Bahasa Tubuh Anak Kalau Sedang Berbohong

Intuisi seorang Ibu memang tajam. Ketika anak merasa senang, sedih, atau bahkan ada hal yang disembunyikan, Bunda mengetahuinya. Pernahkah Bunda merasa bahwa sang anak berbohong? Sulit mengetahui apakah anak sedang berbohong atau bicara apa adanya? Simak yuk bahasa tubuh anak yang bisa jadi petunjuk kalau dia sedang berbohong:

Tidak Berani Menatap Mata
Kalau anak diajak bicara tapi hanya menunduk saja atau memilih untuk tidak menatap mata Bunda, itu artinya si kecil berbohong. Karena biasanya ketika berbohong kita tidak berani menatap mata lawan bicara, begitu juga dengan si kecil. Anak lebih memilih mengalihkan pandangan untuk menghindari kontak mata dengan orangtuanya, saat menceritakan hal yang tidak jujur. Biasanya anak akan menggosok matanya, padahal sama sekali tidak gatal.
Percaya atau tidak, saat kita berbohong maka bola mata otomatis akan bergerak ke kanan. Pandangan mata ke kanan atas bisa diartikan dia tengah mencari-cari alasan.

Meremas Tangan, Menggaruk kepala
Tanda lainya, ketika anak berbohong, anak lebih sering meremas-remas tangannya. Gerakan ini dilakukan tanpa disadari si anak, karena ia ingin mengurangi rasa panik dan cemas. Coba perhatikan saat Bunda bertanya kepada anak, tentang siapa yang memecahkan vas di ruang keluarga? Kalau si Kecil menjawab sambil menyembunyikan kedua tangan atau menjawab sambil menggaruk kepalanya, itu pertanda kalau si kecil mulai merangkai kata untuk memanipulasi jawaban.

Gelisah dan Berkeringat
Saat berbohong pasti ada perasaan takut yang menyelimuti, yaitu takut ketahuan kebohongannya. Gelisah, begitulah sikap anak saat dia sedang berbohong. Saat anak berbicara, tubuhnya otomatis tidak bisa tenang. Anak banyak melakukan gerakan yang tidak perlu. Ketika berbohong, anak membutuhkan energi untuk berpikir keras karena harus merangkai kata-kata, mengarang cerita. Akibatnya, anak akan berkeringat lebih banyak. Keningnya akan dipenuhi keringat karena dipaksa untuk berpikir dan wajahnya pun cenderung pucat.

Menangis
Hal yang seringkali dilakukan sebagai tindakan manipulasi anak untuk menutupi kenyataan adalah dengan menangis. Anak berharap dengan aksi menangisnya akan timbul rasa iba. Nah, Bunda, jangan mudah jatuh iba dengan isak tangisnya ya! Tahukah Bun, menurut pakar pembaca tingkah laku seseorang, jika air mata anak keluar dari ujung luar mata, artinya anak hanya berpura-pura menangis. Tapi kalau air mata yang keluar dari ujung dalam mata, di dekat pangkal hidung, itu tandanya si kecil bicara jujur.

Kalau Bunda sering memerhatikan bahasa tubuh anak, otomatis Bunda akan tahu apakah si kecil berbohong atau tidak. Dan kalau anak ketahuan berbohong, hindari untuk memberikan reaksi dengan memarahinya. Yuk, tahan emosi Bunda agar bisa jadi orangtua yang lebih bijak dari hari ke hari. Pasti Bunda bisa!

Bunda memiliki pengalaman menangani anak yang berbohong? Share ke Bunda lainnya melalui kolom komentar di bawah ini, yuk!

Sumber :Fimela.Family.com.

Related Posts

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top