baby blues

Apa Itu Baby Blues ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Baby Blues Syndrome ?

Baby blues syndrome adalah perasaan yang sangat sedih di hari-hari setelah bayi lahir dan itu sangat normal. Baca selengkapnya untuk mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana cara menghadapi blues syndrome. 

 

Memiliki bayi adalah perasaan yang indah, tetapi banyak Bunda tidak merasakan hal ini pada saat awal kelahiran. “Baby blues” juga dikenal sebagai postpartum blues atau postpartum distress syndrome, ini adalah perasaan emosional yang dirasakan Bunda setelah melahirkan.

 

Jika Bunda baru saja melahirkan dan merasa mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit tertekan, kemungkinan Bunda mengalami sindrom “baby blues”.

apa itu baby blues

Apa itu Baby blues? Penyebab dan cara mengatasi?

Apakah setiap Bunda merasakan hal ini?

Tidak, tetapi sebagian besar Bunda akan merasakan ini. Diperkirakan sebanyak 50 - 80% dari Bunda yang baru melahirkan mengalami baby blues.

 

Gejala Baby Blues Syndrome

Setelah Bunda mengetahui tentang apa itu baby blues syndrome, selanjutnya yang perlu Bunda ketahui ialah Gejala dari Baby blues syndrome itu sendiri.

 

  1. Bunda akan menangis tanpa alasan yang jelas,
  2. Bunda merasa mudah kesal,
  3. Cepat merasa lelah,
  4. Hilangnya atau tidak memiliki rasa percaya diri,
  5. Bunda akan mudah tersinggung,
  6. Bunda akan sulit untuk istirahat,
  7. Dampaknya, Bunda akan enggan untuk memperhatikan si Kecil.

 

Apa Penyebab Baby Blues Syndrome ?

Hal ini dikarenakan hormon. Tubuh Bunda mengalami perubahan yang besar setelah melahirkan. Karena kelahiran itu sendiri, yang sangat melelahkan, dan kemudian susu (ASI) akan keluar.

 

baby blues

5 Penyebab Utama Baby Blues Syndrome Yang Harus Bunda Ketahui.

 

Hormon yang dibutuhkan untuk melahirkan akan berkurang, dan hormon lainnya yang diperlukan untuk memproduksi ASI akan meningkat. Semua ini akan memberikan efek yang besar dari segi emosional Bunda.

 

Ditambah dengan adanya tanggung jawab baru untuk merawat bayi, merawat dan kesadaran bahwa hal baru ini akan membawa perubahan di hidup Bunda. Tidak heran beberapa wanita sedikit kewalahan dengan perubahan ini.

 

5 Penyebab Utama Bunda Mengalami Baby Blues

Pasca melahirkan atau setelah melahirkan sangatlah wajar bagi Bunda untuk mengalami baby blues. Bunda tidak harus menjalani perawatan untuk mendapatkan layanan kesehatan dari rumah sakit setempat.
 

Beberapa metode sederhana dapat diterapkan, seperti bertemu dengan komunitas ibu - ibu baru dan sekedar sharing pengalaman menjadi orang tua baru dapat membuat Bunda merasa tenang.
 

Bunda yang telah menjadi Ibu baru harus mengenal beberapa ciri-ciri baby blue supaya dapat mengatasi beberapa permasalahan depresi pasca melahirkan.

 

1. Faktor Kelelahan Mengasuh Bayi Baru Lahir

Persalinan yang sangat melelahkan untuk Bunda, kemudian harus mengajarkan bayi untuk minum ASI. Kedua hal tersebut bukanlah hal yang dapat dilakukan bayi baru lahir bisa langsung menyusui, Bun!
 

Hal tersebut adalah wajar, kegiatan melatih si Kecil untuk menyusui harus Bunda lakukan. Meski menguras waktu dan tenaga. Bunda menjadi kurang tidur dan lelah. Banyak lagi hal yang harus Bunda lakukan untuk si Kecil. Belum lagi Bunda harus berlatih pada masa transisi tersebut dari fase kehamilan hingga fase menjadi ibu atau ibu menyusui.

 

2. Sakit Pada Payudara dan Demam

Penyebab selanjutnya ialah ketika ASI Bunda mulai bisa diproduksi. Payudara Bunda akan cepat membesar dan Bengkak. Bayi baru lahir akan menyusu sekali 2 jam. Bahkan lebih. Kebanyakan bayi mudah lapar dan haus dan menyusu lebih banyak.
 

Jika Bunda memiliki bayi yang sulit menyusu hingga timbul permasalahan pada payudara menjadi bengkak dan ASI tidak lancar. Tipsnya ialah segera pompa ASI Bunda dan simpan di penyimpanan yang steril.

 

3. Kesulitan Bunda dalam Beradaptasi

Bunda susah menyesuaikan diri. Tanggung jawab baru yang bertambah menjadi seorang ibu membuat Ibu yang baru melahirkan kewalahan.
 

Tadinya mungkin Bunda hanya mengurus diri sendiri, tiba - tiba sekarang harus mengurus si Kecil, yang mulai memandikan bayi, buang air kecil, mengganti popok, saat bayi haus, lapar, hingga menidurkan bayi.

 

4. Hormon Bunda Menurun

Hormon dapat menjadi faktor penting Bunda mengalami Baby blues pasca melahirkan. Ketika Bunda hamil, hormon meningkat atau naik. Akan tetapi setelah melahirkan, Bunda kehilangan banyak hormon.
 

Hal tersebut mempengaruhi kondisi tubuh Bunda sehingga mengalami sindrom baby blues setelah melahirkan.

 

5. Perubahan Fisik Tubuh

Ketika hamil Bunda menjaga makanan dengan sangat ketat. Tetapi ketika sudah melahirkan tidak menjaga pola makan.
 

Perubahan fisik tersebut menjadikan salah satu penyebab penting terjadinya baby blue setelah melahirkan.
 

Pola pikir seperti "makan apa aja supaya ASI Bunda lancar" harus diubah. Cara berpikir tersebut bisa membuat Bunda malah bertambah gemuk dibanding hamil.
 

Belum lagi ditambah adanya masukan dan omongan dari orang - orang seperti, "Setelah melahirkan Bunda bertambah gemuk ya?", dan "Wow, Bunda sudah merasa senang ya, sampai bertambah gemuk begini." Kata dan kalimat tersebut dapat membuat Bunda depresi hingga tertekan.

