all-about-childbirth

Ekspektasi Bunda Tentang Proses Melahirkan

Apa yang Bunda pikirkan saat Bunda merasakan kontraksi yang sebenarnya? Yuk, simak artikel Cussons berikut ini yang membahas seputar konstraksi hingga proses melahirkan si kecil.

Apa saja tahap-tahap menjelang momen melahirkan?

  1. Tahap pertama: kontraksi yang dimulai dengan saluran serviks yang terbuka secara bertahap. Pembukaan ini disebut dengan pembukaan.
  2. Tahap kedua: Bunda akan mendorong si kecil keluar dengan natural.
  3. Tahap ketiga: Bunda akan mengeluarkan plasenta dari dalam rahim Bunda.

Apa yang menjadi indikasi inilah waktunya Bunda untuk melahirkan?

Bunda akan mulai menyadari bahwa ini waktunya si kecil lahir ketika Bunda mengalami dua hal berikut:

  • Kontraksi terus menerus yang semakin kuat. Terkadang, kontraksi ini sering kali dianggap sebagai kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Ayah sebaiknya mengantar Bunda ke rumah sakit bila tidak yakin apakah kontraksi yang sedang Bunda alami kali ini adalah kontraksi palsu atau kontraksi yang sesungguhnya.
  • Sebuah ‘pertunjukan’ kecil, dimana penyumbat lengket dari dalam tubuh Bunda jatuh disertai dengan darah dari saluran serviks Bunda.
  • Air ketuban yang mendadak keluar dari saluran serviks – untuk beberapa kasus.
  • Mual dan muntah. Tidak perlu khawatir ya, Bunda, bila mengalami hal ini—itu tandanya proses melahirkan berlangsung dengan normal.

Apa yang akan Bunda rasakan saat kontraksi?

Kontraksi yang Bunda rasakan akan terasa seperti keram saat Bunda sedang datang bulan, dan akan menajdi semakin kuat dan berlangsung lebih lama. Pada awalnya akan berlangsung terputus-putus, namun akan kembali terjadi memasuki masa interval yang berlangsung terus-menerus. Bunda akan tahu bahwa proses melahirkan sedang berlangsung saat kontraksi yang Bunda alami berlangsung 30-60 detik dan terjadi setiap 5 menit. Semakin dekat dengan momen melahirkan, Bunda akan merasakan kontraksi yang semakin kuat dan dekat secara bersamaan.

Apa yang akan Bunda rasakan ketika air ketuban Bunda pecah?

Hal ini akan terjadi tepat sebelum momen melahirkan Bunda datang. Si kecil sedang aktif bergerak dalam rahim Bunda yang juga diselimuti oleh kantung ketuban. Ketika momen melahirkan tiba, kantung ketuban Bunda akan pecah dikarenakan aktifnya gerakan si kecil. Ketika pecah, air ketuban Bunda mungkin berwarna kekuningan seperti cairan air kemih dan mungkin bercampur darah di dalamnya. Bila Ayah mencium baunya, beritahu Bunda dengan segera ya.

Bagaimana Bunda akan tahu saat yang tepat untuk mendorong si kecil?

Kontraksi yang terjadi secara terus-menerus akan membuka saluran serviks Bunda, yang adalah jalur menuju rahim Bunda. Ketika sudah tiba waktunya untuk Bunda mendorong si kecil keluar, area serviks Bunda akan meregang hingga 10 sentimeter. Pada tahap ini, si kecil sudah dapat membalikan tubuhnya sehingga kepalanya dapat berada di posisi bawah atau siap keluar.

Apa itu sungsang?

Bila si kecil Bunda belum juga membalikan tubuh dan kepalanya pada posisi tersebut, si kecil kemungkinan mengalami kondisi sungsang atau akan keluar dari kaki atau bagian bawah badan terlebih dahulu. Ini bisa menyebabkan Bunda kesulitan untuk melahirkan si kecil dan perlu mengambil tindakan operasi sesar, karena tidak memungkinkan lagi untuk Bunda dapat melahirkan secara normal.

