Memilih Kursus untuk Anak

Jika anak ikut kursus yang sesuai dengan minat dan tahap perkembangannya, hal ini dapat membantu menggali, mengasah, dan mengoptimalkan bakat serta potensi si kecil lho, Bun. Hanya saja, Bunda harus bijak dalam memilih dan menentukan jenis kursus si kecil. Sesuaikan dengan karakternya berikut ini ya, Bun:

  1. Anak penakut: Kursus yang dapat menggali dan membangkitkan keberanian anak. Misal, berenang, beladiri, dan menyanyi (vocal)
  2. Cerewet: Kursus yang dapat meredam kecerewetan anak, yaitu kursus yang mengajarkan kegiatan dengan konsentrasi tinggi atau yang menyalurkan energi dalam bentuk verbal, seperti sepak bola, futsal, beladiri, drama (acting), dan menyanyi.
  3. Pemalu: Berbagai jenis kursus sesuai minat dan bakat anak. Rasa percaya dirinya akan tumbuh menggantikan rasa malunya. Pergaulannya dengan teman dari berbagai usia akan mengasah keterampilan sosial dan emosinya sehingga anak dapat mengatasi rasa malunya.
  4. Percaya diri: Anak yang sudah punya rasa percaya diri cenderung overconfidence atau percaya diri berlebihan. Kursus yang menyediakan kegiatan berkelompok cocok untuk meredam kecenderungan overconfidence. Misalnya futsal, sepak bola dan menari.
  5. Aktif: Butuh kursus yang bisa menyalurkan energinya yang berlebihan. Misalnya olah raga dan menari.
  6. Clumpsy (canggung): Untuk mengurangi clumpsy atau canggung pada anak karena koordinasi motorik yang kurang baik, ikutsertakan anak dalam kursus yang mengasah keterampilan motorik halus. Misalnya, yoga atau menari. Kursus ini dapat membantu anak berlatih memusatkan pikiran pada sesuatu dan mengasah koordinasi gerak tubuhnya agar menjadi lebih baik.

Tanda-tanda anak lelah ikut kursus

  • Perangai anak berubah dari yang semula periang menjadi mudah marah, mudah ngambek, atau cemberut tanpa alasan.
  • Sering mengantuk karena kurang istirahat.
  • Nilai pelajarannya turun dan PR-nya sering tidak dikerjakan karena dia kelelahan sepulang mengikuti kursus.
  • Nafsu makannya tiba-tiba meningkat tajam. Beberapa anak mengatasi masalah emosi dengan makan.
  • Mengeluh sakit perut, pusing, atau rasa tidak nyaman lainnya tanpa sebab.
  • Bila sedang menonton TV seolah-olah tidak mau diganggu.
  • Mengeluh bosan.
  • Menolak berangkat ke tempat kursus.

sumber : Ayahbunda

Related Posts

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

Subscribe via RSS Feed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top