 

Berapa lama perasaan ini akan berakhir?

Bunda biasanya mengalami sindrom “baby blues” dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan saat terburuk adalah 3 atau 4 hari sesudah kelahiran.

 

Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome

Mengetahui perasaan ini akan muncul, ini dapat membantu Bunda. Cobalah untuk meluangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai - hal ini mungkin tidak mudah, tetapi cobalah untuk tidur sebanyak mungkin, bahkan tidur siang dapat membantu.

 

Batasi jumlah pengunjung yang akan datang menjenguk Bunda, karena hal ini bisa melelahkan Bunda.

 

Apa yang harus dilakukan jika sindrom baby blues ini tidak berhenti?

Jika Bunda masih merasa sedih setelah 2 minggu, lakukan konsultasi dengan dokter karena Bunda kemungkinan mengalami depresi postpartfum. Gejala dari depresi postpartfum meliputi dibawah ini:

 

  • sulit tidur
  • cemas
  • panik
  • menangis secara tidak terkendali
  • kurangnya minat/perhatian pada bayi

Depresi Postpartum juga cukup umum, jadi jangan takut untuk mencari bantuan.

 

Perbedaan Baby Blues Syndrome dan Postpartum Depression

Antara Baby blues syndrome dengan postpartum depression atau depresi pasca melahirkan hanya terletak pada frekuensi dan lamanya durasi. Jika Bunda telah mengetahui tentang apa itu baby blues, penyebab dan gejalanya, maka begitu pula dengan Postpartum depression.

 

Perbedaannya ialah, jika Baby blues merupakan sindrom yang lebih ringan dan tergolong sangat normal terjadi. Bunda merasa kaget, dan perasaan khawatir serta cemas tentang merawat bayi baru lahir, apakah Bunda bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab. Sementara  postpartum depression atau depresi pasca melahirkan akan berlangsung lebih lama, lebih kuat, dan lebih keras gejalanya. Bunda akan merasakan rasa sedih yang berlebih, cemas yang sangat dalam dari biasanya.

 

Demikianlah penjelasan singkat diatas tentang apa itu baby blues syndrome, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. Hal seperti itu adalah normal bagi Bunda pasca melahirkan. Yang perlu Bunda lakukan ialah, tetap stay positive dan melakukan berbagai persiapan yang matang sebelum melahirkan, baik itu fisik maupun mental.

Related Posts

Tags: , , , , , , , ,

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply to Gc Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

73 Comments

Trackback URL Comments RSS Feed

Sites That Link to this Post

  1. Mitos – Recycle Bin |
  1. tania says:

    Apakah ada yg tau jasa psikiater murah dicikarang? Mohon infony alamatnya harganya. saya merasa perlu berbicara dgn psikiater, krn saya tdk pnya saudara dan teman untuk saya ceritakan masalah saya.

  2. Rean says:

    Dok apakah masih bisa terkena baby blues pasca melahirkan 5bln. Belakangan ini saya sering menangis ntah apa alasannya, susah tidur tpi sama anak saya tetap perhatian dok

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami

      Baby blues memang bisa terjadi pada siapa saja, Bunda. Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu mencari support dari pasangan atau saudara atau teman yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita bersama. Ada baiknya bila perasaan Bunda sudah tidak stabil dan pada dikhawatirkan akhirnya mempengaruhi aktivitas sehari-hari, Bunda bisa mencoba untuk datang ke psikolog atau expert di bidangnya.

      Semoga lekas membaik ya, Bunda

      Salam hangat 😀

  3. Affifah says:

    Dok kemarin itu kepala anak saya kebetur meja 2x dalam jangka waktu sebentar dan hanya menimbulkan memar sedikit saja tp perasaan bersalah saya menurut saya sangat berlebihan dan membuat mood saya amburadul apakah itu juga termasuk gejala baby blues ya?
    Pernah juga si suatu ketika anak saya susah banget makannya mangap aja ga mau sama sekali tiba2 emosi saya meledak ledak untung ibu saya mbantuin ngurus anak saya jadi ibu saya yang ngadem ngadem emosi saya… saya juga sadar ada yabg sedikit aneh dengan perilaku saya tapi apakah ini baby blues apa karna stress dengan pekerjaan rumah karna dulunya saya wanita karir yang mengorbankan karir demi mengurus anak sendiri??

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami dan sudah bersedia berbagi cerita ^_^

      Boleh kah kami tau usia si Kecil berapa?
      Ada baiknya bila perasaan Bunda sudah tidak stabil dan pada akhirnya mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan hubungan Bunda dengan si Kecil, Bunda bisa mencoba untuk datang ke psikolog atau expert di bidangnya. Karena baby blues memang bisa terjadi pada siapa saja, Bunda.

      Jika Bunda ingin mencoba mengatasinya dari rumah, Bunda bisa lakukan pelan-pelan dengan cerita dengan saudara atau teman yang dapat dipercaya. Selain itu, Bunda bisa luangkan waktu quality time untuk Bunda sendiri, seperti makan makanan favorit, menonton film kesukaan saat si Kecil tidur, bernyanyi atau menyalurkan hobi Bunda. Lalu Bunda juga bisa menyibukkan diri dengan membuat jadwal aktivitas sehari-hari, supaya ada kesibukan yang terencana dan membahagiakan. Sambil beraktivitas, Bunda bisa melibatkan si Kecil seperti bermain dan bernyanyi bersama di waktu luang supaya bondingnya semakin kuat.

      Semoga perasaan Bunda kembali tenang yah.