Kapan Bunda dapat mulai mendorong?

Ketika areal serviks Bunda telah melebar, maka bidan atau dokter akan menyuruh Bunda menarik nafas yang dalam dan mulai mendorong si kecil keluar. Dengan setiap kontraksi yang terjadi, Bunda kemungkinan akan secara otomatis mendorong si kecil keluar. Dan, setiap dorongan yang Bunda lakukan akan memaksa si kecil untuk berpindah sedikit demi sedikit ke bagian bawah pelvis Bunda.

Bunda mungkin akan merasakan atmosfir panas yang menyengat ketika vagina Bunda meregang karena kepala si kecil yang hendak keluar. Baik bidan maupun dokter akan meminta Bunda untuk berhenti mendorong saat mereka melihat kepala si kecil sudah muncul. Hal ini dilakukan agar proses melahirkan si kecil dapat berlangsung dengan perlahan dan lembut. Ini juga menolong agar peregangan yang terjadi pada vagina Bunda berlangsung perlahan dan tidak sampai menyobek bibir vaginanya. Mungkin Bunda akan kesulitan untuk mencoba berhenti mendorong karena pergerakan si kecil yang lambat. Namun, proses melahirkan Bunda hampir selesai! Dan Bunda akan segera bertemu dengan si kecil!

Apa yang terjadi pada kantung plasenta?

Ketika si kecil telah lahir, kini Bunda perlu mengeluarkan kantung plasenta dari dalam tubuh Bunda karena sudah tidak berfungsi lagi. Plasenta ini adalah organ yang sudah tidak diperlukan dalam tubuh Bunda yang sebelumnya berfungsi sebagai penyuplai sari-sari makanan untuk si kecil ketika ia masih berkembang dan tumbuh di dalam rahim Bunda. Bunda harus menikmati beberapa saat bersama si kecil sebelum Bunda mengeluarkan plasenta pada kontraksi kedua.

Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengeluarkan plasenta?

Ketika Bunda mengeluarkan plasenta, proses ini akan menghabiskan waktu hingga 1 jam. Beberapa hal yang dapat membantu proses pengeluaran plasenta berjalan lancar adalah:

  • Mulai menyusui si kecil: kegiatan ini akan menstimulasi hormon yang merangsang kontraksi kedua. Ini juga cara yang baik untuk mulai belajar menyusui si kecil.
  • Lakukan kontak fisik: Hal ini juga akan membantu menstimulasi kontraksi.
  • Duduk bersandar: Dengan bersandar, kantung plasenta yang ada di dalam perut Bunda akan turun sehingga merangsang otot-otot perut bawah Bunda untuk mengalami kontraksi tahap dua.
  • Cobalah untuk rileks sejenak dengan meminum teh hangat. Setelah melahirkan, Bunda tentu merasa haus dan lelah. Rileksasi ini akan menolong Bunda mengembalikan stamina untuk bersiap mengalami kontraksi ke dua. Ingat ya, Bun, ini adalah tahap akhir sebelum Bunda dapat memberikan seluruh perhatian Bunda untuk malaikat kecil Bunda!

Fakta Seputar Kehamilan

Ketika Bunda mulai merasakan kontraksi yang sesungguhnya, persiapkan diri Bunda untuk proses melahirkan ini karena dapat menghabiskan waktu 6 hingga 12 jam. Jadi, sebaiknya Bunda beristirahat terlebih dahulu di rumah sakit beberapa hari setelah melahirkan untuk memulihkan kondisi fisik Bunda dan medapat suntikan vitamin bila diperlukan.

Apa Yang Ayah Bisa Bantu?

Yuk, Ayah, ketahui apa yang sedang Bunda butuhkan dan bantu Bunda untuk menjelaskannya ke dokter ketika Bunda tidak dapat berbicara karena sedang kesakitan. Apakah Bunda butuh obat penghilang nyeri? Anastetis epidural? Bila Bunda punya kalender prediksi melahirkan, bawa kalender tersebut ke rumah sakit.

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top