambut dan kulit kepala. Nah, berikut ini beberapa manfaat lidah buaya untuk rambut bayi.

lidah buaya untuk rambut bayi
Gel lidah buaya yang selalu dimanfaatkan untuk perawatan rambut dan kulit kepala
  • Membersihkan rambut dan kulit kepala. Gel lidah buaya berguna sebagai bahan pembersih yang ringan untuk rambut dan folikel rambut. Dengan begitu, minyak yang berlebih di rambut Si Kecil dapat diatasi. Agar tidak lengket, sebaiknya bilas rambut dengan bersih usai gel lidah buaya dioleskan di kulit kepala dan rambut Si Kecil. Bunda tak perlu cemas, lidah buaya ini tidak akan merusak helai rambut Si Kecil karena merupakan bahan alami.
  • Merangsang pertumbuhan rambut. Lidah buaya kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang membantu menyuburkan dan menguatkan rambut. Kandungan vitamin C-nya mampu merangsang pertumbuhan rambut si bayi. Sementara itu mineral yang terkandung di dalam lidah buaya, seperti seng, besi, dan kalsium, berkhasiat untuk membantu pertumbuhan rambut lebih cepat dan kuat.
  • Memproduksi keratin. Tahukah Bunda, lidah buaya mengandung 20 dari 22 asam amino esensial. Dua di antara asam amino esensial tersebut adalah metionin dan lisin. Kedua asam amino esensial ini bekerja efektif untuk memproduksi keratin. Nah, keratin ini adalah protein utama rambut yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan rambut bayi. Selain itu, keratin juga meremajakan rambut, membuat tekstur rambut jadi elastis, dan mencegah kerusakan pada rambut.
  • Menjaga pH kulit kepala tetap seimbang dan mencegah kerontokan rambut. Nutrisi yang terkandung dalam lidah buaya, seperti vitamin A, B, C, E, asam folat, kalsium, zat besi, seng, hingga magnesium, dapat membantu mengatur pH kulit kepala bayi agar tetap seimbang. Ketika keseimbangan pH kulit kepala bayi tetap terjaga, rambutnya akan selalu sehat dan kuat sehingga kerontokan rambut dapat dicegah. Selain itu, pH rambut yang tetap seimbang dapat memicu pertumbuhan rambut menjadi lebih lebat.
  • Membantu mengatasi gatal. Bayi juga bisa mengalami ketombe atau yang disebut dengan cradle cap. Kondisi ini akan memunculkan serpihan atau kerak kulit berwarna kekuningan yang menempel di kulit kepala. Secara medis, kondisi ini juga disebut dengan dermatitis seboroik.
     
    Menurut sebuah penelitian, lidah buaya dapat mengurangi kerak atau sisik yang disebabkan cradle cap. Lidah buaya juga membantu menenangkan kepala yang gatal dan menyeimbangkan kadar minyak di kulit kepala yang diakibatkan dari ketombe. Sebabnya, ada kandungan asam folatnya yang berfungsi sebagai antiperadangan.
  • Menutrisi rambut dan kulit kepala. Lidah buaya bermanfaat untuk merangsang sirkulasi darah di kulit kepala dan membantu mengirimkan oksigen dan nutrisi ke folikel rambut. Kemudian kandungan vitamin A, C, dan E akan membantu pergantian sel, merangsang pertumbuhan sel-sel yang sehat pada rambut, serta membuat rambut tampak berkilau. Sementara itu kombinasi vitamin B-12 dan asam folat lidah buaya mencegah kerontokan rambut. Nutrisi dalam lidah buaya juga membantu melindungi serta melembapkan rambut yang kering. Rambut bayi akan tampak berkilau dan bercahaya.

 

Cara Pemakaian Lidah Buaya

Sebaiknya dalam memanfaatkan lidah buaya untuk bayi, hanya digunakan untuk pemakaian luar saja ya, Bunda. Caranya, ambil lidah buaya yang masih segar dan bersihkan. Lalu, kupas daun hijaunya agar “daging” lidah buaya yang berbentuk gel dapat diambil.