      Terima kasih

  4. Crystine says:

    Dok, ini setelah sy cari tau tentang keanehan pada diri sy ternyata setelah sy baca2 kok sy merasa bahwa diri sy kena baby blues yaa. Karena setiap hari sy selalu ada perasaan jengkel, emosi yng berlebih, dan gak peduli sama anak kalau anak sy lagi nangis. Apalagi suami sy lebih peduli dgn hobi piaraan nya dibandingkan dgn urusan rumah tangganya seringkali sy tengkar sama suami saat sy singgung soal ayam piaraan nya dan yng ada suami sy malah ngata2in sy dgn kata2 yng sangat kasar bahkan sy hidup dan makan tiap hari itu juga dari hasil nya ayam2 nya itu, jadi dalam diri sy merasa tidak dihargai tidak dianggap dan dipedulikan terkadang juga nangis2 sendiri kalau ingat kelakuan sy terhadap anak sy padahal ini sudah berlangsung sangat lama dari mulai masih ada anak sy yng pertama skrg sudah umur 5th tapi sudah tidak ikut sy karna anak sy lebih memilih ikut sama saudara dan skrg sy sudah ada anak lagi yng umur nya 17bln tapi kenapa perasaan itu tidak juga hilang sih dok malah terus menghantui sy setiap harinya gimana cara menyingkirkan baby blues ini. Thnks

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah berkenan untuk sharing pada kami

      Ada baiknya perasaan yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa Bunda ceritakan pada saudara yang Bunda percaya dan jangan ragu untuk konsultasikan dengan dengan dokter spesialis terkait ya. Karena dibutuhkan lingkungan positif yang bisa support satu sama lain untuk kesehatal mental Bunda 🙂

  5. afandy says:

    dok saya sebagai suami ko kya ada yg aneh dngan kata beby blues yah,seakan2 mndahului ketentuan allah swt.jadi stiap ibu hamil nnti fkirannya ke beby blues yrus terus alasannya.

    • Cussons Baby says:

      Halo Ayah, terima kasih sudah menghubungi kami. Baby Blues adalah reaksi yang biasa dialami ibu yang baru melahirkan dan seorang ayah yang baru pertama kali berperan sebagai “ayah” biasanya juga bisa mengalami baby blues.

      Dalam kasus ibu, pada proses adaptasi menjadi seorang ibu baru di minggu-minggu pertama terjadi perubahan hormonal dan psikis yang bisa saja menyebabkan terjadinya baby blues. Munculnya gejala psikis bisa terjadi karena kurangnya persiapan mental dalam menghadapi berbagai kemungkinan ketika “berperan” baik itu mengurus suami, diri sendiri maupun merawat bayi.

      Untuk itu, Ayah dan Bunda harus saling support dan membantu peran satu sama lain pasca Bunda melahirkan. Ibu dan bayi pun sehat setiap saat. Ayah dapat melakukan: membantu pekerjaan rumah, membagi tugas merawat si kecil, bersabar, menjadi teman sharing Bunda, dan bergantian menjaga si kecil di malam hari.

      Penjelasan lebih detailnya, Ayah boleh berkonsultasi atau bertanya-tanya pada Psikolog ya

      Terima kasih <3

  6. Anggi says:

    .dok sy mw nanya… Sy dan suami dr awal nikah tdk ingin menunda punya momongan . tp stelah sy hamil dr awal kehamilan hingga sekarang mw 7 bulan tidak bnyk peran suami dlm membantu saya atw mnsuport sy. Ia ttp sj memperlakukan sy sprti sy tdk hamil.. Bahkan ia tdk prnh mengantar sy untuk periksa kandungan atw peran ia saat saya ngidam tdk bisa tidur ia cm berkata “knp kmu gg bisa tdr” sy sllu menjawab.. Dg akan yg sama aku cm pngn ayah nemenin tdr udh aku tdr mw mainan hp silahkan..”kataku.
    .tp dy enggan menemaniku tidur. Dy lbih memilih mainan hp.. Llu ketika sy tidur dy mainan hp. Ketika sy bangun ia tdr.
    .dn saat saya menikah hingga skrg sy tinggal brsama mertua dn ada adik perempuanya yg blm krja ( nganggur) tp dy tdk n membantu krjaan rumah. Sy sudah stres dg pekerjaan rumah + suami tdk suportif +. Gg peka. Yg dy tau dy krja memberi uang selebihnya sy sndiri yg pusing ngatur rumah. Dan krn itu sy sering marah2 tdk jelas . dan skrg sy bnr2 bingung apa sy yg kurang mengerti suami atw suami yg tdk mngrti sya. Mohon pnjelasanya dok trmksh

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami.

      Komunikasi adalah kunci untuk hubungan Ayah & Bunda. Bila ada hal yang ganjal di hati, maka sebaiknya diutarakan dengan cara paling lembut supaya pesannya sampai ke masing-masing pihak.
      Support Ayah, tentu sangat penting untuk proses kehamilan Bunda dan nanti hingga pasca melahirkan. Tetap semangat dan sabar ya Bunda, bila butuh bercerita baiknya Bunda hubungi sahabat yang bisa benar-benar dipercaya dan saudara dekat Bunda. Semoga Ayah & Bunda bisa saling support satu sama lain ya.

      <3 Jika Bunda butuh bertemu psikolog, jangan ragu untuk berkonsultasi dan membuat jadwal ya. Mental health is important, too.

      Salam hangat dan peluk untuk Bunda

  7. KakakVie HennaArt says:

    Suami cuek,,
    Urus rumah, urus ank, nyuci ,masak,
    Semua sendiri..
    Biasa nya bukan masalah di anak,
    Tapi lebih karna kecapekan/Masalah dengan suami
    Jadi di lampiaskan dgn baby. Anak saya baru umur 1 tahun lebih, tapi semakin lama saya jdi malas urus anak, kadang juga sya merasa benci dgn anak sya, setiap anak rewel pasti sya emosi smpai nda sadar mukul anak dan tdk perduli jika dia menangis, sering juga anak mau nyusu tpi sya malah ngk mau nyusuin smpai dia menangis sejadi”nya tpi sya tdk perduli dan sya malah dimarahin suami dan jika sya dimarahin suami lngsung anak yg saya pukul. Apakh sya terkena baby blues? Dulu sya tdk pernah begini tpi setelah anak umur setahunan baru saya selalu emosi dan selalu minta mau cepat mati

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah bersedia sharing kepada kami.
      Jika hal itu terjadi, ada baiknya Bunda secara baik-baik mengomunikasikan hal yang mengganjal di hati Bunda kepada ayah ya. Bicara dari hati ke hati, setelah ayah minum teh hangat atau saat pikiran ayah dan bunda rileks maka bisa dibicarakan. Ada baiknya hal-hal yang secara emosional tidak bunda dapatkan dari ayah, tidak serta merta membuat bunda mudah emosi pada si kecil. Sebab si kecil pun belum memahami secara verbal apa yang bunda inginkan, banyak bunda di luar sana yang berusaha untuk memiliki buah hati namun belum diberi kesempatan dan itu bisa jadi salah satu hal yang bunda syukuri karena saat ini bunda sudah memiliki harta berharga (yaitu si kecil) yang bisa menemani hari-hari bunda.

