Cara Merawat Rambut Bayi Setelah Dicukur

Bagi anak-anak yang usianya sudah besar, mencukur rambut adalah hal yang biasa. Rambut dicukur juga berguna untuk kebersihan kerapian, dan keindahan rambut si anak.

Namun, bagaimana dengan bayi? Apakah bayi perlu juga untuk dicukur rambutnya? Lalu, bagaimana cara merawat rambut bayi setelah dicukur? Baca informasinya berikut ini yuk, Bunda!

Rambut bayi sudah tumbuh ketika janin di dalam kandungan berusia 8—12 minggu kehamilan. Hampir semua bagian tubuh ditumbuhi rambut, kecuali bagian bibir, telapak tangan, dan telapak kaki. Rambut Si Kecil akan terus berkembang hingga janin berusia 5—6 bulan.

Pada umumnya, bayi terlahir dengan rambut yang banyak dan tebal di kepalanya. Namun, dalam enam bulan pertama masa kehidupannya, rambut bayi yang tumbuh di dalam kandungan tersebut akan gugur. Kemudian, rambut bayi akan tumbuh kembali sesuai siklus pertumbuhan rambutnya secara alami.

Meskipun begitu, ada sebagian masyarakat di Indonesia yang memiliki budaya atau tradisi mencukur rambut bayi yang baru lahir. Bahkan, mencukur rambut bayi sampai habis alias botak.

Ada beragam alasan kenapa rambut bayi harus dicukur. Salah satu alasan yang banyak dipercaya masyarakat adalah rambut Si Kecil bisa tumbuh lagi dengan lebih lebat, lebih sehat, dan lebih cepat panjangnya.

Nah, mungkin saja nih Bunda juga pernah mendapat nasihat untuk mencukur rambut bayi karena alasan tersebut.

 

Mencukur Rambut Bayi, Mitos atau Fakta? 

mencukur rambut bayi tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut
(Tidak ada keharusan mencukur rambut bayi. Foto: нина лебедева / Pixabay )

Namun, secara ilmiah, para ahli kesehatan sepakat bahwa mencukur rambut bayi tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut dan jenis rambutnya.

Rambut bayi yang dicukur habis hingga menjadi botak tidak ada kaitannya dengan rambut bayi yang akan tumbuh menjadi tebal.

Menurut para ahli, faktanya adalah jenis, tekstur, warna, dan pola pertumbuhan rambut bayi tergantung pada genetik sejak bayi lahir, yang diwariskan dari orangtuanya.

Selain itu, ada pula faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan rambut Si Kecil. Antara lain adalah faktor hormon, etnis, dan kecukupan nutrisi yang didapatkan si bayi.

Yang perlu Bunda ketahui lagi adalah setiap bayi sudah memiliki semua folikel rambut ketika ia lahir. Folikel rambut merupakan kantong sel tempat tumbuhnya rambut.

Folikel rambut yang menjadi penentu ketebalan dan kesuburan rambut bayi ini terletak di bawah permukaan kulit kepala. Nah, semakin besar folikel rambut si bayi, semakin tebal pula rambut yang tumbuh di kepalanya.

Sementara yang terjadi saat mencukur rambut bayi adalah memotong rambut di bagian permukaan kulit kepalanya saja, tidak sampai ke dalam folikel rambut. Karena itu, mencukur rambut tidak mempengaruhi pertumbuhan, tekstur, dan jenis rambut si bayi.

 

Haruskah Rambut Bayi Dicukur?

Tidak ada suatu keharusan untuk mencukur rambut bayi, bahkan mencukurnya sampai botak. Dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ahli perinatologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K) juga menegaskan bahwa rambut bayi  tidak wajib untuk dicukur.

“Boleh dicukur, boleh tidak. Rambut pertama bayi atau dikenal dengan velus akan rontok sendirinya pada bulan-bulan pertama.

Tanpa dicukur pun, rambut halus tersebut akan rontok pada waktunya,” ujar Dr. Rosalina dalam keterangannya di situs IDAI.

Baca juga : cara melebatkan rambut bayi

Waktu Mencukur Rambut Bayi

Waktu Mencukur Rambut Bayi
(Foto: Marcin Jozwiak/Unsplash)

Nah, jadi, keputusan untuk mencukur atau tidak mencukur rambut bayi adalah keputusan orangtuanya. Apabila Bunda tetap ingin mencukur rambut si bayi, pastinya Bunda bertanya-tanya, kapan kah waktu yang tepat untuk mencukur rambut bayi? Jawabannya adalah tidak ada waktu khusus mencukur rambut bayi untuk yang pertama kali.

Meski begitu, para ahli menyarankan agar Bunda menunggu beberapa bulan setelah bayi lahir untuk mencukur rambutnya. Setidaknya, ketika Si Kecil sudah mulai belajar untuk mengangkat kepalanya sendiri, sekitar usia 6 bulan.

Di usia ini pula, Si Kecil sudah mulai belajar duduk sendiri sehingga Bunda dapat mencukur rambut si bayi dalam posisi duduk.

Bisa juga ketika rambut Si Kecil sudah terlalu panjang sehingga menutupi mata dan mengganggu penglihatannya. Hal ini pun akan mengganggu aktivitasnya di keseharian, seperti bermain atau bergerak. Kalau sudah begini, Bunda bisa mencukur rambut Si Kecil.