Gel lidah buaya yang berbentuk bening dan berair ini bisa langsung diaplikasikan atau digosokkan ke kulit kepala dan rambut Si Kecil. Saat menggosokkan gel, pijat secara perlahan. Diamkan selama 30 menit agar nutrisi lidah buaya dapat terserap dengan baik di kulit kepala dan rambut bayi. Kemudian bilas kulit kepala dan rambut bayi hingga bersih dengan sampo bayi. Lakukan secara rutin agar rambut bayi tumbuh semakin sehat, lebat, dan berkilau.

 

Pilih Sampo dan Losion Rambut yang Aman

Selain perawatan dengan gel lidah buaya segar, Bunda bisa melengkapi perawatan rambut bayi dengan sampo dan hair lotion yang mengandung lidah buaya. Cussons Baby menghadirkan Cussons Baby Shampoo Coconut Oil & Aloe Vera dan Cussons Baby Hair Lotion Coconut Oil & Aloe Vera.

Cussons Baby Shampoo Coconut Oil Aloe Vera
Cussons Baby Shampo Coconut Oil & Aloe Vera

Usai menggosokkan gel lidah buaya ke rambut bayi, Bunda dapat membilasnya dengan Cussons Baby Shampoo Coconut Oil. Sampo ini mengandung kombinasi bahan-bahan alami, yaitu minyak kelapa dan lidah buaya. Nutrisi lidah buaya dalam sampo ini berguna sebagai bahan pelembab alami. Dengan begitu, akan membantu melembapkan rambut, mencegah kulit kepala dari kekeringan dan tetap sehat, dan membantu pertumbuhan rambut. Kandungan lidah buaya di sampo ini juga dapat menjaga keseimbangan pH rambut dan kulit kepala.

cussons baby hair lotion coconut oil aloe vera
Cussons Baby Hair Lotion Coconut Oil & Aloe Vera

Setelah keramas, rawat rambut Si Kecil dengan losion khusus rambut bayi, yaitu Cussons Baby Hair Lotion Coconut Oil & Aloe Vera. Losion yang mengandung minyak kelapa dan lidah buaya ini berkhasiat untuk merawat rambut dan kulit kepala bayi, menjaga rambut tetap sehat dan terawat. Bahan-bahan alami yang dapat melembapkan rambut bayi ini membuat rambut mudah diatur dan terasa segar.

 

 

 

 

Serupa Tapi Tak Sama, Tanda Awal Kehamilan dan PMS
Serupa Tapi Tak Sama, Tanda Awal Kehamilan dan PMS

Meskipun pemeriksaan dengan menggunakan urine atau tes darah yang dilakukan di rumah sakit merupakan metode paling akurat untuk memastikan tanda awal kehamilan, biasanya kita akan tetap memperhatikan gejala alami seperti morning sickness, pendarahan, dan gejala lainnya sebelum memutuskan untuk menggunakan test pack atau memeriksakan diri ke rumah sakit.

Namun, tahukah Bunda bahwa morning sickness atau mual di pagi hari belum tentu merupakan tanda awal kehamilan? Bisa jadi rasa mual tersebut hanya merupakan PMS atau gejala sebelum menstruasi. Karena itu, sebelum terlalu berharap lalu kecewa karena salah diagnosis, pahami betul beberapa gejala PMS yang ternyata mirip dengan tanda awal kehamilan.

 

5 tanda awal kehamilan yang serupa tapi tak sama dengan gejala PMS:

tanda awal kehamilan
Kenali Perbedaan tanda awal kehamilan dan PMS! Morning Sickness belum tentu hamil.

Berikut ini beberapa tanda awal kehamilan yang hampir mirip dengan gejala PMS, namun sebenarnya memiliki perbedaan cukup jelas yang bisa Bunda amati:

1. Pendarahan

Saat Bunda memasuki masa awal kehamilan, Bunda mungkin akan melihat bercak warna merah muda atau coklat tua. Pendarahan ini biasanya terjadi pada saat proses implantasi (proses ketika embrio menempel pada dinding rahim hingga tumbuh menjadi janin). Pendarahan implantasi umumnya terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan atau berhubungan seksual.