      Jika kondisi semakin tidak nyaman setelah komunikasi dengan ayah, maka bunda bisa ceritakan masalah ini pada saudara yang bunda percaya ya. Kemudian jika terbersit keinginan untuk konsultasi ke psikiater itu hal yang bagus sekali (karena bunda sudah berani dan jujur untuk kebaikan diri bunda).

      Terima kasih Bunda, jaga selalu si kecil ya dengan segenap hati Bunda. Kelak si Kecil yang akan mendengarkan dan menjadi teman sejati Bunda <3
      Semuanya akan baik-baik saja 🙂

    • tania says:

      Aduuu jngn pukul anaknya buu… Saya mnngerti skali krn suami saya juga cm bisa buat saya emosi slalu. Pernah sekali saya pkul pantat bayi krn kesel ama suami yg ga ikutan diemin anak nangis. stlh beberapa hari say sadar saya jahat sekali, anak saya masi bayi belum tau apapun, knp ke bayi itu kita lampiaskan. Saya mnangis mrasa bersalah. Dan rasa bersalah itu ga hilang walopun sudah dua tahun berjalan. Aedangkan suamj kita tdk tau apapun. Kita sedih..anak bukan hnya sakit yg tersisa, tp dalam dirinya tertanam ibunya ga sayang dia. padahal sya sgt mnyayangi anak saya, tp skrg dia lebih sayang ke ayahnya drpd saya. Makin dlaam sedih saya, tp saya ga akan pukul anak lagi. Tolong bu jangan pukul dia. Janji sama diri sendiri jgn pernah pukul anak lagi apalagi jika bukan salah dia. . Saya juga merasa baby blues makanya mncari tau ksini, apakah ada yg tau jasa psikiater yg murah daerah cikarang? saya talut jika tiba2 datang tnpa tau harga konsul psikiater..

  8. Sugeng says:

    Bagaimana cara sang ayah untuk mengatasi atau meminimalisir syndrome baby blues dari sang bunda

    • Cussons Baby says:

      Halo Ayah, terima kasih sudah menghubungi kami. Banyak cara sederhana yang sangat berarti untuk Bunda, seperti Ayah dapat menjadi teman curhat yang memahami posisi Bunda, membantu pekerjaan rumah yang biasa dilakukan Bunda, maupun mengatakan kalimat berikut: “Ayah paham Bunda sedang tidak dalam kondisi yang nyaman. Maukah Bunda cerita pada Ayah? Kita pasti akan melewati ini bersama-sama.”
      Seorang Ibu yang mengalami baby blues biasanya akan lebih membutuhkan support dari orang terdekat, dalam hal ini Ayah. Tetap semangat ya Ayah dan Bunda, semuanya akan baik-baik saja selama berusaha bersama dan jangan ragu meminta bantuan psikiater ahli jika Bunda dan Ayah tidak menemukan solusi (tentunya lebih dulu atas persetujuan bunda supaya proses ke depannya akan lancar dan membaik)

      <3 Salam hangat dan semangat Ayah. Salam sayang untuk Bunda.

  9. Andre. says:

    Bund apa baby blues bisa di terapi ruqyah.

    • Cussons Baby says:

      Halo Ayah, terima kasih sudah menghubungi kami.

      Baby Blues bisa diminimalisir dan diatasi dengan support dari orang terdekat (terutama ayah) dan keluarga terdekat.
      Bila sudah disupport oleh orang terdekat, tetapi Bunda masih merasa tidak nyaman dan sedih maka Bunda Bisa hubungi psikolog di rumah sakit terdekat ya Bunda <3

  10. Lala says:

    Dok.. sy mo tanya knp y ade saya sperti kehilangan k sadaran y smp dia tdk peduli sm bayi y, udh mo 1 bln ade sy sperti ini kdng dya sllu blng ko aneh y ko gini, sllu blng aneh, kdng ngomong trus ga brenti2 tp ga jls, kdng nangis apakh ini baby blues stlh ank bayi y usia 6 bln.. mhn pnjlsn dok.. mksh.

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh keadaan Baby Blues, untuk mengatasinya Bunda bisa membujuk adik bunda untuk menceritakan apa yang membuat hati dan perasaanya tidak nyaman, selain itu juga butuh support dari suami, adik Bunda. Bila hal tersebut tidak ada kemajuan, maka Bunda bisa hubungi psikolog di rumah sakit terdekat ya <3

  11. Dini says:

    Hi
    Saya baru saja mengalami keguguran
    Saya merasakan perasaan as baby blues
    Menangisi segala sesuatu
    Saya sangat tidak nyaman
    Could itu called baby blues syndrome?
    Thanks

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah mempercayakan untuk sharing pada kami dan teman-teman Bunda di sini.
      Kami turut berduka cita. Perasaan yang Bunda rasakan saat ini adalah valid dan untuk mengatasi emosi yang datang, Bunda dapat sharing pada keluarga terdekat yang Bunda percaya dan pada Ayah. Support dari orang-orang terdekat bisa membuat Bunda lebih kuat, tegar, dan menerima. Jika membutuhkan bantuan psikolog, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan segera ya. Keterbukaan dan rasa percaya, akan mengembalikan perasaan ikhlas/penerimaan dan rasa tenang.

      Salam hangat <3 <3

  12. Rokhnani says:

    Bunda-bunda cantik, usia 22 th saya melahir anak pertama, 14 bln kmdn lahir anak kedua, 21 bln kmdn lahir anak ketiga.
    Bersyukur sy tdk mengalami baby blues atau yg lainnya, saya tidak tahu apa kiatnya. Yang saya tahu, saya selalu merasa happy saat hamil, suami sgt bisa diandalkan dlm bnyk hal, keluarga sgt suport dan perhatian meski dari jauh.
    Dua anak saya lahir saat saya msh kuliah, sy justru happy saat bersama teman-teman kuliah. Saat anak lahir rasa bahagia begitu terasa disetiap mata kerabat yg menjenguk. Saya bangga sekali rasanya memiliki anak-anak yg lucu, tiga anak balita semua, hari-hari sibuk, ramai, mengurusi mereka, kbtln nmr dua lahir sebulan sblm wisuda, jd pas nmr tiga lahir sy sdh free.
    Smp sekarang sy tetap tdk pny jawaban kl ditanya bisa santai ya pny anak-anak kecil-kecil begitu.
    Entahlah, mngkn ada hikmah yg bisa diambil dr cerita saya. Semoga bermanfaat.