Baca juga : Bintik merah pada kulit bayi

Saat mencukur rambut bayi, perhatikan beberapa hal ya, Bunda. Pertama, menggunakan peralatan mencukur yang aman untuk bayi dan terjaga kebersihannya.

Kedua, Bunda harus memastikan Si Kecil merasa aman dan nyaman saat rambutnya dicukur. Terakhir, lakukanlah dengan berhati-hati agar peralatan cukur yang digunakan tersebut tidak melukai kulit kepala bayi.

 

Cara Merawat Rambut Bayi Setelah Dicukur

Usai rambut Si Kecil dicukur, Bunda harus tetap merawat rambut dan kulit kepalanya agar tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya.

Lalu, bagaimana caranya merawat rambut bayi setelah dicukur? Berikut beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan dan lakukan secara rutin.

  1. Apabila Bunda mencukur rambut bayi sampai botak, selalu berikan perlindungan di kepalanya agar tidak terkena dingin setelah dicukur. Sebabnya, hal tersebut akan mempengaruhi suhu tubuhnya. Perlu diingat Bunda, seorang bayi mengatur suhu tubuhnya melalui kepala.
  1. Bunda bisa keramasi rambut dan kulit kepala si bayi, terutama bagi bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Tetapi, jangan lakukan keramas setiap hari. Cukup satu kali dalam seminggu saja.

Sebabnya, bayi usia di bawah 6 bulan belum banyak mengeluarkan minyak di kulit kepalanya. Keramas ini berguna untuk menjaga kulit kepala Si Kecil agar tidak terbentuk kerak kepala (cradle cap). Hal ini berlaku juga untuk merawat rambut bayi setelah dicukur.

Bunda bisa menggunakan rangkaian Cussons Baby Shampoo yang memang diformulasikan khusus untuk merawat rambut dan kulit kepala bayi.

Selain itu, rangkaian Cussons Baby Shampoo juga mengandung bahan-bahan alami, yang nutrisinya dapat membantu merawat dan menyehatkan rambut dan kulit kepala bayi. Antara lain, minyak kemiri, minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak alpukat.

Baca juga : Menggunakan Bahan Alami Untuk Rambut Rontok Pada Anak

Nutrisi alami yang terkandung di dalam shampo ini juga dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut bayi, membantu menjadikan rambut bayi lebih hitam, lebat, tebal, dan lembut.

SHAMPOO_almond honey

Ada beragam jenis shampo dalam rangkaian Cussons Baby Shampoo yang dapat Bunda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan rambut Si Kecil.

  1. Agar rambutnya tetap lembut dan halus, Bunda dapat menambahkan pemberian kondisioner khusus bayi setelah keramas. Kondisioner juga berguna untuk mencegah rambut Si Kecil kusut.
  1. Melakukan pemijatan di kulit kepalanya secara perlahan, juga dapat membantu kesehatan rambut dan kulit kepalanya. Memijat rambut dan kulit kepala bayi berguna untuk merangsang sirkulasi darah di kulit kepala sehingga membantu akar rambut mendapatkan nutrisi. Saat memijat, gunakan minyak dari bahan-bahan alami ya, Bunda.

Agar lebih praktis, Bunda dapat menggunakan Cussons Baby Hair Oil. Minyak rambut khusus untuk bayi ini mengandung bahan alami, seperti minyak kemiri dan minyak kelapa.

Kandungan nutrisi dari minyak kemiri dan minyak kelapa sudah dipercaya dan dikenal secara luas efektif memberi kesehatan pada rambut dan kulit kepala bayi.

  1. Tak hanya perawatan rambut dari luar saja. Asupan nutrisi di dalam tubuh juga sangat penting bagi kesehatan rambut bayi dan juga tumbuh kembangnya.

Nah, Bunda perlu menjaga pola makan yang sehat dan seimbang agar dapat memberikan asupan nutrisi kepada Si Kecil melalui ASI.

Baca juga : Cara Merawat Rambut Anak Keriting Yang Tepat

Selain itu, pola makan sehat bayi pada masa MPASI juga harus diperhatikan, Bunda. Pastikan, kebutuhan nutrisi bayi tercukupi di dalam makanan pendampingnya.

Nah, Bunda, cara merawat rambut bayi setelah dicukur itu sangat mudah dilakukan ya. Lakukan perawatan rambut dan kulit kepala ini secara rutin agar rambut bayi dapat tumbuh subur dan sehat.

 

REFERENSI
“Apa dan Bagaimana Perawatan Rambut Bayi? Berikut Penjelasannya”. Kontan.co.id
“Kenapa Rambut Bayi Harus Dibotakin? Ini Penjelasan dari Dokter”. Kumparan.com
“Cukur Rambut Bayi Sampai Botak, Haruskah Dilakukan? Ini Jawaban Pakar”. Id.theasianparent.com
“Perlukah Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Sampai Botak?”. Orami.co.id
“Kapan Rambut Bayi Harus Dicukur?”. Idai.or.id
“Mencukur Rambut Bayi Membuat Lebih Tebal, Mitos atau Fakta?”. Alodokter.com

 

x

Dapatkan Produk Kami di Sini:

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Artikels

Ayo, Jadilah Bagian dari Sahabat Bunda Cussons!