Seputar Kehamilan

Oleh : dr. Dwi Nurriana, SpOG

Halo Bunda, apakah saat ini Bunda dan Ayah sedang mendambakan kehadiaran si kecil dalam keluarga? Tahukah Bunda, bahwa persiapan kehamilan harus direncanakan matang sebelum masa kehamilan itu sendiri, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Banyak hal yang harus dipersiapkan demi terjadinya kehamilan, antara lain menjaga kondisi kesehatan dengan optimal, menerapkan gaya hidup sehat dan juga perbanyak konsumsi makanan bergizi terutama yang mengandung vitamin B12, vitamin C, vitamin E, asam folat, Zinc, zat besi dan likopen serta berolahraga teratur. Jangan lupa satu hal penting yang harus dilakukan Ayah dan Bunda yang mendambakan keturunan adalah senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Berikut beberapa pantangan yang sebaiknya dilakukan Bunda yang sedang merencanakan kehamilan, diantaranya :

  • merokok,
  • minum alkohol dan kopi,
  • paparan sinar rontgen,
  • stres,
  • narkoba,
  • kegiatan yang melelahkan,
  • polusi lingkungan.

Ingin Anak Laki-laki atau Perempuan?

Banyak orang tua yang secara khusus ingin memiliki anak perempuan atau anak laki-laki. Sebenarnya bisa kah kita menentukan jenis kelamin anak yang diinginkan? Yuk, pahami sejenak beberapa fakta mengenai pembuahan pada kehamilan.

Proses kehamilan diawali dengan pembuahan (konsepsi), perkembangan janin dalam rahim dan diakhiri dengan lahirnya bayi. Pada saat pembuahan, terjadi penggabungan kromosom dari Suami (XY) dan Istri (XX). Kromosom yang dibawa oleh suami (X atau Y) menentukan jenis kelamin anak pada saat pembuahan terjadi. Perbedaan karakteristik kromosom X dan Y digunakan dalam usaha memperoleh jenis kelamin anak tertentu. Kromosom X lebih besar, lambat, berumur > 72 jam, tahan pada suasana vagina asam. Sebaliknya, kromosom Y lebih kecil, cepat berumur < 48 jam, tahan pada suasana vagina basa. Bila ingin memperoleh keturunan laki-laki, sebaiknya perbanyak konsumsi ikan dan hubungan intim dilakukan pada saat masa subur (12 jam sebelum atau sesudah ovulasi), sedangkan bila ingin memperoleh keturunan perempuan, sebaiknya perbanyak konsumsi daging dan hubungan intim dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur.

Keluhan Kehamilan

Masa kehamilan merupakan masa yang penting bagi perkembangan janin di dalam rahim. Berbagai keluhan akan muncul seiring dengan perubahan hormon akibat kehamilan. Hal ini wajar dan sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang parah sehingga Bunda tidak perlu panik melewati keluhan-keluhan tersebut. Mual muntah merupakan keluhan paling sering yang dialami ibu hamil dikarenakan adanya peningkatan hormonal. Atasi dengan makanan tinggi karbohidrat dalam jumlah sedikit, namun sering.

Untuk meminimalisir keluhan kesehatan selama masa kehamilan, sebaiknya Bunda memperhatikan hal berikut ini.

Hindari!

  • makanan yang asam dan berbau ekstrim,
  • makanan mentah yang tidak dimasak matang dan tidak dicuci dengan baik
  • makanan yang berpengawet
  • makanan yang terlalu asam dan pedas
  • minuman berkafein dan beralkohol
  • binatang berbulu,seperti kucing, anjing, kelinci serta kotoran ungags
  • penggunaan krim wajah yang mengandung retinol.

Lakukan!

  • Penuhi zat gizi selama kehamilan dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti: roti gandum, telur, hati sapi, kacang-kacangan, bayam, brokoli, alpukat, jeruk, stroberi, pisang dan susu sebagai pelengkap
  • Ibu hamil disarankan minum air putih 8-10 gelas perhari
  • Olahraga

Apakah jenis olahraga yang aman dilakukan Ibu hamil?

Ibu hamil sebaiknya tetap berolahraga untuk meningkatkan kebugaran, memperbaiki mood, serta mengurangi stres.

Lakukanlah latihan-latihan yang aman dalam kehamilan secara rutin seperti : berjalan cepat, berenang, yoga, senam hamil dan latihan kegel. Olahraga yang dilakukan disesuaikan dengan usia kehamilan dan kondisi kehamilan apakah baik dan tidak ada komplikasi kehamilan. Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran sampai 3 kali atau lebih atau pernah melahirkan prematur sebaiknya tidak berolahraga selama kehamilan. Demikian juga dengan Bunda yang memiliki riwayat penyakit jantung, penyakit tiroid, tekanan darah tinggi ataupun Bunda yang sangat sering mengalami perdarahan atau bercak (flek).

Apakah Ibu hamil masih tetap boleh menyusui?

Kehamilan yang dijaga sebaik mungkin dapat mempermudah proses persalinan. Selanjutnya bila bayi mungil Bunda sudah lahir, rawatlah ia dan berikan ASI sesuai kebutuhannya. Ibu hamil masih dapat menyusui bayinya, asalkan kondisi kehamilannya baik dan dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan gizi dengan pola makan sehat.

Selamat menjalani kehamilan dan jangan lupa berdoa selalu ya Bun...

Related Posts

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top