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda Rokhani, terima kasih sudah menghubungi kami.

      Salah satu faktor dari baby blues yaitu kurangnya support dari orang terdekat, bila Bunda berlimpah kasih sayang dari suami maupun kerabat dekat maka kabar baiknya adalah dari sisi psikologis Bunda terpenuhi secara positif. Semoga keluarga Bunda selalu dilimpahi kebahagiaan ya <3

  13. Cussons Baby says:

    Hai Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal perasaan yang Bunda alami, Bunda dapat sampaikan pada keluarga yang Bunda percaya dan menjadi pendengar yang baik. Bila support dari orang terdekat masih tidak membuat suatu perubahan pada emosi Bunda, maka Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter/psikolog terkait supaya lebih lega dan tenang.

    Jika masih sulit mengatasi emosi, tarik napas lalu hembuskan, kemudian minum air mineral untuk menenangkan perasaan Bunda.
    Beribadah juga membantu untuk menstabilkan emosi. Si kecil adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk Bunda, apapun yang Bunda alami, sayangi selalu si kecil ya Bunda. Tetap semangat ya Bunda & tetap berpikir positif ya Bunda <3

  14. gunsi says:

    Berbahagiaah kaian yg bisa bersama dgn anak klian setelah melahirkan, jgn jdikan babyblues utk menjauh dari mereka, bagaimana kami sbagian ibu yg mSih merasakan melihat baby kami berjuang di nicu , bersyukurlah dgn baby yg sehat disamping kalian

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah berkenan untuk sharing. Si kecil adalah anugerah terindah dalam hidup seorang ibu. Rasa syukur yang akan membuat kehidupan bahagia. Salam hangat untuk keluarga yah Bunda dan semoga si kecil senantiasa sehat serta bahagia selalu 🙂

  15. Gc says:

    Dok Semenjak melahirkan anak pertama saya secara sc dan saya jg tidak dpt memberi asi kepada anak saya, hanya 3 bulan saya memberi asi, sya slalu dpt tindakan yang tidak menyenangkan dari lingkungan saya, tp saya hanya diam dan menangis, dan setiap anak nangis saya slalu ingin marah, saya mudah sakit dan kadang ga berfikir logis, kadang saya suka melamun juga dok, saya merasa tidak ada yang bisa di percaya. Kadang saya berfikir saya ini kenapa ? Kalau baby blues knp sampai skarang anak saya menginjak 7 bulan saya masih mengalami baby blues ?

    • Cussons Baby says:

      Halo, terima kasih sudah menghubungi kami.
      Baiknya jika perasaan tersebut sudah mengganggu aktivitas Bunda sehari-hari, Bunda bisa konsultasikan ke psikolog ya.
      Namun jika masih bisa dihandle sendiri, Bunda bisa sempatkan waktu untuk me-time untuk mengisi energi Bunda (misalnya mendengarkan musik favorit Bunda, memasak masakan sehat favorit Bunda, atau bercerita pada orang terdekat.
      Anak adalah anugerah istimewa yang Tuhan berikan untuk Ayah & Bunda, Ia belum memiliki pemahaman tentang apa yang bunda alami namun si kecil bisa merasakan segala emosi bunda.

      Jika ingin mengeluarkan emosi negatif, bisa dengan menulis atau menangis saat beribadah. Setelah itu, bangkit dan semangat lagi.
      Jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat supaya Bunda bisa berpikir dengan jernih dan tenang. Banyak yang sayang pada Bunda. Semangat ya Bunda 🙂

  16. Bibinu says:

    Dok, saya sudah 4bulan yg lalu melahirkan normal tanpa di dampingi suami,
    Dan ketika hamil pun kita LDR an..
    Di tambah ketika suami saya tiba di rumah sakit, yang dia tengok anak kami dahulu. Dan saya setelahnya.
    Dan sehari setelah melahirkan saya mudah sekali tersinggung dan menangis.
    Dan yg di fikiran saya, suami saya tak lagi mencintai saya, dia hahya mencintai anak saya, apalagi ketika lahiran dia tdk berada di samping saya.

    Berkali kali saya membicarakan ini dg suami, meskipun setelah di jelaskan bahwa itu tdk benar, karena dia sayang saya dan anak.. Tp tdk lama kemudian, fikiran itu selalu datang.
    Hingga terkadang saya mengabaikan anak saya
    Dan sampe sekarang, sampai usia anak saya sudah masuk 4bulan, saya masih sering sekali mudah tersinggung, menangis sejadi jadinya, hingga timbul fikiran untuk berbuat aneh²

    Apakah ini baby bluess dok?
    Dan harus bagaimana saya supaya fikiran negatif itu berkurang dan hilang.

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami.

      Jika perasaan tersebut sudah sangat tidak nyaman dan mengganggu kegiatan Bunda sehari-hari, baiknya konsultasikan dengan psikolog. Namun Bunda bisa meluangkan waktu me-time atau quality time dengan diri bunda sendiri. Misal saat si kecil tidur, Bunda bisa mendengarkan lagu favorit, memasak makanan sehat favorit Bunda, atau sharing cerita dengan orang terdekat yang Bunda percaya.

      Buah hati, adalah rezeki dan anugerah yang sangat istimewa diberikan Tuhan kepada Ayah dan Bunda. Artinya Ayah dan Bunda sudah dipercaya untuk menunaikan sebuah tugas suci sebagai orang tua. Perasaan tidak nyaman setelah melahirkan, dari segi fisik maupun emosional bisa Bunda atasi dengan sharing dengan Ayah.

