springtime-activities-baby

Imunisasi pada Anak

Oleh : dr. Desiana Dharmayani, SpA

Anak yang sehat,tumbuh dan berkembang dengan baik adalah dambaan setiap keluarga.

Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan kesehatan anak, mulai dari diet gizi lengkap dan seimbang, istirahat yang cukup, olah raga teratur, kebersihan diri dan lingkungan hingga pencegahan terhadap berbagai penyakit menular dengan imunisasi.

Program imunisasi telah terbukti mampu mengurangi angka kejadian berbagai penyakit menular bahkan terbukti mampu menghilangkan penyakit cacar variola di dunia. Namun sayang ada juga orang tua yang belum begitu paham tentang pentingnya imunisasi dan percaya kepada berbagai mitos tentang imunisasi, sehingga khawatir dan tidak memberikan imunisasi kepada anaknya.

Akibatnya beberapa penyakit menular kembali merebak dan mewabah. Antara lain wabah polio (2005-2006) di Sukabumi yang menyebabkan 307 anak lumpuh dan cacat seumur hidup. Wabah difteri di Jawa Timur sampai ke Kalimantan dan DKI akibat banyak anak yang tidak medapat imunisasi DPT, wabah ini menyebabkan 814 anak dirawat di RS dan 56 meninggal dunia.

Bunda, yuk kita cari tahu bersama tentang imunisasi ini, agar kita tidak begitu saja percaya dengan mitos dan melalaikan penjagaan terhadap kesehatan si kecil serta anak lain di sekitarnya.

Apakah Imunisasi? Haruskah setiap anak di imunisasi?

Bunda, Imunisasi adalah upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga jika suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya akan sakit ringan

Setiap anak berhak mendapatkan perawatan kesehatan, salah satunya melalui pemberian imunisasi. Jadi, imunisasi sebenarnya hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua. Dengan imunisasi orang tua telah melindungi anak dari kemungkinan tertular penyakit berat sekaligus tidak menjadi sumber penularan bagi anak lain di sekitarnya.

Benarkah imunisasi menggunakan vaksin yang mengandung lemak babi?

Tidak benar Bunda. Pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 – 20 tahun lalu, ketika proses panen beberapa jenis bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi induk bibit vaksin tersebut kemudian dicuci dan dibersihkan total dengan cara ultrafilterisasi ratusan kali, sehingga pada vaksin yang diteteskan atau disuntikan pada bayi balita tidak mengandung tripsin babi. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan khusus.

Demam, bengkak, nyeri, kemerahan setelah imunisasi membuktikan bahwa vaksin berbahaya ?
Tidak berbahaya Bunda, dan hal ini tidak selalu terjadi pada setiap anak yang mendapat imunisasi. Demam, nyeri, kemerahan, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, atau dikompres air dingin pada bengkak bekas suntikan. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan yang telah memberikan imunisasi tersebut untuk mendapat pertolongan dan pengobatan.

Imunisasi apa saja yang diberikan di Indonesia?

Pemerintah melalui program imunisasi nasional mencanangkan imunisasi wajib sebagai berikut:

  1. Imunisasi rutin (sesuai jadwal) terdiri dari:

Imunisasi dasar berfungsi mengaktifkan kekebalan si kecil terhadap berbagai penyakit seperti Hepatitis B, BCG untuk mencegah TBC, DPT untuk mencegah Difteri Pertusis dan Tetanus, HiB (mencegah infeksi haemophilus influenza B, Polio, dan Campak

Imunisasi lanjutan/ulangan/booster berfungsi untuk mempertahankan kadar kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan. Terdiri dari:

  1. Imunisasi lanjutan bawah tiga tahun/batita ( DPT, HiB, Polio, Campak)
  2. Imunisasi lanjutan usia sekolah saat BIAS (bulan imunisasi anak sekolah Agustus dan November (DT/diphtheria tetanus,Td/tetanus diphteria, Campak)
  3. Imunisasi lanjutan wanita usia subur (TT/tetanus toksoid)
  4. Imunisasi tambahan/pilihan meliputi imunisasi IPD/PCV untuk infeksi Pneumokokus, Rotavirus untuk mencegah diare rotavirus, MMR/ mumps-measles-rubella untuk mencegah gondongan-campak-campak jerman, Varisela mencegah cacar air, Tifoid, Hepatitis A, Influenza, HPV/human papiloma virus untuk mencegah kanker serviks
  5. Imunisasi khusus pada keadaan tertentu seperti saat berangkat haji dan umroh wajib imunisasi meningokokus untuk mencegah radang otak

Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan imunisasi untuk anak 0-18 tahun sesuai jadwal imunisasi 2014 yang meliputi seluruh program nasional pemerintah (imunisasi dasar dan lanjutan) dan imunisasi tambahan/pilihan.

Jadwal rekomendasi IDAI tahun 2014 dapat dilihat pada tabel berikut Bunda

jadwal imunisasi bayi anak

Vaksin yang sesuai dengan program imunisasi rutin biasanya terdapat di pusat pelayanan primer seperti puskesmas. Vaksin imunisasi rutin yang dimodifikasi dan vaksin untuk imunisasi tambahan/pilihan bisa didapatkan di RS/ spesialis anak

Vaksin yang disediakan pemerintah dan yang tersedia di RS/spesialis anak sama efektifnya dalam melindungi si kecil dari berbagai penyakit terkait.

Mengapa jadwal imunisasi di beberapa praktek dokter, klinik / rumah sakit berbeda-beda ?
Jangan bingung ya Bunda, perbedaan jadwal imunisasi pada kurun waktu yang berbeda di beberapa praktek dokter antara lain karena sumber rujukan yang berbeda, adanya pergeseran pola penyakit tertentu, adanya modifikasi untuk memudahkan orang tua, atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi dan anak pada saat itu. Apabila diamati lebih teliti, jadwal yang seolah berbeda-beda tersebut umumnya masih berada rentang umur jadwal yang dianjurkan oleh Program Imunisasi Nasional maupun Imunisasi rekomendasi IDAI.

Jadwal yang terbaik adalah yang masih masuk di dalam rentang umur Jadwal Program Imunisasi Nasional maupun Rekomendasi IDAI

Bagaimana jika anak terlambat di imunisasi?

Imunisasi anak yang terlambat dapat diberikan segera Bunda, asalkan tidak ada kontra indikasi. Imunisasi tidak perlu diulang dari awal, cukup diberikan yang belum diperoleh.

Bayi / Anak sedang pilek batuk bolehkah di imunisasi ?
Bayi yang batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi Bunda, kecuali bila bayi sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1 - 2 minggu kemudian. Bila ragu, Dokter dapat memastikan setelah memeriksa si kecil.

Apakah jadwal imunisasi untuk bayi prematur harus ditunda ?

Betul Bunda, vaksin polio sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan atau berat badan sudah > 2000 gram, demikian pula DPT, hepatitis B dan Hib.

Nah Bunda, semoga semakin jelas bagi bunda dan keluarga tentang pentingnya imunisasi sesuai jadwal bagi si kecil. Kini Bunda tidak perlu khawatir lagi untuk membawa dan melengkapi jadwal imunisasi si kecil ya. Sehingga buah hati Bunda dapat terlindung dari berbagai penyakit menular dan si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top