37545292 - newborn baby boy craying in maternity hospital

7 Cara Membersihkan dan Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Anak yang baru lahir, mempunyai tali pusat yang menghubungkan antara bayi dengan Bunda. Untuk Bunda yang baru mempunyai anak, ataupun yang baru melahirkan, sering tidak mengetahui tentang cara tepat merawat tali pusat bayi agar tidak terjadi infeksi atau terkena penyakit lainnya. Bayi menerima makanan dan oksigen melalui tali pusat yang menempel di dinding rahim. Setelah melahirkan, tali pusat dan juga ari-arinya tidak diperlukan lagi. Tali pusat akan dipotong 2 – 3 cm, dan tali pusat inilah yang harus dijaga dan dirawat, dengan maksud agar cepat kering dan juga tidak akan terjadinya infeksi, maka rawatlah tali pusat bayi dengan baik dan benar. Proses pelepasan tali pusat ini terjadi antara 1 – 3 Minggu lamanya.

Cara membersihkan dan merawat tali pusat bayi baru lahir:

 

  1. Tali pusat bayi dijaga agar tetap bersihBiasanya, Bunda selalu memakai kapas halus dan air hangat untuk membersihkan tali pusat yang ada pada bayi, setelah mengganti popok. Jika tali pusat bayi tidak sengaja terkena air, saat memandikan bayi, gunakan kasa steril, dan Cotton Buds Cussons untuk mengeringkan. Selain untuk membersihkan sela-sela jari kaki bayi, dan telinga. Cotton Buds Cussons juga berguna untuk membersihkan tali pusat bayi. Caranya, gulir-gulirkan Cotton Buds Cussons dari arah kiri ke kanan di atas pusar bayi, secara perlahan. Agar kotaran-kotoran yg menempel, bisa terangkat dengan mudah.
    Tali pusat dibiarkan begitu saja sampai mengering. Untuk merawat tali pusat ini, sebaiknya jangan menggunakan cairan antiseptik, karena akan membuat lama keringnya tali pusat. Jika memang bayi Bunda dilahirkan secara premature, dan memerlukan antiseptik untuk merawat tali pusar bayi, tidak masalah untuk menggunakan antiseptik atau bisa melalui petunjuk bidan atau dokter untuk merawatnya.
    Untuk membersihkan tali pusat yang lengket dan juga kotor, bersihkanlah dengan menggunakan air hangat yang bersih dan usapkan dengan kain yang lembut juga kain yang mudah menyerap air, setelah itu keringkan agar tidak terjadinya infeksi dan juga kuman.
  2. Tali pusat bayi dijaga agar tetap keringTali pusat yang selalu kering, akan mempercepat terlepasnya tali pusat pada bayi. Sebaiknya, tali pusat tidak dibungkus dengan apapun, untuk membiarkan udara yang masuk dan tali pusat akhirnya mengering dengan sendirinya. Juga untuk memakai popok, sebaiknya popok tidak digunakan sampai menutupi pusar bayi, popok digunakan hanya sampai di bawah pusar bayi. Jika popok kepanjangan untuk dipakai, maka lipat popok tersebut untuk menghindari terjadinya iritasi pada tali pusat bayi. Pakai baju yang sedikit longgar, agar tidak mengganggu tali pusat yang belum mengering.
  3. Gunakan spons mandiGunakanlah spons untuk mandi si bayi, agar tali pusat selalu kering saat memandikan bayi. Spons juga sangat praktis digunakan. Jika tali pusat sudah mengering, dan terlepas dengan sendirinya, Bunda bisa memandikan bayi di bak mandi bayi sambil berendam.
  4. Ganti kain kasaJika Bunda menggunakan kain kasa, gantilah kain kasa secara berkala, jangan terlalu lama memakai kain kasa, apa lagi dalam keadaan yang agak lembab, itu akan mengakibatkan terjadinya infeksi pada tali pusat bayi. Jangan menggunakan kapas untuk membersihkan tali pusat pada bayi, karena serabut-serabut pada kapas akan menempel pada tapi pusat bayi.
  5. Hindari tali pusat terkena air saat mandiJangan berendam ketika memandikan bayi, ketika tali pusat bayi belum mengering, cukup dengan menggunakan kain yang lembut dan halus untuk mengusap-usap tubuhnya. Usap perlahan-lahan dan hati-hati, jaga jangan sampai tali pusat terkena air.
  6. Hindari salep maupun obat lainnya
    Jangan memberikan apapun untuk mengeringkan tali pusat, seperti salep atau obat lainya kecuali dalam izin dokter.
  7. Biarkan tali pusat terlepasJangan menarik atau mencabut sendiri tali pusat bayi, karena bayi akan merasakan sakit. Biarkan tali pusat bayi terlepas dengan sendirinya.

Tips-tips untuk merawat tali pusat bayi :

  • Bunda harus selalu mencuci tangan, dengan menggunakan sabun antiseptik dan dengan air yang mengalir, sebelum membersihkan tali pusat bayi, agar kuman-kuman yang menempel pada tangan Bunda tidak membahayakan tali pusat bayi.
  • Tali pusat tidak boleh dilepas dengan cara ditarik ke atas, biarlah menjulur dengan sendirinya.
  • Jaga tali pusat bayi, jangan sampai terkena kotoran ketika sedang membersihkan kotoran bayi. Jika terkena kotoran bayi, cucilah tali pusat dengan air hangat yang matang, bersih, berserta pembersih bayi lalu keringkan.

Jika tali pusat kotor, dan agak bernanah disekitarnya, ini adalah hal yang normal, tidak berarti infeksi dan Bunda tidak perlu khawatir tentang hal ini.

Beberapa kemungkinan, tali pusat bayi mengalami infeksi adalah bayi akan merasakan demam pada tubuhnya, lemah, lesu dan selalu rewel, tidak mau minum ASI atau susu, tali pusar agak kemerahan dan agak sedikit membengkak, bayi juga akan sering menangis tak henti-henti, tali pusatnya juga akan mengeluarkan bau. Jika bayi Bunda seperti ini, konsultasi langsung pada bidan atau dokter. Jangan menangani ini sendirian, ini akan menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Tags: , , , , ,

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Comments

Trackback URL Comments RSS Feed

  1. Terima kasih tipsnya, sebagai ibu baru saya merasa sangat terbantu,,

    • umaii says:

      Sebagai saran sih mbak, kalo mau cepet kering biasa nya dokter ngasi kasa alkafil , selain nyegah infeksi atau matiin bakteri disekita pusar, juga bermanfaat mengeringkan pusar biar cepat lepas. Penggunaanx cuma di lap in aja habis tu dibuang karena sekali pake,

Top