      Perasaan Bunda adalah valid, nyata, dan harus diterima. Kemudian baiknya emosi tersebut diolah dengan cara yang baik dan positif. Jangan ragu untuk meminta bantuan bila perasaan tersebut semakin mengganggu ya. Bunda disayang oleh si Kecil, Ayah, keluarga, dan banyak orang yang sayang pada Bunda. Semangat ya Bunda 🙂

  17. bong bong says:

    Hy saya punya 2 anak yg pertama umur 1.8 thn ,yg keduan 4 bulan
    Kenapa dok sampai skrang aku masih kesal dgn anak ku yg pertama Karena saat lahiran dulu aku sc Dan bukannya support tapi seperti merendahkan aku semua Krn tidak bisa lahiran normal
    Ditambah badan anak ku yg pertama kurus jd aku selalu diremehkan terus sama keluarga dari suami ku
    Mungkinkah itu bisa jd baby blues jg dok

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Kami memahami bahwa support saat sebelum hingga setelah melahirkan, merupakan hal yang penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang Ibu, termasuk Bunda. Namun ada baiknya, bila support tidak Bunda dapatkan dari lingkungan terdekat saat ini, Bunda tidak kesal atau memberikan emosi negatif pada anak pertama (maupun kedua). Karena kedua buah hati, juga tidak bisa memilih akan dilahirkan oleh siapa, di keluarga mana, dan dengan kelahiran SC atau normal. 🙂

      Sebaiknya perkuatlah rasa syukur dan mensugesti diri dengan hal positif, bahwa kedua buah hati saat ini sudah dilahirkan dengan sehat jasmani dan rohani. Setelah memahami rasa syukur, Bunda bisa temukan keluarga/orang terpercaya/sahabat yang mengerti kondisi Bunda dan memberikan support positif. Sehingga Bunda merasa lega dan nyaman.

      Bunda akan selalu cantik lahir batin, baik melahirkan secara normal/SC, karena keduanya merupakan anugerah sumber lahirnya cinta kedua buah hati.

      Bunda bisa berkomunikasi dengan Ayah, mengenai perasaan yang dialami Bunda. Utarakan dengan lembut bahwa saat ini Bunda sedang tidak mengalami perasaan yang nyaman. Bertahap dan dengan proses. Jika keluarga dari pihak suami (Ayah) tidak memberikan feedback yang baik, Bunda bisa cuek saja atau menjaga jarak (dengan interaksi secukupnya). Agar perasaan positif Bunda tetap terjaga.

      Salam sayang untuk si kecil ya Bunda. <3

  18. Bonita says:

    Anak saya sudah 3 bulan, sudah seminggu ini sy tidak bisa tidur, bawaan nya gelisah terus, apakah ini babyblues??? Cara mengatasinya gmna ya.? Krna jujur mengaggu sekali, terima kasih

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami.
      Mengatasi gangguan sulit tidur, Bunda dapat rileks dengan berbagai cara favorit dan membuat Bunda nyaman. Seperti mandi air hangat sesekali, membaca buku favorit, bercerita pada ayah/saudara/sahabat/kerabat dekat yang bisa dipercaya, dan memasak makanan sehat favorit Bunda. Baiknya jika belum bisa tidur, hindari bermain gadget (handphone-dan lainnya). Dengarkan music lembut yang bisa membuat Bunda nyaman.

      Jika dirasa masih mengganggu, Bunda boleh konsultasikan pada dokter umum untuk kemudian dirujuk ke dokter terkait ya. Semoga membantu ya Bunda 🙂

  19. Apriani says:

    Apakah babybluesyndrome bisa memicu sesak nafas.. Untuk mengatasi nya bagaimana terimakasih

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal tersebut baiknya segera Bunda konsultasikan pada dokter spesialis anak di rumah sakit atau puskesmas terdekat ya. Semoga lekas sembuh untuk si kecil tersayang

  20. Cahaya says:

    at
    bgmn cranya untk menghentikan baby blouse..?
    krna hngga ankku usia 3 thun q msh sja mrskn ksal yg luar biasa bla ia rewel,
    q mrsa sgt tersiksa dg baby blouse, kdng q brfkr ini bukn baby blouse.. spt lebih dr sekedar baby blouse..

    • Cussons Baby says:

      Hai Bunda Cahaya, terima kasih sudah bersedia sharing. Mengenai rasa kesal saat si kecil mulai rewel hal itu sangat mungkin dialami juga oleh Bunda-Bunda yang lain. Apalagi bila kondisi di rumah membuat jenuh dan Bunda tidak bisa/tidak memiliki teman bercerita.
      Rasa kesal itu dapat dialihkan dengan hal-hal positif ya, Bunda. Seperti memasak masakan kesukaan Bunda, membaca buku favorit Bunda, olahraga senam ringan di rumah, dan sebagainya. Sebaiknya aktivitas tersebut dilakukan saat si kecil sedang tidur, supaya me-time Bunda lebih berkualitas sehingga mood Bunda kembali positif. Rasa kesal, sedih, atau bosan pasti pernah dialami Bunda lainnya, namun yang terpenting adalah bagaimana mengelola emosi tersebut agar tidak berimbas negatif ke Ayah atau si Kecil ya Bunda. Semoga Bunda selalu diberikan kebahagiaan dan kekuatan. Semangat mendampingi proses tumbuh-kembang si Kecil ya Bunda 🙂 Salam hangat

    • aida azies says:

      Banyak berdoa sama Tuhan agar dilapangkan dadanya, diberikan ketenangan dan anak2 itu dijadikan selalu indah dalam pandangan kita sebagai orang tua.. ini tips yang paling manjur bagi saya pribadi

      • Cussons Baby says:

        Terima kasih sudah sharing Bunda Aida 🙂

  21. Allia says:

    Anakku sudah 3 tahun, tp kadang suka kesal kalo anakq lagi nakal kadang aq juga mau nangis kalo merasakan ankq lg tantrum.. memang waktu setelah lahiran dulu sy mengalami baby blues.. tapi sampai skrg kadang suka mengeluh betapa lelahnya mjd seorang ibu.. biasanya diam2 juga kadang suka melamun pikiran kosong.. apa sy mengalami gangguan psikologis atau gimana yaa

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, terima kasih sudah sharing pada kami.

      Jika Bunda merasa kesal karena si Kecil sedang mengalami tantrum. Maka Bunda dapat menanamkan mindset bahwa ada banyak Bunda lain di luar sana yang mengalami hal serupa. Bunda tidak sendiri. Ada baiknya, jika Bunda merasa sedang sensitif atau emosi tidak stabil maka Bunda dapat istirahat sejenak.