Selain memiliki gejala yang serupa, pendarahan implantasi kerap kali terjadi berdekatan dengan jadwal menstruasi. Ketika mengalami ini, banyak yang menganggap bahwa pendarahan ini merupakan gejala menstruasi, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Bedanya, meski berlangsung selama beberapa hari, pendarahan di masa awal kehamilan lebih pendek dari periode menstruasi. Untuk menstruasi, Bunda mungkin tidak akan mengalami pendarahan atau bercak sampai menstruasi dimulai. Begitu menstruasi dimulai pun, pendarahan yang keluar akan lebih banyak dan bisa berlangsung selama sekitar seminggu.

2. Mudah lelah

Saat menjelang menstruasi, Bunda mungkin merasa lelah bahkan jika tidak sedang melakukan sesuatu yang berat, dan rasa lelah ini akan hilang ketika periode menstruasi sudah dekat. Rasa lelah sebelum menstruasi ini dapat diatasi dengan melakukan beberapa olahraga ringan yang dapat meningkatkan kualitas tidur Bunda.

Di sisi lain, jika menstruasi tertunda, dan Bunda masih mengalami kelelahan yang ekstrem, ini bisa jadi merupakan gejala kehamilan. Rasa lelah yang ekstrem terjadi selama kehamilan karena lonjakan kadar progesteron yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan kadar gula. Bunda dapat mengatasinya dengan mengasup cukup nutrisi baik, latihan pernapasan, tidur siang singkat, dan minum cukup air di siang hari.

3. Mengidam (menginginkan atau bahkan menolak makanan tertentu)

Kebiasaaan makan kita cenderung berubah ketika mengalami PMS, contohnya Bunda mungkin tiba-tiba menginginkan makanan manis, cokelat, karbohidrat, atau makanan asin, dan nafsu makan akan meningkat. Dalam kasus PMS, meskipun Bunda mengidam makanan tertentu, keinginan tersebut masih dapat ditahan.

Ketika hamil, Bunda mungkin sangat mengidam beberapa makanan dan tidak suka makanan lain. Beberapa ibu hamil juga mengidam parah dan merasa ingin makan benda-benda yang bahkan bukan makanan seperti serpihan cat kering, potongan logam, dan es. Tanda-tanda ini tidak muncul di PMS, dan jika Bunda mengalami mengidam seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

4. Mual dan muntah

Meski jarang sampai muntah, sangat wajar jika Bunda merasa mual sebelum periode menstruasi. Ini biasanya disebabkan oleh tingkat prostaglandin yang tinggi yang meningkat menjelang dimulainya menstruasi. Rasa mual ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Jika menstruasi Bunda tertunda, ditambah rasa sangat mual, maka ini mungkin merupakan tanda awal kehamilan. Mual saat hamil biasanya terasa saat dua hingga delapan minggu setelah pembuahan terjadi, dan berlanjut selama kehamilan. Meski dikenal dengan sebutan ‘morning sickness‘, rasa mual ini mungkin terjadi setiap saat sepanjang hari.

5. Kram perut atau panggul

Kram selama PMS sering terjadi, dan tingkat keparahannya bervariasi sesuai dengan disposisi genetik dan sistem tubuh. Namun, saat perdarahan dimulai, rasa sakitnya akan berkurang dan perlahan hilang saat menstruasi selesai. Seiring bertambahnya usia, rasa kram dan nyeri terkait menstruasi ini pun akan cenderung berkurang.

Di sisi lain, kram perut atau panggul ketika hamil terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, dan biasanya terjadi bersamaan dengan bercak selama awal kehamilan. Bunda mungkin mengalami kram di punggung bawah atau perut bagian bawah, yang berlanjut selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, dan berlangsung lebih lama daripada kram PMS.

Baca Juga: Tanda – Tanda Hamil Muda dan Cara Menanganinya!

 

Tanda awal kehamilan yang sama persis dengan gejala PMS:

Selain 5 gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga beberapa gejala yang lebih umum dan dapat dialami meski Bunda tidak hamil, seperti:

  1. Sakit punggung.
    Bunda mungkin mengalami sakit punggung saat haid sudah dekat, dan juga saat hamil.
  2. Sakit kepala.
    Sakit kepala dan migrain sering terjadi selama kehamilan dan sebelum menstruasi.
  3. Sembelit.
    Hormon progesteron menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit. Karena kadar hormon ini meningkat selama paruh kedua siklus menstruasi, jadi mereka yang sedang menstruasi pun bisa mengalami sembelit, seperti halnya juga sembelit yang disebabkan perubahan hormonal di awal kehamilan.
  4. Payudara terasa lebih lembut dan bengkak.
    Payudara nyeri, bengkak, terasa berat, sensitif, dan membesar merupakan hal yang wajar terjadi, baik sebelum menstruasi, maupun pada awal kehamilan.
  5. Meningkatnya frekuensi buang air kecil.
    Sering buang air kecil juga lumrah terjadi saat akan haid dan di awal kehamilan.
  6. Perubahan suasana hati (mood swings).
    Mudah tersinggung, depresi, kecemasan, menangis, dan perubahan suasana hati, semuanya normal sebelum menstruasi dan selama kehamilan.

Baca Juga: Cara Cepat Hamil Bagi Pasutri Baru Menikah

 

Gejala yang hanya bisa terjadi di awal masa kehamilan.

Jika sebelumnya kita membahas mengenai tanda awal kehamilan yang mirip dengan gejala menstruasi, maka agar lebih dapat memastikan dugaan kehamilan, kali ini kita akan membahas gejala khas yang biasanya hanya terjadi ketika Bunda sedang hamil, di antaranya:

  1. Puting yang menggelap.
    Kadar estrogen dalam tubuh meningkat, yang kemudian menyebabkan perluasan ukuran areola atau puting. Saat kehamilan berlanjut, peningkatan kadar estrogen ini biasanya menyebabkan penggelapan areola, dan mungkin akan tetap gelap bahkan setelah melahirkan.
  2. Perubahan lendir serviks.
    Salah satu indikasi umum ovulasi adalah perubahan lendir serviks. Jika Bunda hamil, maka lendir menjadi putih, seperti susu, dan encer, atau bisa juga lengket.
  3. Sesak napas.
    Bunda akan mengalami sesak napas saat rahim berkembang dan mendorong ke atas perut, sehingga mengurangi ruang untuk pertukaran oksigen.
  4. Peningkatan suhu tubuh basal.
    Ketika Bunda hamil, suhu tubuh basal (BBT) akan sedikit meningkat segera setelah ovulasi dan akan terus meningkat selama kehamilan.

 

Memeriksakan kehamilan dengan alat, apa yang harus diperhatikan?

Jika dari tanda-tanda di atas Bunda menduga bahwa Bunda telah hamil, Bunda bisa mencoba mengetes menggunakan alat tes urin (test pack) yang bisa digunakan sendiri di rumah. Namun, agar lebih akurat, dokter akan dapat mengkonfirmasi dengan tes lebih lanjut. Jika pengujian di klinik atau rumah sakit memberikan hasil negatif untuk kehamilan, tetapi menstruasi Bunda tetap terlambat, dokter mungkin akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk memberikan pengobatan sesuai kondisi Bunda.

Jika hasil pemeriksaan dokter adalah positif, Bunda diharapkan untuk menjaga kesehatan Bunda dan si jabang bayi hingga waktu persalinan nanti, sambil mengisi waktu dengan mempersiapkan kebutuhan untuk ketika Si Kecil lahir nanti.

Mempersiapkan kebutuhan untuk si buah hati di awal masa kehamilan tak perlu yang berat-berat, bisa dimulai dari membeli perlengkapan tidur, pakaian, popok, botol susu, breastpump, atau perlengkapan mandi, misalnya.

Pastikan memperhatikan kebutuhan bayi saat membeli perlengkapan bayi ini. Untuk peralatan mandi, misalnya, kulit bayi baru lahir lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa sehingga memerlukan perawatan dengan kelembutan ekstra. Bunda bisa mencoba produk yang memang dikhususkan untuk bayi baru lahir, seperti rangkaian produk Cussons Baby Newborn yang telah teruji secara hypoallergenic dengan pH seimbang dan 0% perwarna & 0% alkohol, sehingga cocok untuk kulit bayi baru lahir, dan bisa jadi salah satu pilihan untuk Si Kecil nanti.

Usahakan tidak menjadikan gejala PMS atau tanda awal kehamilan sebagai beban pikiran Bunda. Agar lebih pasti, segera periksakan ke klinik atau rumah sakit terpercaya, agar Bunda bisa segera mendapatkan perawatan sesuai dengan gejala yang Bunda alami.