      Saat si Kecil tidur, Bunda dapat memutar lagu favorit Bunda sambil menulis atau menggambar, maupun meluapkan emosi dengan hal-hal positif lain yang menjadi hobi Bunda. Selain itu, emosi negatif tersebut dapat Bunda utarakan dengan ‘curhat’ pada orang terdekat yang Bunda percaya & hindari melamun ya Bunda, karena pikiran kosong bisa membuat Bunda overthinking (berpikir hal terlalu jauh dan rumit tentang hal yang belum terjadi ke depannya). Si Kecil masih dalam masa emas tumbuh kembang, yang mana peran Ayah dan terutama peran Bunda dibutuhkan untuk mendampingi si Kecil. Tetap semangat dan jangan ragu untuk bercerita kepada orang terdekat yang Bunda percaya ya <3

  22. jefry musabani says:

    nice one

  23. Cintia says:

    Saya baru saja melahirkan anak kedua, tp pada hari ke dua hingga ke empat saya selalu merasa sedih nangis sesunggukan, karena ingat masa kecil anak pertama saya, karena jarak lahir mereka memang cukup jauh 6th, apakah ini termasuk baby blues syndrome? Mohon pencerahannya

    • Cussons Baby says:

      Hai Bunda, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal perasaan yang Bunda alami, Bunda dapat sampaikan pada Ayah atau keluarga yang Bunda percaya dan menjadi pendengar yang baik. Bila support dari orang terdekat masih tidak membuat suatu perubahan pada emosi Bunda, maka Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terkait. Salam hangat & tetap berpikir positif ya Bunda <3

  24. Fitria says:

    Mbak q mmpunyai anak 1 sekarang usianya sdh hmpir 7 bulan sedangkan saya dan suami bekerja jauh setiap pulang saya selalu curiga kami selalu cekcok atas ketidak terbukaan n kurang perhatian suami terhadap saya dan smpe sekarang suami saya tidak mengerti juga dan hampir menyebut perkataan yg tidak diinginkan.. Saya timbul perasaan cemas curiga emosi hampir rasa hilang kendali Saya bertanya disini apakah saya termasuk depresi??

    • Cussons Baby says:

      Hai Bunda Fitria, terima kasih sudah menghubungi kami dan berbagi pengalaman Bunda.
      Sebaiknya kita tidak memberi ‘label’ depresi terhadap diri sendiri, apalagi jika belum dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Jika Bunda menginginkan tempat untuk sharing, Bunda dapat berbagi cerita pada keluarga yang sangat dipercaya ya untuk meringankan beban pikiran Bunda. Namun tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter atau psikolog terkait untuk membantu menemukan solusi masalah Bunda. Jika emosi Bunda sudah stabil, Bunda dapat berkomunikasi intens dengan Ayah. Bicara dari hati ke hati memang perlu dilakukan supaya tidak ada miss-komunikasi. Salam hangat untuk si Kecil, semoga Bunda dapat mengatasi masalah dengan tenang hingga dapat berpikir jernih untuk menemukan solusinya. Semoga Bunda & keluarga, diberi kebahagiaan dan perlindungan 🙂

  25. Cussons Baby says:

    Halo Ayah, terima kasih sudah berkenan membagikan pengalaman Ayah. Jika Bunda sempat mengalami Baby Blues, memang hal terpenting yakni dukungan dari keluarga dan terutama dari Ayah sebagai sosok terdekat Bunda. Semoga Ayah, Bunda, dan si Kecil senantiasa dilingkupi kebahagiaan. Semangat mendampingi dan memberi pengertian pada Bunda ya Ayah. Salam hangat untuk keluarga di rumah <3

  26. Cussons Baby says:

    Halo Bunda Jayanti, turut prihatin dan berduka mendengar kisah teman Bunda.
    Bunda-bunda yang baru melahirkan dan mengalami baby blues, memang membutuhkan support dari pihak keluarga terdekat, terutama Ayah sebagai suami. Dengan kasih sayang, support yang konsisten, dan pengawasan yang tepat maka akan mencegah hal-hal tersebut. Semoga keluarga Bunda & teman-teman Bunda selalu dikelilingi kasih sayang dari keluarga -dan kerabat sekitar <3

  27. Alkhy says:

    Saya mengalaminya bahkan sampai anak sulung sudah usia 4 thn. Yang paling kecil 8 bln. Entahlah saya sering kesal sama suami… saya ngerasa suami hanya mengutamakan kegiatannya sendiri. Asyik dg aktivitasnya sendiri…

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, tetap semangat. Dengan mendapat support positif dari lingkungan terdekat, maka semua akan berjalan baik. Salam hangat untuk keluarga tercinta ya

  28. Marie says:

    Apakah itu bisa juga terjadi pada usia bayi mencapai 5/6 Bulan?

  29. Amink says:

    Mau tanya ne.. Istri sy sehabis bersalin sesar.. Di hari ke 5 pergelangan tangan dan pergelangan kaki kok lemas dan rada bengkak.. Apakah itu normal.. Dan cara mengatasinya?
    Terima kasih

    • Cussons Baby says:

      Halo Ayah, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal tersebut baiknya konsultasikan pada dokter spesialis atau dokter kandungan yang bersangkutan ya untuk penjelasan dan penanganan lebih lanjutnya. Semoga Bunda dan si Kecil selalu sehat ya Ayah 🙂

  30. Tiza says:

    AKU anak k2 ngalami postpartum depression . Karna mungkin aku kecapean di rs.. abis lahiran sc aku 9hr di rs. Anak ku 6hr okname keluar rs anak ku holic. Yg utama adalah suami..keluarga bagaimana menangani ibu dan anak. Holic 3bln sembuh aku pun ikut membaik dengan sendirinya

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda, tetap semangat. Semoga dengan perasaan yang menenangkan dan hangat dari support positif keluarga maka akan membuat perasaan positif bagi diri Bunda. Salam hangat untuk keluarga tersayang <3

  31. meilena says:

    Mau tanya nih… Akhir2 Ini saya sering sedih Tanpa alasan nafsu makan berkurang terus asi saya gak banyk dan bb bayi saya Gak naik apakah saya terkena baby blues ya

    • Cussons Baby says:

      Halo Bunda Meilena, terima kasih sudah sharing.
      Produksi ASI dan berat badan si kecil memang salah satunya dipengaruhi oleh kondisi emosional Bunda. Bila Bunda bahagia, merasa tenang, dan makan asupan yang bergizi maka niscaya produk ASI akan berlimpah dan Berat Badan si Kecil akan bertambah. Jika Bunda merasa tidak nyaman dengan apa yang Bunda rasakan, Bunda dapat konsultasi atau ceritakan pada kerabat maupun keluarga yang Bunda percaya ya. Mengelola emosi negatif dapat dilakukan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan berolahraga. Tetap semangat ya Bunda, karena si Kecil dan Ayah membutuhkan Bunda. Semoga Bunda dan keluarga selalu dilingkupi kebahagiaan dan ketenangan ya 🙂

  32. Isman hakim says:

    Mau tanya nih apakah baby blues atau postpartum depression dapat di sembuhkan?

    • Happy Wife Happy Mom says:

      hanya diri sendiri yg dapat menyembuhkannya,contoh kecil bnyak istirahat dan lebih percaya diri sama bentuk tubuh yg baru kita dapet pasca melahirkan smoga bermanfaat en maaf hanya saya juga pernah merasakan tp saat saya tau apa yg saya lakukan itu salah jd saya berusaha tuk merubahnya semangat

      • Cussons Baby says:

        Halo Bunda, terima kasih sudah sharing bersama kami. Semoga dapat menjadi info bagi para Bunda yang lainnya ya. Setuju Bunda, stay positive itu penting ya bagi kesehatan. Kekuatan Bunda adalah inspirasi bagi si Kecil kelak ^_^

  33. Nur says:

    Oh ternyata begitu
    Dulu saya mengalaminya setelah melahirkan anak kedua

  34. ronauli sianturi says:

    .sangat bermanfaat infonya mom
    awalnya saya bertanya2 seperti apa beby blues
    hahaha….
    ternyata saya mengalaminy jg
    sempat ngalamin baby blues selama seminggu mom,alhasil suami jadi sasaran

    • Elisa yunita says:

      Saya juga mengalaminya , selama seminggu ini belum hilang2 jg. Rasa takut yg sangat kuat,sulit tidur,cemas yg berlebihana.

      • Lidwina says:

        Syaa jgaa , saya bru melahirkaan anak ke 3
        Rasa cemas dan takut yg berlebihan, syaa sulit tidur, hanyaa suami yg bisa menenangkan saya, tpi suami sibuk dgn pekerjaan,
        Disuruh positive thinking, bagaimana bisa? Cemas ajah sangaat kuaat bagaimnaa bisaa berpikir jernih, apaalagi kaki tangaan sayaa trasa sakit bgt,
        Rasanyaa ga enak bgt postpartum ini, ini sudah berjalan 1 minguu belum hilang2
        Hilang muncul lagi2, udah tenang muncul lagii..
        tpi setelah saya bacaa , ternyataa bukan hanyaa sayaa saja, yg mengalami baby blues ini, sayaa agak tenang, artinyaa sayaa tdk sendirian,
        Mau melawan rasa ini rasanyaa berat bgt, ga enak perasaannya,
        Mudah2an cumaa 14 hri saja, atau mungkin kurang dri 14 hri mudah2an sudah hilang.. kasiaan anak2 sayaa dan bayi saya, tdk sebahagiaa orng melahirkaan pada umumnyaa

        • Cussons Baby says:

          Halo Bunda, tetap semangat. Semoga dengan dukungan positif keluarga maka perasaan positif Bunda akan terus terpupuk dan kembali tenang. Salam hangat untuk keluarga tercinta <3

      • Mitha says:

        Tenang bunda… banyak juga bunda yang mengalami perasan yang sama salah satunya saya, bicara dengan suami, minta bantuan keluarga, ketika menyusui tatap wajah bayi kita, kalau saya bergabung dengan grup ibu-ibu di FB sehingga saya merasa bahwa saya tidak sendiri, bahwa bayi kita baik-baik saja karena ternyata hampir semua bayi mengalami hal-hal yang biasa membuat kita panik, semangat bunda…

        • Cussons Baby says:

          Halo Bunda Mitha, terima kasih sudah membantu dan sharing dengan Bunda yang lainnya. Benar Bunda, dengan mendapat dukungan emosional dari orang-orang terdekat dan komunitas para Ibu, akan terbangun support-system yang kuat dan perasaan pun menjadi tenang. Salam hangat untuk si Kecil dan keluarga tersayang

          • maysa says:

            ini anak pertama saya, masuk hari ke 4 belakangan sering kesel kalo ada orang berkunjung ke rumah, sebenarnya dengan tujuan baik untuk membantu memandikan atau sekedar menemani adek bayi, tapi yang bikin kesel anak saya baru bgt tidur itupun dapet susah, rewel terus kalo bangun, dateng mereka malah ngerecokin menurut saya, kerjaan saya jadi amburadul ditambah lagi mereka seenaknya berantakin rumah, mau ngelarang berkunjung gabisa, di suruh pulang juga ga mungkin, bikin BT aja. orang tua saya jauh, cuma suami yang bisa saya andelin, tapi kadang dia lagi kerja.. gimana solusinya ka biar saya bisa menghadapi keadaan seperti ini

          • Cussons Baby says:

            Halo Bunda Maysa, terima kasih sudah sharing pada kami. Supaya kerabat atau tetangga Bunda mengerti kondisi yang Bunda alami, satu-satunya cara yang dapat dilakukan ada berlaku tegas dan mengomunikasikan maksud Bunda dengan baik. Bahwa si Kecil masih sangat butuh waktu istirahat dan quality time dengan Bunda untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya, nanti pada sore hari waktunya si Kecil mandi sore atau bermain maka tetangga atau kerabat boleh lagi bermain dengan si Kecil. Bunda yang berhak atas waktu istirahat maupun waktu bermain si Kecil, karena si kecil masih dalam usia yang sensitif dan butuh quality time lebih dengan Bunda agar bonding (ikatan) semakin kuat dan si kecil semakin nyaman di sisi Bunda. Salam hangat untuk si Kecil <3 Sehat-sehat selalu ya Bunda

            Untuk teman sharing, sesekali Bunda boleh menghubungi saudara-saudara Bunda untuk sekadar curhat mengenai apa yang Bunda alami. Karena siapa tau keluarga bisa memberikan ketenangan dan solusi terbaik. Salam hangat untuk si Kecil di rumah ya Bunda. Good luck Bunda <3

Top